Advertisement
Liga Spanyol

Tuntut 30 Juta Euro ke Barca, Neymar Balik Dituntut 75 Juta Euro

NeymarKepindahan Neymar dari Barcelona ke Paris Saint-Germain rupanya masih menyisakan beberapa hal yang belum tuntas. Salah satunya adalah tuntuan dari pihak Neymar mengenai bonus sebesar 30 juta euro yang belum dibayarkan oleh Barca.

Neymar menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim panas lalu. Saat itu, pemain berusia 25 tahun menyabet status sebagai pemain termahal di dunia setelah PSG menebus klausul pelepasan dalam kontraknya di Barca yang bernilai 220 juta euro atau sekitar Rp 3,5 trilyun.

Pasca kepergian Neymar ke Les Parisiens, rupanya hubungan Neymar dengan mantan timnya itu memanas. Ada beberapa klaim yang saling dilontarkan oleh kedua belah pihak.

Dikutip dari El Mundo, Neymar saat ini sedang menyusun sebuah tuntutan untuk Los Cules. Neymar mengklaim jika pihak Barca harus memberikan bonus yang sudah dijanjikan senilai 30 juta euro, yang menjadi bagian dari kesepakatan ketika dia meneken kontrak baru sebelum hijrah ke Paris.

Manajemen Barca sebelumnya berjanji bakal memberikan bonus sebesar 60 juta Euro kepada Neymar. Bonus tersebut merupakan kompensasi karena sang pemain bersedia memperpanjang kontrak hingga 30 Juni 2021. Dari total bonus tersebut, hanya setengahnya yang sudah dibayar. Sisa 30 juta Euro sedianya bakal dibayarkan di kemudian hari.

Sebelum pindah ke PSG, Neymar menandatangani kontrak baru yang akan berakhir di musim panas 2021. Saat itu, Neymar memang diguyur bonus senilai 30 juta euro. Tapi, pihak Barca mengklaim jika klausul tersebut sudah hangus menyusul keputusan Neymar pindah ke PSG.

Barca pun dengan tegas tidak mau membayarkan bonus tersebut dengan alasan bonus tersebut sudah tidak berlaku pasalnya Neymar sudah melanggar kesepakatan karena pindah ke Paris Saint-Germain.

Sementara itu, pihak Barca tidak panik dalam menanggapi tuntutan Neymar. Bahkan, Blaugrana disebut siap membuat suasana makin panas dengan menuntut balik Neymar untuk membayar 75 juta euro yang dihitung berdasar keuntungan Neymar dari kontrak baru dan kemudian melanggar kesepakatan dalam kontrak itu.