Betfordeal

Welcome Bonus 25% Hingga Rp 25.000.000

Ffbet

Welcome Bonus 100% Hingga Rp 5.000.000

Tiga Hal Penting Kenapa Mauricio Pochettino Cocok di Manchester United

Gaya Permainan

Semenjak Sir Alex Ferguson gantung sepatu di tahun 2013, Manchester United selalu tampil dengan gaya sepakbola dan pola permainan yang berbeda. David Moyes menjadikan Everton dengan pola serangan balik, Louis van Gaal memainkan pemain yang mahal. Lalu Jose Mourinho dengan pola permainan bertahan. Kini, Ole Gunnar Solskjaer berusaha tampil maksimal dengan minim pengalaman.

Jika menilai dari Tottenham bersama Pochettino, sama dengan kinerja Ferguson yakni ekspansif dan menyerang. Tim asuhannya selalu tampil menekan dan berusaha menyerang tiap memiliki kesempatan.

Kembangkan Pemain Muda

Satu hal yang begitu mengesankan dari Ole Gunnar Solskjaer seperti Pochettino yakni mengedepankan pemain muda lulusan akademi di tim inti. Mason Greenwood, Axel hingga James Garner merupakan beberapa dari sekian pemain Solskjaer yang dinilai berhasil.

Pochettino juga punya catatan sejarah dalam mengubah pemain muda menjadi pemain dunia. Itu terlihat dari kemampuan dan permainan mereka yang berkembang, seperti Harry Kane, Dele Alli, hingga Harry Winks.

Dengan adanya Marcus Rashford dan Anthony Martial, Pochettino diyakini akan dapat menjadi pemimpin terbaik untuk mereka. Dengan kepercayaan pada pemain muda, pelaith berumur 47 tahun tersebut akan memperoleh dukungan dari suporter MU.

Bisa Melakukan Keajaiban dengan Dana Transfer Kecil

Jika berkunjung ke Manchester United, Maurichio Pochettino akan disiapkan dengan biaya tinggi demi mendapatkan pemain andalannya. Walau begitu, Pochettino juga dapat membeli pemain tanpa menghabiskan dana yang besar.

Di musim yang lalu, pelatih dari Argentina tersebut sukses mencapai di babak final Liga Champions musim ini. Itu bukan hal yang gampang sehubungan dalam dunia sepakbola dengan uang memiliki peran penting.

Pochettino dapat menjadi pelatih yang meningkatkan mutu tim Manchester United saat ini tanpa harus menghabiskan banyak dana demi mendapatkan pemain mahal.