Advertisement
Berita Sepak Bola Gosip

Terbukti Korupsi, Mantan Presiden Barca Jadi DPO FBI

Sandro Rosell tercatat mantan sosok penting yang berpengarung dalam dunia sepakbola. Bahkan sebelum menjadi Presiden Barcelona, Rosell sudah menjadi salah satu orang penting di dalam FIFA. Dalam catatan nya, Rosell pernah menjadi perwakilan dari ambasador ternama, Nike untuk Brasil.

Ketika itu dia masuk ke dalam lingkaran hitam dengan berbagai tanggapan korupsi dan menipulasi. Rosell pun menjadi sosok utama dalam menggaruk pundi-pundi uang dalam lingkungan FIFA dan Brasil. Sebagai contoh ketika 1966, Rosell berperan penting dalam proses deal sponsorship antara timnas Brasil dengan Nike yang bernilai 160 juta dollar.

Kesepakatan itu sendiri dinilai menyimpang karena bergeser ke temann-teman dekat Rosell, terutama Ricardo Texeira yang saat itu menjabat sebagai Presiden Federasi Sepakbola Brasil. Dan secara kebetulan Nike adalah perusahaan asal Amerika Serikat dan mata uang yang dipakai untuk bertransaksi adalah milik Amerika, maka biro penyelidikan federal Amerika atau biasa disebut FBI pun ikut campur dalam proses penyelidikan kasus korupsi ini sebagaimana mereka juga melakukan hal yang sama ke FIFA.

Dalam proses penyelidikan sementara, Rosell terindikasi melakukan banyak proses kejahatan. Dia diklaim telah melakukan banyak pencucian uang, melakukan penipuan dan berbagai kejahatan finansial lainnya. Nama Rosell masuk kedalam daftar penting usai nama-nama penjabat FIFA macam Julio Rocha dan Rafael Esquivel buka suara saat diinterogasi.

Adapun beberapa langkah Rosell untuk memuluskan berbagai korupsi, dia lantas mendirikan beberapa perusahaan di berbagai negara termasuk Amerika Serikat. Perusahaan itu menjadi penerima uang dari hasil penggelapan. Dengan demikian, pihak dari Spanyol telah menyetujui sepenuhnya kepada FBI untuk melakukan penyelidikan lebih dalam.

FIFA pun memberikan beberapa hal yang telah diminta oleh FBI. Rosell memang juga masih terlilit kasus karena dinilai melakukan penipuan terhadap negara saat membeli Neymar dari Santos menuju Barcelona. Nama Rosell pun disebut menjadi orang yang dikorbankan oleh Barcelona untuk menutupi kasus Neymar. Rosell diminta mengundurkan diri dari posisi Presiden Barca sementara mantan anak buahnya, Bartomeu, menggantikannya.

Kabar baru pun muncul kepermukaan dengan menyebut Bartomeu dan para petinggi Barca kemudian mencuci tangan sepenuhnya. Era Bartomeu pun disebut-sebuy sebagai alih cuci tangan dari berbagai kasus dan kini nama baru telah muncul di ruang Barcelona. Dan timbal balik nya adalah ketika terbukti melakukan pelanggaran dalam mendatangkan Neymar, maka yang harus bertanggung jawab penuh adalah Barcelona.