UEFA Siap Tendang Manchester City Dari Liga Champions

City Juara Musim Ini

City Juara Musim Ini

Juara bertahan Premier League Inggris musim ini, Manchester City nampaknya sedang gelisah dan tidak bisa tenang lantaran dalam situasi yang mencekam. Usut punya usut Manchester City dalam ancaman absen di Liga Champions untuk durasi satu musim.

Manchester City sejatinya masih dalam euforia besar usai mempertahankan gelar juara Premier League musim 2018/19. Gelar ini menjadi cukup spesial lantaran mereka bertarung hingga babak terakhir dari Liverpool.

Atmosfir rasa bahagia pun akan semakin panjang sebagaimana Manchester City akan menjalani laga final Piala FA melawan Watford, dan di laga itu sendiri anak asuh Pep Guardiola menjadi tim yang diunggulkan menang di Wembley Stadium.

Terlepas dari euforia tersebut, Manchester City sudah sepatutnya berpikir keras sebagaimana UEFA sedang melakukan proses investigasi pada laporan keuangan yang disusun oleh Manchester City. Semua ini bermula ketika datang sebuah laporan dari media Jerman yang mempertanyakan laporan keuangan The Citizen.

De Spiegel selaku tim yang mempertanyakan hal tersebut dikenal sebagai sosok investigasi yang kredibel. De Spiegel menjadi satu media yang berani mengangkat kasus banyak pajak yang dilakukan oleh beberapa pemain bintang yang bermain di klub La Liga dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk kali ini, Manchester City dituduh melakukan penggelapan dana sebesar 70 juta pounds dari Abu Dhabi United Group. Atas tuduhan tersebut, UEFA langsung bergerak cepat dan sedang melakukan pembahasan soal laporan keuangan Manchester City. Dari dua pekan pembahasan, UEFA mendapatkan kecurigaan pada laporan keuangan Manchester City.

UEFA dalam hal ini meminta bantuan kepada Yves Leterme, yang tidak tidak lain adalah Perdana Menteri Belgia, untuk memimpin Dewan Kontrol yang bertugas melakukan investigasi atas kasus ini. Yves Leterme ditargetkan bekerja dalam beberapa pekan ke depan sampai menemukan titik awal masalah.

Kasus Manchester City ini dianggap sebagai kasus besar yang harus diungkap. Ada ancaman hukuman yang begitu berat sedang mengintai pasukan Josep Guardiola. Jika terbukti bersalah, maka Manchester City harus absen satu musim di Liga Champions.

Jika terbukti benar Manchester City bersalah dan mendapatkan larangan tampil di Liga Champions, maka berkah datang kepada kubu Arsenal yang akan jadi pengganti posisi Manchester City. Adapun Arsenal berada di posisi ke-5 klasemen akhir Premier League musim ini.

Bisa disimpulkan bahwa peluang Arsenal menuju ke Liga Champions ada dua, yang pertama adalah memenangkan gelar juara Liga Europa karena mereka akan berhadapan dengan Chelsea di partai final akhir bulan Mei nanti. Sedangkan yang kedua dan jika gagal di Liga Europa, maka mereka wajib berdoa agar Manchester City terbukti bersalah.

Rancangan UEFA untuk Ajang Antarklub Eropa

Rancangan UEFA untuk Ajang Antarklub Eropa

Rancangan UEFA untuk Ajang Antarklub Eropa

Selain Liga Champions dan Liga Europa akan ada ajang yang baru. UEFA miliki rancangan untukmembuat ajang antarklub ketiga, hal tersebut akan di mulai pada musim 2021/2022.

Sang Presiden Juventus sekaligus anggota komite eksekutif UEFA dan Chairman European Club Association (ECA) yaitu Andrea Agnelli yang sudah mengatakan hal tersebut. Walau begitu, masih menantikan persetujuan untuk rancangan ajang anyar tersebut.

“Terlihat memang sudah ada lampu hijau, namun model untuk ajang ini masih perlu dibenahi,” ucap Agnelli saat melangsungkan sidang umum ECA di Kroasia.

“Penilaian secara terperinci untuk kalender laga internasional tetap diperlukan, sebelum model ajang baru pasca 2024 diajukan,” sambung dia.

Agnelli memberikan penjelasan lebih lagi, ia pun mengatakan kalau ajang baru ini akan tampilkan tim sepakbola Eropa lebih banyak lagi, yang awalnya 80 menjadi 96 klub.

Sama dengan ajang Liga Champions, Ajang ini beritanya dirancanakan bakal diikuti oleh 32 klub. Akan ada pengurangan jumlah yang awalnya kontestan berjumlah 48 klub di Liga Europa menjadi 32 klub.

Sempat berlangsung Piala Winners sebelumnya, ajang yang disajikan untuk para juara di piala domestik. Tetapi, sedari tahun 1999 ajang ini sudah berhenti berjalan.

“Melakukan review format dari ajang itu harus terus kami lakukan dan menyaksikan banyak pilihan yang tersedia,” ucap pernyataan dari UEFA.

Sanksi Kasus Doping Ditambah, Begini Nasib Samir Nasri

samir nasri terkena kasus doping

samir nasri terkena kasus doping

Kabar buruk datang dari mantan pemain Manchester City, yakni Samir Nasri. Pemain ini mendapat sanksi tegas selama enam bulan karena kasus doping. Namun, tak sampai disitu, hukumannya ternyata diperpanjang hingga 18 bulan.

Hasil putusan itu diberikan oleh pihak UEFA, federasi yang berwenang tinggi dalam dunia sepak bola Eropa. Awalnya Samir mendapat sanksi enam bulan. Tapi sepertinya hukuman itu terlalu singkat, hingga hasil bandingan memutuskan akan diperpanjang sampai 18 bulan.

Kasus doping Samir Nasri berawal dari saat ini mendapat perawatan di waktu istirahat mereka di Los Angeles, Amerika Serikat di tahun 2016 silam. Akan tetapi, terdapat kesalahan dengan dalam penggunaan air steril yang mengandung mikronutrien.

Pihak Badan Antidoping Dunia atau yang disingkat WADA, membuat peraturan jika komsumsi jenis tersebut sudah dibatasi infusi sampai 50 ml per enam jam untuk atlet. Sementara, Nasri sudah mendapatkan suntikan sebanyak 500 ml.

Dengan adanya kasus ini, UEFA kemudian melakukan penyelisikan dan memberikan sanksi pertama pada pemain yang pernah memperkuat Arsenal tersebut dengan memutuskan larangan bermain selama enam bulan.

“Pihak CEDB di UEFA sudah mengeluarkan putusan bersalah untuk Samir Nasri dalam kasus pemakaian obat yang sudah diatur dibawah pengawasan Badan Anti-Doping UEFA. Nasri bersalah karena sudah bersalah dalam pemakaian yang disesuaikan dengan sub bagian M2 mengenai ketentuan yang diberlakukan WADA,” jelas UEFA beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, keputusan tersebut diputuskan pada tanggal 22 Februari 2018 dan Nasri mendapat hak untuk melakukan banding. Namun, tidak mendapat keringanan saat melakukan banding, pemain ini malah mendapat kesialan. Hukumannya ditambah, UEFA menjatuhkan tambahan 12 bulan larangan bermain padanya.

Naasnya, insiden ini terjadi saat Samir Nasri tidak memiliki klub tempat bernaung. Dirinya terakhir bermain dengan klub Turki, yakni Antalyaspor sebelum kemudian kontraknya usai dan tidak diperpanjang.

 

Hukuman Nasri Ditambah

Hukuman Nasri Ditambah

Hukuman Nasri Ditambah

Aturan antidoping telah Samir Nasri alami pada tanggal 27 Februari 2018 kemarin. Awalnya si pemain mendapat skors selama enam bulan lamanya karena melaggar aturan tersebut, namun pihak UEFA lakukan banding setelah berpikiran kalau hukuman yang akan diterimanya tersebut telalu ringan.

Setelah menjalani penyelidikan, Nasri didakwa telah menyuntikkan air steril dengan kandungan komponen mikronutrein yang telah melebihi dosis. Hal tersebut terjadi ketika ia tengah melangsungkan liburan di Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 2016

Badan Antidoping Dunia memberi dosis untuk infusi hanya sampai 50 ml untuk setiap enam jam kepada atlet aktif. Sedangkan pada waktu itu Nasri kedapatan menyuntikan cairan tersebu melebihi dosisnya yaitu sebanyak 500 ml.

Hukuman pun telah berlangsung, namun para Pengawas Etika dan Disiplin UEFA beranggapan lain, hukuman yang diberikan untuk si pemain terlalu ringan dan mengajukan banding. Alhasil UEFA selanjutnya membuat hukuman bertambah berat dengan menambahkan durasi skors untuk si pemain yang sekarang ini tidak memiliki klub.

Hukuman tambahan yang diberikan untuk Nasri bertambah 12 bulan jadi jika di totalkan hukuman yang harus dijalani olehnya mencapai 18 bulan. Sedari tanggal 1 Juli 2017 yang lalu hukuman tersebut sudah mulai dijalankan olehnya.

Terhitung mulai dari bulan November yang akan datang, UEFA memperbolehkan Nasri untuk mulai melakukan latihan bersama dengan klub manapun.

Wenger Kritik UEFA Karena Aubameyang Tidak Bisa Tampil di Liga Europa

Ada peraturan dari UEFA yang bikin Arsenal merasa kesal karena tidak dapat tampilkan Pierre-Emerick Aubameyang di ajang Liga Europa musim ini. Manajer Arsenal, Arsene Wenger, juga berikan kritik pada peraturan itu.

Aubameyang, yang didatangkan oleh Arsenal dari Borussia Dortmund di bursa transfer bulan Januari, tidak dapat dimainkan di ajang Liga Europa sebab Dortmund pun ikut partisipasi di ajang yang sama. Dengan begitu, masih ada kesempatan untuk Arsenal dan Dortmund saling bertemu pada babak selanjutnya.

Dortmund pribadi turun kasta ke Liga Europa usai berada di urutan 3 di tahap grup Liga Champions.

Bagi Wenger, aturan seperti itu perlu dihapus. Ia percaya kalau semua klub bakal berpikiran sama dengan dirinya.

“Dengan suara bulat saya tahu semua klub saat ini berpendapat seperti saya kalau peraturan ini perlu dihapuskan. Ini tidak masuk di akal,” imbuh Wenger.

Sebab Aubameyang tidak dapat dimainkan dan Alexandre Lacazette tengah alami cedera, Arsenal mau tak mau mengharapkan sosok Danny Welbeck pada laga berhadapan dengan Ostersunds di pertemuan pertama babak 32 besar Liga Europa pada hari Jumat (16/2/2018) dinihari WIB.

Arsenal masih dapat tampilkan pemain anyar lainnya, Henrikh Mkhitaryan, di Liga Europa. Mkhitaryan dapat tampil sebab klub ia sebelumnya, Manchester United, masih tetap berada di ajang Liga Champions.

Walau Realistis, Napoli Tetap anggap Liga Champions Prioritas

Lewat penampilan yang impresif pada Serie A, Napoli pun harus bermain di ajang Liga Champions pada musim ini. Sang pelatih Maurizio Sarri tegaskan timnya tak sama sekali terganggu.

Napoli tengah berada di urutan teratas klasemen serie A karena masih belum pernah kalah lewat 11 laga. Mereka catatkan 31 poin, unggul 3 poin atas Juventus di urutan 2.

Pada keadaan yang sedang on fire tersebut, Napoli perlu bagikan konsentrasinya ke Liga Champions. Pada hari Kamis (2/11/2017) dini hari WIB nanti, mereka perlu berhadapan dengan Manchester City yang akan berlangsung di Stadion San Paolo.

Menatap pada pertemuan pertama, saat tunduk dengan skor 1-2 dari City, pada waktu itu Sarri istirahatkan Allan dan Jorginho. Karena sejumlah hari berselang mereka perlu berhadapan dengan Inter Milan di ajang domestik.

Jelang kembali berhadapan dengan City, Sarri bantah bahwa ada perbedaan prioritas musim ini. Dia menganggap kalau timnya hanya saksikan ajang mana yang lebih berikan kesempatan berhasil lebih besar.

“Apakah ajang Liga Champions jadi penghambat untuk kami? Berlebihan jika katakan hal tersebut. Kami merasa bangga karena telah menjadi bagian dari Liga Champions, mengingat kami tengah berbincang soal ajang paling krusial di Eropa,” kata Sarri setelah tundukkan Sassuolo dengan skor 3-1 pada hari Minggu (29/10/2017).

“Ini adalah sebuah hal yang tidak mengherankan kalau di benak para pemain, mereka lebih fokus dengan ajang yang peluangnya lebih oke, namun kami pun perlu bersemangat untuk menantang diri kami berhadapan dengan tim yang paling oke.”

“Dapat ikut serta dalam Liga Champions berikan kami rasa bangga, walau sesungguhnya kami tahu cuma miliki sedikit peluang untuk menangkannya. Namun untuk katakan itu menghambat kami adalah sebuah hal yang kejam,” sambung Sarri.

Anugrah Pemain Terbaik UEFA 2016/2017 Jatuh Pada Ronaldo

Cristiano Ronaldo terpilih lagi menjadi Pemain Terbaik UEFA 2016/2017. Keberhasilan yang diraih tersebut tengah tegaskan keunggulan dari para pemain Real Madrid di dalam anugrah ini.

Ronaldo raih anugrah tersebut usai bermain dengan cemerlang dengan antarkan Madrid jadi klub pertama yang dapat pertahankan titel Liga Champions. Ditambah dengan menjadi pemain kunci Los Blancos menjadi juara di La Liga.

Megabintang sepakbola Portugal ini telah menjadi lebih unggul dari 2 pemain pesaingnya yaitu Gianluigi Buffon dan Lionel Messi. Buffon berhasil membawa Juve ke babak final Liga Champions dan menangkan Scudetto dan juga Coppa Italia. Sementara Messi walau berhasil ciptakan 54 angka untuk Barcelona, cuma raih hasil oke di Copa del Rey.

Pada penyerahan anugrah yang bersamaan dengan pengundian tahap grup ajang Liga Champions tersebut, Ronaldo lebih awal membawa anugrah pemain penyerang terbaik UEFA.

“Ini soal hasil kerja keras dan dedikasi,” kata ia di atas panggung.

“Saya tampil untuk sebuah tim yang luar biasa. Terus jadi sebuah motivasi untuk tampilkan sesuatu yang saya cintai, ialah tampil di sepakbola. Saya merasa senang bisa ciptakan banyak angka, menangkan banyak trofi. Saya merasa amat senang dapat berada di tempat ini kembali. Ini merupakan sebuah momen yang luar biasa bagi saya.”

Kapten Madrid Sergio Ramos telah ditunjuk sebagai pemain bek paling oke UEFA. Sementara teman satu timnya, Luca Modric diberi anugrah sebagai pemain gelandang paling oke.

Sedangkan penjaga gawang paling oke jatuh ke pada Buffon. “Saya merasa amat bangga dapat raih anugrah ini pada umur saya yang sekarang ini (39 tahun). Rahasianya — jika ada satu ialah saya terus merasa lapar dan bodoh,” ucap dia yang memancing gelak tawa hadirin.

RB Leipzig Maju Ke Liga Champions, Tapi Berpotensi Takkan Bisa Main

rb leipzig - bundesliga

rb leipzig - bundesliga

RB Leipzig saat ini sudah mengamankan tempat di Liga Champions musim depan. Sayangnya, mereka kemungkinan besar takkan tampil lantaran melanggar regulasi UEFA.

Akhir minggu kemarin, Leipzig sukses mencatatkan kemenangan telak 4-0 kontra SC Freiburg. Torehan positif itu sekaligus mengkukuhkan kedudukan mereka di peringkat 2 klasemen dengan mencatatkan 61 poin dari 29 laga yang telah dilakoni.

Mengingat cuma tinggal 5 pertandingan sisa, Leipzig sudah pasti bakal mengakhiri musim perdananya dalam Bundesliga dengan finis 4 besar. Hal ini berarti, mereka pun berhak lolos ke Liga Champions musim depan.

Namun keikutsertaan klub yang dibentuk di 2009 itu dalam Liga Champions dinilai masih belum jelas. Pasalnya, klub itu telah melanggara regulasi pihak penyelenggara turnamen mengenai status kepemilikan.

Berdasarkan sejumlah atuaran serta regulasi UEFA dalam Liga Champions 2016/2017, tepatnya di bagian ‘integritas kompetisi’, berbunyi bahwa: “tak ada seseorang maupun entitas legal yang mengendalikan maupun mempunyai kontribusi lebih dari 1 klub yang ikutserta dalam turnamen milik UEFA”. Berarti, UEFA tak memperbolehkan 2 klub yang dikendalikan oleh 1 sponsor, organisasi, maupun orang yang serupa berpartisipasi di 1 turnamen yang sama dalam Eropa.

Leipzig sendiri disponsori oleh salah satu perusahaan minuman energi dari Austria, Red Bull. Namun, Red Bull pun jadi sponsor FC Red Bull Salzburg, yang sekarang ini menduduki peringkat 1 klasemen Liga Austria dan nyaris dipastikan akan melaju ke Liga Champions. Dikarenakan hal inilah, status RB Leipzig selaku klub yang ikutserta dalam Liga Champions musim depan masih tak jelas.

Di sisi lain, Red Bull tetap ngotot bahwa kedua klub merupakan organisasi yang berbeda serta keduanya memiliki sifat independen. Tapi, fakta kalau hubungan antara kedunya amat terlihat jelas.

Keduanya bahkan memperoleh suntikan finansial dari bos Red Bull, Dietrich Mateschitz. Tak hanya itu, kedua klub pun memiliki seragam yang mirip serta logo yang hampir sama. Bahkan, sempat terjadi keributan kecil dalam Kualifikasi Liga Champions musim kemarin ketika pemain Red Bull Salzburg, Andres Ulmer, turun ke lapangan di paruh kedua dengan mengenakan seragam RB Leipzig.

Persoalan jabatan di kedua klub saling bermasalah. Pasalnya, hingga musim ini petinggi RB Leipzig yakni Ralf Rangnick, jabatan serupa juga dipegang oleh dirinya di Salzburg.

Euro 2016 Hadirkan Aplikasi Pelacak Ancaman Teror

UEFA dan pemerintahan Prancis serta seluruh negara di dunia ikut menjadi satu dalam memberantas ancaman teror yang beberapa tahun belakangan ini kembali muncul ke permukaan. Alhasil Prancis selaku dari tuan rumah pargelaran Euro 2016, tentunya memiliki beban dan tanggung jawab yang besar untuk mengamankan segala acara Euro dari awal hingga akhir nanti.

Euro 2016 Hadirkan Aplikasi Pelacak Ancaman Teror

Salah satu ancaman terbesar Prancis adalah dari segi teror dari kelompok tidak bertanggung jawab. Alhasil Prancis membuat terobosan luar biasa dengan meluncurkan aplikaso mobile sebagai alat pelacak serangan teror selama Euro 2016 berlangsung. Aplikasi ini berguna untuk memperingatkan kepada punggunanya akan zona merah berbahaya serangan teror.

Aplikasi ini diketahui bernama Sistem Informasi dan Kewaspadaan Masyarakat (SAIP) dan pembuatan aplikasi ini berdasarkan gagasan dari Kementrian Dalam Negari Prancis. Aplikasi ini akan menunjukkan kedipan pada layar jika berada dekat atau wilayah yang menjadi ancaman teror.

Tanda petingatan bahaya ini akan memakan waktu selama 15 menit setelah kejadian teror di umumkan oleh pihak yang berwajib. Di lain sisi, pengguna juga bisa memantau peringatan hingga delapan zona goegrafis yang berbeda, yang memungkinkan untuk memeriksa kondisi anggota keluarga atau pun kerabat dekat.

Aplikasi ini didasar dua bahasa Internasional yakni Inggris dan juga Prancis. Ketika serangan teror berlangsung, warna layar ppengguna akan berubah menjadi merah dan akan muncul tulisan ‘Alert’.

Akan tetapi tidak akan memunculkan getaran atau suara keras ketika aplikasi berfingsi. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi pengguna yang mungkin berada dekat dengan pelaku teror.

Selain itu, pengguna juga nanti nya bisa melakukan klik pada tombol yang tersedia sebagai bentuk untuk mengetahui apakah bala bantuan akan datang atau tidak. Ada pula pusat informasi untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan pada saat serangan teror terjadi.

Adapun beberapa upaya sedang dilakukan oleh pemerintahan Prancis sebagai bentuk dalam mengamankan pargelaran Euro 2016, mengingat jutaan manusia dari berbagai negara akan hadir di Prancis. Untuk itu, pemerintahan Prancis dan negara lain ikut berpartisipasi dalam mengikuti pengamanan Euro nanti.

UEFA: “Platini Pantas Dikartu Merah”

Michel Platini menjadi orang yang paling tersakiti karena dikabarkan tidak akan bisa menyaksikan turnamen besar Euro 2016 di negara sendiri, Prancis.

UEFA: "Platini Pantas Dikartu Merah"

Telah menjadi berita hangat setelah Platini menjadi tersangka kasus korupsi sebesar 1,3 juta poundsterling di saat bekerja sama dengan mantan ketua FIFA, Sepp Blatter pada tahun 2011. Ketika itu Plattini dianggap menerima uang gelap dari Blatter disaat berstatus sebagai penasihat sejak 1999 sampai 2002.

Pada awal nya Plattini hanya mendapatkan larangan beraktifitas dalam dunia sepakbola selama delapan tahun dari komite etik FIFA. Namun setelah yang bersangkutan banding dan diterima, mantan pemain Juventus ini pun mendapatkan pengurangan hukuman menjadi enam tahun.

Sebelumnya ketua penyelenggaran Euro 2016, Jacques Lambert telah membeberkan pernyataan bahwa Plattini akan bisa menyaksikan langsung di dalam stadion. Namun sampai pada akhir nya, seketaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis mengatakan jika pihak nya tidak ingin mengambil resiko lebih tinggi.

Lebih lanjut, Theodoridis menjelaskan jika saat ini Plattini masih tercatat sebagai salah satu anggota UEFA. Namun menurut pria kelahiran Yunani tersebut mengakui jika pihak nya akan melakukan pembelajaran ulang dalam kasus Plattini dan melihat kembali aturan-aturan yang ada di dalam FIFA.

“Disini kami tidak bisa mempertimbangkan Plattini sebagai sosok musuh, dia masih bisa membeli tiket dan beberapa tribune. Namun kami akan melakukan penelitian ulang dengan melihat hak-hak yang menjadi miliki dia. Kami jelas tidak ingin melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sudah menjadi aturan FIFA.” ungkap Theodoridis.

Lalu datang pertanyaan yang tertuju kepada Theodoridis yang berisi ‘Apakah UEFA akan mengundang secara resmi untuk bisa mendatangkan Plattini sebagai tamu pembukan Euro 2016’, dia pun menjawab.

“Saya tidak pernah mengatakan bisa atau tidak dia datang. Namun disini saya menekankan jika kami akan melakukan pengkajian ulang atas peraturan-peraturan yang sudah ada. Kami tidak ingin melanggarnya.” kata penutupnya.