Walau Menang Atas Semen Padang, Pelatih Arema FC Tetap Kecewa

Arema FC memang sukses menang dalam laga kandang pamungkasnya di Liga 1 musim ini. walau begitu, Pelatih tim, Joko Susilo, mengaku kecewa dengan beberapa bola yang masuk ke gawang mereka.

Joko Susilo menjelaskan jika ketiga gol tersebut merupakan bukti bahwa timnya masih lemah, khususnya memasuki babak yang kedua.

“Sudah saya lihat dan itu terjadi ketika berhadapan dengan Papua dan Bali, dan kini bersama Semen Padang. Selalu terjadi gol dan kebobolan,” ucapnya pada awak media.

Gethuk, yang merupakan nama populer pelatih Arema FC, sadar akan kelemahan timnya tersebut. Oleh karena itu, dirinya selalu menginginkan suapaya timnya dapat menciptakan gol di babak awal.

“Saya selalu berharap, mereka dapat menciptakan gol yang banyak. Saya tadi sempat kecewa,” tegasnya lagi.

Namun, walau begitu, dia mengungkapkan kinerja yang baik yang diciptakan Alfarizi dan rekan-rekannya, yang dapat menciptakan poin penuh di laga kandang belakangan ini. “Namun, saya ucapkan terima kasih untuk semua pemain dan Aremania yang sudah memberikan dukungan fantastis,” ucapnya.

Di sisi lain, Pelatih Semen Padang, yakni Syafrianto Rusli, mengungkapkan jika timnya sudah terpuruk kala sang tuan rumah dengan mudahnya dapat menciptakan gol. “Kami bermain dengan buruk, Arema dapat membukukan gol. Untuk bangkit tak mudah,” ucap Rusli.

Dia memaparkan jika terdapat keterlambatan di lini tengah dalam menolong pemain belakang saat Arema FC memberikan serangan. Jadinya terdapat setidaknya lima gol tercipta dengan gampangnya. “Perubahan pemain yang sulit, pemain lini tengah yang terhambat memberikan pengamanang di lini pertahanan,” ucap Syafrianto Rusli, pelatih Semen Padang.

Selain Choirul Huda, Ini Tiga Pesepakbola Indonesia yang juga Meninggal Karena Benturan

Dunia sepakbola Indonesia kembali diliputi duka mendalam karena perginya sang kiper leganda dari Persela Lamongan, yakni Choirul Huda, setelah sebelumnya sempat di rawat di RSUD Dr Soegiri, Lamongan, Minggu (15/10/2017).

Choirul Huda dibawa ke rumah sakit setelah bertabrakan bersama teman satu timnya, Ramon Rodrigues di lapangan dalam laga Liga 1 kontra Semen Padang yang bertempat di Stadion Surajaya.

” Ya, Huda mendapat masalah di bagian dadanya. Saya di rumah sakit dan jenazah sudah di rumah duka, ” ucap media officer Persela, yakni Andika Hangga Pramana.

Choirul Huda sendiri merupakan legenda dari klub sepakbola Indonesia ini. Dia menjadi Kiper Persela Lamongan. Dia menjadi pemain setia yang selama berkarir hanya bermain untuk tim Laskar Joko Tingkir. Menjadi bagian tim inti sejak 1999 silam, dia menjadi kiper utama sampai berumur 38 tahun.

Sejatinya, Huda bukan pesepakbola Indonesia pertama yang menghembuskan nafas karena cedera di lapangan. Berikut pemain yang juga meninggal di lapangan.

  1. Eri Irianto

Eri Irianto menghembuskan nafas saat Persebaya Surabaya berlaga di awal April 2000 silam. Eri bertabrakan dengan pemain PSIM kala berlaga di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. Sesaat benturan, Eri pingsan dan diketahui terkena serangan jantung. Sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo, namun dia tak tertolong.

Eri wafat saat masih berumur 26 tahun. Padahal, saat itu dia menjadi andalan klub, sebagai pemain dengan lari tercepat dan pernah bermain untuk Timnas Indonesia di musim 1995-1997. Saat ini, Persebaya tak menggunakan nomor punggung 19 yang merupakan miliknya. Bajul Ijo juga memberi nama mes pemain klub sepakbola Indonesia ini dengan nama Wisma Eri Irianto.

  1. Jumadi Abdi

Pemain PKT Bontang, Jumadi Abdi, juga menjadi pesepakbola Indonesia yang meninggal karena benturan di perutnya karena tekel dari Denny Tarkas dengan terjangan kaki tingginya. Peristiwa naas ini berlangsung pdi Stadion Mulawarman, Bontang, Maret 2009.

Seketika Jumadi pingsan. Sempat dirawat selama sembilan hari seteleh menjalani operasi, namun dirinya tak tertolong. Dari hasil medis, terdapat luka di usus halus Jumadi dan menjadikan organ dalamnya keracunan.

  1. Akli Fairuz

Pesepakbola Indonesia ketiga yang juga wafat adalah pemain Persiraja, Akli Fairuz, di tanggal 16 Mei 2014 di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh. Pemain ini bertabrakan dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman, dalam laga di Divisi Utama Liga Indonesia yang dilaksanakan di Stadion Dhimurtala, Banda Aceh.

Semen Padang Kedatangan Mekan Nasyrov

Pargelaran Indonesia Soccer Championship A 2016 tinggal hitungan hari saja, beberapa persiapan tengah dilakukan oleh tim peserta turnamen tersebut. Termasuk dari klub Semen Padang yang saat ini masih sibuk dalam mempersiapkan skuat pemain nya, terbukti klub itu masih membuka peluang untuk pemain manapun yang ingin melakukan tes kemampuan layak atau tidak nya bergabung bersama Semen Padang.

Semen Padang Kedatangan Mekan Nasyrov

Terbaru Semen Padang kedatang pemain dari Turkmenistan, dia adalah Mekan Nasyrov merupakan mantan pemain dari Barito Putera dan Persija Jakarta itu diketahui sudah melakukan beberapa uji coba seleksi di Semen Padang. Sementara itu, keterangan dari pihak Semen Padang menjelaskan jika mereka tengah bersiap memburu pemain asing asal benua Asia.

“Dia (Mekan Nasyrov) tiba di sini pada rabu kemarin dan pagi ini sudah melakukan latihan bersama tim. Sepanjang latihan kita akan melihat dulu perkembangan sang pemain, apa cocok dengan kita atau tidak?,” ungkapan dari Nil sebagai pelatih tim Semen Padang.

“Jika kita lihat dari skill, dia cukup baik. Namun kita belum tahu kondisi tubuhnya secara total. Untuk itu kami ingin fokus dulu pada kondisi fisiknya,”

Nil juga menambahkan jika Mekan merupakan pemain asing asal benua Asia yang paling banyak ditawarkan oleh agen pemain.

“Kami akan melakukan beberapa uji coba terhadap Mekan karena dia merupakan sosok pemain serba bisa. Dia bisa bermain sebagai gelandang bertahan atau biasa dia bermain untuk fullback sayap. Ini kita bisa lihat ketikan Mekan bermain untuk Barito. Yang terpenting sekarang ini kita lihat dulu kondisi dia secara keseluruhan.” tutup Nil.

Diketahui jika Semen Padang akan menjadi Mekan sebagai pemain pelapis, perihal peraturan dari turnamen ISC A 2016 dengan memberlakukan tiga pemain asing saja yang boleh diturunkan dalam satu laga. Adapun pargelaran ISC A 2016 akan digelar pada 29 April mendatang dan 18 klub besar indonesia siap mengarungi kerasnya kompetisi jangka panjang garapan Kemenpora tersebut.