Di Pecat Leicester, Ranieri Alirkan Dana Pesangon Ke Yayasan Sosial

Foxes Foundation Charity patut berterima kasih kepada Claudio Ranieri ketika sosok pria yang berprofesi sebagai pelatih sepakbola ini merelakan sebagian rezeki nya disumbangkan kepada yayasan peduli kasih tersebut.

Hal terpuji ini terjadi dalam hitungan jam usai Ranieri resmi didepak dari kursi pelatih Leicester City atas dasar kesepakatan para petinggi klub, meski Ranieri sudah menghasilkan sejarah baru bagi mereka. Makin menyesakkan hati Ranieri ketika dia baru pulang dari lawatannya ke Spanyol untuk melawan Sevilla di Liga Champions dan sang pelatih harus menerima pil pahit tersebut.

Mungkin sebagian orang tidak menyangka bahwa Ranieri benar-benar dipecat, mengingat aksi bak pahlawan telah dia persembahkan untuk Leicester dengan menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu. Lantas Ranieri harus diusir dari Leicester oleh petinggi klub, meski demikian catatan yang ada menyimpulkan bahwa performa Jamie Vardy cs menurun dratis dan memiliki kemungkinan buruk terdegradasi musim depan mengingat mereka berjarak dekat dengan zona merah klasemen papan bawah.

Dengan kepastian pemecatan ini, pelatih asal Italia tersebut berhak mendapat upah sebesar 3 juta poundsterling. Adapun sumber yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya, FoxesFansTV menyebut bahwa Ranieri hanya mengantongi separuh saja dari jumlah donasi tersebut.

Dan seolah tidak memikirkan hal tersebut, Ranieri lantas mendonasikan separuh pesangonnya untuk yayasan amal Leicester. Lebih dalam mengungkapkan mantan pelatih Chelsea ini menyumbangkan senilai 1,5 juta poundsterling untuk Foxes Foundation Charity. Dia ingin mendonasikan sebagian harta nya untuk kegiatan sosial yang dilakukan oleh Leicester.

Namun sayang, sampai sekarang belum ada kepastian lebih dalam terkait kabar tersebut. Yang jelas sekarang adalah ketika penyataan sang pelatih yang mengklaim tidak kapok untuk melatih tim Inggris dan meminta kepada agen nya untuk segera menjalin kontak kepada klub yang berminat kepada nya.

Itu artinya Ranieri tidak ingin berlama-lama menganggur dan sangat siap mengarungi Premier League kembali meski hanya berstatus sebagai pelatih tim kecil.

Ranieri Minta Leicester Move On

Claudio Ranieri nampaknya tak bisa menyembunyikan rasa kecewa usai tim nya kalah dari Everton dengan skor 2-0 di King Power Stadium. Dalam pertandingan Boxing Day Premier League Inggris, Leicester City terlihat lemah dari berbagai sudut dan tak anyal anak asuh Ranieri harus menyerah dengan ketidakpastian.

Dengan kekalahan ini, Leicester tidak mampu beranjak naik peringkat sekaligus makin mempersulit jalan mereka menembus posisi sepuluh besar. Adapun Everton berhasil mempermalukan Leicester di depan publik sendiri dengan dua gol yang dicetak oleh Kevin Mirallas dan Romelu Lukaku.

Sebagai catatan jika Jamie Vardy cs baru meraih satu kemenangan di sembilan pertandingan terakhir di liga. Hal ini jelas berbanding terbalik ketika mereka berhasil melangkah ke babak 16 besar Liga Champions 2016/17.

“Pertadingan ini berjalan sulit, kami bermain cukup lambat. Hal ini bermula ketika tendangan kiper lawan mengalir cepat ke arag kami dan kami tidak bisa bereaksi dengan cepat. Maka kami harus menerima apa yang menjadi resiko kami,” ungkap Ranieri kepada media.

“Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Kami mengambil sisi positif dengan mengevaluasi kesalahan yang ada. Kami harus segera bangkit, hanya detail-detail kecil yang mengecewakan kami. Kami harus bereaksi sesegera mungkin. Kami harus bekerja keras dan bereaksi dan itu adalah obat kami. Kami akan mencoba melakukan yang terbaik lagi di pertandingan selanjutnya,”

“Kami harus tetap bersama dalam menghadapi hal ini, tidak ada yang percuma. Kami akan bangkit dengan cepat, karena itu adalah kunci dari hasil buruk ini. Dalam beberapa bulan terakhir kami mendapat hasil yang baik dan kami akan mencoba meneruskan hasil-hasil itu.” tutupnya.

Leicester sendiri baru akan bermain kembali di akhir pekan ini dan pertandingan itu bertepatan dengan malam pergantian tahun 2016 ke 2017.