Ibunda Pep Guardiola Berpulang Setelah Dinyatakan Positif COVID-19

Ibunda Pep Guardiola Berpulang Setelah Dinyatakan Positif COVID-19

Goldewa.com-Ibunda Pep Guardiola Berpulang Setelah Dinyatakan Positif COVID-19-Satu info duka hadir dari Manchester City. Ibunda sang manager, Josep Guardiola menghadap sang Pencipta sesudah positif menderita virus corona.

Sama yang telah diketahui, wabah virus corona tengah berkecamuk di Benua Eropa. Sebagian besar negara di Benua Biru itu tertular virus yang mematikan itu.

Spanyol salah satu negara yang paling terpengaruh virus ini. Tertera per ini hari, (6/4) ada keseluruhan 135. 032 masalah positif, dimana virus ini mengonsumsi korban nyawa sebesar 13. 055 jiwa.

Salah satunya sebagai korban dari keganasan virus ini ialah ibunda Pep Guardiola. Ini di konfirmasi langsung oleh Manchester City lewat account sosial media mereka.

Positif Corona

Lewat account twitter mereka, City memverifikasi jika ibunda Pep harus menghadap sang pencipta sesudah positif menderita virus corona.

” Keluarga Manchester City benar-benar susah untuk menyampaikan kabar kematian ibu dari Pep, Dolors Sala Carrio di Manresa Barcelona sesudah dia terjangkiti virus corona. Dia berumur 82 tahun. “

” Kesemua orang yang terjebak di club ini ikut bersimpati pada Pep, keluarganya serta semua beberapa temannya di saat susah semacam ini. “

Sempat Donasi Besar

Info wafatnya sang Ibu ini jadi cerita yang ironis buat Pep. Pasalnya beberapa waktu lalu dia menyumbangkan uang dalam jumlahnya besar untuk melawan virus corona.

Sang manager memberi sumbangan uang sejumlah 1 juta Euro pada instansi di Spanyol. Uang itu dipakai untuk beli perlengkapan medis untuk dipakai menantang virus corona.

Masih Dipending

Selain itu, Premier League serta beberapa liga di Eropa sekarang dipending sampai waktu yang tidak dipastikan.

Ini karena wabah corona yang tidak segera lebih baik hingga semua persaingan sangat terpaksa di stop untuk keselamatan pemain dan pemirsa.

Manchester City Alami Kemunduran, Dua Pemain Absen Satu Bulan

Oleksandr Zinchenko

Info bola terbaru – Manchester City mendapat masalah karena cedera yang diderita pemainnya yakni Rodri dan Oleksandr Zinchenko. Keduanya merupakan pemain yang dibutuhkan dalam kompetisi musim ini, namun akan menepi setidaknya satu bulan ke depan.

Pelatih Pep Guardiola mengungkapkan jika Rodri akan menepi sampai jeda internasional selanjutnya pada bulan November yang akan datang karena mendapat cedera hamstring. Di sisi lain, ada bek kiri yakni Oleksandr Zinchenko, yang kemungkinan akan membutuhkan enam minggu pemulihan setelah menjalani operasi lutut.

Rodri tampil dalam lini pertahanan untuk menyudahi cedera pada pemain lainnya, dan terlihat kesakitan setelah keluar dari lapangan dalam laga Liga Champions kontra Atalanta, pada Rabu (23/10) lalu.

Dia menepi karena cedera dan tidak dapat ikut dalam laga berhadapan dengan Liverpool, pada 10 November yang akan datang. Walau nantinya dapat kembali bermain ketika City bermain melawan Chelsea dua minggu ke depan setelah laga ini.

“Mereka mengungkapkan hal tersebut pada saya, dia akan bersiap tampil lagi setelah jeda internasional,” papar Guardiola terkait keadaan Rodri.

Oleksandr Zinchenko

Sementara Zinchenko, sudah tidak ikut dalam dua laga terakhir bersama Manchester City. Pada minggu ini, dia akan melaksanakan prosedur untuk operasi kecil demi mengobati cedera pada lututnya. Pep Guardiola mengatakan jika keadaan kedua pemainnya tersebut dalam konferensi pers jelang berhadapan dengan Aston Villa, Zinchenko mendapat benturan pada lututnya dan merasakan kesakitan pada bagian tulangnya.

“Saat ini, dia akan menepi dalam empat hingga lima minggu mendatang. Karena dia akan menjalani operasi untuk proses penyembuhan lututnya. Ini sejatinya bukan hal yang sulit namun dia akan menepi dalam waktu yang cukup lama, ” ucap Guardiola.

Cedera pada Rodri sendiri yang berlangsung di penghujung babak awal di laga tengah minggu ini, menjadikan John Stones tampil sebagai pemain cadangan menggantinya. Ada beberapa hal yang tidak terduga dari pemain timnas Inggris tersebut. Stones memang bukan pemain inti dalam skuad tetapi Pep Guardiola berpeluang memainkannya dengan kondisi yang baik saat ini.

“Ini bukan tentang pilihan pemain inti, namun mengenai pemain yang sehat. Untuk waktu lama, dia mendapat cedera. Hal ini membuatnya tidak dapat banyak bermain. Musim ini, dia akan mendapat cedera, dan dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali bugar,” tambahnya.

Sementara itu, Manchester City akan melawan Aston Villa di Etihad, pada minggu ini. Tempat mereka kini digantikan oleh Leicester City dari posisi kedua, dan saat ini berada di peringkat ketiga dengan 19 poin – selisih satu poin dari the Foxes dan enam poin dari Liverpool yang berhadapan dengan Hotspur.

Guardiola Sadari Sulitnya Pertahankan Gelar Premier League

Pep Guardiola saat menerima kenyataan permainan imbang dari Wolverhampton Wanderers FC

Pada akhir pekan kemarin, Manchester City ditahan imbang oleh The Wolves dengan skor 1-1. Hal ini cukup mengejutkan bagi Pep Guardiola, karena Wolves merupakan tim yang baru dipromosikan ke Premier League musim lalu, sementara mereka adalah jawara di kompetisi tersebut. Meskipun demikian, Guardiola menyadari bahwa laga tersebut bisa menjadi pengingat dirinya tentang betapa sulitnya mempertahankan gelar Premier League.

Wolverhampton Wanderers F.C. vs Manchester City

Dalam laga yang diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus kemarin pukul 18.30 WIB, City mendominasi permainan baik penguasaan bola maupun dalam menciptakan peluang. Namun formasi 3-4-2-1 rivalnya menyulitkan mereka untuk menghasilkan angka di babak pertama. Bahkan di babak kedua di menit ke 57, The Wolves menghasilkan angka lebih dulu berkat sundulan Willy Boly. Beruntung di menit ke 69, Aymeric Laporte berhasil menyamakan kedudukan. Sayang hal tersebut tak dilanjutkan lagi walaupun telah menekan pertahanan lawan.

Pep Guardiola dan Premier League

Hal ini cukup disayangkan karena City telah berhasil meraih piala Premier League dangan memecahkan 11 rekor di kompetisi tersebut, termasuk kemenangan terpanjang dalam satu musim dan poin terbanyak dalam satu musim. Namun Guardola mengakui bahwa kenyataan dilapangan tentang kesulitan di Premier League tetap sama. Ia mengatakan, “Anda [media] memiliki lebih banyak pengalaman daripada saya di sini di Liga Premier di Inggris,”.

“Sejak saya tiba di sini [orang bilang] setiap pertandingan adalah sulit untuk dimenangkan. Itulah kenyataannya. Tidak ada yang berubah. “.

“Kami tahu itu sebelum kami datang ke sini [ke markas The Wolves]. Kami mencoba memainkan permainan terbaik kami. Sayangnya kami tidak bisa menang. Lain kali kami akan mencoba [lebih baik lagi].”

Pep Guardiola saat menerima kenyataan permainan imbang dari Wolverhampton Wanderers FC
Pep Guardiola saat menerima kenyataan permainan imbang dari Wolverhampton Wanderers FC

Pep Guardiola dan The Wolves

Sebenarnya kedua kubu juga pernah bertemu di perdelapan final Carabao Cup dan hasinya adalah imbang. Namun saat itu City beruntung karena melanjutkan laga berikutnya setelah menang adu penalti. Meskipun demikian hal ini tetap tak membuat Guardiola mengakui bahwa dirinya kagum dengan cara pendekatan taktis Nuno menghadapi stateginya.

” Setiap manajer dapat melakukan [apa yang mereka inginkan] karena mereka tahu yang terbaik untuk tim mereka. Saya tidak suka ketika manajer lain menilai pekerjaan saya atau pekerjaan kami, apa yang ingin kami lakukan. “.

“Para manajer lainnya memutuskan sesuatu karena mereka tahu tim mereka, mereka tahu para pemain, mereka melihat permainan kami dan memutuskan untuk bermain dengan cara itu. Ini terlihat sempurna. “.

“Sepak bola adalah untuk menemukan rahasia dari apa yang lawan coba lakukan dan mencoba untuk mengalahkan mereka. “.

“Tapi, tentu saja, penonton di stadion dan penonton di TV menikmati [Serigala melawan City] karena mereka punya peluang, kami punya peluang. Saya pikir untuk Liga Premier itu bagus.”.

Namun empat perubahan yang telah diilakukan Guardiola di Manchester City masih kurang npermainan imbang saat menghadapi Wolverhatmpton sudah cukup untuk menjadi pengingat Guardiola bahwa betapa sulitnya mempertahankan gelar Premier League. Dan kini ia dan timnya segera mempersiapkan diri menghadapi Newcastle United di Etihad Stadium, alam kompetisi Premier League. Akan menarik untuk melihat progres mereka.

Hal Yang Membuat City Tak Juarai Premier League

Pep Guardiola fokus untuk meriah gelar juada Liga Champions di Manchester City

Manchester City menjadi perkasa di musim lalu setelah mereka merekrut pemain muda berkualitas dengan tebusan yang luar biasa besar. Namun hasilnya sepadan untuk meraih Piala di Premier League dan pencapaian lainnya seperti pemecahan rekor di beberapa kategori. Namun diprediksi mereka takkan berjaya di musim ini. karena setidaknya ada tiga hal yang membuat Manchester City tak menjuarai Premier League. Apakah itu?

1. Kutukan sang Juara

Tak seperti Bundesliga ataupun Serie A, Premeir League penuh dengan ketidakpastian dan banyak kejutan yang terjadi. Selain Manchester United yang diasuh oleh Sir Alex Ferguson, Arsenal , Chelsea dan Manchester City telah mendominasi dalam dua dekade terakhir. Namun klub yang tak pernah menjadi juara di kompetisi ini yaitu Leicester City, berhasil meraih piala untuk pertama kalinya di kompetisi ini.

Daftar gelar juara Premier League dari 1992 hingga sekarang
Daftar gelar juara Premier League dari 1992 hingga sekarang

Faktor persaingan semakin ketat, baik dengan pergantian pelatih, perekrutan pemain dan juga strategi bermain. Tentu Pep Guardiola harus berhati hati di musim ini, pasalnya tak pernah ada lagi juara bertahan pemenang Premier League sejak sepuluh tahun terakhir. Namun akan menarik jika ia bisa berhasil mematahkan kutukan ini di musim yang sedang berjalan.

2. Tujuan yang diperjelas

City memang sangat luar biasa di musim lalu, bukan hanya meraih gelar juara Premier League namun memecahkan 11 rekor lama di kompetisi itu dimana salah satunya adalah klub yang mencetak gol terbanyak dalam satu musim. Namun penampilan mereka di lintas Internasional kurang memukau dimana mereka sempat dikalahkan di kandang sendiri oleh Shakhtar Donetsk di babak penyisihan grup dan ditaklukkan oleh Liverpool di perempat final.

Walaupun ia pantas dipuji atas hasil karyanya di musim lalu, namun Ia juga harus memenangkan gelar juara di kompetisi tertinggi Eropa yaitu Liga Champions. Da harus melakukannya di musim ini teruama setelah ia membuat klubnya mengeluarkan dana sebesar setengah milyard poundsterling sejak keberadaannya di Etihad.

Pep Guardiola fokus untuk meriah gelar juada Liga Champions di Manchester City
Pep Guardiola fokus untuk meriah gelar juada Liga Champions di Manchester City

Akan ada titik di musim ini di mana Guardiola akan dipaksa untuk memprioritaskan Liga Champions dibandingkan Liga Inggris. Ia harus merotasi semua pemainnya seperti yang dilakukan Zinedine Zidane dimana semua pemain mendapatkan pengalamannya, dan selalu menciptakan kaki segar di lapangan. Apalagi sepak bola Inggris berjalan pada jadwal pertandingan yang sangat padat.

Namun mungkin hal tersebut akan berdampak dengan kompetisi di liga, seperti yang di alami Madrid. Mungknkah ia perlu mengorbankan ambisi domestik untuk kebaikan yang lebih besar? Ataukah mampu menaklukkan semuanya?

3. Kelemahan mereka telah diketahui

Tak dipungkiri lagi bahwa City benar-perkasa di sepanjang kampanye musim lalu. Menjelang tengah musim pertama usia, telah jelas bahwa gelar itu sudah beralih menuju mereka. Dan hal ini membuat rival mereka enggan untuk menghadapi mereka, apalagi daya serang mereka sangat tajam. Terlihat tidak satu pun tim yang berani memainkan permainan alami melawan mereka, kecuali Liverpool. Tim yang diasuh oleh Jurgen Klopp meredam keperkasaan City di Liga Champions, dan menunjukkan kepada dunia bahwa mereka masih memiliki kelemahan.

Manchester City vs Manchester United April 2018 2-3.jpg
Manchester City vs Manchester United April 2018 2-3.jpg

Selain itu saat pertarungan derbi Manchester di musim lalu putaran ke 33, telah terkuak kelemahan City. Mereka sempat unggul 2-0 dibabak pertama, namun akhirnya United menang 3-2, karena mereka berani menempatkan pemain mereka di sepertiga akhir lawan dan menekan Citizens lebih tinggi dan lebih intens.

Jika klub lain mempelajari celah yang terjadi di City dan Guardiola tak merubah strateginya, maka ada kemungkinan langkah mereka di musim ini bisa tersendat. Mereka mungkin tak memiliki kekuatan seperti Liverpool dan United, namun dengan strategi ini, ada kemungkinan mereka bisa mengimbangi permainan City.

Demikianlah tiga hal  yang membuat Manchester City tak menjuarai Premier League. Namun menurut anda, dengan 4 perubahan yang dilakukan Guardiola Di Manchester City hingga saat ini, mungkinkah ketiga hal tersebut akan terbukti?

 

Liverpool Menolak Dibeli 37,55 Trilyun Rupiah

Jurgen Klopp dan pemilik Fenway Sports Group - John W Henry

Menurut sebuah kabar yang diungkapkan oleh DailyMail, sepupu Sheik Mansour (pemilik Manchester City) yaitu Sheik Khaled Bin Zayed Al Nehyan, gagal mengambil alih Liverpool belum lama ini. Padahal ia telah memberikan proposal dengan suntikan dana sebesar 2 miliar poundsterling atau sekitar 37.55 trilyun rupiah, wow!

Pemilik Liverpool

Liverpool dimiliki oleh perusahaan investasi olahraga Amerika Fenway Sports Group (FSG), yang juga memiliki klub baseball di negara tersebut, Boston Red Sox. Mereka membelinya pada Oktober 2010 lalu, ketika mereka berada dalam krisis keuangan, bahkan sempat membeli Anfield, yang sebelumnya milik rivalnya Everton. Kini Liverpool telah membalikkan keadaan dan sekarang bebas hutang dan termasuk klub terkaya kedelapan di dunia.

Jurgen Klopp dan pemilik Fenway Sports Group - John W Henry

Bursa transfer Liverpool

Meskipun demikian, Liverpool tak memiliki anggaran belanja untuk membeli pemain dalam jumlah besar kecuali musim ini. Itu pengecualian karena mereka telah menjual pemainnya berupa Philippe Coutinho dengan nilai besar. Tak heran jika sebelumnya Liverpool selalu ‘nanggung’ untuk meraih gelar juara Premier League beberapa tahun kebelakang.

Ketertarikan Sheik Khaled Bin Zayed Al Nahyan

Hal ini sepertinya menggelitik Sheik Khaled Bin Zayed Al Nehyan, salah satu anggota keluarga Emirat yang memerintah di Abu Dhabi. Selain karena tertarik dengan hasil yang dimiliki sepupunya Sheik Mansour, Ia ingin memiliki investasi juga di bidang sepak bola juga. Apalagi setelah ada perubahan yang dilakukan Guardiola di Manchester City, yang cukup menggodanya,

Sheik Khaled Bin Zayed Al Nahyan  ingin mengambil alih Liverpool
Sheik Khaled Bin Zayed Al Nahyan ingin mengambil alih Liverpool

Ia diketahui telah mendekati pemilik Liverpool pada akhir 2017 dan awal 2018 untuk membahas pembelian klub tersebut. Bahkan ia pun rela melakukannya walaupun harus menjadi menjadi pengambilalihan paling mahal dalam sejarah sepakbola.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Midhat Kidwai, direktur pelaksana konglomerat perusahaan Sheik Khaled, telah bertemu dengan Tom Werner, ketua Liverpool di New York. Diketahui bahwa potensi pembelian tersebut ternyata joint venture antara mereka dan pemilik saham minoritas mereka yang berasal dari Cina.

Sayangnya walaupun Kidwai telah bertemu dengan Werner, perjanjian itu tidak mencapai tahap kesepakatan di mana pemegang saham utama Liverpool harus bertemu dulu dengan investor asal Abu Dhabi.

Hasil pertemuan kedua kubu

Namun pada akhirnya diketahui bahwa pemilik Liverpool telah jelas dalam pendirian mereka untuk tidak menjual salah satu aset mereka. Seorang juru bicara klub Liverpool sempat mengatakan,

“FSG telah jelas dan konsisten dalam pendirian mereka bahwa klub tidak untuk dijual. Apa yang telah dikatakan oleh pemilik – lagi-lagi jelas dan konsisten – adalah bahwa ‘di bawah syarat dan ketentuan yang benar, kami akan mempertimbangkan untuk mengambil investor minoritas, jika kemitraan tersebut adalah untuk memajukan kepentingan komersial kami di pasar tertentu dan sejalan dengan perkembangan yang berkelanjutan dan pertumbuhan klub dan tim. ‘”.

Sebelumnya, pada bulan Agustus 2016, klub juga sempat menepis kabar bahwa ada perusahaan investasi di Tiongkok yang sangat tertarik untuk mengambil alih klub lebih dari 1 miliar poundsterling. Dan hal itu memang tidak pernah terjadi.

Sepertinya telah jelas bahwa Liverpool tidak untuk dijual walaupun mereka tetap terbuka untuk investor minoritas. Apalagi mereka telah melihat klubnya yang diasuh oleh Jurgen Klopp mendekati perolehan piala pertamanya sejak 2012 lalu. Dan jika Liverpool mencapai kesuksesan di bawah Klopp, maka pengambilalihan di masa mendatang berpotensi akan jauh lebih mahal. Tak heran jika Liverpool menolak dibeli 37.55 trilyun rupiah.

Guardiola Tak Tahu Penyebab Diserangnya Bus Rombongan City

Guardiola Tak tahu kenapa Bus tim City dilempari pendukung Liverpool

Guardiola Tak tahu kenapa Bus tim City dilempari pendukung Liverpool

Bus yang digunakan Manchester City alami kerusakan usai ditimpuki oleh para pendukung Liverpool. Manajer City, Pep Guardiola, tidak mengerti mengapa hal ini dapat terjadi.

Kejadian yang menimpa bus City berlangsung menjelang laga pertemuan pertama babak perempatfinal Liga Champions pada hari Kamis (5/4/2018) dinihari WIB di Anfield.

Bus yang mengantarkan para pemain, pelatih, dan ofisial City itu diserang begitu hadir di Anfield. Dari video yang beredar di media sosial, nampak banyak kaleng, flare, dan botol ditimpuki ke bus itu dari arah kerumunan para pendukung Liverpool.

Serangan tersebut memang tidak membuat luka satu pun pemain atau staf City. Tetapi, BBC melaporkan adanya 2 anggota kepolisian yang terluka. Tidak hanya itu, bus yang menjadi sasaran pelemparan juga dinilai tidak lagi aman untuk dikemudikan.

Liverpool telah meminta maaf atas insiden ini. The Reds sayangkan perbuatan yang dilakukan oleh sebagian kecil para pendukungnya tersebut.

Guardiola pribadi bingung mengapa bus timnya diserang. Manajer yang berasal dari Spanyol tersebut pun menyinggung serangan pada bus Borussia Dortmund pada tahun kemarin, yang lukai Marc Bartra.

“Biasanya saat polisi tahu ini bakal terjadi, mereka berupaya untuk mencegahnya sedari awal. Maka, saya tak bisa menyangka dari segi tim Liverpool dan orang-orang mereka,” ucap Guardiola.

“Satu tahun yang lalu sesuatu berlangsung di Dortmund. Kami hadir ke tempat ini untuk melangsungkan laga sepakbola dan saya tidak paham dengan keadaan seperti ini,” lanjut dia.

“Busnya alami kerusakan, namun saya rasa sebuah klub prestisius seperti Liverpool tidak akan lakukan hal seperti ini. Ini bukan Liverpool, ini orang-orangnya, mungkin 1, 2, atau 3, namun semoga insiden ini tidak kembali terjadi,” imbuh Guardiola.

City pada akhirnya tunduk dengan skor 0-3 dari Liverpool pada pertandingan itu. 3 cetak angka Liverpool diciptakan oleh Mohamed Salah, Alex Oxlade-Chamberlain, dan Sadio Mane pada babak pertama.

City Datangkan Laporte Lebih Cepat

Aymeric Laporte telah resmi jadi salah satu pemain Manchester City. Pep Guardiola katakan kalau Laporte sesungguhnya baru akan didatangkan pada bursa musim panas yang akan datang.

City secara resmi sudah rekrut Laporte sebagai pemain bek baru mereka pada hari Selasa (30/1/2018) waktu setempat. 1 hari sebelumnya, Athletic Bilbao telah memberi konfirmasi bahwa klausul pelepasan bek 23 tahun tersebut telah terpenuhi.

Laporte mula-mula menjadi target dari City pada musim panas 2016. Namun pemain yang berasal dari Prancis tersebut pilih bertahan di Bilbao dan baru pada bulan Januari ini bersedia pindah ke Etihad Stadium.

Usai tidak berhasil di tahun 2016, City miliki rencana untuk kembali dekati Laporte setelah musim 2017/2018 berakhir. Tetapi, banyaknya laga yang perlu ditampilkan City pada sisa musim ini bikin Guardiola putuskan untuk datangkan Laporte lebih cepat.

“Pada waktu tersebut tak mungkin karena ia putuskan bertahan di Bilbao. Kami berbicara dengan klub dan bilang bahwa kami perlukan pemain bek baru pada musim panas, namun kami miliki banyak laga untuk dilewati dan putuskan untuk mengusahakannya dan mengantarkannya ke tempat ini sekarang,” kata Guardiola.

“Bursa transfer musim panas kami bakal lebih mudah saat ini karena ini telah sukses dituntaskan,” sambung dia.

Guardiola juga merasa senang dengan kehadiran Laporte. Pemain barunya terebut dianggap sebagai pemain yang komplet.

“Ia pemain muda, berumur 23 atau 24 tahun. Ia pemain yang mengutamakan kaki kiri, bek tengah, ia tampil sedari umurnya masih muda di La Liga, di panggung paling besar,” sambung Guardiola.

“Ia kuat di udara, cepat, miliki umpan dengan kualitas yang oke, maka saya merasa bangga, senang, dan bersyukur atas apa yang sudah klub lakukan,” kata bekas manajer Barcelona dan Bayern Munich itu.

City Pun Miliki Keterbatasan Dalam Soal Transfer

Pep Guardiola mengatakan Manchester City tidak sekuat yang banyak orang pikirkan berhubungan dengan transfer pemain. Sang manajer pastikan kalau tim besutannya pun miliki keterbatasan.

The Citizens terkenal sebagai sebuah tim kaya yang dapat keluarkan dana besar untuk setiap pemain yang direkrut. Hal tersebut telah berlangsung sedari mereka diakuisisi Sheikh Mansour pada tahun 2008.

Hampir di setiap musim City lakukan perekrutan besar, dan saat ini skuat City sungguh dipenuhi bintang. City malah tengah berada di atas angin dan berpeluang raih titel Premier League ketiga usai sebelumnya pada musim 2011/2012 dan 2013/2014.

Menarik saat Guardiola tegaskan kalau City ternyata juga miliki keterbatasan. Ia akui ada batasan berhubungan dengan harga transfer dan bayaran untuk para pemain di klubnya.

“Saat Anda ada dalam 4 ajang, Anda perlu beruntung tentang cedera. Atau Anda perlu punya 22 pemain top di tiap posisi. Banyak orang tidak percaya, namun 22 pemain top terlalu mahal malah bagi City,” ucap dia.

“Kami tidak dapat membayar bayaran mereka. Ada budget untuk transfer dan kami tidak terus dapat membayarnya. Mungkin hal tersebut dapat berubah pada masa yang akan datang, namun kami tidak bisa membayar lebih dari 80-100 juta pound sterling untuk seorang pemain. Hal tersebut kenyataannya sekarang ini.”

“Sebab hal tersebut kami perlukan akademi untuk dapat bertarung dan berikan yang paling oke. Memang kami keluarkan banyak uang juga, namun totalnya sama seperti yang sudah digunakan oleh banyak tim lain. Saya sudah pasti kami bukan satu-satunya tim di dunia yang keluarkan uang,” kata Guardiola.

Apa yang dibilang oleh Guardiola memang benar. Di Premier League, City bukanlah tim yang pegang catatan nilai transfer dan bayaran paling tinggi.

Pemain paling mahal City sekarang ini ialah Kevin De Bruyne, yang dibeli dari Wolfsburg pada tahun 2015 kemudian dengan harga 55 juta pound sterling. Nilai transfer De Bruyne masih di bawah Paul Pogba (89 juta pound sterling), Romelu Lukaku (75 juta pound sterling), dan Virgil van Dijk (75 juta pound sterling). Malah De Bruyne masih lebih murah dibanding dnegan harga Angel Di Maria saat pindah dari Real Madrid ke Manchester United (59,7 juta pound sterling).

Untuk soal bayaran, De Bruyne sekarang ini menjadi pemain dengan bayaran paling besar di City, yaitu 280 ribu pound sterling tiap pekan. Namun, bayarannya masih di bawah Pogba (290 ribu pound sterling tiap pekan) dan Alexis Sanchez (350 ribu pound sterling tiap pekan).

Manchester City Gagal, Fabian Delph Cedera Lutut

Manchester City tidak hanya pulang dengan kegagalan dari kandang Liverpool. City juga mendapat masalah pada pemainnya. Dia adalah Fabian Delph yang merupakan bek kiri utama tim ini. Padahal pemain ini kini sangat penting untuk tim mereka.

Sejatinya, Fabion Delph merupakan seorang gelandang. Namun, dia dapat bermain dengan apik saat menjadi bek kiri apalagi saat Benjamin Mendy cedera. Tapi, Delph kini mengalami masalah karena cedera di lutut ketika timnya gagal dengan skor 3-4 dari Liverpool di Anfield, Minggu (14/1/2018).

Pemain 28 tahun itu awalnya berupaya menekel Alex Oxlade-Chamberlain, namun malah membuat lututnya terluka. Dia pun harus menyudahi laga saat laga baru berlangsung 30 menit. Usai laga, Delph terlihat pergi dari Anfield dengan menggunakan kruk dan lututnya dengan penyangga.

“Saya pikir dia akan menepi dalam waktu yang lumayan lama. Walau begitu, saya tidak begitu mengetahui seberapa lama dia akan absen dari tim kami. Namun, kini lututnya bermasalah, dia akan mendapat perawatan yang maksimal dari tim medis kami. Saya berharap dia secepatnya sembuh dan dapat bermain lagi dengan tim ini, ” papar pelatih City, Pep Guardiola.

Fabion Delph selama ini sudah tampil di 21 laga dengan Manchester City untuk seluruh kompetisi selama musim ini dan mencatatkan satu gol. Akan tetapi dengan menepinya dia dan Mendy yang masih menjalani perawatan medis, City hanya mempunyai dua pilihan sebagai pemain pengganti untuk tempat di bek kiri, yakni Danilo atau Oleksander Zinchenko.

Pep Guardiola sendiri berharap kedua pemain tersebut dapat bermain dengan maksimal sementara dua bek utama mereka itu masih menjalani pengobatan. Apalagi setelah mereka kalah secara mengejutkan dari Liverpool.

City Telan Kekalahan Perdana Musim Ini

liverpool vs manchester city

liverpool vs manchester cityRekor tidak terkalahkan Manchester City di pentas Premier League pada akhirnya berakhir juga. Ialah Liverpool yang menjadi tim pertama yang mampu mengatasi perlawanan City pada musim ini.

Liverpool meraih kemeanngan penting 4-3 atas City pada duel sengit di Anfield Stadium, Minggu (14/1/2018). The Reds meraih kemenangan melalui gol-gol Alex Oxlade-Chamberlain, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah. Sedangkan tim tamu mencetak tiga gol balasan lewat Leroy Sane, Bernardo Silva, dan Ilkay Gundogan.

Untuk City sendiri, ini merupakan kekalahan pertama mereka sejak 23 pertandingan Premier League berjalan sepanjang musim ini. Sebelum Liverpool, tim terakhir yang menundukkan City di Liga Primer ialah Chelsea di Stamford Bridge pada 5 April 2017 silam. Kesempatan Chelsea menyamai torehan unbeaten Arsenal pada 2003/2004 pun akhirnya berakhir.

Kekalahan tersebut sekaligus menyudahi catatan tidak terkalahkan City di ajang domestik. Seenjak dibekap Arsenal pada babak semifinal Piala FA musim lalu, 23 April 2017, City melewati 33 laga menghadapi sesama klub Inggris tanpa satu kalipun tumbang.

“Sudah pasti ini adalah satu bukti bagus bagi kami karena mereka sangat luar biasa pada sepanjang musim. Mereka tim yang luar biasa,” kata Oxlade-Chamberlain kepada Sky Sports seusai pertandingan.

Walaupun tumbang, City masih merajai papan klasemen sementara Liga Primer dengan 62 angka. Mereka memimpin 15 angka atas Manchester United, Liverpool, dan Chelsea.

Tugas Manchester City selanjutnya untuk bangkit ialah saat mereka menjamu kedatangan Newcastle United pada 21 Januari 2018.