Hummels Terkesan dengan Skuat Prancis

Jerman bakal berhadapan dengan Prancis lewat pertandingan persahabatan. Pemain bek Die Mannschaft Mats Hummels melihat skuat lawannya tersebut dan terkesan dengan kedalaman yang ada dalam skuat tersebut.

Jerman dan Prancis bakal saling mencoba kebolehan pada hari Rabu (15/11/2017) dinihari WIB di RheinEnergieStadion. Pertandingan ini bakal menjadi kompetisi kedua tim mengetes para pemain serta mengukur kekuatan ke babak Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia tahun depan.

Menatap pertandingan ini, Hummels mengatakan Prancis sebagai salah satu favorit di Piala Dunia nanti. Tidak lain sebab kualitas skuatnya yang bagi dirinya sangatat meyakinkan.

Prancis tidak hanya miliki para pemain yang berpengalaman seperti Olivier Giroud, Dimitri Payet, Paul Pogba, Antoine Griezmann, Laurent Koscielny, atau Hugo Lloris, namun juga miliki para pemain muda oke. Sebut saja Samuel Umtiti, Raphael Varane, Corentin Tolisso, Adrien Rabiot,Kingsley Coman, Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, sampai Anthony Martial.

Dengan banyaknya pilihan dan sengitnya perselisihan untuk perebutkan posisi di tim nasional, Prancis tentu saja diuntungkan. Tiap pemain bakal secara habis-habisan untuk meraih perhatian Didier Deschamps hanya untuk menuju ke Rusia.

“Mereka miliki keleluasan yang amat besar untuk memilih pemain muda, saya tidak pernah menyaksikan yang seperti itu pada tingkat ini,” imbuh Hummels.

“Kami miliki hal tersebut juga, namun dalam hal kedudukan, para pemain muda, mereka 1 langkah di depan. Sebuah tim sensasional dan menjadi favorit utama untuk turnamen nanti.”

“Malah kalau 2 orang pemain tidak berhasil, mereka miliki banyak orang untuk dipilih di setiap posisi, yang mana sungguh mengesankan,” kata dia.

Karena Hummels, WAGs Ini Jadi Tergila-gila pada Sepakbola

Walau dunia sepakbola merupakan jenis olahraga yang sangat disukai dan paling ternama di dunia, akan tetapi, tidak lantas semua orang menyukai jenis olahraga ini. Yang paling sering adalah terkena pada orang-orang terdekat para pesepakbola dunia.

Salah satunya yakni kisah dari pasangan pemain andalan timnas Jerman, yakni Mats Hummels. Dia adalah Catherine Fischer. Kisah asmara keduanya ternyata tidak semanis yang diperkirakan, pasalnya Fischer merupakan sosok yang tidak menyukai dunia sepakbola bahkan dia tak menduga akan memiliki pasangan seorang pesepakbola dunia.

Walau begitu, seiring waktu bersama, wanita yang juga merupakan model tersebut mulai suka dengan olahraga ini. Dia menyadari jika sepakbola merupakan jenis olahraga yang seru, apalagi kala harus menemani Mats Hummels tiap berlaga.

Keduanya bertemu saat berusia remaja. Wanita dari Jerman itu tak sengaja bertemu dengan Hummels kala masih berumur 19 tahun, tepat di tahun 2007 silam. Sejak saat itu, keduanya semakin akrab dan saling menghubungi satu sama lain. Memutuskan untuk menjalin hubungan serius, hingga di tanggal 15 Juni 2015, Mats Hummels dan Catherine Fischer mengikat janji suci dalam pernikahan mereka.

Kini, dengan profesi sang suami dan profesinya yang kini merambah ke dunia jurnalis olahraga, Fischer mulai mencintai dunia sepakbola. Dunia olahraga ini dia tekuni pertama kali saat membawa program di media olahraga Jerman saat kompetisi Piala Dunia 2014 di Brasil. Hal ini sudah cukup membuatnya mengetahui seluk beluk sepakbola, hingga menjelma menjadi salah satu penggemar sepakbola dan tentunya pendukung sang suami kala berlaga.

Sementara itu, di daftar WAGs, nama Catherine Fischer mendapat tempat manis. Namanya kian terkenal, kala selalu mendampingi sang suami merumput dengan Timnas Jerman, Fischer akhirnya meraih gelar WAG’s Jerman terpopuler 2013 lalu.

Hummels Tak Hadir di Laga Melawan Madrid

Bayern Munich raih berita yang kurang baik menjelang pertandingan yang akan mereka langsungkan berhadapan dengan Real Madrid di ajang Liga Champions pada tengah pekan yang akan datang. Pemain bek tengah utama mereka, Mats Hummels, sudah pasti tidak akan bisa ikut ambil bagian pada pertandingan tersebut.

Hummels cuma menjadi pemain yang duduk di bench ketika Bayern menangkan laga dengan skor 4-1 melawan Borussia Dortmund pada hari Sabtu (8/4/2017) sore waktu sekitar. Ini supaya dirinya tetap bugar untuk pertandingan melawan Madrid di pertemuan pertama di babak perempatfinal Liga Champions.

Tetapi berita buruk hadir pada saat tahap latihan tim satu hari seusainya. Hummels mendapat persoalan pada bagian engkelnya dan perlu keluar dari tahap latihan dengan memakai mobil golf.

Setelah melangsungkan proses pemeriksaan oleh para tim medis, telah di katakan kalau cedera engkel Hummels dapat dikatakan berat dan bikin dirinya tidak bisa ikut ambil bagian dalam laga melawan El Real.

“Saya telah pasti tak bakal dapat ikut ambil bagian pada pertandingan yang akan berlangsung pada hari Rabu yang akan datang,” ucap Hummels.

Tak ada sosok Hummels tentu saja menjadi sebuah pukulan telak bagi Die Roten mengingat ia merupakan pemain utama pada garis belakang bersama Jerome Boateng. Belum disebutkan lebih detail lagi sampai kapankah pemain bek yang berusia 28 tahun tersebut tidak bisa hadir pada laga.

Selain berita tidak baik tentang Hummels, Bayern pun menerima berita oke berhubungan dengan keadaan dari Thomas Mueller dan Manuel Neuer. Keduanya sudah pasti bakal tampil pada tengah pekan yang akan datang sebab mereka telah lakukan latihan kembali seperti biasa setelah tidak ikut dalam 2 pertandingan terakhir Bayern.

Arsenal Tak Perlu Dapat Simpati

arsenal

arsenal

Arsenal tengah dalam sorotan sorotan tajam dari media-media Inggris usai dua kali dipermak oleh Bayern Munich. Kendati demikian bek Mats Humells merasa tidak perlu bersimpati pada The Gunners.

Hummels ikut dalam bagian tim Bayern yang menggulung Arsenal dengan skor 5-1 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Emirates Stadium, Rabu (8/3/2017) dinihari WIB. Skor itu merupakan ulangan kemenangan Die Roten pada pertemuan pertama.

Kalah agregat 2-10 memasukkan The Gunners ke dalam buku sejarah kendati bukan sesuatu hal yang patut dibanggakan. Mereka merupakan klub Inggris yang kalah agregat paling besar di Liga Champions.

Kekalahan yang didapat Bayern membuat desakan pemecatan Arsene Wenger kian menguat. Suara-suara yang menuntut Wenger secara dicopot dari jabatan sebagai nahkoda ‘Meriam London’ pun terdengar bertambah nyaring dari para suporter.

Walau begitu hal tersebut bukanlah alasan untuk Hummels memberikan simpatinya.

“Saya tidak tahu apakah anda seorang yang merasa kasihan kepada orang-orang dalam olahraga. Anda hanya harus memberikan segenap kemampuan anda,” ujar Hummels di situs resmi Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB).

“Sudah pasti hasilnya terlihat sangat menggenaskan bagi mereka. Siapa tahu, mungkin kedua tim bakal berjumpa lagi pada musim depan dan kami bakal menjadi tim yang kesulitan,” tambahnya.

“Anda tak bisa memiliki simpati untuk mereka. Tim yang menang layak merayakannya,” kata Hummels.

Dinilai Hummels, bisa saja terhindar dari kekalahan telak di Emirates dengan tampil bertahan usai Laurent Koscielny diacungi kartu merah langsung dan Robert Lewandowski menyamakan kedudukan.

“Tentunya mereka bisa saja puas atas skor 1-1 atau 1-2 untuk menghindari kekalahan lebih telak. Hingga akhirnya skornya 1-5 dan itu terlihat luar biasa bagi kami. Mungkin para pemain Arsenal yakin mereka mampu bikin gol tambahan,” katanya.

Pemain Ini Angkat Bicara Soal Aksi Brutal Suporter Di Jerman

Akhir-akhir ini suporter dari klub-klub sepakbola Jerman menjadi pemberitaan lantaran aksi buruk yang mereka lakukan. Hal itu ternyata mendapat perhatian dari bek tengah dari Bayern Munich dan pemain timnas Jerman, Mats Hummels.

Dalam satu bulan belakangan ini, banyak suporter klub sepakbola Jerman yang kini semakin berulah lewat aksinya. Di akhir minggu yang lalu di Februari, penggemar dari Borussia Dortmund beraksi dan menyerang jelang beberapa jam pembukaan laga antara Dortmund kontra RB Leipzig.

Di minggu terakhir bulan yang lalu, tindakan yang sangat merugikan kembali terulang. Kali ini, pelatih Bayern Munich, yakni Carlo Ancelotti, yang terkena kebrutalan mereka. Pelatih dari Italia itu mendapat serangan dengan diludahi salah satu penggemar Herta Berlin di laga yang usai dengan hasil imbang antara keduanya tim, 1-1.

” Menurut saya, hal ini sudah sangat mengganggu dan terlihat sudah ada kecenderungan para suporter terbuka dengan aksi kekerasan dan menghina daripada memberikan kritikan dengan baik pada pemain dan juga pelatih, ” ucap Mats Hummels.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa suporter terlihat selalu lebih puas mengeluarkan rasa kecewa dan amarah mereka pada pemain dan pelatih jika tidak mendapat hasil yang diingini. Hal inilah yang menjadikan para fans mudah menghina, melecehkan bahkan meludahi seorang pelatih.

” Aksi seperti menghina baik secara verbal atau non verbal yang menjurus melukai pemain dan pelatih harus ditindak dengan tegas karena itu sudah sangat salah. Anda tak dapat keluar dan berjalan di luar sana jika banyak orang mengganggu dan meludahi. ” tegasnya.

Menurutnya, secara menyeluruh, cara penggemar kepada pemain atau pelatih telah sangat berubah dari sepuluh tahun yang lalu. ” Walau demikian, mau tidak mau kita harus tetap dekat dengan hal-hal seperti ini akhirnya. Saya harap ini tidak semakin menyedihkan, ” tutup pemain berusia 28 tahun itu.