Empat Pelatih Sepakbola Dunia Yang Pas Gantikan Ole Solskjaer

Marcelo Lippi

Goldewa.com – Manchester United menjadi tim yang kesulitan dalam Premier League 2020. Mereka baru kalah di Old Trafford, pada laga kamis(23/01/20) lalu. Kekalahan ini menjadikan mereka berada di posisi kelima klasemen sementara kompetisi ini.

Peringkat Manchester United akan kian terpuruk jika Wolverhampton sukses melawan liverpool. Ini menjadikan beberapa penggemar menuliskan hastag #OleOut di berbagai media sosial. Para penggemar menilai jika Ole gunnar solskjaer bukan pelatih Manchester United yang tepat.

Solskjaer dinilai begitu sangat patuh pada perintah pemimpin MU yakni Ed Woodward. Ini karena para pemain yang selama ini dibeli Solskjaer tidak segera diberi kontrak yang tetap. Beberapa media setempat melaporkan jika Woodward bukan sosok yang baik jika berhubungan dengan membeli pemain, bahkan posisi Woodward tidak aman.

Hal ini menjadikan masalah bagi klub saat ini, mengganti pelatih Manchester United menjadi pilihan yang baik untuk MU selama perhelatan Premier League 2020. Berikut ini empat pelatih sepakbola dunia yang pas menggantikan Ole gunnar solskjaer:

Laurent Blanc

Laurent Blanc

Laurent Blanc berpengalaman sebagai pelatih Paris Saint-Germain selama tiga tahun sebelum diberhentikan pada tahun 2016. Pelatih dari Prancis tersebut disebutkan masih belum punya pekerjaan. Blanc sendiri tidak asing dengan MU, pria ini pernah menjadi pemain MU dan didekati sebagai pengganti David Moyes, tapi tidak jadi menerima pinangan tersebut.

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri menjadi pengganti Solskjaer yang pertama digaungkan. Allegri pernah menjadi pelatih Juventus dan mencatatkan cudetto empat kali sejak tahun 2015 sampai 2018 yang lalu. Jika ditotal, dia berhasil mendapatkan enam gelar.

Saat ini, Allegri tidak mendapatkan pekerjaan karena dia ingin melebarkan kompetisi yang di negara lain, ia disebutkan masih menanti kejelasan pada masa depan Solskjaer.

Marcelo Lippi

Marcelo Lippi

Nama pelatih Italia tersebut, dia sudah mencatatkan lima scudetto, satu piala Liga Champions dan satu Piala Dunia. Bahkan, pada kepopuleran juventus di tahun 1994, pelatih sepakbola dunia berumur 71 tahun tersebut langsung memberikan scudetto. Yang menjadikan Sir Alex Ferguson pernah ingin menjadikan Manchester United tampil layaknya Juventus pada musim Lippi tersebut.

Lucien Favre

Lucien Favre

Pelatih yang kini berada di Borussia Dortmund, yakni Lucien Favre disebutkan menjadi pengganti pelatih Manchester United. Banyak yang mendukung Favre akan menjadi pilihan tepat untuk MU.

Kini, Favre masih bersama Borussia Dortmund, tapi kontrak pelatih ini akan selesai 2021 mendatang walau prestasi yang dia dapatkan tidak banyak, tapi Ed Woodward saat ini pernah memilih namanya sebagai pengganti Solskjaer.

Lima Pelatih Sepakbola Pengganti Unai Emery di Arsenal

Dunia Sepakbola – Pelatih Arsenal yakni Unai Emery saat ini berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan catatan kurang menarik The Gunners dalam kompetisi Liga Europa musim ini.

Arsenal mencatatkan hasil kegagalan ketika melawan Eintracht Frankfurt dalam laga pada babak Grup F kompetisi Liga Europa musim ini, pada Jumat (29/11) dini hari WIB. Tampil dengan baik di Stadion Emirates, Mesut Ozil dan para rekannya gagal melawan tim tamu dengan skor 1-2.

Kegagalan dari Frankfurt kian menambah catatan buruk tim London ini. Meriam London kalah dari tujuh laga untuk semua kompetisi. Pada Premier League 2019, tim ini juga jatuh ke posisi 8. Mereka kini tersisa 8 poin dari tempat keempat dari Chelsea.

Bisa jadi pelatih dari Spanyol tersebut akan diberhentikan pada musim ini. Jika itu benar, berikut lima pelatih sepakbola yang dapat menggantikan Unai Emery dan menjadi pelatih baru Arsenal :

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri merupakan salah satu nama yang menjadi kandidat pelatih baru Arsenal saat Arsene Wenger hengkang. Dia juga kini belum mendapat pekerjaan pasca hengkang dari Juventus.  Allegri sendiri sudah membawa Juventus mencatatkan lima scudetto dan bermain di dua babak final Liga Champions. Akan tetapi, Allegri mengaku masih ingin mencatatkan cuti panjang setahun ini.

Mikel Arteta

pelatih baru Arsenal

Sebelum Emery menjadi pelatih Arsenal, Mikel Arteta sempat menjadi perbincangan. Sejak hengkang dari The gunners dan pensiun, Arteta menjadi asisten Josep Guardiola di Manchester City. Guardiola menjadi pembimbing yang baik untuk Arteta.

Kini, banyak klub Premier League yang menjadikan mantan pemainnya sebagai pelatih, seperti Chelsea dan Manchester United. Namun, Arteta masih belum begitu banyak pengalaman dalam hal melatih tim.

Nuno Espirito Santo

pelatih baru Arsenal

Nuno Espirito Santo kini menjadi pelatih sepakbola di tim Wolverhampton. Akan tetapi, pelatih 45 tahun tersebut menjadi salah satu pelatih menggantikan Unai Emery. Nuno terbilang berhasil dengan Wolves. Dia membawa The Wolves menjadi klub promosi Premier League di musim ini. Pada musim yang lalu, Nuno menjadikan klub ini finis di posisi ke-7 klasemen Premier League dan membuka peluang pada babak kualifikasi ke Liga Europa.

Erik ten Hag

pelatih baru Arsenal

Pelatih dari Belanda yakni Erik ten Hag yakni salah satu pelatih populer di Eropa musim ini. Hal tersebut juga terlihat dalam perkembangan Ajax. Ten Hag dapat membimbing Ajax ke babak semifinal Liga Champions pada musim lalu. Walau tidak memainkan pemain andalan mereka yakni Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt, Ajax tetap kuat musim ini dan menjadi pemimpin klasemen Eredivisie.

Mauricio Pochettino

pelatih baru Arsenal

Mauricio Pochettino baru meninggalkan Tottenham dan digantikan Jose Mourinho. Pochettino mungkin akan beristirahat setelah berpisah dari Spurs. Akan tetapi, pelatih dari Argentina tersebut masih populer saat ini menjadi kandidat pelatih baru Arsenal. Pochettino juga disebutkan saat ini juga banyak didekati klub raksasa seperti Manchester United dan Arsenal.

Allegri Ungkap Mengapa Dybala Berjuang Keras Saat Ini

Banyak pihak yang mempertanyakan tentang kurangnya performa pemain depan Juventus yaitu Paulo Dybala belakangan ini, apalagi ia hanya menghangatkan bangku cadangan di pertandingan Liga Champions saat menghadapi Valencia. Bahkan saat membela timnasnya Italia menghadapi Guatemala dan kolombia di pertandingan persahabatan, ia hanya diturunkan selama 37 menit saja. Namun Massimilliano Allegri mengungkapkan mengapa Dybala berjuang keras saat ini.

Performa Paulo Dybala

Dybala direkrut oleh Juventus pada musim panas 2015 lalu dari Palermo dengan tebusan 32 juta euro, diluar bonus. Ia mampu menghasilkan 68 gol dari 140 pertandingan yang melibatkannya di tiga musim perdananya , bahkan puncaknya terjadi di musim lalu, dimana ia menyumbangkan 26 gol dari 46 pertandingan di semua kompetisi.

Namun di musim ini ia lebih cenderung melempem dan seolah kecemerlangan bintangnya tertutupi oleh kedatangan Cristiano Ronaldo. Ia belum menyumbangkan bola dalam empat pertandingan terakhirnya, namun untungnya kritikan yang ditujukan kepadanya tak terlalu nyaring, karena semua mata tertuju pada Ronaldo

Apalagi saat menghadapi terhadap Frosinone pada hari Minggu lalu, Allegri malah menurunkan Federico Bernardeschi bukan dirinya. Hal ini diperparah karena mantan pemain Fiorentina ini mampu mencetak gol walaupun sebelumnya ia menghangatkan bangku cadangan terlebih dahulu. Dan ini mengingatkan Allegri bahwa dirinya memiliki penyerang  lainnya.

Massimiliano Allegri dan Paulo Dybala

Sebagai pelatih, Allegri menyadari tentang melempemnya Dybala. Ia  mengakui bahwa kebutuhan menit pemain timnas Argentina itu membutuhkan banyak peluang untuk bermain disamping kebugarannya yang membuat pudar performanya.

Pelatih asal Italia itu mengatakan kepada Sky Sport, “Dia perlu bermain. Saya selalu mengatakan atribut fisik terbaik Paulo adalah larinya,”.

Paula Dybala berjuang keras untuk menampilkan performa terbaiknya di musim panas 2018-19

“Dia melakukan beberapa hal baik hari ini. Tapi dia harus bermain. Teknik dan dribblingnya berguna dan akan menjadi lebih baik dengan kebugaran.”.

“Dybala tidak perlu merasakan kecemasan performa ini. Anda bisa menjadi pemain terbaik di dunia, tetapi jika Anda tidak mencapai 100 persen secara mental, yang lain akan mendapatkan bola lebih cepat. “.

“Mario Mandzukic selalu yang pertama ke bola, tapi hari ini dia sedikit kurang tajam karena kelelahan, itu alami. “.

Paulo Dybala bisa mendongkrak performanya dengan menimba ilmu dengan Cristiano Ronaldo
Paulo Dybala bisa mendongkrak performanya dengan menimba ilmu dengan Cristiano Ronaldo

“Kami mengharapkan pertandingan yang sulit dan itulah yang kami dapatkan. Seiring berlalunya waktu, semakin sulit untuk mencetak gol tetapi kami akhirnya berhasil berkat Cristiano Ronaldo.”. tambah Allegri yang sempat mengakui kekuatan mentalitas Ronaldo sebelumnya.

Itulah alasan Massimilliano Allegri yang mengungkapkan mengapa Dybala berjuang keras saat ini. Jika fisiknya baik, maka apakah karena mentalitasnya sedang menurun? Apakah karena kehadiran Ronaldo disisinya? Sepertinya apapun itu Ia harus mulai terbiasa dengan hal itu, dan jika perlu belajar banyak dari Ronaldo karena kesempatan itu jarang terjadi pada setiap penyerang muda sepertinya.

Bernardeschi : Juventus Berpotensi Jadi Juara Liga Champions

Federico Bernardeschi Juventus saat menghadapi Olympiakos Piraeus di Liga Champions

Belum lama ini Federico Bernardeschi mengungkapkan bahwa Juventus berpotensi untuk menjadi juara Liga Champions musim ini. Namun ia tak mengatakan bahwa kedatangan Cristiano Ronaldo ke kubunya di musim panas kemarin menjadi faktor kunci keberhasilan mereka di kompetisi Eropa, melainkan secara keseluruhan timnya memiliki skuad yang lebih kuat dan lengkap dengan para pemain hebat.

Juventus dan Cristiano Ronaldo

Ronaldo merupakan salah satu pemain penting yang menyebabkan Juventus keluar dari kompetisi Liga Champions dua tarhun terakhir. Ia mencetak dua gol saat membela Real Madrid di Final kompetisi tersebut di tahun 2017 dan mengubah tendangan penalti menjadi angka di leg kedua perempat final Liga Champions, menjelang babak kedua hampir berakhir (dan membuat agregat 4-3). Mungkin ada baiknya jika batu sandungan ini menjadi pijakan mereka meraih kejayaan di kompetisi sepak bola tertinggi di Eropa.

Cristiano Ronaldo saat masih membela Real Madrid menghadapi Juventus
Cristiano Ronaldo saat masih membela Real Madrid menghadapi Juventus

Namun sebelum mereka menguji teori ini, dengan mengungguli Real Madrid atau mencapai puncak final di Liga Champions, pasukan dari Massimiliano Allegri harus terlebih dahulu bertahan di babak penyisihan grup kompetisi tersebut di musim ini. Mereka harus meraih poin tertinggi saat berada di Grup H babak penyisihan grup untuk menghadapi Manchester United, Valencia dan Young Boys mulai tanggal 20 September mendatang. Sepertinya mereka unggul diatas kertas namun, mereka tak boleh lengah akan hal tersebut.

Federico Bernardeschi dan Champions League

Meskipun demikian, gelandang serang Juventus yang baru diboyong setahun lalu dari Fiorentina itu percaya kepada kemampuan timnya dan yakin rekan-rekannya bisa pergi jauh di Liga Champions. Ia pun mengatakan kepada media Sky Sport Italia dan mengatakan,  “Saya merasa tahun ini kami memiliki skuad yang kuat dan lengkap dengan para pemain hebat,”

Federico Bernardeschi Juventus saat menghadapi Olympiakos Piraeus di Liga Champions
Federico Bernardeschi Juventus saat menghadapi Olympiakos Piraeus di Liga Champions

“Kami mungkin adalah favorit untuk memenangkan Liga Champions, bahkan jika itu tidak akan mudah karena tetap menjadi kompetisi yang sangat spesial dan hal-hal dapat berubah setiap saat.

“Ini akan menjadi tantangan besar. Kami merasa cukup kuat untuk melakukan yang terbaik yang kami bisa, tetapi jelas kami harus membuktikannya di lapangan.”.

Hal ini berarti ia percaya bahwa rekannya Ronaldo, yang hingga kini belum meyumbangkan satu gol pun di Serie A, akan melakukan yang terbaik seperti saat ia bermain dengan klub sebelumnya, Manchester United atau Real Madrid. Sementara disisi lain Bernardeschi telah lebih dulu mencetak gol dalam kemenangan menghadapi Chievo di pertandingan pembukaan Serie A di musim ini.

Mungkinkah keyakinan Federico Bernardeschi yang mengungkapkan Juventus berpotensi untuk menjadi juara Liga Champions di musim ini akan terwujud walaupun Cristiano Ronaldo sedikit menghasilkan gol dibandingkan dengan klub sebelumnya? Mungkinkah kedatangannya justru akan menghambat Juventus meraih gelar juara setelah absen selama dua dekade lebih? Akan menarik perjalanan mereka musim ini.

 

Allegri Jamin Ronaldo Jadi Starter, Namun Tak Jamin Memenangkan Serie A

Massimiliano Allegri tetap tak menjamin kemenangan di Serie A walaupun ada Cristiano Ronaldo

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri telah menjamin bahwa Cristiano Ronaldo akan diturunkan menjadi starter dalam debut pertamanya di Serie A saat menghadapi Chievo akhir pekan ini. Namun menariknya, ia tidak menjamin timnya untuk memenangkan Serie A dikarenakan kehadiran sang bintang yang baru direkrutnya.

Profile Cristiano Ronaldo

Memang pemain andalan Real Madrid tersebut secara mengejutkan beralih klub setelah hampir satu dekade membela klub raksasa sepak bola Spanyol pada musim panas kemarin.  Saat itu ia ditebus dengan biaya 100 juta euro, dan mencatat sebagai pemain dengan transfer termahal dengan usia 30 tahun keatas. Namun hal itu masih sangat wajar dengan kemampuan yang dimilikinya dan pencapaian yang diraihnya.

Cristiano Ronaldo saat memenangkan lima Ballon d'Or

Berbagai piala telah diraihnya bersama Manchester United sebelum beralih ke Madrid, dan bersama Los Blancos Ia mampu mengantongi sepasang Piala La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana dan empat piala Liga Champions diluar lima piala dari dua kompetisi lainnya. Belum lagi piala atas namanya dirinya sendiri termasuk 5 Ballon d’Or yang merupakan penghargaan tertinggi di insan sepak bola saat ini.

Cristiano Ronaldo dan Juventus

Pemain dengan julukan CR7 itu diketahui akan menjalani pertandingan liga pertamanya di Serie A bersama Juventus, untuk menyambangi markas Chievo Verona hari Sabtu malam. Tentu kehadirannya akan menjadi perbaikan besar-besaran Juventus yang sedang ingin mengejar Piala Liga Champions. Dan sepertinya tujuh piala Serie A secara Beruntun

Perekrutan baru Juventus di musim panas 2018-19 di bawah asuhan Massimiliano Allegri
Perekrutan baru Juventus di musim panas 2018-19 di bawah asuhan Massimiliano Allegri

Kedatangan Ronaldo datang sebagai bagian dari tim pertama, dengan Joao Cancelo, Emre Can dan Mattia Perin juga bergabung, sementara Leonardo Bonucci telah kembali dari AC Milan dan Douglas Costa mengamankan langkah permanen dari Bayern Munich.

Allegri mengakui bahwa saat ini ia memiliki skuad terkuat di divisi yang dimilikinya, namun menariknya adalah Ia meyakini timya tak menjamin memenangkan Serie A di musim ini. Ia pun mengungkapkan alasannya pada konferensi pers menjelang dimulainya laga menghadapi Chievo, dan mengatakan, “Pertandingan pertama adalah hal baru. Sangat menarik untuk melihat bagaimana tim bermain,”.

“Ronaldo telah memenangkan lima Ballons d’Or, dia telah berlatih selama 10 hari dan Anda dapat melihat dia pemain yang berbeda. Dia bukan pemain biasa. Dia adalah motivator penting bagi semua pemain lainnya. “.

“Kami seharusnya tidak berpikir bahwa, dengan Ronaldo, kami akan menang walaupun dia membawa nilai lebih bagi tim kami. Di atas kertas, kami adalah tim terkuat di Serie A, tapi itu tidak cukup. Kami harus menunjukkan hasrat membara untuk bekerja ekstra setiap hari untuk mendapatkan imbalan kami.”.

Chievo vs Juventus

Allegri menjamin bahwa tiga pemain barunya yaitu Ronaldo, Cancelo dan Bonucci akan menjadi starter pada hari Sabtu mendatang pukul 23.00 WIB, sementara Wojciech Szczesny akan tetap bermain di antara tiang gawang setelah Gianluigi Buffon berangkat ke Paris Saint-Germain. Sementara itu anda bisa juga melihat prediksi skor Liga Italia Chievo vs Juventus 18 Agustus 2018 disini.

Massimiliano Allegri tetap tak menjamin kemenangan di Serie A walaupun ada Cristiano Ronaldo
Massimiliano Allegri tetap tak menjamin kemenangan di Serie A walaupun ada Cristiano Ronaldo

Cukup bijak apa yang diungkapkan oleh Massimiliano Allegri dimana ia menjamin Cristiano Ronaldo menjadi starter namun tak menjamin memenangkan Serie A. Bukan karena mereka tak mampu meraihnya,  melainkan cenderung mengantisipasi kemungkinan terburuk para pemainnya dimana pada suatu titik mereka akan terlalu mengandalkan sang bintang,

 

Allegri Izinkan Higuain Tinggalkan Juventus

gonzalo higuain juventus 2018Massimiliano Allegri mengirim sinyal jika dirinya sudah merestui transfer Gonzalo Higuain. Pelatih Juventus tersebut menegaskan bila dirinya tak mau ikut campur dalam penjualan pemain.

Di Juve, seorang pelatih memang tak diberi kewenangan besar dalam menentukan transfer. Jual beli pemain menjadi wewenang Direktur Umum Giuseppe Marotta dan wakilnya, Fabio Paratici.

Sampai detik ini Si Nyonya Tua tenga berupaya untuk melego Gonzalo Higuain untuk mengikis beban ekonomi mereka. Ac Milan jadi tujuan utama lantaran Chelsea yang sempat membidik Higuain mulai mundur secara perlahan-lahan.

Allegri lagi-lagi menyatakan jabatannya sebagai arsitek di Juventus tak mempunyai perananan besar dalam menentukan pemain yang datang ataupun pergi. Seluruh transfer menjadi hak klub, namun Allegri selalu diberikan berita terbaru soal perkembangan tiap transfernya.

Terkait Higuain, Allegri menyerahkan semuanya pada manajemen. Alasannya hingga detik ini Juventus belum bisa menurunkan striker andalannya sama sekali. Pada tur pramusim Juventus di Amerika Serikat, Bianconeri belum bisa menurunkan Higuain, Mario Mandzukic, atau bahkan Cristiano Ronaldo.

“Apakah saya memberikan restu pada transfer Higuain? Ya, transfer kami selalu dilakukan manajemen klub. Kami mendapatkan semua informasi setiap hari. Bahkan saya tak punya striker utama di sini. Kita tunggu saja apa yang terjadi saat kami kembali ke Italia nanti. Pada 17 Agustus, ketika bursa transfer ditutup, Juve bakal bisa bersaing seperti biasa,” cetus Allegri seperti dilansir Football Italia.

Allegri pribadi merasa puas akan hasil kerja Juventus sejauh ini. Dirinya tak memiliki kritik sedikitpun tentang pemain yang dibeli atau dijual pada musim panas ini.

Allegri Senang Juve Jumpa Madrid Di 8 Besar UCL

massimiliano allegri juve 2018

massimiliano allegri juve 2018Juventus menyambut pertemuan kontra Real Madrid di babak 8 besar Liga Champions dengan sangat antusias. Massimiliano Allegri yakin timnya memiliki peluang untuk lolos.

Juventus akhirnya terundi dengan Los Blancos dalam undian babak perempatfinal di Nyon, Jumat (16/3/2018) malam WIB. Kedua tim sudah tak asing lantaran kerap saling bentrok dalam beberapa tahun belakangan.

Ada lima laga antara kedua di Liga Champions semenjak tahun 2013. Madrid dan Juventus satu grup di musim 2013/2014, dengan Los Blancos meraih satu kemenangan dan satu lainnya seri.

Kemudian pada musim 2014/2015, mereka bersua di babak semifinal. Juventus melaju usai unggul 2-1 di kandang dan menahan imbang 1-1 Madrid di Santiago Bernabeu.

Dan terbaru keduanya berjumpa di babak final tahun lalu. Bianconeri tunduk 1-4 dalam pertandingan yang bergulir di Cardiff dan harus merelakan trofi juara direbut Madrid.

Juventus pun sangat berharap bisa mengulangi keberhasilannya di babak perempatfinal musim lalu, ketika menyingkirkan Barcelona. Allegri mengakui Madrid tetap favoritnya, namun menyiapkan para pemainnya agar lebih matang kali ini.

“Ini bakal menjadi dua laga yang indah. jika kami tampil bagus dan beruntung, kami bisa lolos. Dan jika tidak, maka kami harus pulang,” kata Allegri dikutip Football Italia.

“Kami harus merasa bangga di tengah-tengah delapan klub besar Eropa. Kami bekerja untuk pertandingan seperti ini. Kami mengalahkan Barcelona di perempatfinal musim lalu, maka tidak menutup kemungkinan kami memenangi pertandingan ini.”

“Saya mengatakan paling tidak tiga hari lalu, mereka merupakan unggulan di Liga Champions. Kalau kami mengalahkan mereka, perasaan senang kami akan berkali-kali lipat. Tim ini tengah bertumbuh secara fisik dan mental,” imbuhnya.

Allegri Tak Mau Bertemu Barcelona karena Bosan

Massimiliano Allegri Bosan Hadapi Barcelona

Massimiliano Allegri Bosan Hadapi Barcelona

Massimiliano Allegri miliki preferensi untuk undian babak perempatfinal ajang Liga Champions. Dia cuma tidak mau Juventus berhadapan dengan Barcelona sebab telah terlalu sering bertemu.

Juve melangkah ke babak perempatfinal usai tundukkan Tottenham Hotspur. Bianconeri sudah pasti akan lolos usai berhasil raih hasil oke dengan skor 2-1 pada laga pertemuan pertama kedua babak 16 besar yang dimainkan pada hari Kamis (8/3/2018) dini hari WIB di Stadion Wembley.

Undian pada babak perempatfinal bakal berlangsung tanggal 16 Maret. Hingga sekarang ini, masih ada 4 tiket menuju babak perempatfinal tersisa yang akan diperebutkan oleh 8 tim.

Tentang undian babak perempatfinal, Allegri ingin agar Juve tidak bertemu dengan Barca. Sebab timnya telah terlalu sering bertemu dengan Blaugrana dalam beberapa musim terakhir.

“Satu-satunya tim yang tak saya harapkan bertemu adalah Barcelona,” kata Allegri.

“Karena tiap tahun Barcelona, Barcelona, Barcelona… Saat ini sudah cukup!” ujar dia sambil tertawa.

Sedari musim 2014/2015, Juve memang sering kali bertemu Barca di ajang Liga Champions. Pada musim itu, kedua tim berduel pada babak final. Juve lalu berhadapan dengan Barca di babak perempatfinal Liga Champions musim 2016/2017. Musim ini, kedua tim pun telah bertemu di tahap grup.

Barca sendiri masih belum pastikan lolos ke babak perempatfinal. Setelah tampil dengan skor imbang 1-1 di Stamford Bridge, Lionel Messi dan para rekannya bakal melangsungkan pertemuan kedua babak 16 besar berhadapan dengan Chelsea pada tanggal 14 Maret di Camp Nou.

Juve Targetkan Cetak Angka di Kandang Atalanta

Massimiliano Allegri peringati Juventus tentang tidak mudahnya menghadapi Atalanta di babak semifinal Coppa Italia. Oleh sebab itu, dapat mencuri cetak angka tandang bakal menjadi modal yang baik.

Juve bakal berhadapan dengan Atalanta di babak semifinal Coppa Italia. Paulo Dybala dan para rekannya. bakal lebih awal tandang ke Stadio Atleti Azzuurri d’Italia pada pertemuan pertama yang akan berlangsung pada hari Rabu (31/1/2018) dini hari WIB.

Lewat pertemuan terakhir di Serie A pada bulan Oktober 2017, Juve tidak berhasil tundukkan Atalanta. Pernah unggul 2 angka, Juve pada akhirnya perlu merasa puas dengan hasil imbang 2-2.

Allegri juga peringati Juve tentang kemungkinan ancaman dari Atalanta. Supaya pertemuan kedua tidak bersusah payah, Juve disebut perlu cetak angka tandang.

“Atalanta? Ini merupakan laga yeng beda dengan yang di liga,” kata Allegri.

“Kami perlu ciptakan angka pada pertandingan yang berlangsung di kandang lawan ini. Kami tahu kami berhadapan dengan tim yang tengah lewati momen oke dan saya berikan selamat pada Gianpiero Gasperini untuk hal tersebut.”

“Seperti apapun semuanya bakal ditentukan pada pertemuan kedua,” sambung dia.

Allegri Tak Mau Merespon Angka Kontroversi Juventus

Salah satu angka yang diciptakan oleh Juventus ke gawang Torino tercetak dengan kontroversial. Sang pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, tidak ingin beri komentar berhubungan dengan hal ini.

Juventus singkirkan Torino pada babak perempatfinal Coppa Italia. Lewat pertandingan yang berlangsung pada hari Kamis (4/1/2018) dinihari WIB di Allianz Stadium, Bianconeri menang dengan skor 2-0 atas rival satu kotanya tersebut.

“Kami sampai pada semifinal untuk keempat kalinya dengan berturut-turut dan para pemain ambil pendekatan yang pas untuk laga ini,” ucap Allegri setelah laga.

“Kami ambil beberapa risiko pada babak pertama, sedangkan pada babak kedua kami miliki banyak kesempatan dan saya merasa senang dengan yang sudah kami lakukan. Saat ini kita lihat saja apa yang berlangsung saat berhadapan dengan Cagliari di Serie A pada hari Sabtu,” imbuh dia.

Juventus sesungguhnya miliki banyak kesempatan di laga ini, namun hanya 2 yang berujung cetak angka. Douglas Costa antarkan Juve unggul pada babak pertama dan Mario Mandzukic membuat keunggulan tim tuan rumah menjadi ganda di paruh kedua.

Namun, angka yang diciptakan Mandzukic diwarnai oleh kontroversi. Pihak Torino rasa cetak angka itu tidak semestinya disahkan sebab sebelumnya sudah terjadi sebuah pelanggaran pada Afriyie Acquah.

Torino sudah meminta wasit untuk saksikan Video Assistant Referee (VAR). Namun, VAR ternyata tidak bikin wasit merubah keputusannya. Hal ini memicu emosi dari pelatih Torino Sinisa Mihajlovic, yang akhirnya diusir dari pinggir lapangan.

“Saya tidak saksikan kejadian tersebut dan saya tidak akan berkomentar. Saya tidak pernah berkomentar tentang VAR. Saya cuma akan bilang kalau kami mungkin saja ciptakan sejumlah angka lain,” imbuh Allegri berhubungan dengan hal ini.

Pada babak semifinal yang gunakan format kandang-tandang, Juventus bakal berhadapan dengan Atalanta, yang lebih awal lolos usai tundukkan Napoli.