Presiden Kroasia Ikut Saksikan Laga Timnasnya di Piala Dunia

Presiden Kroasia Ikut Saksikan Laga Timnasnya di Piala Dunia

Presiden Kroasia Ikut Saksikan Laga Timnasnya di Piala Dunia

Dukungan penuh diberikan untuk timnas Kroasia oleh sang Presiden Kroasia yaitu Kolinda Grabar-Kitarovic di ajang Piala Dunia 2018. Perjalanan pribadi ke Rusia dilakukan oleh Presiden Kroasia dengan menggunakan pesawat kelas ekonomi.

Presiden wanita pertama di Kroasia tersebut nampak berada di kumpulan penonton pada hari Sabtu (7/7/2018) di Fisht Olympic Stadium, Sochi. Bersama dengan Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev ia duduk di kursi VVIP menyaksikan laga tersebut.

Hanya untuk mendukung timnas Kroasia, wanita yang sudah berumur 50 tahun tersebut berangkat ke Rusia. Tak sebagai kepala negara, melainkan sebagai pendukung. Sang presiden ambil hari libur untuk menyaksikan laga Kroasia dan berangkat dengan menggunakan pesawat kelas ekonomi.

Kolinda pun tidak dapat menahan diri untuk merayakan cetak angka Kroasia walau duduk disebelah Perdana Mentri Rusia. Rasa senang semakin terlihat usai Kroasia menangkan laga atas Rusia dengan adu tos-tosan dan sukses melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2018.

Kolinda langsung menuju ruang ganti para pemain setelah Kroasia berhasil menang. Ia berikan ucapan selamat untuk semua pemain dan staff disana. Kolinda malah memeluk beberapa pemain Kroasia, tidak peduli mereka tak memakai baju sekalipun atau masih bermandi keringat.

Sebelumnya Kolinda sempat menyaksikan pertandingan antara Kroasia melawan Denmark di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Saat itu ia bergabung dengan para pendukung di kursi penonton. Ia malah dengan bangga pamerkan FAN ID yang ia miliki dan membeberkannya di akun Facebook.

Denmark Ditundukkan Kroasia Lewat Adu Tos-tosan

Denmark Ditundukkan Kroasia Lewat Adu Tos-tosan

Denmark Ditundukkan Kroasia Lewat Adu Tos-tosan

Pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 akhirnya perjalanan dari timnas Denmark terhenti, mereka harus mengakhiri perjalanannya karena alami hasil buruk saat berhadapan dengan Kroasia lewat adu penalty, yang juga membuat Kasper Schmeichel merasakan perasaan yang bercampur.

Lewat laga yang berlangsung pada hari Senin (2/7/2018) dinihari WIB di Nizhny Novgorod Stadium, Angka yang diciptakan oleh Mathias Joergensen pada detik 58 membuat Denmark sempat raih keunggulan lebih awal dari Kroasia.

Kemudian Mario Mandzukic sukses membuat skor imbang 1-1 di menit ke 4, yang akhirnya tidak berubah hingga waktu normal berakhir.

Diteruskan ke waktu tambahan, pada menit 116 lewat penalti Kroasia miliki kesempatan oke, tetapi Schmeichel bisa menangkap sepakan dari Luka Modric.

Laga dituntaskan dengan adu Tos-tosan sebab jalan keluar masih tidak ditemukan oleh kedua tim sampai pertandingan tambahan berakhir. Denmark pada akhirnya harus tunduk dengan skor 2-3 lewat adu penalti, Schmeichel patahkan 2 peluang Kroasia, sedangkan Danijel Subasic menahan 3 pemain Tim Dinamit.

Hasil ini bikin perasaan Schmeichel bercampur. Merasa bangga dengan peenampilan dari timnya, namun kecewa karena harus akhiri langkah di Piala Dunia 2018.

Kasper Schmeichel Denmark

“Perasaan ini terasa aneh. Rasa bangga yang besar lewat performa yang sudah kami tunjukkan, namun ada juga rasa kecewa yang sangat besar,” imbuh Schmeichel seperti dikutip situs resmi FIFA.

“Kami punya peluang dan saya pikir ketika tampil pada babak kedua kami merupakan sebuah tim yang lebih oke. Tidak mudah jelaskan semua perasaan yang saya rasakan ini lewat kata-kata,” kata dia.

Manchester United Tengah Pepet Pemain Inter Milan?

The Red Devils (julukan Manchester United) secara sembunyi-sembunyi nyatanya terpikat dengan Ivan Perisic yang merupakan pemain sayap Inter Milan. Hal tersebut sudah diketahui oleh Piero Ausilio selaku Direktur Inter Milan.

“Manchetsrer United belum melayangkan tawaran resmi kepada kami untuk Perisic, namum mereka ada ketertarikan. Kami mau membenahi Skuat Inter Milan dan mangkanya kenapa kami tak mempunyai pesepak bola yang dapat dilego atau tak dapat dilego saat ini,” ucap Ausilio kepada salah satu media olahraga.

Disamping Manchester United, Chelsea juga dikabarkan tegoda kepada sosok Perisic. Namun, Ausilio berpendapat, pihaknya belum membuat keputusan apakah bakal menjual atau mempertahankan pesepak bola yang berasal dari Kroasia itu.

“Kami sadar bahwasannya kami telah mempunyai banyak pesepak bola yang vital di dalam susunan pemain kami seperti Perisic. Sebelum kami membuat keputusan untuk melepasnya, kami mesti mempertimbangkan apa yang terbaik bagi La Beneamata,” ujar Ausilio.

“Menurut saya, kami mempunyai skuat yang oke dan sampai-sampai tim yang lebih baik dibandingkan dengan kebanyakan skuat yang keluar di depan kami. Kami tak memerlukan hal banyak dan kami pastikan bakal melakukan sejumlah langka. Namun untuk yang pertama kami mesti melihat apa yang diharapkan sang juru taktik anyar nantinya,” ungkap Ausilio menambahkan.

Ivan Perisic termasuk pemain sayang yang sangat subur. Pesepak bola yang kini tengah berusia 28 tahun tersebut menciptakan sebelas gol dari 41 laga yang dimainkan di semua ajang musim ini. Disamping itu pada musim lalu, dirinya memasukkan sebanyak 9 gol dari 37 laga bersama dengan skuat Inter Milan.

Pasalic Mengaku Senang Bisa Berseragam AC Milan

Mario Pasalic telah resmi menjadi rekrutan terakhir AC Milan di musim panas ini, dirinya pun mengaku sangat senang bukan main bisa mengenakan seragam klub sekelas AC Milan dengan berbagai sejarahnya.

Pasalic Mengaku Senang Bisa Berseragam AC Milan

Meski kabar bahwa penyakit hernia yang dideritanya bakal sulit dipulihkan, namun pihak AC Milan tetap bersikeras untuk membawa Pasalic ke San Siro. Namun yang pasti, kepercayaan Milan terhadap Palasic telah membuat semangat sang pemain berkobar kembali.

Terlepas dari itu semua, ekspetasi tinggi datang dari pihak AC Milan. Dimana kedatangan Pasalic diharapkan bisa memberikan warna baru dalam permainan Milan di kompetisi Serie A Italia dan tidak menutup kemungkinan sang pemain akan langsung diturunkan di laga ketiga Serie A di akhir minggu depan. Mengingat akhir pekan ini akan ada pertandingan internasional dalam ajang babak kualifikasi Piala Dunia 2018 di Rusia.

Vincenzo Cavaliere selaku dari agen resmi Pasalic ikut memberikan suara dan dia menyatkan bahwa klien nya sangat bangga bisa mendapatkan kepercayaan dari klub besar seperti Milan dan tidak menyangka hal ini bisa terjadi. Namun demikian, klien juga akan berusaha keras membantu Milan mencapai target nya di musim 2016/17.

“Dia benar-benar tidak menyangka dan dia pun menyambut baik atas pencapaian nya di musim ini. Namun terlepas dari itu semua, dia terlihat tenang dan akan mencoba memberikan yang terbaik untuk Milan,” terang Cavaliere.

“Hampir semua pemain yang berasal dari Kroasia tidak menunjukkan emosi yang berlebih, namun mereka akan mencoba membuktikan nya di atas lapangan dan semua itu sudah terbukti kebenarannya,”

“Dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain lain. Dia bisa ditempatakn di tiga posisi berbeda di barisan tengah, dengan dukungan skill dan fisik yang matang. Maka sangat wajar jika dia menjadi pilihan Milan. Kaki kiri dan kanan nya pun bisa menjadi kelebihan yang baik untuk klub dan semua kaki nya itu sama bagusnya.”

“Jika Ricardo Montolivo absen, maka dia yang paling pantas menggantikan peran rekan nya itu. Bisa kita lihat ketika berada di AS Monaco, dia berhasil menjadi pemain yang paling menonjol ketika ditempatkan di posisi sayap kanan maupun gelandang tengah dibelakang penyerang.” tandasnya.

Marko Pjaca: “Juventus Jadi Pilihan Hati Saya”

Sepeninggal pemain bintang sekaliber Paul Pogba dari Juventus telah menjadi bahan pembicaraan hangat dari berbagai pihak, termasuk dari pemain Juventus sendiri. Salah satu nya adalah Marko Pjaca yang merupakan pemain rekrutan Bianconeri di musim panas ini.

Marko Pjaca: "Juventus Jadi Pilihan Hati Saya"

Menanggapi kepergian Pogba, Pjaca memiliki pandangan sendiri. Menurut gelandang Kroasia itu, Juventus akan tetap menjadi tim kuat di domestik dan Eropa. Bukan itu saja, sang bintang muda itu juga menegaskan bahwa klub yang diarsiteki Massimiliano Allegri ini akan tetap berada di level tertinggi.

“Saya hanya menjadi bagian dari Juventus dan disini saya akan membuktikan apa yang ada dalam kata hati saya. Juventus adalah masa depan saya, sekarang dan nanti. Saya tak berpikir tentang yang lain,” penegasan Pjaca kepada media perihal kepindahan nya ke Juventus.

“Kata hati menjadi alasan saya menerima pinangan dari Juventus dan bukan karena uang, karena memang itulah yang selalu saya lakukan dalam perjalanan karir sepakbola saya.”

Pjaca, 21 tahun resmi merapat ke Turin dengan mahar 21 juta poundsterling dan kedatangan nya sangat langsung disambut meriah oleh ribuan Juventini dan lebih lanjut sang pemain menjelaskan bahwa diri nya merasa tak sulit untuk memilih Juventus kendati sempat dilirik sejumlah klub lainnya termasuk AC Milan dan Inter Milan.

“Catatan Sejarah besar menjadi daya tarik Juventus dan saya bertekad untuk bisa membantu rekan-rekan meraih kesuksesan. Di sini, saya bisa menggapai target pribadi maupun kolektif dari masa ke masa,” tambah Pjaca.

“Saya hanya ingin membuktikan dengan kepercayaan mereka terhadap saya dan saya tidak tertekan dalam hal apa pun. Saya akan buktikan jika mereka salah menilai saya dan kita akan lihat apa yang terjadi di musim baru nanti.” tutupnya.

Srna Putuskan Gantung Sepatu Dari Timnas Kroasia

Melihat dari berbagai aspek dan dengan keputusan yang lama dipikir. Pada akhirnya pemain profesional, Darijo Srna secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota tim nasional Kroasia sebagai pemain di hari ini serta tidak akan dilupakan oleh Srna sendiri sebagai hari bersejarah dalam perjalanan karir sepakbola profesionalnya.

Srna Putuskan Gantung Sepatu Dari Timnas Kroasia

Alasan mendasar Srna memutuskan pensiun sebagai pemain tim nasional tak bisa dilepaskan dari faktor usia, juga beragamnya masalah yang dihadapi di usia nya tersebut. Sebagai contoh mulai dari korupsi di federasi sepakbola Kroasia, kerusuhan pendukung dan juga penampilan mengecewakan di Euro 2016 kemarin.

“Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari tim nasional Kroasia dan saya sudah memberikan segala nya kepada negera ini. Meski berat memutuskan untuk meninggalkan timnas ini, namun saya yakin tim sepakbola kami akan semakin berkembang di masa yang akan datang,” kata Srna di sesi jumpa pers nya hari ini.

“Secara persona, bermain untuk Kroasia merupakan mimpi yang terjadi ketika mata saya terbuka. Apa yang sudah saya berikan kepada negara ini masih dianggap kurang dan semoga saja penerus saya bisa memberikan lebih dari apa yang saya berikan selama ini,”.

“Terima Kasih Kroasia dan bersama tim nasional ini saya mendapatkan banyak pengalaman serta momen-momen indah. Kenangan indah akan menjadi pengingat bagi saya dan semua ini berakhir di waktu yang pas.” tutup nya

Catatan yang paling fenomenal dari Srna adalah mampu membawa Kroasia mencapai babak perempat final Euro 2008 dan di level klub pun Srna terkenal sebagai kepribadian yang baik serta sangat pantas jadi panutan dari pemain generasi muda. Kini Srna memfokuskan dirinya di level liga domestik Ukraina, Shakhtar Donetsk.

Mario Mandzukic Masuk Pandangan Arsenal

Kedatangan Gonzalo Higuain bukan saja disyukuri oleh fans setia Juventus, hal ini juga dirasakan oleh klub Liga Primer Inggris, Arsenal. Namun maksud hal itu buka rasa senang semata, diketahui pihak Arsenal mencoba memanfaatkan situasi yang sedang terjadi pada lini depan Bianconeri.

Mario Mandzukic Masuk Pandangan Arsenal

Pasalnya kedatangan Higuain di skuat Juventus telah memperbanyak daftar penyerang yang ada sebelumnya, kita bisa melihat disana ada nama-nama pemain besar macam Paulo Dybala, Simone Zaza dan Mario Mandzukic.

Kini The Gunners disebutkan sedang melakukan pendekatan terhadap Mandzukic dan mencoba merayu sang pemain agar mau meninggalkan Turin di musim panas ini.

Berdasarkan informasi yang didapat, penyerang tim nasional Kroasia itu terancam hanya akan jadi pemain lapis kedua di tim asuhan Massimiliano Allegri, mengingat Higuain telah dibeli dengan harga super mahal sudah pasti akan jadi pilihan utama sejak diangkut dari rival abadi di Serie A Italia, Napoli.

Sejatinya nama Mandzukic masih menjadi salah satu penyerang terbaik dunia, dengan demikian Arsenal bisa saja mendapatkan keberuntungan lebih banyak jika benar-benar bisa merayu sang pemain untuk merapat ke Emirates Stadium markas besar dari Arsenal.

Ketertarikan Arsenal terhadap Mandzukic sebenarnya terjadi usai Danny Welbeck mendapatkan cedera serius dan memakan waktu lama, hal ini pun tidak bisa sepenuhnya tergantung pada sosok Olivier Giroud. Dengan kata lain, Mandzukic dianggap sangat cocok untuk menjadi opsi tambahan bagi Wenger.

Terlebih lagi ketika pendukung Arsenal sendiri mulai ragu atas kemampuan dari Giroud di musim depan, maka nama Mandzukic adalah solusi tepat menjawab keraguan dari pendukung mereka sendiri.

Sebelumnya, Wenger juga sudah berusaha untuk mendatangkan pemain baru di dalam skuat tim nya dalam persiapan nya menghadapi musim depan, terdapat beberapa nama yang gagal direkrut oleh Wenger. Dia adalah Alexandre Lacazette dari Lyon dan Jamie Vardy dari Leicester City.

Jelang Laga Pemungkas Kontra Spanyol, Kroasia Berharap Kehadiran Modric

Penyisihan Grup D Euro 2016 tengah menghadapi laga akhir, dimana partai besar akan terjadi disini. Spanyol kontra Kroasia akan menjadi laga hidup mati bagi kedua negara, namun dari pertandingan itu sendiri. Posisi yang paling terjepit berada pada kubu Kroasia.

Jelang Laga Pemungkas Kontra Spanyol, Kroasia Berharap Kehadiran Modric

Dimana beberapa pemain andalan mereka harus menepi dari pinggir lapangan karena cedera, termasuk pemain penting Kroasia saat ini, Luka Modric yang terpaksa harus ditarik keluar di menit 63 babak kedua pada laga melawan Republik Ceko karena cedera paha.

Menanggapi hal ini, Ante Cacic selaku dari orang nomor satu di Kroasia mengharapkan perubahan kondisi Modric menjadi lebih baik dan sang bos masih menunggu hasil dari kondisi tubuh Modric jelang pertandingan kontra Spanyol tengah pekan ini.

Bersama Kroasia, Modric sendiri sukses memberikan kemenangan perdana negara nya di laga pembuka kontra Turki. Dimana gol indah voli nya dari jarak jauh telah memberikan kemenangan tipis 1-0 atas sang lawan.

Selanjutnya performa stabil Modric terus ditampilkan di laga kedua kontra Republik Ceko beberapa waktu lalu, hanya saja cedera menggangu perjalanan indah tim nya dan memaksa Kroasia harus bermain imbang 2-2 meski unggul lebih dulu dengan dua gol.

Kemenangan menjadi target utama Kroasia atas Spanyol dan kemenangan itu akan menjadikan Kroasia sebagai pemuncak klasemen Grup D dan angin wangi nan segar datang ke kubu Kroasia usai pihak tim dokter memberikan konfirmasi cedera yang didapat sang pemain tidak serius.

“Modric sudah menjalani pemeriksaan MRI, disini tidak terlihat ada nya cedera yang serius dan ototnya tidak mengalami gangguan tapi saya harus masih menunggu kabar lebih pasti dari tim dokter hingga akhir nya mereka memutuskan boleh bermain atau tidak?,” ungkap Cacic kepada wartawan.

“Sosok Modric sangat penting bagi tim ini, akan menjadi sesuatu yang indah jika ada nama nya di pertandingan melawan Spanyol nanti.” tutupnya.

Sejatinya penampilan impresif Modric sudah terlihat di Real Madrid, dimana mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut sukses mengantarkan Los Blancos meraih gelar Liga Champions 2015/16.

Kroasia Rilis Skuat Pemain Di Euro 2016

Kroasia dipastikan akan tampil di pargelaran besar bertajuk Euro 2016 dengan amunisi pemain muda. Namun tidak sedikit pula daftar pemain yang ada di timnas Kroasia di isi oleh beberapa pemain senior.

Kroasia Rilis Skuat Pemain Di Euro 2016

Ante Cacic selaku pelatih tim, menjelaskan jika keputusan nya memasukan pemain muda di dalam tim nya adalah sebuah langkah di masa depan dan pertandingan berlevel tinggi seperti Euro menjadi contoh yang baik untuk perkembangan mereka.

Akan tetapi sang pelatih juga mencoret sebagian pemain macam wonderkid masa depan Kroasia, Alan Halilovic. Keputusan ini sontak memberikan kesan yang kurang bagus untuk Cacic dari berbagai media serta publik.

“Pastinya setiap pemain ingin sekali masuk dalam skuat Kroasia, namun persiapan yang mereka lakukan adalah jawaban nya. Posisi saya sekarang ini adalah untuk memutuskan mana yang terbaik untuk tim dan semoga mereka mau menerima nya,” ungkapan kritik sang pelatih atas pencoretan Halilovic dari timnas Kroasia.

Cacic juga menambahkan tim nya saat ini adalah yang terbaik, dia meyakini jika penggabungan pemain muda dengan pemain senior akan menjadi kejuta di Euro 2016 mendatang. Nama-nama pemain senior macam Vedran Corluca masih dipercaya untuk mengisi barisan pertahan dan Luka Modric akan memotori serangan Kroasia di lini tengah.

Adapun skuat resmi Kroasia yang akan berlaga di Prancis nanti.

Penjaga Gawang: Danijel Subasic (Monaco), Lovre Kalinic (Hajduk Split), Ivan Vargic (Rijeka)

Bek: Vedran Corluka (Lokomotiv Moscow), Darijo Srna (Shakhtar Donetsk), Domagoj Vida (Dynamo Kiev), Sime Vrsaljko (Sassuolo), Gordon Schildenfeld (Dinamo Zagreb), Ivan Strinic (Napoli), Tin Jedvaj (Bayer Leverkusen)

Gelandang: Luka Modric, Mateo Kovacic (both Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Marcelo Brozovic, Ivan Perisic (both Inter Milan), Milan Badelj (Fiorentina), Marko Rog, Ante Coric (both Dinamo Zagreb)

Penyerang: Mario Mandzukic (Juventus), Nikola Kalinic (Fiorentina), Marko Pjaca, Duje Cop (both Dinamo Zagreb), Andrej Kramaric (Hoffenheim).

Lovren Beri Peringatan Kepada Pelatih Kroasia

Semarak Piala Euro 2016 sudah bisa dirasakan mulai dari sekarang, dimana kejadian-kejadian menarik terus berdatangan. Salah satu kejadian menarik yang berhasil membuat publik heboh adalah terkait pemain bertahan Liverpool, Dejan Lovren yang belum lama ini mengungkapkan jika dirinya bersedia terbang ke Prancis bersama timnas Kroasia jika dimainkan sebagai pemain inti oleh sang pelatih tim, Ante Cacic. Namun jika keinginan Lovren tidak dipenuhi, maka dari itu dirinya tidak akan mau bergabung dengan Ivan Rakitic dan kawan-kawan.

Lovren Beri Peringatan Kepada Pelatih Kroasia

Telah diketahui bersama bahwa hubungan Lovren dengan Cacic mulai memanas setelah melakukan partai persahabatan antara Kroasia kontra Hungaria bulan Maret kemarin, laga tu sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun terlepas dari itu semua, Lovren hanya duduk dibangku cadangan terlepas dari anggapan sang pelatih yang menilai sang pemain tidak melakukan pemanasan sesuai dengan perintahnya.

“Saya hanya ingin bermain bersama timnas Kroasia sebagai pemain reguler, andai keinginan saya tidak bisa dipenuhi, saya tidak akan terbang ke Prancis. Namun saya tetap tidak akan meminta maaf,” terang Lovren kepada media.

Dalam hal ini, Lovren langsung memberikan pernyataan terbuka dibalik semua permasalahan yang ada dengan pelatih. Dimana Lovren menjelaskan jika dirinya kembali ke bangku cadangan dikarenakan ingin memakai jaket karena sudah merasa kedinginan di pinggir lapangan.

“Dalam beberapa pekan terakhir ini saya memperhatikan para media memberitakan hal ini tidak lengkap, untuk itu saya akan memberitahu apa yang telah terjadi. Pada saat itu pelatih mendatangi saya dan berkata kepada saya untuk melakukan pemanasan selama 10 hingga 15 menit,” ungkap Lovren.

“Saya membalasa ucapan pelatih dengan berkata siap dan saya lakukan apa yang sudah diperintahkan. 15 menit sudah saya lewati, itu berarti sudah menandakan saya telah selesai dan saya mulai merasa kedinginan karena kebetulan saya tidak memakai jaket. Alhasil saya memutuskan untuk kembali ke bangku cadangan,”

“Waktu berjalan, tiba-tiba pelatih fitnes mendatangi saya dan berucap ‘Mengapa anda duduk disini?’ Saya langsung menjawab pertanyaan dia, saya telah melakukan pemanasan 10 menit hingga 15 menit dan saya sudah melakukan semua perintah. Selanjutnya dia langsung memberitahu Cacic,”

“Mari sama-sama kita lihat, mungkin tidak ada pemain di dunia ini yang tidak bermain setelah melakukan pemanasan begitu lama. Kita ambil contoh di Liverpool, ketika kami melakukan pemanasan, kami sudah dipastikan akan bermain. Pada saat itu, saya sudah melakukan pembicaraan kepada dia bahwa saya telah siap tampil melawan Hungaria dan sang pelatih mengatakan akan memberikan saya kesempatan. Namun hasilnya saya tidak mendapatkan janji yang telah dia berikan kepada saya.” tutup Lovren.