Spiderman Hadir di Sesi Latihan Leicester

spiderman leicester

spiderman leicester

Publik Inggris baru saja dikejutkan dengan tingkah lucu yang melibatkan Leicester City dengan superhero terkenal, Spiderman. Momen ini hadir dikala Leicester sedang melakukan sesi latihan dalam persiapan Premier League, namun siapa sangka jika Spiderman ikut berlatih.

Pihak Leicester sendiri membeberkan momen ini sebagai momen spesial untuk meriahkan sesi latihan. Dan pihaknya mengajak fans untuk menebak siapa tokoh dibalik kostum Spiderman tersebut. Tak sulit untuk menebak, fans pun mengetahui sangat jelas jika dibalik topeng itu adalah bintang lini depan mereka, Jamie Vardy.

Belum ada penjelasan resmi dari Vardy perihal kostum tersebut, namun yang bisa disimpulkan sekarang adalah tindakan itu ditunjukkan oleh Vardy sekedar hanya memberikan senyum dan tawa di sesi latihan, dengan kata lain rekan-rekannya bisa rileks sejenak.

Claude Puel selaku pelatih Leicester tidak mempersoalkan masalah itu, dan yang pastinya dia menjelaskan bahwa timnya memang membutuhkan sosok superhero. Leicester saat ini memang tengah menduduki posisi yang bagus, dimana mereka menempati posisi 9 klasemen sementara Premier League dengan koleksi 31 poin.

Adapun saat ini mereka memang tengah berada dalam posisi tertekan usai mengalami dua kekalahan beruntun dari Southampton, dan Wolves. Namun kemungkinan untuk bangkit masih ada meski mereka akan berhadapan dengan Liverpool pada kamis, 31 Januari 2019 mendatang.

Melihat situasi ini, lantas Leicester mencari suasana baru untuk meningkatkan gairah bermain. Dan kemenangan akan membawa mereka bertahan di posisi 10 besar atau mungkin bisa menusuk ke posisi 5 besar sebagaimana selisih mereka tidak jauh dari Arsenal dan Manchester United yang berada di peringkat 5 dan 6.

spiderman leicester

“Sosok superhero sangat kami butuhkan sekarang. Dia, Jamie Vardy mengenakan kostum, dan saya pikir itu bagus untuk senyuman pagi ini. Kemarin mereka baru saja berlibur sehari dan kembali dengan senyuman.” demikian pernyataan Claude Puel kepada media.

Leicester Tergusur Vardy Sebut Semua Sudah Maksimal

Setelah samakan skor, Leicester City selalu lancarkan tekanan pada Atletico Madrid namun hingga akhirnya tergusur. Jamie Vardy bilang kalau Leicester telah keluarkan semua dengan sekuat tenaga.

Melangsungkan laga di pertemuan kedua babak perempatfinal yang berlangsung pada hari Rabu (19/4/2017) dinihari WIB, di Stadion King Power, Leicester tampil imbang dengan skor 1-1 melawan Atletico. Tim tuan rumah memiliki tujuan untuk menyusul kekurangan 1 angka setelah tunduk pada pertemuan pertama namun Atletico malah sukses lebih awal unggul dengan angka yang dicetak Saul Niguez pada menit 26.

Usai turun minum, the Foxes membuat harapan untuk lolos kembali hidup dengan ciptakan angka penyama lewat Vardy pada menit 61. Leicester kemudian menekan Los Rojiblancos, tetapi tidak berhasil melewati pertahanan lawan hingga akhir laga.

Hasilnya, Leicester juga gugur dengan agregat 1-2. Sementara Atletico layak melangkah ke babak semifinal untuk kali ketiga di 4 musim terakhir.

“Kami sungguh telah kerluarkan semua kemampuan yang telah kami miliki, khususnya pada babak kedua. Mereka [Atletico] bikin banyak blok di garis gawang,” ucap pemain striker Leicester tersebut setelah pertandingan. “Pada periode tersebut, kami unggul.”

“Kami bikin perubahan pada strategi dengan Leo [Ulloa] untuk berikan tekanan di udara. Namun, pada akhirnya bukan seperti itu hal yang terjadi. namun kami sudah berikan semuanya dan maksimal di atas lapangan,” lanjut Vardy.

“Pada hari yang lain, mungkin usaha yang  kami lakukan bakal ada yang masuk. Namun kami dapat merasa bangga.”

Usai akhiri musim debut di ajang Liga Champions, Leicester sekarang dapat berkonsentrasi ke ajang Premier League, di mana mereka sekarang berada di posisi 12 klasemen sementara. Leicester tengah berupaya kembalikan kehormatan menjadi sang juara bertahan dengan menempati posisi setinggi tingginya.

“Saat ini kami punya persoalan yang masih belum berakhir di ajang Premier League. Ini merupakan sebuah pengalaman yang baru untuk banyak pemain dan kami telah keluarkan sekuat tenaga kami,” kata Vardy.

Jamie Vardy Mulai Tajam Lagi

jamie vardy

jamie vardyKebangkitan Leicester City di bawah arahan Craig Shakespeare tak luput dari gemilangnya performa Jamie Vardy. Ia kembalu subur usai kepergian Claudio Ranieri.

Penyerang berusia 30 tahun itu menyumbang sebiji goll dalam kemenangan 2-0 Leicester City atas Sunderland di King Power Stadium, Rabu (5/4/2017) dini hari WIB. Gol yang cukup krusial mengingat laju The Foxes menjadi tak terbendung sejauh ini.

Tiga poin tambahan membuat The Foxes merangkak ke urutan 11 dengan perolehan nilai 36. Dengan tersisa delapan partai lagi, maka peluang The Foxes merangkak ke 10 besar masih terbuka.

Semejak kendali pelatih berganti dari Claudio Ranieri ke Shakespeare, Leicester belum tersentuh kekalahan di enam pertandingan. Lima di Premier League dan sekali di Liga Champions yang memastikan mereka lolos dari 16 besar.

Dari seluruh kemenangan tersebut, Vardy punya kontribusi penting. Lima gol dan dua assist ia bukukan ke jala lawan. Bahkan apabila dihitung dengan penampilannya bersama tim nasional Inggris, penyerang yang mengawali karier di non-liga itu telaha mengoleksi enam gol.

Tren tersebut layaknya oase usai sempat melalui momen-momen berat. Pasalnya, Vardy pernah melewati dua periode panjang tanpa bikin gol.

Yang pertama sejak kalah dari Liverpool 1-4 pada 10 September 2016, Vardy melewatkan 14 pertandingan tanpa gol. Puasanya berakhir ketika memperkuat Timnas Inggris melawan Spanyol 15 November 2016 dimana ia membuat satu gol.

Performa Vardy anjlok lagi. Dirinya kembali absen mencetak gol dalam empat laga berikutnya, sebelum bikin tiga gol saat menundukkan Manchester City 4-2, 10 Desember 2016.

Usai membuat tiga gol, Vardy terpaksa tak menyaksikan namanya di papan skor selama sembilan partai ke depan. Hal tersebut baru tuntas ketika timnya digasak Sevilla pada leg pertama 16 besar Liga Champions, sekaligus jadi partai terakhir Ranieri.

Penampilan gemilang Vardy telah kembali. Pertanyaannya, bisakah dia menjaga itu supaya tak lagi menjalani tren puasa gol ketiganya?

Kepuasan Tiada Tara Seorang Jamie Vardy

jamie vardy

jamie vardy

Bomber andalan Leicester City Jamie Vardy amat puas usai timnya mengkandaskan Liverpool 3-1. Itu merupakan langkah Leicester bereaksi terhadap kritik yang menyerang mereka akhir-akhir ini.

Meladeni Liverpool di King Power Stadium dinihari kemarin, The Foxes bermain memuaskan di sepanjang laga. Walau secara keseluruhan cuma mengumpulkan 31 persen penguasaan bola, Leicester mampuu unggul tiga gol terlebih dahulu melalui Vardy (2 gol) dan Danny Drinkwater.

Philipp Coutinho kemudian bikin gol guna memangkas skor. Kendati begitu Liverpool gagal bikin gol lagi di sisa pertandingan sehingga Leicester pun berhak atas kemenangan pertamanya di Premier League di tahun ini.

Disamping itu hasil tersebut jadi penanda kemenangan pertama Leicester setelah didepaknya Claudio Ranieri sebagai pelatih klub. Menurut isu yang berhembus, ada peran pemain-pemain senior yang sudah melatarbelakangi keputusan tersebut.

“Ada sedikit kecemasan jelang laga. Kami mendapatkan banyak cibiran yang tidak adil dengan yang dituliskan oleh media,” ungkap Vardy kepada Sky Sports.

“Apa yang anda saksikan tadi merupakan respon dari pemain, penampilannya menunjukkan persis seperti itu,” sambung dia.

Berkat tiga angka tambahan, Leicester merangkak ke urutan 15 klasemen mengumpulkan 24 angka. Posisi ‘Si Rubah’ belum aman dari ancaman degradasi sehingga mereka wajib meraih hasil oke ke depan.

“Kini semua ada di tangan kami untuk melakukannya secara konsisten, maju ke depan dan mendapat poin sebanyak mungkin,” lugas Vardy.

Berikutnya Leicester bakal melakoni laga kandang menghadapi tim penghuni posisi 19 Hull City dalam lanjutan Premier League, akhir pekan ini.

Berikut Catatan Menarik Laga Leicester Di Markas Sevilla

Sevilla sukses menang dan menjadi juara bertahan Liga Inggris, Leicester City di hari Kamis (23/2/2017) dinihari WIB pada putaran awal di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Los Rojiblancos suskes dengan skor 2-1 melalui sepakan Pablo Sarabia dan Joaquin Correa.

Tim tuan rumah hampir memulai peluang emas di menit ke-14 setelah wasit memberikan hadiah penalti. Akan tetapi, sepakan yang dilakukan oleh Joaquin Correa mampu dihalangi sang kiper, Kasper Schmeichel. Gol awal berlangsung di menit ke-25 melalui tandukan Sarabia yang menggunakan umpan dari Escudero. Skor kemudian menjadi 1-0 sampai waktu istirahat bagi Sevilla.

Memasuki babak kedua, penonton di Estadio Ramón Sánchez Pizjuán kembali bersuka cita setelah Correa beraksi kembali dan membuahkan skor bagi timnya. Menariknya, gol kedua tim tersebut sukses dilakukan oleh assist Stevan Jovetic.

Jovetic kembali menorehkan prestasinya sebagai pemain anyar di musim ini. Dari delapan laga yang dia mainkan dengan klub barunya tersebut, dia menciptakan tiga gol dan empat assist, diantaranya assist yang dilakukan dinihari tadi kontra Leicester City.

Satu-satunya gol yang dilakukan oleh tim lawan adalah sepakan dari striker Leicester, Jamie Vardy. Pemain berusia 30 tahun itu menyudahi puasa gol mereka. Lebih lanjut, ini adalah enam fakta yang terjadi dari laga antara Sevillistas dan Leicester.

  1. Stefan Jovetic memberi kontribusi dalam tujuh gol Sevillistas sejak bersama mereka di Januari lalu. Dari delapan laga yang dilakukan, pemain Montenegro itu menciptakan tiga gol dan empat assist bagi Los Rojiblancos.
  2. Dua gelandang dari Sevillisatas, yakni Steven N’Zonzi dan Samir Nasri menciptakan umpan paling banyak di laga Liga Champions ini. Dengan catatan, N’Zonzi sekitar 98 passes dan Nasri dengan 95 umpan.
  3. Jamie Vardy menjadi pembuka gol bagi The Foxes setelah lama puasa gol.
  4. Joaquin Correa melakukan gol beruntun kali pertama di klubnya sejak Juli 2016.
  5. Kiper Leicester City, yakni Kasper Schmeichel kemasukan juga selama Liga Champions ini.

Laga Perdana Euro 2016, Vardy Diprediksi Mengisi Bangku Cadangan Inggris

Telah menjadi berita panas dalam beberapa pekan terakhir ini, Inggris kedapatan kebingungan usai mendapatkan kabar jika taktik tim mereka tersebar luas ke tim-tim lain. Alhasil, Roy Hodgson selalu pelatih Three Lions akan mencoba mencadangkan James Milner dan Jamie Vardy di laga perdana kontra Rusia di pertengahan pekan depan.

Laga Perdana Euro 2016, Vardy Diprediksi Mengisi Bangku Cadangan Inggris

Sebelumnya kabar ramai menyebutkan jika dua penyerang haus gol milik Inggris macam Harry Kane dan Jamie Vardy akan menjadi duet maut di barisan depan tim garapan Hodgson. Hal ini dikarenakan kedua penyerang itu menunjukkan performa apik nya di setiap laga uji coba Inggris dan secara satu musim penuh mereka menjadi penyerang yang paling konsisten di Liga Primer Inggris.

Akan tetapi, dalam berita terakhir yang diturunkan oleh Daily Mail. Baik Vardy maupun Milner nampaknya akan menjadi penonton rekan-rekan nya bermain. Sebagai alternatif, Hodgson akan merubah taktik nya pada laga perdana nanti.

Kabar lebih lanjut menyatakan jika Hodgson memiliki alasan dengan tidak memasukan nama Vardy sebagai pemain inti berdasakan sang pemain baru kembali ke camp latihan timnas Inggris usai melangsungkan pernikahan dan posisi pemain Leicester City itu akan digantikan oleh Raheem Sterling.

Sedangkan posisi James Milner, Hodgson lebih menyukai misi serta visi Jack Wilshere dalam mengisi sektor gelandang tengah Inggris. Sehingga Milner akan menjadi pemain pelapis pada laga nanti. Akan tetapi, perihal keputusan Wilshere akan melihat pada perkembangan pemain Arsenal tersebut dan nama Adam Lallana menjadi jalan keluar Hodgson.

Euro 2016 sendiri akan resmi digelar pada 11 Juni dan di laga pembuka turnamen empat tahunan itu akan diisi oleh pertandingan yang mempertemukan tuan rumah Prancis kontra Rumania di Stade de France.

Tukang Pos Inggris Mendapat Kejutan Besar Karena Mirip Jamie Vardy

Jika kita update dalam media sosial, pastinya kita akan menemukan beberapa cerita menarik di dalam dunia sepakbola dan hal ini lah yang sedang terjadi di sepakbola Liga Primer Inggris. Dimana datang sesosok pria bernama Lee Chapman yang merupakan pria dengan pekerjaan sebagai tukang pos mendadak menjadi terkenal usai memiliki wajah mirip dengan pahlawan Leicester City, Jamie Vardy.

Tukang Pos Inggris Mendapat Kejutan Besar Karena Mirip Jamie Vardy

Hal ini mulai terungkap dengan tampil nya Chapman dalam sebuah acara perayaan Leicester City di dalam mobil klub, kejadian ini bermula ketikan Chapman diundang masuk ke dalam bus yang dihuni oleh para pemain Leicester dalam perayaan gelar juara Premier League.

Kejadian ini sontak membuat nama Chapman mendadak seperti bintang Holywood. Alhasil Chapman mendapatkan banyak pekerjaan berkat kemiripan wajah nya dengan Vardy. Bukan itu saja, dirinya juga mendapatkan kesempatan langka dengan ikut secara penuh dalam acara perayaan Leicester City.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah perusahaan Royal Mail, tempat Chapman bekerja mendukung penuh atas pekerjaan baru pria berusia 29 tahun tersebut. Dimana sang perusahaan dengan bijaksana memberikan izin kepada Chapman untuk cuti dari pekerjaan nya lebih dari enam bulan kedepan.

“Ini adalah mimpi yang sulit saya terima, namun saya senang dengan apa yang sudah didapat dan ini benar-benar mengejutkan saya. Saya adalah penggemar berat Leicester City dan kali ini saya mendapatkan kejutan berarti dengan hadir banyak fans yang mendukung saya,” ungkap Chapman kepada media.

“Terlebih laga ketika Royal Mail tempat saya bekerja menyambut saya dengan baik dan memberikan saya izin lama untuk mencoba pekerjaan baru saya. Akan tetapi merekan menginginkan saya untuk melakukan kegiatan amal untuk Asosiasi Stroke pada saat saya mengambil cuti selama enam bulan. Untuk itu saya merasa sangat senang dan ini sungguh fantastis.” tutup Chapman.

Juara Liga Inggris, Jamie Vardy Akan Luncurkan Buku

Musim indah telah datang ke kubu Leicester City dan tidak ada yang menyangka semua ini terjadi kepada mereka. Lantas penyerang andalan mereka, Jamie Vardy mengakui jika dirinya sangat senang dengan apa yang sudah dia raih bersama klub nya di musim ini. Rasa senang Vardy pun dikabarkan akan dia tuangkan dalam sebuah buku pertama nya dalam tema otobiografi tentang Vardy terkait dengan dongeng nya bersama Leiceter City.

Juara Liga Inggris, Jamie Vardy Akan Luncurkan Buku

Seperti diberitakan oleh banyak media termasuk dari media ternama, Daily Mail mengklaim jika buku itu akan resmi dipasarkan pada 20 Oktober 2016. Dalam rancangannya, buku ini menceritakan setiap rinci dari perjalanan karir Jamie Vardy hingga sekarang ini dan hal ini terlihat sebagai sebuah dongeng yang menarik untuk dibaca.

Sebagai bahan penambah jika perjalanan kecil Vardy dimulai ketika dirinya menjadi pemain amatiran, entah ada angin apa Vardy masuk dalam incaran klub Inggris dan Leicester City lah yang berkesempatan mendapatkan jasa sang pemain dari Flletwood pada tahun 2012 silam dengan harga 5 juta pondsterling dan bagai angin berhembus kencang, Vardy sukses mengantarkan Leicester City promosi ke liga Premier League.

Menjalani debut nya di Liga Premier League di musim 2014/15, Vardy nampak kesulitan dan Leicester City berjuang keras untuk tetap bertahan di liga tertinggi Inggris ini di musim depan. Entah ada ilmu apa, Vardy berhasil membuktikan dirinya di musim 2015/16. Dimana pemain timnas Inggris ini berhasil menjadi mesin gol tim nya dengan mencetak 22 gol dan berhasil membawa tim nya meraih gelar juara Liga Primer Inggris untuk pertama kali nya dalam sejarah klub itu berdiri.

Tidak berhenti sampai disitu, atas penampilan apiknya selama satu musim ini Jamie Vardy dianugrahi sebagai pemain terbaik Liga Inggris versi FWA (Footballer of The Year).

“Ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan, saya sudah mengharapkan ini sejak lama dan saya akan membagikan kisah perjalanan karir saya kepada publik. Semoga cerita ini bisa membuat kalian semua terhibur dan bermanfaat bagi kemajuan anda semua,” tutur kata dari Vardy.

Buku Vardy ini akan dirangkul oleh penerbit Penguin, dimana penerbit tersebut merupakan nama terbesar yang ada di Inggris. Terbukti legenda Liverpool, Steven Gerrard pernah juga menjadi sebuah buku cerita yang menarik yang kebetulan di terbitkan oleh Penguin.

Jamie Vardy: “Rasanya Tidak Bisa Dipercaya, Kami Bisa Jadi Juara”

Penyerang yang sedang naik daun dalam performanya diatas lapangan hijau, Jamie Vardy tidak bisa memendam rasa senangnya usai Leicester City memastikan diri menjadi kampiun Liga Primer Inggris musim 2015/16, menyusul hasil imbang 2-2 yang didapat oleh pesaing terdepan mereka, Tottenham Hotspur kontra Chelsea di Stamford Bridge dini hari tadi.

Jamie Vardy: "Rasanya Tidak Bisa Dipercaya, Kami Bisa Jadi Juara"

Pemain timnas Inggris itu mengaku sangat sulit untuk bisa menggambarkan apa yang ada didalam hati nya sekarang, karena ini merupakan nilai yang baru dalam memori nya selama berkarir di dunia sepakbola dan menjadi juara Premier League adalah hal yang baru baginya.

“Rasa nya seperti mimpi, saya tidak sadar apakah saya sedang bangun tidur atau saya masih tertidur lama. Jelas saya tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Sungguh luar biasa indah pada waktunya,” ungkap Vardy dikediaman nya bersama rekan-rekan Leicester City untuk nonton bareng Chelsea kontra Tottenham.

“Di musim lalu kami bekerja keras untuk bisa bertahan di kompetisi ini dan sabtu nanti kami akan mengangkat piala tertinggi Inggris,”

“Itu bisa kalian gambarkan seberapa keras kami bekerja di musim ini dan semua anggota yang ada di klub ini pastinya sudah memiliki bekal yang cukup untuk tetap bertahan sampai sekarang ini. INi merupakan suatu pencapaian yang besar dalam sejarah klub ini berdiri dan kami mendapatkan kehormatan yang fantastis untuk menjadi bagian dari ini,”

“Sebagai dari kesempurnaan ini adalah saya bisa menjadi salah satu bagian dari tim ini dan saya senang berada dengan mereka. Setiap menit kami melakukan kerja keras bersama dalam sesi latihan tim dan pada akhir nya semua kerja keras kami bernilai tinggi.” tutup Vardy.

Jamie Vardy: “Lebih Baik Main PlayStation Daripada Memikirkan Rival Terdekat”

Penyerang andalan Leicester City yang sedang naik daun, Jamie Vardy menyatakan bahwa dirinya saat ini sedang baik-baik saja dan tidak merasa tertekan. Dalam hal ini Vardy mencoba untuk melakukan aktifitas sehari-hari dengan normal, walaupun tugas berat menantinya di klub. Seperti kita ketahui bersama, bahwasan nya Leicester saat ini masih berjuang keras dalam perebutan gelar Premier League musim ini.

Jamie Vardy: "Lebih Baik Main PlayStation Daripada Memikirkan Rival Terdekat"

Sampai sejauh ini, Vardy merupakan sosok pemain yang berperan penting dalam kesuksesan Leicester City. Posisi puncak klasemen berhasil mereka raih dalam beberapa pekan terakhir tanpa ada ganguan sedikit pun dari klub lain, untuk sementara ini mereka unggul lima poin dari rival terdekat, Tottenham Hontspur dan juga di posisi ketiga Arsenal dengan selisih delapan angka. Namun penyerang timnas Inggris tersebut mengaku tidak memperhatikan hasil akhir yang didapat oleh pesaing nya dikarenakan dia lebih memilih untuk bermain video game di PlayStation.

Dengan acuan untuk menonton pertandingan Tottenham Hotspur melawan Arsenal yang berkesudahan dengan hasil imbang pada tengah pekan kemarin, Vardy kedapatan lebih asik memainkan video game favoritnya yang berjudul Gim Call of Duty, dimana game itu adalah tentang melatih cara melakukan tendangan bebas yang benar.

“Saya sering kali mendengar tentang hasil di hari Rabu kemarin, dimana hasil tersebut telah memihak kepada kami. Akan tetapi saya tidak memperdulikannya, karena saya lebih asik bermain Call of Duty di PlayStation,” terang Vardy.

“Semua orang tidak berpihak kepada kami,ini kita bisa lihat ketika awal musim berjalan. Semua beranggapan jika kami akan menghiasi zona degradasi dan tekanan mulai datang ketika kami mampu mencapai zona aman. Sampai pada akhir nya kami tinggal menikmati itu semua.” tutup Vardy.

Sementara itu, Leicester City baru saja melanjutkan tren positif nya dengan menghasilkan tiga poin sempurna. Dikala mereka bertandang ke markas Watford akhir pekan kemarin, Jamie Vardy cs mampu meraih skor akhir 1-0 lewat gol yang dibuat oleh gelandang asal Prancis, Riyad Mahrez. Dengan demikian mereka masih kokoh di posisi puncak klasemen sementara Premier League Inggris musim 2015/16.