Prediksi Skor Hari Ini Inggris Vs Montenegro 15 November 2019

Inggris Vs Montenegro 15 November 2019

Inggris Vs Montenegro 15 November 2019

Berita Sepakbola – Prediksi skor hari ini dari laga antara dua timnas yang kuat yakni Inggris Vs Montenegro 15 November 2019 mendatang akan menjadi laga menarik yang siap dihelat pada minggu ini. Laga seru pada pukul 02:45 WIB sebagai bagian dari Liga Kualifikasi UEFA Euro dan bertempat di Stadion Wembley.

Timnas Inggris kali ini akan bersiap menjadi tim tuan rumah. Di mana dalam laga sebelumnya, Inggris sukses menang atas timnas Bulgaria dengan skor 0 – 6. Menilik dari lima laga yang sudah mereka mainkan, Inggris tampil dengan cukup apik dengan tiga kemenangan, sekali kalah dan sekali hasil seri.

Dalam laga kandang ini, pastinya Inggris sudah bersiap dengan skema dan pasukan terbaiknya demi mencatatkan skor maksimal. Dengan meraih poin penuh dari laga ini, tim ini dapat mencatatkan peringkat terbaiknya dan menjauh dari zona merah di babak kualifikasi musim ini.

Sementara itu, ada Montenegro yang akan bersiap menjadi lawan Inggris kali ini. Dalam laga sebelumnya, tim ini menerima kekalahan kontra Kosovo dengan skor 2 – 0. Menilik dari lima laga yang dimainkan oleh Montenegro, mereka mencatatkan hasil buruk dengan sekali kemenangan dan tiga hasil kegagalan serta sekali hasil seri.

Catatan tersebut menjadikan timnas Montenegro harus lebih berbenah dalam melawan timnas Inggris. Untuk laga kandang ini, sejatinya Montenegro juga sudah bersiap dengan strategi dan pasukan terbaiknya dalam meraih poin penuh dari kandang Inggris.

Berikut ini merupakan data dan analisa terkini dari prediksi Inggris Vs Montenegro 15 November 2019 :

Inggris Vs Montenegro 15 November 2019

Head To Head Inggris Vs Montenegro :

26/03/19 KKE Montenegro 1 – 5 Inggris

12/10/13 KPE Inggris 4 – 1 Montenegro

27/03/13 KPE Montenegro 1 – 1 Inggris

08/10/11 KKE Montenegro 2 – 2 Inggris

13/10/10 KKE Inggris 0 – 0 Montenegro

5 Pertandingan Terakhir Inggris :

09/06/19 UNL Swiss 0 – 0 Inggris

07/09/19 KKE Inggris 4 – 0 Bulgaria

11/09/19 KKE Inggris 5 – 3 Kosovo

12/10/19 KKE Republik Ceko 2 – 1 Inggris

15/10/19 KKE Bulgaria 0 – 6 Inggris

5 Pertandingan Terakhir Montenegro :

11/06/19 KKE Republik Ceko 3 – 0 Montenegro

06/09/19 UJC Montenegro 2 – 1 Hongaria

11/09/19 KKE Montenegro 0 – 3 Republik Ceko

12/10/19 KKE Montenegro 0 – 0 Bulgaria

15/10/19 KKE Kosovo 2 – 0 Montenegro

Prediksi Susunan Pemain Inggris Vs Montenegro :

Inggris (4-3-3): Pickford; Chilwell, Maguire, Keane, Trippier; Mount, Rice, Henderson; Sancho, Kane, Sterling

Montenegro (4-2-3-1): Petkovic; Vesovic, Simic, Tomasevic, Stojkovic; Vukcevic, Kosovic; Jovovic, Ivanic, Jankovic; Mugosa

Prediksi Skor Inggris Vs Montenegro 15 November 2019: 3 – 0

Demikian info sepakbola terkini dari prediksi skor hari ini dari Inggris Vs Montenegro 15 November 2019. Semoga bermanfaat!

Jadwal Laga Posisi Ketiga Piala Dunia 2018

Jadwal Laga Posisi Ketiga Piala Dunia 2018

Tim yang tidak berhasil lewati babak semifinal piala dunia 2018 akan melangsungkan laga untuk memperebutkan posisi ketiga. Timnas Belgia dan Inggris akan bertanding sekali lagi untuk menentukan siapa yang layak berada di posisi ketiga.

Belgia dan Inggris adalah kedua tim yang pada babak semifinal Piala Dunia 2018 menelan hasil buruk. Belgia tunduk dengan skor 0 – 1 saat berhadapan dengan Prancis, sementara Inggris harus kalah melawan Kroasia yang berhasil mencetak 1 angka tambahan lewat extra time yang membuat skor akhir 1-2.

Kegagalan Belgia dan Inggris di babak semifinal membuat mereka harus bertanding sekali lagi untuk memperebutkan posisi ketiga yang akan berlangsung pada hari Sabtu (14/7/2018) pukul 21.00 WIB di Saint Petersburg Stadium, Saint Petersburg.

Sebelumnya Belgia dan Inggris sempat bertanding di babak penyisihan grup piala dunia 2018. Belgia berhasil keluar sebagai pemenang di laga tersebut dengan skor 1-0 lewat angka satu-satunya yang diciptakan oleh Adnan Januzaj.

Selang 1 hari usai laga perebutan posisi ketiga tersebut berlangsung, akan berlanjut laga antara Prancis dan Kroasia yang akan menjadi laga terakhir di piala dunia 2018 untuk memperebutkan trofi piala dunia 2018 yang akan berlangsung pada hari Minggu, 15 Juli 2018, di Stadion Luzhniki, Moskow. Dan tim yang kalah pada laga final nanti akan menempati posisi kedua.

John Stones Cetak Angka Istimewa

John Stones Cetak Angka Istimewa

John Stones Cetak Angka Istimewa

Ketika Inggris menangkan laga dengan skor telak saat berhadapan dengan Panama di Piala Dunia 2018 John Stones catatkan 2 angka. Untuk Stones  cetak angka itu terasa istimewa.

Di matchday 2 Grup G ajang Piala Dunia 2018 Inggris berhadapan dengan Panama yang berlangsung pada hari Minggu (24/6/2018) malam WIB di izhny Novgorod Stadium, The Three Lions menangkan laga dengan skor yang amat impresif yaitu 6-1.

Pada menit 8 John Stones awali keunggulan untuk timnas Inggris. Selanjutnya di menit 40 pemain bek dari Manchester City tersebut cetak angka lagi.

Untuk Stones cetak angka itu terasa istimewa. Karena sudah bermain 28 kali untuk timnas Inggris, itu menjadi cetak angka pertama Stones.

“Tak pernah terpikir bakal saya lakukan tentang 2 cetak angka tersebut!” ujar Stones tentang 2 cetak angkanya.

“Ciptakan angka pertama saya untuk Inggris merupakan sesuatu yang istimewa terutama di Piala Dunia ini. Saya bakal merasa lebih senang kalau menang dengan clean sheet, hal tersebut merupakan modal untuk menatap pertandingan selanjutnya dan semoga saya dapat ciptakan sejumlah angka lagi lewat bola mati.”

Inggris berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 usai meraih hasil oke melawan Panama. Tim yang dibesut oleh Gareth Southgate tersebut sekarang ini bakal mengejar status juara grup dengan Belgia di pertandingan terakhir yang akan berlangsung pada tanggal 28 Juni.

“Saya ingat 4 tahun yang lalu bisa lolos merupakan hal yang hebat, saat menyaksikan dan tahu seberapa kokohnya mereka bekerja keras untuk bisa lolos,” imbuh Stones.

“Sekarang ini, kami ingin bikin negara kami bangga dan tampil di laga ini merupakan momen yang istimewa, melihat ke mana kami dapat melangkah dan bisa lolos ke tahap selanjutnya.”

Target Kane Lampaui Messi dan Ronaldo

Target Kane Lampaui Messi dan Ronaldo

Target Kane Lampaui Messi dan Ronaldo

Usai di tingkat klub tunjukkan performa dengan konsisten, di ajang Piala Dunia 2018 Harry Kane mulai perlihatkan kebolehan. Untuk mengincar gelar pemain paling oke sedunia, Kane bersiap untuk bisa lampaui Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Belum lama ketika tundukkan Tunisia dengan skor 2-1 di Grup G, Kane jadi pahlawan untuk timnas Inggris. semua cetak angka angka untuk the Three Lions dicatatkan oleh Pemain Tottenham Hotspur ini.

Di musim 2014/2015 melangsungkan debut fullnya, Tak dapat dielak di ajang Premier League Kane jadi salah satu pemain penyerang paling konsisten. Sepanjang itu pula, Lebih dari 130 cetak angka, termasuk 41 cetak angka di sepanjang musim 2017/2018 sudah dicatatkan oleh Kane.

Label pemain paling oke dunia ada pada sosok Ronaldo dan Messi selama 10 tahun terakhir. Kane jadikan Ajang Piala Dunia untuk kejar 2 sosok bintang La Liga tersebut.

“Anda perlu mengincar sebuah hal yang tinggi untuk jadi seorang pemain paling oke di dunia. Anda tidak boleh mengincar suatu target yang lebih rendah,” ucap kapten Inggris tersebut.

“Di ajang besar ini saya berharap bisa perlihatkan diri. Bersama dengan para pemain paling oke di dunia, di atas sana dan tunjukkan performa yang oke saat berada di atas lapangan merupakan satu-satunya cara untuk lakukan hal tersebut dan juga ketika ada momen besar,” sambung Kane.

“Apa yang dinilai oleh orang-orang selama karier saya merupakan sebuah kesalahan dan saya ingin tunjukkan kalau saya dapat lakukan hal tersebut dengan membuktikannya di atas lapangan. Ronaldo bersama Messi merupakan pemain yang paling oke di dunia atas sana. Namun, itulah rintangannya.”

“Banyak orang yang mestinya lakukan hal tersebut dan Anda tak boleh membatasi diri Anda. Waktu cukup lama untuk bisa berada di tempat itu telah saya nantikan dan di atas lapangan menunjukkan diri,” kata sang kapten Inggris tersebut.

Chiesa Sebut Italia Mungkin Menangkan Laga

Italia Hampir menangkan laga melawan Inggris piala dunia 2018

Italia Hampir menangkan laga melawan Inggris piala dunia 2018

Italia perlu merasa puas akhiri aga dengan skor imbang 1-1 ketika berhadapan dengan Inggris. Tetapi, Federico Chiesa menganggap Gli Azzurri mestinya dapat raih hasil oke.

Pada pertandingan yang berlangsung pada hari Rabu (28/3/2018) di Stadion Wembley, Inggris ciptakan angka lebih dulu lewat aksi Jamie Vardy. Italia baru samakan skor lewat penalti Lorenzo Insigne di menit ke-86.

Penalti untuk Italia diberikan usai wasit manfaatkan VAR. James Tarkowski menginjak kaki Chiesa yang mengerang kesakitan usai kejadian tersebut.

Walau begitu, Chiesa menganggap Italia mungkin menangkan laga. Melihat beberapa kesempatan yang dihasilkan, Italia dikatakan olehnya layak raih cetak angka.

“Saya lekas sadar kalau itu penalti. Dia menginjak kaki saya. Saya sungguh harapkan penalti tersebut, sebab kami layak samakan skor dan melihat beberapa kesempatan yang dibuat, kami mungkin saja menang,” ucap dia.

“Saya amat lapar ingin samakan skor. Kami perlukan hal tersebut mengingat penampilan kami belakangan ini dan cetak angka tersebut angkat antusias para pemain.”

“Saya merasa senang dengan apa yang ditunjukkan tim pada babak pertama. Dengan kesempatan Ciro Immobile mestinya kami dapat raih keunggul lebih awal, sedangkan pada babak kedua kami lebih oke.”

“Kalau kami dapat optimalkan salah satu kesempatan di awal, hasilnya bakal amat berbeda. Kami pun oke di garis tengah, namun sayangnya Inggris unggul lebih awal sebab berhasil manfaatkan kesalahan kami. Namun yang paling penting kami dapat memberi respon dengan baik,” imbuh pemain yang berusia 20 tahun tersebut.

Giggs Kritik Habis Gaya Bermain Inggris

Ryan Giggs Tanpa ragu mengeluarkan pendapat perihal penampilan buruk Inggris. Dalam pentas kualifikasi Piala Dunia 2018, Giggs melihat jika permainan Inggris di dua pertandingan terakhir adalah drama ketakutan yang dikeluarkan Inggris karena disadari mereka memiliki karakter menyerang.

Inggris sendiri baru saja memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 Rusia. Namun hasil tersebut tak lantas menjauhkan Inggris dari banyak kritik termasuk kritik yang dilontarkan oleh legenda Manchester UNited tersebut.

Inggris memastikan diri terbang ke RUsia usai menang dua kali atas Slovenia dan Lithuania masing-masing dengan skor tipis 1-0 yang dinilai Giggs membuktikan bahwa Inggris masih memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan. Meskipun mampu memuncaki klasemen grup F kualifikasi Piala Dunia 2018 dan lolos langsung ke Rusia tahun depan.

Namun tetap saja, Giggs melihat permainan Inggris tak akan cukup untuk bersaing dalam partai sesungguhnya pada bulan Juni 2018 mendatang.

“Rasa takut sangat terlihat dari para pemain Inggris. Tekanan paling banyak yang dirasakan oleh para pemain ini adalah ketika mereka bermain untuk Inggris. Selain Rashford, semua orang terlihat ketakutan. Hanya imajinasi saja. Ketika saya bermain dilini tengah, hal pertama yang saya pikir adalah memberi umpan ke depan, dimana hal itu bisa memberikan ancaman bagi lawan,” ungkap Giggs.

“Tapi apakah itu yang dipikirkan lini tengah Inggris ini atau mereka berpikir akan lebih baik jika tidak memberikan umpan ke lini depan. Ini jelas tidak bagus dan sangat buruk bagi Inggris yang mempunyai karakter menyerang.” Giggs mengakhiri.

Giggs sendiri sampai saat ini belum menentukan masa depannya apakah akan jadi pelatih atau hanya mengisi waktu kosong dengan bermain bisnis. Beredar kabar bahwa Giggs akan kembali ke Old Trafford suatu saat nanti.

Rickie Lambert Pensiun

Rickie Lambert ucapkan kata perpisahan pada sepakbola. Pemain striker yang berasal dari Inggris tersebut secara resmi sudah pensiun.

Pemain yang berumur 35 tahun tersebut kali terakhir melangsungkan masa depannya bersama dengan tim Championship Cardiff City. Usai kontrak yang ia miliki tidak diperpanjang pada bulan Juli kemarin, Lambert kemudian menanggur dan tidak tampil di klub anyar lagi. Hasilnya, Lambert juga putuskan untuk keluar dari dunia yang telah besarkan dirinya itu.

“Saya merasa beruntung dapat tampil dalam waktu lama ini di olahraga ini,” ucap Lambert.

“Saya alami periode yang naik-turun dalam karier saya namun bermain bersama beberapa klub seperti Southampton, Liverpool, dan juga tampil untuk negara saya di Piala Dunia tersebut tak pernah terbayangkan sebelumnya,” lanjut pemain yang bermain di ajang Piala Dunia 2014 tersebut.

“Momen profesional paling oke saya ialah tampil dan juga ciptakan angka bersama Inggris. Saya bakal terus mengingat hal tersebut dari semua aspek berhubungan dengan seperti apa cara saya meraihnya.”

“Saya ucapkan terima kasih pada semua pendukung klub tempat saya tampil namun terutama pada Southampton di mana saya melangsungkan beberapa musim yang paling oke mnjadi pemain sepakbola dan juga miliki ikatan spesial dengan semua orang di klub tersebut.”

Lambert mengawali kariernya pada tahun 1992 usai habiskan masa mudanya di akademi Liverpool. Sungguh disayangkan, ia tak pernah tampil di tim senior The Reds dan malah awalinya bersama beberapa klub kecil seperti Blackpool, Macclesfield Town, Stockport Country, Rochdale, dan Bristol Rovers.

Kelangsungan masa depan Lambert baru gemilang usai tampil bersama Southampton pada tahun 2009 dan mengantarkan klub tersebut promosi pada musim 2012/2013. Sepanjang bermain bersama Soton, Lambert telah catatakan 117 cetak angka lewat 235 laga.

Penampilan yang luar biasa tersebut mengantarkan dirinya kembali ke Liverpool pada tahun 2014. Tetapi, masa depannya berakhir kurang baik sebab Lambert hanya ciptakan 3 angka lewat 36 laga. Ia lalu dilepas ke West Bromwich Albion 1 tahun kemudian.

Usai tampil di sana selama 2 musim, Lambert kali terakhir bermain bersama Cardiff pada tingkat Championship namun cuma ciptakan 4 angka lewat 19 performa.

“Terima kasih untuk semua pemain yang sempat bermain bersama  saya di klub dan juga manajer yang pernah melatih saya. Sebuah kehormatan dapat bekerja sama dengan Anda semua,” tutup Lambert.

Pochettino Berkomentar Soal Repotnya Para Tim Inggris di Liga Champions

Para tim Inggris baru-baru ini alami kerepotan di ajang Liga Champions. Sang manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino miliki respon tentang hal itu.

Belum ada lagi tim Inggris pada babak final Liga Champions, sedari terakhir kali manjadi juara di musim 2011/2012 lalu. Berarti dalam 5 tahun terakhir Inggris telah menepi pada babak final turnamen tersebut, sedangkan pada 5 tahun sebelumnya ada 4 wakil mereka di pertandingan final.

Lewat 5 edisi terakhir, para tim Spanyol ungguli dengan 4 kali menjadi juara selama 4 tahun secara berturut-turut. Sedangkan 1 edisi lainnya dimenangkan oleh tim Jerman. Italia telah 2 kali kirimkan wakil di babak final, walau terus kandas.

Untuk dirinya ikutnya para tim Inggris di babak final Liga Champions dikatakan oleh Pochettino karena perselisihan di ajang Premier League yang makin ketat. Hal tersebut bikin fokus para tim top Inggris makin terarah ke sana.

“Premier League merupakan ajang utama untuk tiap pemain yang bermain pada ajang Premier League. Kalau di Italia, keadaannya ialah Liga Champions adalah ajang paling penting di dunia. Namun di kultur Inggris, Premier League merupakan yang paling penting. Dan Piala FA,” ucapnya.

“Liga Champions dan Liga Europa tersebut adalah hal yang krusial, namun tidak pada tingkat yang sama. Hal tersebut amat tidak mudah untuk dijelaskan di luar Inggris, hanya jika Anda ada berada di tempat ini Anda dapat sadar dengan Premier League tersebut masif untuk tiap klub, dan juga para pemain.”

“Pada Spanyol atau Italia, mereka utamakan ajang Liga Champions daripada liga domestik. Dan para tim di tingkat lainnya utamakan Liga Europa daripada liga domestik. Hal tersebut masif,” kata dia.

sang manajer yang berasal dari Argentina tersebut pun katakan kalau jeda musim dingin paling tidak bakal menolong para tim Inggris bermain lebih oke. Walau begitu, merubah kultur di Inggris bakal jadi hal yang tak mudah.

“Masa sibuk berada di periode Natal, saat banyak ajang lain seperti La Liga, Serie A, dan Bundesliga beristirahat sejenak dan tak melangsungkan laga. Alhasil ialah tidak hadir dalam keadaan yang paling oke pada beberapa momen kunci Liga Champions dan Liga Europa,” lanjut Pochettino.

“Namun kami tidak dapat merubah itu. Seperti itulah Inggris, itulah kulturnya dan kami perlu menjadi cerdas untuk temukan cara lain supaya bermain kompetitif,” imbuh dia.

Rooney Putuskan Pensiun Dari Tim Nasional

Wayne Rooney

Wayne RooneySempat mengaharapkan kembali bermain bersama tim nasional Inggris, Wayne Rooney sekarang malah membuat keputusan mengejutkan. Rooney memutuskan untuk mengakhiri kariernya di timnas.

Waktu bermain Rooney bersama tim nasional Inggris memang banyak terpangkas setelah jarang dimainkan Manchester United musim lalu. Dia pun mulai ditepikan pasca turnamen yang berlangsung di Prancis tahun lalu.

Terakhir kali Wayne Rooney tampil bersama dengan squad The Three Lions adalah di laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan kesebelaran Skotlandia pada November 2016 silam.

Ingin mendapatkan jam bermain yang lebih banyak agar bisa kembali ke tim nasional, Rooney pun pindah ke Everton. Setelah mencetak gol di laga melawan Manchester City, Selasa (22 Agustus 2017) dini hari WIB lalu, penyerang berusia 31 tahun itu mengaku akan berbincang dengan manajer Inggris Gareth Southgate.

Namun pada prosesnya, Rooney justru membuat keputusan lain yakni untuk pensiun dari timnas. Rooney merasa sekarang waktu yang tepat untuk mundur.

“Saya sangat senang karena Gareth Southgate menghubungi saya pekan ini untuk mengatakan dia ingin saya untuk kembali ke tim nasional Inggris untuk pertandingan berikutnya. Saya benar-benar mengapresiasinya. Namun, setelah berpikir panjang dan keras, saya bilang pada Gareth bahwa saya ingin pensiun dari sepakbola internasional untuk kebaikan semuanya,” jelas Wayne Rooney di resmi pribadinya.

“Benar-benar berat rasanya ketika saya membuat keputusan ini, dan saya sudah membicarakan ini semua bersama dengan keluarga, manajer di Everton, dan orang-orang yang paling dekat dengan saya.”

“Bermain untuk tim nasional Inggris rasanya sangat luar biasa. Setiap kali saya dipilih sebagai pemain atau kapten, itu adalah sesuatu yang spesial dan saya berterima kasih kepada semua yang membantu saya. Tapi saya percaya ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhirinya.”

Wayne Rooney mulai memperkuat tim nasional Inggris senior di tahun 2003 silam. Sampai saat ini, Rooney tercatat sebagai top skorer sepanjang masa The Three Lions dengan 53 gol dari 119 kali penampilan di seluruh ajang kompetitif.

Jaga Tempat di Timnas Inggris, Hart ke West Ham

Joe Hart rasa tidak bakal lagi raih peluang untuk tampil jika terus berada di Manchester City. Untuk bisa pertahankan tempatnya di tim nasional Inggris, Hart pada akhirnya pilih untuk hijrah ke West Ham United.

Untuk 2 musim dengan beruntun, Hart melangsungkan periode peminjaman dirinya. Usai pada musim kemarin dipinjamkan pada Torino, penjaga gawang yang berumur 30 tahun tersebut bakal akhiri musim selanjutnya di West Ham.

Nasib Hart memang derastis berubah total sedari hadirnya sosok Pep Guardiola sebagai sang manajer baru City. Walau telah lewat bertahun-tahun sebagai penjaga gawang nomor satu The Citizens, ia dinilai tidak serasi dengan filosofi permainan yang diterapkan oleh Guardiola. Guardiola lebih suka dengan penjaga gawang seperti Claudio Bravo dan Ederson.

Menyadari kalau dirinya tak lagi raih posisi yang oke di City, Hart pun memilih untuk keluar dari klub. Ia perlukan waktu tampil dengan reguler supaya terus dipanggil ke tim nasional. Sebab Jack Butland, Fraser Forster, dan Tom Heaton kapan saja dapat mengambil tempatnya sebagai penjaga gawang inti The Three Lions.

“Saya sebelumnya telah bilang kalau tidak ada kesempatan untuk saya tampil bersama Inggris tanpa melangsungkan laga bersama dengan sebuah klub. Untuk tampil di timnas Anda wajib tampil di laga bersama sebuah klub, khususnya untuk tim yang memiliki kualitas tinggi seperti Inggris,” ucap Hart.

“Hal tersebut merupakan sebuah bagian dari proses berpikir, namun hal ini merupakan karier yang pendek dan saya cinta dengan sepakbola. Saya tidak miliki kesempatan untuk tampil bersama klub yang sebelumnya, maka tidak ada gunanya tetap berada di tempat ini,” lanjut dia.

“Saya berharap bisa tampil bersama tim yang inginkan sosok saya di timnya, inginkan saya tampil, dan saya ingin membayar atas kepercayaan yang sudah mereka berikan,” imbuh Hart.