Buffon Lebih Baik Dibandingkan Lima Tahun Lalu?

Gianluigi Buffon akui lebih baik dibanding lima tahun sebelumnya saat di Juventus

Penjaga gawang baru Paris Saint-Germain yaitu Gianluigi Buffon telah meyakini bahwa dirinya lebih baik dari lima, enam atau tujuh tahun lalu, padahal ia telah berusia 40 tahun. Ia pun juga mengungkapkan bahwa ia tak memiliki masalah dengan kiper lama PSG bahkan telah dianggap sebagai saudara sebelumnya.

Profile Gianluigi Buffon

Buffon merupakan pemain jebolan Parma Calcio yang dipromosikan ke tim utama pada tahun 1995, saat usianya 17 tahun 295 hari. Ia pun perlahan mendapatkan waktunya dan menjadi pemain penting di klub tersebut, bahkan sempat membantu timnya meraih Coppa Italia, Supercoppa Italiana dan Liga Eropa pada akhir kampanye 1998-99.

Gianluigi Buffon saat menyelamatkan gawang Juventus menghadapi Cagliari

Akhirnya pada musim panas 2001, ia diboyong Juventus dengan tebusan sebsar 52 juga euro, sebuah transaksi termahal Juventus sebelum dipecahkan oleh Gonzalo Higuain 15 tahun kemudian. Saat itu ia menggantikan posisi Edwin Van der Sar, yang dijual Juventus ke Fullham, dan berhasil memantapkan diri di Turin hingga 17 tahun. Tercatat ia telah dimainkan sebanyak 656 kali dan membantu Bianconeri meraih 19 piala di semua kompetisi diluar penghargaan pribadinya.

Namun walaupun ia telah berusia 40 tahun, ia tetap diminati oleh salah satu raksasa sepak bola Eropa, Paris Saint Germain, bahkan direkrutnya di musim panas kemarin secara gratis setelah Juventus tak memperpanjang kontraknya.

Buffon dan Performanya

Meskipun demikian, Buffon merasa performanya telah meningkat dan melampaui penampilannya di masa lalu. Ia pun sempat mengungkapkan kepada France Football dan mengatakan “Jika Anda bertanya kepada saya Saat usia 35 tahun, apakah Anda merasa berbeda dibandingkan hari ini?’ Saya akan mengatakan, ‘Saya pikir saya lebih baik’ hari ini.”.

Gianluigi Buffon akui lebih baik dibanding lima tahun sebelumnya saat di Juventus
Gianluigi Buffon akui lebih baik dibanding lima tahun sebelumnya saat

“Lalu kamu akan berkata, ‘Tidak mungkin’. Saya juga demikian. Kadang-kadang, saat saya pulang, itulah yang aku katakan pada diriku sendiri: ‘Tidak mungkin’. Namun, jauh di dalam diri sendiri, saya merasa lebih baik dari lima, enam atau tujuh tahun yang lalu. Saya tidak bisa mengatakan mengapa, mungkin karena saya mengubah pendekatan saya. “.

“Setelah, saat berada di usia ini, semuanya adalah masalah iri hati dan motivasi.”, tambahnya yang mengungkapkan bawa dirinya iri dengan kiper lain yang menjadikannya motivasi bagi dirinya.

Buffon dan PSG

Buffon telah dimainkan dua laga perdananya di Prancis dimana saat menghadapi Caen dengan mencatat clean sheet 3-0, sementara saat menghadapi Guingamp ia menelan kebobolan sekali dengan skor 1-3. Namun saat menghadapi Angers SCO, ia hanya menghangatkan bangku cadangan dimana Alphonse Areola ditunjuk sebagai kiper oleh Thomas Tuchel saat itu.

Ia pun mengungkapkan hubungannya dengan kedua kiper PSG sebelumnya dan mengatakan, “Dengan Alphonse dan Kevin [Trapp], kami memiliki hubungan yang sangat baik dan bagi saya, bahkan sebelum menjadi mitra, mereka seperti saudara,”.

Tiga kiper PSG : Gianluigi Buffon, Kevin Trapp dan Alphonse Areola
Tiga kiper PSG : Gianluigi Buffon, Kevin Trapp dan Alphonse Areola

“Sikap mereka dalam pekerjaan sehari-hari adalah teladan dan dalam tim, penting untuk memiliki banyak rasa hormat dan harga diri satu sama lain. Ini sudah merupakan titik awal yang baik.”.

“Sekarang, sepakbola telah banyak berubah. Sebuah tim seperti Paris Saint-Germain memainkan sekitar 60 pertandingan (selama semusim) dan saya berharap mereka akan bermain lebih dari musim lalu. Tampaknya tidak terpikirkan oleh saya untuk hanya memiliki satu pemain utama di posisi kiper dan apalagi [PSG] memiliki tiga penjaga gawang.”.

Sepertinya Gianluigi Buffon memang sangat percaya diri dimana ia telah meyakini bahwa dirinya lebih baik dari lima, enam atau tujuh tahun lalu, padahal ia telah berusia 40 tahun. Alphonse dan Trapp juga termasuk kiper yang berkualitas, sangat sayang jika Les Parisiens tak bisa menjaga mereka, seperti saat mereka melepaskan empat striker handal yang pernah dilepaskan PSG.

Kepindahan Buffon Penting Bagi PSG

Kepindahan Buffon Penting Bagi PSG

Kepindahan Buffon Penting Bagi PSG

Gianluigi Buffon yang hijrah Paris Saint-Germain disebut sebagai transfer yang sama dengan kepindahan Neymar dari Barcelona.

Pada musim yang lalu Neymar direkrut oleh PSG yang sekaligus menjadi pemecah rekor baru transfer pemain paling mahal di dunia dengan nominal mencapai 222 juta euro. Sementara Buffon pada musim panas ini baru di rekrut tanpa mengeluarkan dana transfer dari Juventus, sebab kontrak yang ia miliki bersama Juve telah berakhir.

Buffon sebelumnya pernah bilang pada akhir musim lalu ia ada niatan untuk gantung sepatu. Namun kenyataannya ia dengan PSG setuju dengan menandatangani kontrak yang akan mengikat dirinya selama 2 tahun kedepan.

Silvano Martina sebagai agen si pemain memberikan respon. Ia pun mengatakan bahwa PSG merupakan sebuah klub yang pas untuk clientnya. Di sana sosoknya akan sama penting seperti Neymar.

Belum lama ini, bersama Buffon PSG sudah menangkan trofi pertama di ajang Piala Super Prancis.

“Sesuatu yang baik datang sejak awal merupakan hal yang luar biasa di dunia sepakbola. Apapun itu semuanya mungkin, namun PSG merupakan sebuah klub yang luar biasa,” ucapnya.

“Sebelum mengatakan kalau ia dapat melakukan hal yang baik bersama klub besar lain selama beberapa tahun, ia sempat berkata bahwa ia merasa senang akan gantung sepatu.”

“Saya memberikan pesan yang dibalas oleh teman saya di sana agar Buffon langsung ke tempat itu. Mereka mengatakan kalau perekrutan Buffon menjadi hal yang sama pentingnya dengan transfer Neymar.”

“Buffon merasa senang dan bersemangat dengan hal ini, ia merasa seperti 10 tahun lebih muda. Kontrak selama dua tahun sudah diberikan, padahal client saya memikirkan kontrak tersebut hanya berlangsung selama setahun. Dan PSG mengatakan kalau mereka mengincar Buffon sedari tahun 2009,” kata sang agen.

Buffon Buktikan Dirinya Masih Kuat

Buffon Buktikan Dirinya Masih Kuat

Buffon Buktikan Dirinya Masih Kuat

Bergabung dengan Paris Saint-Germain akan menjadi sebuah pembuktian bahwa Gianluigi Buffon masih pantas untuk bermain pada tingkat tertinggi.

Sudah 17 tahun Buffon berkarier bersama Juventus, namun pada akhir musim 2017/2018 ia keluar dari Juve dan memilih PSG sebagai pilihan selanjutnya.

Banyak titel yang sudah diraih oleh Buffon selama berada di Italia. Hanya Liga Champions yang masih belum ia menangkan.

Bukanlah hal yang mudah berlaga di Ligue 1 Prancis yang terbilang kompetitif untuk pemain yang sekarang ini sudah berumur 40 tahun tersebut. Justru karena hal tersebutlah Buffon ingin mengukur kebolehannya serta memperlihatkan kalau dirinya masih layak tampil di sepakbola tingkat atas yang isinya para pemain bintang muda seperti Neymar dan Kylian Mbappe.

“Kemampuan yang masih saya miliki yang membuat saya berada di tempat ini. Menunjukkan bahwa saya masih bisa bermain dengan baik, ” Kata Buffon.

“Selama diri saya masih merasa baik, saya berharap bisa terus bermain selama mungkin dan membuktikan kalau saya masih yang terbaik. Namun saya akan pergi kalau memang sudah waktunya, “ sambung dia.

“Pertama kali berlatih, saya mengalami sedikit kesulitan karena kendalah bahasa yang digunakan oleh pemain lain, namun hal tersebut adalah sebuah tantangan dan saya merasa senang, “ ujarnya menambahkan.

“Saya bakal terlihat semakin kuat seiring berjalannya waktu, dengan rekan baru dan juga beradaptasi dengan atmosfer yang baru, Semua akan membaik, “

Berpisah dari Juventus, Berikut Fakta Menarik Gianluigi Buffon

gianluigi buffon pensiun

gianluigi buffon pensiun

Kiper terbaik dunia dari Juventus, yakni Gianluigi Buffon akhirnya memilih gantung sarung tangan setelah 17 tahun memperkuat klub Turin tersebut. Namun, Buffon ternyata tidak serta merta meninggalkan dunia bola yang membersarkan namanya.

Petinggi klub, yakni Andrea Agnelli mengungkapkan jika kiper berumur 40 tahun tersebut sudah mendapatkan tawaran untuk bermain di tempat lain.

Berita tentang pindahnya Buffon dari Juve diungkapkan secara langsung oleh dirinya sendiri lewat konferensi pers di hari ini, Kamis (17/5/2018). Secara pasti dalam laga Juve melawan Verona pada Sabtu (19/5/2019) yang akan digelar di Allianz Stadium tersebut merupakan laga pamungkasnya dengan si Nyonya Tua.

gianluigi buffon pensiun

“Sabtu lalu merupakan laga terakhir saya bersama Juventus dan saya meyakini hal tersebut merupakan yang terbaik untuk menyudahi pengalaman berharga dengan mereka,” ucapnya saat konferensi pers.

Sebelum kiper terbaik dunia tersebut memutuskan berhenti, Gigi sudah memperoleh banyak tawaran untuk karirnya selanjutnya. Hal itu juga dipaparkan saat menjalani konferensi pers.

“Sampai 15 hari yang lalu, disebutkan dengan jelas jika saya sudah memantapkan hati untuk berhenti. Akan tetapi, kala itu, beberapa tawaran dan tantangan yang baru sudah ada,” tambahnya lagi.

Berikut fakta menarik Gianluigi Buffon selama di Juventus :

  1. Buffon mengawali debut Serie A di tanggal 19 November 1995. Kala itu, Buffon berumur 17 tahun 295 hari.
  2. Sejak mulai debut sampai saat ini, dia sudah bersama-sama selama 22 tahun 180 hari. Buffon sudah bermain di 639 laga.
  3. Dirinya merupakan pemain Italia dengan caps paling banyak di Liga Champions yakni 117.
  4. Giorgio Chiellini merupakan pemain yang paling sering tampil dengan Buffon yakni di 247 laga.
  5. Mempunyai catatan rekor clean sheet di Serie A, tercatat sebanyak 974 menit.
  6. Buffon sudah menang sembilan kali scudeto, paling banyak dalam catatan sejarah.
  7. Dalam laga untuk semua turnamen di klub, Buffon sudah tampil di 875 laga dengan total 78377 menit. Kemasukan sebanyak 729 gol dan 383 untuk clean sheets.
  8. Semenjak Piala Dunia 1988 hingga kini, Gianluigi Buffon adalah kiper dengan penyelamatan paling banyak yakni 48.

PSG Ingin Merekrut Kiper Andalan Juventus Secara Gratis!

PSG ingin merekrut Gianluigi Buffon

Paris Saint-Germain secara mengejutkan telah memiliki rencana untuk dapat memboyong penjaga gawang berusia 40 tahun asal Italia yaitu Gianluigi Buffon. Pasalnya selain gratis, pemain tersebut merupakan kiper berpengalaman baik di klub maupun di timnas Italia. Walaupun telah memasuki usia pensiun namun di yakini oleh raksasa liga Prancis bahwa hal tersebut masih cukup menguntungkan mereka.

PSG ingin merekrut Gianluigi Buffon
PSG ingin merekrut Gianluigi Buffon

Memang Buffon menjadi sebuah nama yang melekat dengan Juventus dan timnas Italia hampir dua dekade belakangan. Bahkan ia telah dilibatkan oleh Bianconeri sebanyak 656 kali dalam kurun waktu 17 tahun dibawah gawang mereka. ia pun telah resmi memainkan pertandingan terakhir untuk klubnya  pada hari Sabtu kemarin menghadapi Hellas Verona di Alianz Stadium, dan menghasilkan skor 2-1.

Gianluigi Buffon dan piala terakhirnya bersama Juventus
Gianluigi Buffon dan piala terakhirnya bersama Juventus

Buffon sendiri sempat mengungkapkan masih ingin tetap bermain beberapa tahun kedepan dan ternyata masih ada klub yang tertarik terhadap pemain yang berusia 40 tahun. Bahkan klub tersebut bukanlah klub papan bawah, melainkan jawara Ligue 1 musim ini, yaitu PSG. Les Parisiens telah mengambil langkah lebih dulu untuk memanfaatkan pemain berpengalaman itu ke Prancis. Jika hal tersebut belum membuat anda terkejut, PSG diketahui telah memberikan gaji hampir dua kali lipat dari gajinya saat ini di Juventus.yaitu sebesar 8 juta euro per tahun.

Disinyalir PSG mau melakukan hal tersebut karena mereka ingin membuat situasi agar mereka terhindar dari sanksi Financial Fair Play karena mereka telah mengeluarkan dana besar untuk memboyong Neymar di musim panas lalu dan akan mempermanenkan Kylian Mbappe di musim panas ini.

Memang mereka memiliki dua kiper tangguh namun Alphonse Areola, yang telah membuat 43 penampilan di semua kompetisi pada 2017-18, sedang merundingkan kontrak baru di klub, sementara pilihan kedua mereka yaitu Kevin Trapp diketahui akan dilepaskan kepasaran. Dan dengan penambahan kiper berpengalaman seperti Buffon, diyakini akan mampu meningkatkan peluang mereka untuk berjaya di kompetisi Eropa. Selain itu, perekrutan Buffon juga berguna sebagai pembimbing Areola agar menjadi kiper kelas dunia dan mampu memperkuat mereka dalam jangka panjang.

Namun diketahui bukan hanya PSG yang tertarik kepadanya. Liverpool dan Manchester City diketahui juga tertarik untuk memperoleh tanda tangan Buffon, namun hingga saat ini belum diketahui apakah keduanya telah berani memberikan tawaran kongkrit seperti PSG. Selain itu ia juga ditawarkan oleh Juventus untuk menjadi salah satu staf mereka dimusim depan.

Dengan demikian pertimbangan Paris Saint-Germain yang secara mengejutkan untuk memboyong Gianluigi Buffon bisa masuk akal. Pasalnya selain gratis, pemain tersebut merupakan kiper berpengalaman baik di klub maupun di timnas Italia. Ia pun juga bisa menjadi pembimbing  kiper mereka agar performanya bisa lebih baik lagi. Bagaimana menurut Anda?

 

PSG Siap Gandakan Gaji Gianluigi Buffon

gianluigi buffon 2018

Sang juara Ligue 1 Prancis Paris Saint-Germain kabarnya bersedia menawarkan Gianluigi Buffon gaji dua kali lipat dari yang ia dapatkan di Juventus supaya mau hijrah ke Paris.

Buffon telah memastikan jika dia bakal pergi dari Juventus di akhir musim ini. Laga kontra Hellas Verona menjadi penanda akhir kebersamaannya untuk klub yang telah diperkuat selama 17 tahun itu.

Akan tetapi walaupun telah memutuskan bakal keluar dari Juve, Buffon mengaku belum berniat untuk gantung sarung tangan. Penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut justru mengaku menerima banyak sekali proposal dari klub-klub lain.

Setelah mengatakan dirinya bakal angkat koper dari Allianz Stadium, ada rumor jika Les Parisiens langsung ikut dalam perburuan tanda tangan Buffon. Bahkan mereka sudah menyodorkan kontrak dengan durasi dua tahun.

Kini menurut sumber yang kami dapatkan Paris Saint-Germain berjuang keras agar Buffon bersedia pindah ke Parc des Princes dengan cara menyodorkan gaji super banyak.

PSG disebut-sebut sudah memberikan penawaran gaji hingga delapan juta Euro per tahun baginya. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dua kali lipat dari yang ia dapatkan bersama.

Memang benar saat ini PSG cukup membutuhkan jasa Buffon. Pasalnya selain kemampuan yang masih mentereng, dia juga memiliki banyak sekali pengalaman dan bisa ia bagikan pada pemain-pemain lain.

Hal tersebut juga diharapkan mampu mengangkat prestasi tim Ibukota Prancis itu. Memang kita tahu bila selama ini PSG punya impian besar untuk menggondol trofi Liga Champions.

Pilih Pelakor Ini, Alena Seredova Masih Simpan Sakit Hati Pada Buffon

Gianluigi Buffon dan Alena Seredova sebelum bercerai

Gianluigi Buffon dan Alena Seredova sebelum bercerai

Model seksi Alena Seredova ternyata masih belum bisa lupa akan kisah buruknya saat bersama kiper terbaik dunia dari Juventus, yakni Gianluigi Buffon. Akan tetapi, saat ini dirinya merasa lebih baik dan banyak belajar dari kisah hidupnya tersebut.

Alena Seredova sendiri merupakan istri Gianluigi Buffon yang berpisah pada tahun 2014 silam setelah menjalin hubungan rumah tanggal selama tiga tahun. Perpisahan mereka didasari hubungan terlarang Buffon bersama Ilaria D’Amico.

“Hal itu masih menyakiti saya dan lebih buruk lagi, saya tahu hal tersebut dari media. Pastinya lebih baik jika sahabat dan keluarga yang mengabari saya soal hal ini,” ucap Alena.

Alena mengungkapkan jika berita itu membuatnya semakin terluka dan pastinya tidak akan terlupakan sampai saat ini. Akan tetapi, setelah merasakan sakit hati dan tertekan, dia akhirnya memutuskan untuk melupakan dan melanjutkan karir dan hidupnya lebih baik.

Ilaria-DAmico, selingkuhan Gianluigi Buffon

Saat ini, model dari Republik Ceko tersebut sudah bersama dengan seorang pengusaha bernama Alessandro Nasi. Sementara Buffon kian mesra dengan Ilaria dan memutuskan bertunangan tahun yang lalu.

Sementara itu, Alena dan Kiper terbaik dunia ini memiliki dua buah hati yang bernama Louis Thomas dan David Lee. Ilaria D’Amico sendiri juga sudah memiliki satu buah hati dengan Buffon, yakni Leopoldo Mattia yang lahir pada tahun 2016 lalu.

“Saya saat ini belum memiliki keinginan untuk menikah lagi. Keinginan terpenting saya adalah menjaga dan membesarkan anak-anak saya,” paparnya.

Walau demikian, Alena mengaku bahagia saat ini bersama Nasi. Dia mengatakan jika lelaki yang saat ini menjadi kekasihnya itu banyak memberikan bantuan dan kekuatan untuknya saat dalam kondisi jatuh dan terpuruk. Dia mengakui jika Alessandro adalah lelaki yang dapat menempatkan diri bersamanya.

Bahagianya Buffon Kembali Ke Timnas

gianluigi buffon 2018

gianluigi buffon 2018Gianluigi Buffon bakal kembali lagi ke tim nasional Italia dalam pertandingan persahabatan kontra Argentina dan Inggris. Keputusannya kembali ke Gli Azzurri sejatinya berbanding terbalik akan klaimnya beberapa waktu lalu ketika telah menyatakan mundur dari Timnas.

Saat bertarung melawan Swedia pada fase playoff Piala Dunia pada bulan November 2017 silam rencananya bakal menjadi pertandingan terakhir bagi penjaga gawang 40 tahun tersebut. Akan tetapi hal itu urung terealisasi lantaran nyatanya sang pemain masih mendapatkan panggilan dari Timnas.

Selain Buffon, pemain yang juga masuk ke skuat senior Italia untuk partai internasional mendatang ialah Patrcik Cutrone dan Federico Chiesa. Dua pemain itu disebut sebagai bintang masa depan mengingat usia mereka yang masih sangat muda.

Kemungkinan besar keduanya bakal melakoni partai debut bersama timnas senior takala Italia menghadapi Argentina pada 23 Maret mendatang dan ketikat menjalani pertandingan persahabatan lawan Inggris pada 27 Maret.

Kehadiran para pemain muda itu merupakan salah satu faktor pendukung kenapa penjaga gawang Juventus bersedia menerima kembali panggilan dari Timnas. Ia harap bisa memberikan contoh yang baik.

“Saya ada disini karena saya konsisten dengan apa yang saya bilang, dengan rasa tanggung jawab yang besar dan dua hal tersebut menjelaskan keberadaan saya,” ucap Buffon seperti dikutip dari Tribal Football.

“Para pemain muda bakal berkembang dan mereka telah bertumbuh, besok akan menjadi hari mereka. Ini merupakan alasan lain kenapa saya ada di sini dan saya pikir ini adalah langkah yang tepat,” paparnya.

Buffon Sebut Bonucci Mungkin Sesali Keluar dari Juve

Gianluigi Buffon berbicara tentang pindahnya sosok Leonardo Bonucci ke AC Milan. Penjaga gawang Juventus tersebut merasa kalau Bonucci mulai sesali keputusan yang telah dia ambil untuk keluar.

Bonucci keluar dari Juve dan kemudian bergabung dengan Milan pada bursa musim panas kemarin dengan nilai transfer mencapai nominal 42 juta euro. Transfer itu jadi salah satu berita yang mengejutkan pada musim panas kemarin.

Pindahnya Bonucci beritanya berawal dari rasa tak harmonis soal hubungannya dengan allenatore Juve Massimiliano Allegri. Namun kabar tersebut sering kali dibantah oleh pihak Juve.

Bersama Milan, Bonucci sekarang ini tengah lewati periode yang tidak mudah. Rossoneri tertatih-tatih di Serie A, yang membuat Vincenzo Montella dikeluarkan dari posisinya, dan terperosok ke urutan 11 dengan jarak 14 poin dari zona Liga Champions.

Walau sekarang ini sudah tidak satu klub, Buffon masih terus menjalin kontak dengan Bonucci. Penjaga gawang yang berumur 39 tahun tersebut merasa Bonucci mulai sesali kepindahan dirinya.

“Leo seperti saudara untuk saya sebab saya suka dengannya malah kelebihannya. Ia miliki beberapa nilai yang sehat dan, saat dimainkan pada konteks tertentu, ia merupakan titik kekuatan; sumber daya yang hebat,” kata Buffon.

“Lingkungan di Juve sempurna bagi dirinya dan saya sesali kepergiannya sebeb itu merupakan sebuah keputusan yang impulsif, didorong oleh harga diri.”

“Saya telah katakan pada dirinya tentang ini saat kami ngobrol dari waktu ke waktu dan ia katakan kalau itu bukan keputusan yang impulsif, namun lewat sebuah pertimbangan.”

“Leo hidup untuk rintangan dan ia perlu itu untuk menyalakan api tersebut dengan tegas, keputusan yang tak populer. Saya hormati keputusan tersebut, namun saya menyesal dan saya pikir sekarang ia juga amat menyesalinya,” kata Buffon.

Juve Terancam Tanpa Buffon dan Pjanic Hadapi Olympiakos

Menjelang pertandingan penentu di matchday terakhir Liga Champions berhadapan dengan Olympiakos, Juventus raih berita yang kurang oke tentang Gianluigi Buffon dan Miralem Pjanic.

Juve bakal melangsungkan laga ke kandang Olympiakos pada hari Rabu (6/12/2017) dini hari WIB di matchday terakhir Grup D. Bianconeri perlu hasil oke untuk bisa lolos ke babak 16 besar.

Namun Juve terancam tidak dapat keluarkan kekuatan paling okenya. Buffon dan Pjanic alami masalah fisik dan terancam tidak dapat tampil melawan Olympiakos.

“Higuain bakal tampil pada hari esok, sebab dilihat dari fisik dan mental ia baik-baik saja. Besok (Mario) Mandzukic bisa dimainkan, ada 2 persoalan yang bakal saya lakukan evaluasi pada hari esok,” kata Allegri saat konferensi pers.

“Pertama ialah Buffon dan yang satunya Pjanic, maka kalau mereka tampil, itu hal yang oke. Kalau tidak, 2 orang lainnya akan main,” sambung Allegri.

“Pjanic alami kelelahan otot dan Buffon bermasalah dengan betisnya, maka saya perlu lakukan evaluasi pada mereka besok sebab saya tak dapat ambil risiko memainkan pemain dan selanjutnya bikin mereka absen di banyak laga.”

“Kalau Gigi tak tampil maka (Wojciech) Szczesny yang bakal tampil, maka kami terlindungi, namun besok merupakan sebuah laga yang jauh lebih menantang dan penting daripada Napoli,” sambung Allegri.

Sedangkan Giorgio Chiellini dipastikan menepi sebab bermasalah dengan perutnya. Namun Mario Mandzukic yang pernah menepi menghadapi Napoli sekarang ini telah dapat bermain.

Juve ada di urutan 2 klasemen Grup D dengan catatkan 8 poin, cuma menang 1 poin dari Sporting CP. Juve perlu tundukkan Olympiakos untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions.