Terpuruk, Barcelona Semakin Tak Ditakuti

Info Bola La Liga – Barcelona sudah menjadi klub yang tidak ditakuti lagi. Hal ini dipaparkan oleh mantan pelatih dari Arsenal, yakni Arsene Wenger. Pendapat tersebut dia utarakan setelah menyaksikan laga seri tanpa gol yakni 0-0 kontra Slavia Praha, Rabu (6/11) dinihari tadi.

Arsene Wenger kian menekan dan menyebut performa dari tim asuhan Ernesto Valverde tersebut bukan laga yang menarik apalagi mereka hanya berhadapan dengan klub Republik Ceko. Menurutnya Barcelona tampil buruk ditambah dengan sikap para pemain yang kurang bersahabat.

“Walau Barcelona saat ini masih di atas klasemen La Liga musim ini dan grup mereka masuk ke Liga Champions, namun tim ini tampil buruk dan bermain seperti tim yang tanpa pemain terbaiknya, karena pola permainannya yang begitu lambat, tidak bertenaga. Saat mereka tidak dapat bola, mereka dapat kemasukan gol lawan karena tidak sigap menutupi kekurangan dari para pemain lawan,” tandas Wenger.

Lebih lanjut, pelatih senior yang saat ini menganggur tersebut mengungkap jika Barca merupakan klub yang menarik dan memiliki catatan sejarah permainan tim yang sangat baik. “Mereka memiliki Lionel Messi yang selalu tampil mengesankan di lapangan,” ungkapnya.

Akan tetapi, baginya dalam laga tersebut Barcelona selalu bergantung lebih pada Lionel Messi. “Saya tidak tahu apa yang terjadi, mereka lebih menunggu Messi bermain. Hari ini, Barca tidak memiliki kharisma lagi,” tegas Wenger.

Bagi Wenger yang menyudahi karirnya di Emirates sejak 2018 lalu, performa Blaugrana dalam laga tersebut terjadi karena kegagalan dalam dua laga Liga Champions sebelumnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Barca hanya dapat mencatatkan skor minim kontra Slavia Praha pada laga Grup F Liga Champions, bahkan pemain Ansu Fati juga tampil buruk.

Barca hanya mencatatkan satu poin dalam laga tersebut, setelah berhasil seri. Ernesto Valverde sebelumnya menurunkan Ansu Fati pada menit ke-65 menjadi pengganti Ousmane Dembele, demi meriah perubahan dalam laga tersebut.

Fati merupakan pemain pengganti kedua yang dimainkan pelatih Barcelona tersebut. Sebelumnya, Jordi Alba juga tidak dapat melanjutkan laga pada babak kedua, dan Sergi Roberto menjadi penggantinya. Setelah Fati masuk, Ivan Rakitic juga tampil sebagai pengganti Sergio Busquets.

Barcelona sebelumya menang dengan skor 2-1 atas Slavia Praha, ketika keduanya berlaga di akhir Oktober lalu. Gol Lionel Messi kala itu, menjadikan Barca unggul namun cepat disamakan tim lawan pada babak kedua. Meski berjuang keras, Barca dapat mencatatkan tiga poin dari gol bunuh diri Peter Olayinka.

Itulah Info Bola La Liga dari Barcelona melawan Slavia Praha. Semoga Barca kembali menjadi klub yang ditakuti.

Dipecat AS Monaco, Wenger Beri Dukungan Thierry Henry

Thierry Henry AS Monaco

Thierry Henry AS MonacoMantan manajer Arsenal, Arsene Wenger memberi dukungan kepada Thierry Henry agar bisa segera bangkit dari kegagalannya semasa menduduki jabatan sebagai juru taktik AS Monaco.

Setelah pensiun sebagai pemain, Henry tidak langsung meninggalkan dunia sepakbola. Setelah rehat selama beberapa waktu, ia kemudian terjun ke dunia kepelatihan. Henry diangkat sebagai asisten pelatih tim nasional Belgia, Roberto Martinez. Henry kemudian meninggalkan posisi itu untuk menerima pekerjaan sebagai pelatih utama AS Monaco di Ligue 1.

Henry mulai bertugas sebagai manajer AS Monaco sejak pertengahan Oktober 2018 silam. Namun prestasi Les Monégasques tidak lebih baik ketimbang di tangan pelatih sebelumnya, Leonardo Jardim. Di AS Monaco, Henry mampu meraih empat kemenangan, lima hasil imbang dan 11 kekalahan. Pada 24 Januari, pria asal Prancis itu akhirnya didepak dari klub tersebut.

Analisa Wenger
Menurut Wenger, Henry gagal di AS Monaco karena dia merapat ke Stade Louis II pada saat yang tidak tepat. Namun Wenger optimis bahwa di masa depan, mantan anak asuhnya tersebut akan bisa berhasil sebagai pelatih.

“Jika Anda datang di bulan Oktober, dan tim sedang dalam keadaan buruk, Anda hanya punya waktu tiga bulan. Karena pada bulan Januari setiap orang mulai menjadi gelisah bahwa segalanya dapat berjalan sangat buruk,” tutur Arsene Wenger seperti dilansir Sky Sports.

“Anda punya sedikit waktu ketika Anda tiba di pertengahan musim. Itulah yang dialami oleh pada Thierry. Bagaimana ia bangkit kembali akan sangat penting. Saya pikir ia memiliki kualitas untuk jadi pelatih hebat” jelas Arsene Wenger.

Keberuntungan dan Kerja Keras
Wenger mengawali karirnya bersama klub Ligue 2, AS Nancy. Ia kemudian pindah ke Jepang untuk menangani Nagoya Grampus Eight, sebelum akhirnya dia didaulat sebagai manajer Arsenal pada tahun 1996.

“Saya memulai pekerjaan saya bersama AS Nancy, saya memiliki orang-orang yang sangat menjanjikan di sekitar saya, dan banyak dari mereka menghilang sementara beberapa orang selamat. Mengapa? Anda harus bekerja keras.”

Arsene Wenger Belum Berniat Pensiun

arsene wenger 2018

arsene wenger 2018Pelatih veteran internasional Prancis Arsene Wenger menyatakan jika sekarang dia masih belum berniat memutuskan pensiun dari dunia sepakbola.

Sebelum ini Wenger sudah membesut Arsenal lebih dari dua dekade. Dirinya angkat kaki dari klub London Utara itu pada akhir musim kemarin atau tepatnya pada bulan Mei.

Mulanya sempat ada dugaan jika Wenger bakal melatih kembali usai pisahjalan dengan Tim Gudang Peluru. Namun rupanya pria kelahiran 68 tahun lalu tersebut tidak langsung balik berkecimpung lagi di dunia manajerial.

Dirinya menikmati masa-masa istirahat beberapa waktu belakangan ini. Akan tetapi dirinya juga menerima penawaran profesi sebagai seorang pandit. Setelah empat bulan meninggalkan Emirates Stadium, dia belum lagi menemukan pelabuhan baru. Wenger pun mendapat pertanyaan apa dia sedang memikirkan pensiun.

“Tidak, saya belum berniat pensiun,” jawab Wenger pada L’Est Republicain.

“Andai saja saya sedang memikirkan pensiun, saya telah melakukan itu sejak bertahun-tahun lalu. Saya sebentar lagi berusia 69 tahun pada bulan Oktober,” serunya.

The Professor menambahkan jika keinginan untuk pensiun tidak terbesit sama sekali dalam benaknya. Pasalnya dia memang ingin lebih dulu menikmati masa senggang.

“Jujur saja untuk sekarang ini, saya belum betul-betul berpikir tentang itu karena saya menegaskan dalam diri sendiri sesuatu yang mana dalam beberapa bulan pertama saya belum akan membuat keputusan,” tegasnya.

Unai Emery Resmi Gantikan Arsene Wenger Melatih Arsenal

Unai Emery resmi menjadi pelatih Arsenal

Setelah menjadi bahan spekulasi media, akhirnya Arsenal resmi membuat keputusan bahwa mereka akan mengangkat Unai Emery sebagai manajer baru mereka menggantikan pelatih lama mereka Arsene Wenger. Diketahui mantan pelatih PSG telah menandatangani selama dua tahun, sebagai awal permulaan ia mengasuh pertama kali di Inggris.

Unai Emery saat bertemu dengan Arsene Wenger di Liga Champions
Unai Emery saat bertemu dengan Arsene Wenger di Liga Champions

Memang  Wenger akhirnya turun dari kursi kepelatihan, setelah duduk selama 22 tahun tanpa pelatih pengganti diantaranya. Namun sayangnya ia tak mampu memberikan piala Liga Champions selama ia mengasuh Arsenal bahkan hanya meraih tiga piala Premier League, tujuh piala FA Cup dan tujuh FA Community Shield. Dan dengan momen inilah Arsenal berusaha mencari pengganti yang lebih layak yang mampu mendongkrak performa timnya, dan mengembalikan kejayaan mereka.

Beberapa kandidat telah menjadi bahan spekulasi, mulai dari Massimiliano Allegri, Thomas Tuchel, Leonardo Jardim, Joachim Low, Luis Enrique, Thierry Henry dan juga Pactrick Viera, namun dimenit-menit terakhirm mereka akhirnya memilih Unai Emery.

Emery merupakan pelatih berpengalaman dengan beberapa klub terkenal yang diasuhnya seperti Valencia, Sevilla, dan terakhir PSG. Di PSG. Ia pun diputuskan dari kontraknya oleh PSG karena performanya yang buruk dimusim terakhirnya, bahkan telah meraih empat piala di empat kompetisi domestik. Ia hanya melewatkan kesempatan meraih gelar Liga Champions, dimana saat itu pemain andalannya Neymar, mengalami cedera dan tak bisa dimainkan.

Unai Emery resmi menjadi pelatih Arsenal
Unai Emery resmi menjadi pelatih Arsenal

Ivan Gazidis selaku Chief Executive Arsenal mengungkapkan alasan klubnya memeilih pelatih PSG itu dan mengatakan, “Unai memiliki rekam jejak yang luar biasa dari kesuksesan sepanjang karirnya, Ia telah mengembangkan beberapa talenta muda terbaik di Eropa dan memainkan gaya sepakbola progresif yang menarik yang sangat cocok dengan Arsenal. Pendekatannya yang keras dan penuh semangat serta rasa nilai-nilainya di luar lapangan membuatnya menjadi orang yang ideal untuk membawa kami melangkah  maju. ”.

Sementara Stan Kroenke selaku pemegang saham mayoritas Arsenal, meluangkan waktu untuk mengungkapkan kepercayaannya kepada manajer baru padahal biasanya ia jauh dari pusat perhatian media. Meskipun demikian, Kroenke berkata, “Kami senang menyambut Unai ke Arsenal. Dia adalah pemenang yang terbukti. Kami yakin bahwa dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu dan dia akan bekerja untuk memberikan kemenangan kepada penggemar kami, staf, dan semua orang yang peduli dengan keinginan Arsenal. ”.

Mungkinkah Ia akan membawa kembali The Gunner meraih gelar juara Premier League setelah absen dalam 14 tahun terakhirnya? Atau bahkan meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya? Akan sangat menarik melihat Arsenal yang baru ditangan Unai Emery, setelah kursi kepelatihan mereka dilepaskan oleh Arsene Wenger yang menjabat selama 22 tahun.

 

Luis Enrique Tepat Gantikan Arsene Wenger

luis enrique 2018

luis enrique 2018Mantan kiper Arsenal David Seaman yakin jika Luis Enrique merupakan sosok yang pas sebagai suksesor Arsene Wenger.

Wenger bakal angkat kaki dari Emirates Stadium pada akhir musim usai bertahan di klub tersebut lebih dari dua dekade. Manajer internasional Prancis telah memberikan segudang kesuksesan bagi Arsenal muali dari tiga titel Premier League sampai tujuh trofi FA Cup.

Kini manajemen klub sedang dibuat pusing mencari pelatih anyar guna menggantikan Wenger. Beberapa nama mulai dihubungkan dengan Tim Gudang Peluru macam Patrick Vieira, Carlo Ancelotti hingga Thomas Tuchel.

Vieira menjadi kandidat favorit untuk menggantikan Wenger. Akan tetapi Seaman merasa Enrique lebih cocok bagi tim asal Kota London dibandingkan Vieira.

“Saya bingung untuk memilih mantan pemain, seseorang seperti Patrick Vieira, atau seorang pelatih yang berpengalaman,” kata Seaman kepada talkSPORT.

“Saya melihat Vieira ada di pinggir lapangan ketika melatih New York dan dia terlihat seperti Arsene. Dia hanya melihat. Dia tak berbicara ataupun berteriak, dia hanya melihat lapangan dan itu betul-betul mengingatkan saya pada sosok Arsene.

“Namun pekerjaan tersebut mungkin agak terlalu besar dan mungkin agak terlalu cepat untuknya, saya tidak tahu.

“Disamping itu saya menyaksikan seseorang seperti Enrique. Dia sudah sangat berpengalaman. “Dia meraih kesuksesan di klub hebat, sukses di klub hebat. Saya harap orang seperti dia datang dan memberikan ide baru untuk Arsenal.”

Saat ini Arsenal terpaku di posisi 6 klasemen sementara Premier League dan harus absen dari kompetisi Liga Champions musim depan.

Unai Emery Yakin Arsene Wenger Mampu Mengelola PSG Dengan Baik

Unai Emery dan Arsene Wenger berjabat tangan

Arsene Wenger dipastikan akan meninggalkan Arsenal setelah kampanye musim ini berakhir. Meski usianya telah memasuki 68 tahun, pelatih Paris Saint Germain yaitu Unai Emery , takkan heran jika ia kembali kenegaranya Prancis dan mengelola salah satu klub papan atas di Ligue 1. Ia bahkan juga yakin dengan pengalamannya bisa menjadikan dirinya sebagai pelatih kepala di PSG kedepannya.

Unai Emery dan Arsene Wenger berjabat tangan
Unai Emery dan Arsene Wenger berjabat tangan

Memang pada akhir pekan lalu, Wenger secara mengejutkan mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai manajer Arsenal setelah musim ini berakhir. Betapa tidak, pria asal Prancis tersebut telah menguasai bangku kepelatihan selama hampir 22 tahun secara beruntun, tanpa ada satu pun pelatih yang menggantinya. Bahkan di musim lalu saat para penggemarnya menginginkannya turun dari jabatannya dengan segera, ia tak bergeming dan menambah masa baktinya selama dua tahun lagi.

Meskipun Wenger pada akhirnya menyatakan keinginan untuk tak melatih Arsenal, Ia diketahui tidak memiliki rencana untuk pensiun dari dunia sepak bola. Ia pun diketahui menargetkan akan segera kembali bekerja dibalik layar, baik sebagai pelatih atau menjadi salah satu dewan klub.

Banyak yang mempertanyakan siapakah yang akan menggantinya, namun diantara beberapa kandidat, Unai Emeryadalah salah satu nama yang dikaitkan dengan Arsenal. Pasalnya mereka percaya kemampuannya sangat cakap walaupun PSG tak menginginkannya dimusim panas mendatang. Ini dikarenakan mantan pelatih Sevilla itu gagal mencapai tahap terakhir Liga Champions namun ia telah membawa raksasa Liga Prancis itu, telah menebusnya dengan meraih gelar juara Ligue 1 dan Coupe de la Ligue.

Massimiliano Allegri dan Thomas Tuchel
Massimiliano Allegri dan Thomas Tuchel

Disisi lain, Wenger pun telah dihubung-hubungkan untuk mengambil pekerjaan Emery di PSG. Namun ia memang bukanlah satu satunya kandidat pelatih yang akan mengisi kursi panas tersebut. Hal ini dikarenakan, PSG juga dikaitkan dengan Thomas Tuchel dan juga Massimiliano Allegri untuk mengambil alih juara Ligue 1 di musim panas.

Emery pun sempat mengungkapkan pendapatnya tentang kemungkinan Wenger melatih PSG dengan mengatakannya dalam konferensi pers belum lama ini,

“Dia adalah referensi pelatih untuk dunia sepakbola dan kami. Dia telah memberi inspirasi untuk olahraga ini,” katanya. “Setiap tahun, selusin pelatih bertemu di Nyon dan Wenger adalah referensi bagi kita semua. Dia juga selalu berbicara baik tentang saya.”.

“Saya sangat mengaguminya sebagai pribadi dan sebagai pelatih. Dia memiliki kualitas dan pengalaman untuk melatih tim-tim terbaik di dunia, seperti PSG.”.

Mungkin yang diungkapkan Unai Emery ada benarnya, namun melihat hasil yang diperoleh Arsene Wenger dari awal hingga ia akan meninggalkan Arsenal setelah musim ini berakhir tentu cukup mengherankan. Jika pelatih berusia 68 tahun itu  kembali ke Prancis dan mengelola salah satu klub papan atas di Ligue 1, hal itu masih memungkinkan namun jika mengelola Paris Saint Germain yang menginginkan semua gelar disemua kompetisi, rasanya sulit dibayangkan.

Arsenal Ingin menggantikan Arsene Wenger Dengan Lucien Favre

Arsene Wenger diambil alih oleh pelatih OGC Nice

Pengantian pucuk pimpinan kepelatihan Arsenal pasti akan terjadi dalam waktu dekat dan diketahui saat ini mereka telah mempertimbangkan manajer OGC Nice yaitu Lucien Favre sebagai calon pengganti dari Arsene Wenger. Hal ini diungkapkan oleh media Prancis L’Equipe, belum lama ini, namun pemilihan ini hanyalah daftar sementara saja yang karena mereka masih mencari kandidat yang lain.

Arsene Wenger dan Lucien Favre
Arsene Wenger dan Lucien Favre

Memang seperti yang diketahui bahwa keberdaan Wenger selama dua dekade lebih tak banyak membawa perubahan positif terutama dalam beberapa tahun belakangan. Tengok saja piala Premier League yang dihasilkan hanya sebanyak tiga kali dimana yang terakhir pada tahun empat belas tahun yang lalu.

Sejak terakhir kali mereka memenangkan gelar itu, mereka hanya memenangkan 4 Piala FA dan 4 gelar Community Shield. Bahkan dimusim lalu, Wenger tak mampu memberikan tiket menuju Liga Champions untuk pertama kalinya. Hal itu membuat masa depannya menjadi diragukan bahkan para penggemar klub sempat gerah dan sempat meneriakkan kampanye ‘Wenger Out’.

Diketahui Arsenal memiliki beberapa nama pengganti Wenger dan salah satu diantaranya adalah Lucien Favre, dimana saat ini Ia telah menjadi manajer OGC Nice selama dua musim terakhir.

Ia pernah menjadi pemain gelandang di beberapa klub Swiss yaitu Lausanne, Neuchâtel Xamax, Servette dan sempat setahun menuju Toulouse namun akhrinya kembali ke Servette. Ia pun sempat membela timnas Swiss sebanyak 34 kali dan menghasilkan sebuah gol.

Ia pun melanjutkan karirnya sebagai pelatih di Swiss pada tahun 1991 dan menghabiskan 16 tahun dalam memenangkan gelar dan promosi dengan 4 klub berbeda. Kemenangan terbesarnya adalah memimpin FC Zurich ke Liga Super Swiss pada musim 2005-06 setelah 21 tahun tanpa piala tersebut dan berhasil mempertahankan gelar pada musim berikutnya.

Ia pun beralih menuju Jerman membela Hertha BSC dan Borussia Monchengladbach. Walaupun ia belum bisa mendapatkan sebuah piala untuk klubnya namun ia sempat memenangkan empat penghargaan Manajer Terbaik Tahun 2009, 2011,  2012 dan 2015. I pun telah memainkan peran yang sangat penting dalam mengembangkan bakat muda seperti Marco Reus, Marc-Andre ter Stegen, Christoph Kramer dan Granit Xhaka.

Lucien Favre dan Granit Xakha di Monchengladbach
Lucien Favre berpeluang untuk mengasuh Granit Xakha di Arsenal

Setelah bergabung dengan OGC Nice di musim panas 2016, Favre memimpin klub asal Prancis itu ke posisi ketiga klasemen, dibawah AS Monaco dan PSG. Mata untuk detail, kecemerlangan taktik dan kemampuan untuk mendapatkan yang terbaik dari timnya membantu Nice untuk meraih gelar untuk sebagian besar musim ini.

Tim yang diracik oleh Favre selalu bermain dengan cepat, menarik, dan tajam dilini depan.. Dia tidak akan bertahan pada formasi tertentu dimana saat bersama Nice, Ia telah mencoba formasi 4-4-2 dan 4-3-3.

Karena alasan itulah walaupun Lucien Favre belum menghasilkan piala untuk timnya di Jerman dan Prancis, ia tetap dilirik oleh beberapa raksasa Eropa seperti Bayern Munich Paris Saint Germain dan terakhir Arsenal. Meskipun demikian Ia bukanlah satu satunya kandidat di Arsenal, namun tetap menarik untuk melihat langkahnya di musim panas mendatang,

 

Wenger Pasrah Kalau Akhir Musim Arsenal Memecatnya

Arsene Wenger Pasrah Kalau Arsenal Memecatnya

Arsene Wenger Pasrah Kalau Arsenal Memecatnya

Kelangsungan karier dari Arsene Wenger terus menjadi bahan perbincangan menyusul penampilan buruk yang ditunjukkan oleh Arsenal. Wenger hanya bisa pasrah kalau pada akhirnya dirinya dipecat oleh Arsenal pada akhir musim.

Wenger sesungguhnya belum lama ini telah perpanjang kontraknya bersama Arsenal pada musim panas kemarin untuk 2 tahun ke depan. Namun, penampilan dari Arsenal pada musim ini bikin kelangsungan kariernya menjadi tanda tanya.

Usai tidak berhasil ke ajang Liga Champions musim kemarin, Arsenal nampaknya tidak akan mudah menempati urutan 4 besar lagi musim ini sebab tertinggal sebanyak 13 poin dari Tottenham Hotspur yang menempati urutan ke 4 dengan sisa 8 pertandingan.

Tak hanya itu, Arsenal pun telah tergusur dari Piala FA dan tunduk di babak final Piala Liga Inggris. Satu-satunya ajang yang mungkin dimenangkan Arsenal ialah Liga Europa di mana mereka berada di babak perempatfinal.

Kalau saja Arsenal tanpa meraih titel di akhir musim, mungkin saja Wenger bakal dikeluarkan dari jabatannya. Hal tersebut Wenger sadari betul walau pada 1 sisi ia tak begitu percaya manajemen Arsenal akan lakukan hal tersebut.

“Anda perlu berkonsentrasi untuk bermain sebaik mungkin di klub dan lupakan yang lain. Semakin tua, Anda akan jarang raih diskriminasi usia,” ucap Wenger.

“Saya dapat terima hal tersebut, kalau hasilnya tak cukup oke, tiap pekerjaan kami ada konsekuensinya. Namun hal tersebut berdasarkan berbagai faktor yang berikatan dengan Anda, berapa lama Anda berada di klub, seberapa tua usia Anda, saya rasa keputusan tersebut (pemecatan) bakal tidak mudah untuk dilakukan,” lanjut dia.

“Namun sisanya saya akan terima. Pekerjaan saya amat tidak mudah dan saya perlu berikan hasil. Saya bertanggung jawab atas hasil yang ada,” tutupnya.

Wenger sebut Level Liga Europa Musim Ini Paling Tinggi

Arsene Wenger sebut liga europa musim ini sangat berat

Arsene Wenger sebut liga europa musim ini sangat berat

Sang manajer Arsenal, Arsene Wenger, menganggap kalau ajang Liga Europa musim ini telah sampai pada tingkat yang paling tinggi. Banyaknya para tim besar yang bermain menjadi alasannya.

Pada musim ini, Liga Europa banyak akan para tim besar. Tidak hanya Arsenal dan AC Milan, namun juga ada Borussia Dortmund, Atletico Madrid, dan Napoli.

Arsenal pribadi akhirnya berjumpa dengan Milan di babak 16 besar. Di pertemuan pertama pekan kemarin, The Gunners menangkan laga dengan skor 2-0 di San Siro.

Arsenal bakal mendapat giliran menjadi tuan rumah melawan Milan pada hari Jumat (16/3/2018) dini hari WIB di Emirates Stadium. Wenger bilang kalau ajang ini semakin tidak mudah.

“Liga Europa, kalau Anda lihat para tim yang ada di sana pada musim ini, amat hebat. Kami berhadapan dengan Milan untuk dapatkan peluang lolos ke babak perempat final. Coba Anda lihat, ada Milan, Borussia Dortmund, Atletico Madrid, Arsenal, semua tim Prancis,” imbuh Wenger.

“Anda miliki banyak tim yang oke di sana dan ajang ini mungkin menjadi musim dengan tingkat yang tertinggi dibanding sebelumnya,” sambung dia.

Menjelang menjadi tuan rumah melawan Milan, Arsenal tengah berada dalam momentum yang oke setelah menangkan laga menghadapi Watford dengan skor 3-0 di Liga Inggris. Wenger ingin timnya tampil konsisten.

“Konsistensi merupakan tanda kualitas dan hal tersebut merupakan kualitas yang amat penting untuk saya,” imbuh dia,

Arsene Wenger dalam Keadaan Paling Buruk di Kariernya

Arsenal kembali alami hasil buruk. Arsene Wenger pun sampai rasakan kalau ia berada di periode paling buruk dalam masa depannya sebagai manajer.

Hasil buruk yang dialami oleh Arsenal ketika berhadapan dengan Brighton & Hove Albion. Pada hari Minggu (4/3/2018) malam WIB di Amex Stadium, The Gunners tunduk dengan skor akhir 1-2.

Hasil negatif tersebut adalah yang kedelapan di tahun 2018, lewat 14 kali tampil pada tiap kompetisi. Mereka pun telah tunduk lewat 4 laga tandang terakhir di ajang Liga Inggris.

Peluang yang dimiliki oleh Arsenal untuk finis di urutan 4 besar dapat dikatakan telah tertutup. Mereka catatkan 45 poin, tertinggal 14 poin dari Tottenham Hotspur di urutan 4 klasemen. Harapan semata wayang sekarang ini cuma tersisa di Liga Europa, untuk raih piala juga untuk raih tiket ke Liga Champions pada musim depan.

Wenger juga merasa kalau dirinya ada dalam masa paling buruk dalam kariernya, namun masih percaya dapat kembali bangkit.

Arsene Wenger dalam keadaan yang buruk usai kalah melawan Brighton & Hove Albion

“Ini merupakan pertama kalinya berlangsung di selama saya menjalani karir saya, dan ini tidaklah mudah. Saya punya cukup pengalaman dan keinginan yang luar biasa untuk dapat merubah keadaan. Saat tim berusaha kembalikan kepercayaan diri, ini menjadi lebih sulit lagi,” imbuh Wenger.

Bagi Wenger, misinya sekarang ini yaitu untuk kembalikan rasa percaya diri pemain usai sejumlah hasil buruk dialami. Mau tak mau, Arsenal akan tampil semaksimal mungkin saat berhadapan dengan AC Milan di babak 16 besar ajang Liga Europa.

“Kami perlu bisa lewati masa seperti ini. Kembalikan mental dan fisik, kami punya laga lain di hari Kamis (berhadapan dengan AC Milan) dan selanjutnya melangsungkan laga pada hari Minggu,” kata Wenger.