Liga IndonesiaSerba Serbi

Satgas Antimafia Bola Bocorkan Sistem Kerja Vigit Waluyo

Satgas Antimafia Bola Bocorkan Sistem Kerja Vigit Waluyo

Sepak bola Indonesia kembali diterjang ujian besar dalam proses menjadi sepak bola yang bersih. Melalui wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, Brigjen. POL. Krishna Murti memberikan keterangan terhadap situasi tersangka, Vigit Waluyo.

Krishna menjelaskan bahwa saat ini timnya sedang melakukan pemeriksaan secara mendalam terkait posisi tersangka dalam hal pengaturan skor di Liga Indonesia. Lebih dalam dijelaskan bahwa proses pemeriksaan ini dilakukan di markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur.

Semua ini masih berkaitan dengan penangkapan terhadap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo yang menghadirkan sumber baru soal siapa saja yang ikut berperan dalam kasus pangaturan skor Liga Indonesia.

“Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap salah satu tersangka atas keterlibatan yang bersangkutan pada beberapa kegiatan pengaturan skor dan pengaturan pertandingan sepak bola yang dikelola oleh federasi, PSSI dan PT LIB,” cetus Krishna Murti kepada media.

“Ini adalah proses yang terus berlanjut, bukan kegiatan baru dalam rangka melengkapi berkas dan membongkar praktik kekeliruan dalam sepak bola nasional,” lanjutnya.

Dalam masa prosesnya, Krishna membocorkan bagaimana sistem kerja pengaturan skor itu berlangsung dengan melibatkan match fixing atau match setting di Liga 1 dan Liga 2. Berdasarkan nara sumber, tersangka menjelaskan nyaris semua klub Indonesia berperan dalam pengaturan skor dan pengaturan pertandingan.

“Tersangka menjelaskan jika dia melibatkan dua modus yaitu match fixing dan match setting. Match fixing bagaimana skor diatur oleh kebutuhan para klub yang ingin survive (selamat) dan ditanyakan siapa aja yang terlibat, katanya hampir semua,” Lanjut Krishna.

“Match setting yang terjadi Liga 2 yang mengatur siapa yang akan juara di tahun ini siapa yang akan juara di tahun berikutnya,” tutupnya.

Sampai detik ini, jutaan penikmat sepak bola Indonesia masih menunggu kejelasan kasus ini. Mereka berharap sepak bola Indonesia bersih dari tangan-tangan kotor tersebut, dan pastinya menuntut kepada PSSI untuk bisa bekerja secara maksimalkan dalam misi menuntaskan praktek memalukan ini.