Advertisement
Liga Inggris

Ranieri Yang Kembali Dijuluki The Tinkerman

claudio ranieri

Tinkerman atau lebih dikenal dengan tukang Utak-atik merupakan salah satu nama julukan Claudio Ranieri. Musim ini menjadi saat kembalinya The Tinkerman.

Julukan Tinkerman dilekatkan pada Ranieri kala ia membesut Chelsea, tepatnya di musim 2002-2003. Gara-garanya, media Inggris menyebutnya terlalu kerap merubah taktik (merotasi atau menggonta-ganti) skuatnya.

Paling tidak gonta-ganti pakem Ranieri pada waktu itu membuahkan tiket Liga Champions bagi Chelsea setelah finis keempat atas kesuksesan menundukkan Liverpool (2-1), yang kemudian finis kelima, di hari terakhir musim.

Sesudah itu sebutan Tinkerman terus melekat dalam sepak terjang Ranieri, walau faktanya manajer interasional Italia berusia 65 tahun tersebut tidak kemudian hobi-hobi sangat mengutak-atik skuatnya.

Semisal tahun lalu, Raniari hanya 33 kali melakukan perubahan, dari 38 laga, terhadap the winning team Leicester dalam perjalanan memenangi Premier League. Itu merupakan jumlah paling minim di kompetisi itu.

Namun musim ini sepertinya Tukang Utak-atik sudah kembali lagi. Hingga kompetisi sampai pekan lalu, Ranieri telah melakukan lebih dari 50 perubahan terhadap timnyaa dalam upaya memperbaiki performa dan hasil, secara khusus di liga.

Hal tersebut tak luput dari kenyataan jika Leicester, sang jawara bertahan, sekarang justru terperosok di papan bawah dan harus berjuang menyelamatkan diri dari degradasi sebuah cerita yang juga mesti mereka lakoni semusim sebelum menjadi jawara.

Sepanjang tahun ini The Foxes baru dua kali meraih kemenangan. Dua-duanya bukan di Premier League melainkan di Piala FA, dengan salah satunya bahkan melalui partai replay. Faktanya, di Premier League musim 2016-17 ‘Si Rubah’ memang baru lima kali menang dari total 25 laga yang telah mereka lakoni.

Akhir pekan nanti tidak ada pertandingan penting dalam usaha Leicester menjauhi zona merah yang sekarang hanya berjarak satu poin. Pekan mendatang Leicester harus melakoni laga 16 besar Liga Champions, babak kelima, Piala FA. Mereka lebih dulu berhadapan dengan tim divisi tiga Millwall