Liga InggrisSerba Serbi

Pembuat Patung Moh Salah Banjir Kritik

Mai Abdallah Salah

Mai Abdallah Salah

Dalam beberapa bulan terakhir ini, nama Mai Abdallah begitu terkenal. Setelah ditelusuri, namanya begitu viral akibat membuat patung penyerang Liverpool, Mohamed Salah. Pembuatan itu sendiri terjadi di Mesir yang merupakan negara kelahiran sang pemain.

Menariknya disini ketika pembuatan patung itu sebenarnya bukan sebagai ajang dipamerkan melainkan hanya digunakan sebagai bahan pembelajaran via video untuk para seniman amatir. Adapun sebelum hal ini terjadi, sudah terjadi dulu ketika patung Salah dipamerkan di World Youth Forum yang digelar di kota Sharm El Sheikh.

Patung ini diperkenalkan ke publik dengan gaya khas selebrasi Salah usai mencetak gol. Siapa sangka, jika dengan waktu kilat fotonya menjadi viral, banyak beranggapan bahwa viralnya foto tersebut karena dianggap tidak mirip dengan Salah.

Begitu banyak kritik pedas yang datang, Mai Abdallah pun mencoba membela diri dengan mengatakan hal itu biasa karena semua pembuatan patung sulit untuk menyempurnakan dengan yang asli. Adapun Mai Abdallah menyebutnya mirip musisi asal Amerika Art Garfunkel.

Tak berhenti sampai disitu saja, banyak juga yang menyebut jika patung Salah mirip dengan pemeran film Home Alone, Marv Merchant. Terlepas dari semua itu, Mai Abdallah melalui akun Facebook miliknya mengaku dengan tegas bahwa sebenarnya dia tidak ada niatan untuk memamerkan karyanya tersebut.

Disebutkan lebih dalam bahwa karya itu hanya sebuah pembelajaran bagi pemula yang ingin menekuni dunia seniman. Berikut ungkapan rinci Mai Abdallah dibawah ini.

“Ketika waktu menunjukkan saya mengerjakan karya ini, saya tidak mengerjakannya untuk WYF, atau tampilan saya, saya memulainya di sini bersama Anda. Saya menjelaskan setiap langkah, dan bersama-sama berhasil mencapai waktu yang tepat,”

Patung Salah

“Patung ini dibuat hanya untuk pemula yang ingin belajar hingga menjadi profesional tetapi memiliki bakat, dan ingin belajar cara sederhana untuk memulai perjalanan mereka, jika Anda kembali ke postingan lama saya, Anda akan menemukan semua rincian dan bagaimana semua orang mendapatkan hasilnya,”

“Disegn yang saya tunjukkan disini hanya berkesan sebagai pembantu orang saja. Banyak yang mengikuti langkah saya saat itu dan belajar cara memulai sendiri dari awal sampai akhir, meskipun pahatan mereka berbeda dari milik saya. Itu hanya sebuah patung penjelasan, yang saya lakukan dengan terburu-buru karena saya tertarik untuk memposting langkah baru setiap hari, meski semua penekanan datang dari pesanan patung kepada saya,”

“Tak menunggu waktu lama, saya akhirnya mempresentasikan kepada WYF. Sampai tahap cor, yang Anda lihat di foto, di mana patung itu berwarna putih, saya suka patung itu dan bangga karenanya. Secara umum, saya tidak suka siapa pun mengganggu pekerjaan saya sama sekali karena setiap detail penting.” tutup Mai Abdallah.

Dilanjutkan olehnya, bahwa patung itu selanjutnya dikerjakan lagi oleh pihak WYF meminta patung itu diwarnai menggunakan warna perunggu. Ia tak bisa mengerjakannya dan meminta orang lain menggarapnya. Dengan proses pengerjaan yang baru, dirinya pun kaget karena keluar dari aslinya.

“Ketika tekanan datang dari WYF dengan meminta mengganti warna patut tersebut, maka saya harus melakukannya, karena pencetakan membutuhkan waktu dan upaya. Saya terkejut dengan hasil pada hari terakhir sebelum saya harus memberikan patung itu ke WYF, namun apa yang bisa saya lajutkan,”

“Tidak boleh gagal, lantas mereka hanya tahu bahwa patung itu dibuat oleh saya, karena mereka sudah membayar dan menginginkannya. Jika ini adalah pameran pribadi saya, saya hanya akan menunjukkannya setelah saya puas dengannya. Terlepas dari semua itu, ini adalah hasil terbaik. Saya tidak sedih atau kecewa, juga tidak merasa menyesal,”

“Semua yang saya lakukan sudah maksimal, apa yang saya lakukan pasti karena kehendak Tuhan. Karena itu, saya tidak akan membiarkan komentar negatif membuat saya sedih, atau mempengaruhi saya sama sekali. Saya hanya berharap orang-orang akan belajar kritik secara terhormat, karena tidak ada yang bisa mentolerir jenis kritikan yang saya terima, akan tetapi saya tetap kuat.” tutupnya.