Pelatih Madrid Marah Karena Kebobolan Dua Gol Dalam Waktu Dua Menit

La Liga, Leganes vs Real Madrid, Real Madrid, Zinedine Zidane, Zinedine Zidane Real Madrid

Zinedine Zidane selaku pelatih dari Real Madrid belum lama ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa marah dengan performa tim saat menghadapi Leganes dimarkasnya, Estadio Butarque dalam ajang kompetisi La Liga. Pasalnya mereka kebobolan sebanyak dua kali hanya dalam waktu dua menit saja.

Memang dalam pertandingan menghadapi tim papan bawah Leganes, pada hari ini tanggal 6 April 2017 pukul 02.30,  Madrid berhasil mendapatkan poin penuh di akhir pertandingan. Mereka mampu unggul di setengah jam pertama setelah pertandingan dimulai. Bahkan mereka telah menjebol gawang lawan sebanyak tiga kali dalam waktu delapan menit. Namun sayangnya mereka juga kebobolan lima menit setelahnya bahkan dua kali dengan selang waktu dua menit.

Gol pertama di dihasilkan oleh James Rodriguez dimenit ke 15, disusul tiga menit kemudian gol dari Alvaro Morata. Lima menit kemudian Ia mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut setelah mendapatkan umpan dari Mateo Kovacic.

Sayangnya dimenit ke 32, Gabriel dari Leagens memperkecil kedudukan dari bola rebound. Selain itu dua menit kemudian Luciano menambahkan angka lagi untuk timnya dari skema tendangan pojok. Untungnya langkah mereka berhenti sampai disana hingga babak petama berakhir.

Pada babak kedua Morata memastikan timnya unggul dengan mencetak hattricknya dimenit ke 48 dan kedua tim tak mampu lagi merubah angka hingga babak kedua berakhir.

Sang pelatih Madrid pun menungkapkan perasaannya saat terjadinya moment tersebut. Ia mengatakan, “Kami telah membuat sebuah awal yang sangat baik, kami mampu mencetak dua gol pertama dalam waktu tiga menit dan setelah itu permainan berubah karena bagaimana mereka bereaksi. Itu karena mereka kurang konsentrasi, namun untungnya kemudian kami mampu mengendalikan babak kedua dengan lebih baik dan kami harus melupakan dua menit itu,”.

Pelatih asal Prancis itupun menambahkan, “Saat itu saya sempat marah, sangat marah. Kami telah membiarkan tim lawan kembali ke dalam permainan dan memang itulah sepakbola karena anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi. Hanya saja dalam waktu dua menit, kami membuat diri sendiri kesulitan namun kami mendapatkan gol keempat di awal babak kedua dan kami mengendalikan permainan. Jadi saya tidak mencemaskan tentang itu lagi,”.