Berita Sepak BolaBola DuniaGosipLiga InggrisSerba Serbi

Liverpool Menolak Dibeli 37,55 Trilyun Rupiah

Jurgen Klopp dan pemilik Fenway Sports Group - John W Henry

Menurut sebuah kabar yang diungkapkan oleh DailyMail, sepupu Sheik Mansour (pemilik Manchester City) yaitu Sheik Khaled Bin Zayed Al Nehyan, gagal mengambil alih Liverpool belum lama ini. Padahal ia telah memberikan proposal dengan suntikan dana sebesar 2 miliar poundsterling atau sekitar 37.55 trilyun rupiah, wow!

Pemilik Liverpool

Liverpool dimiliki oleh perusahaan investasi olahraga Amerika Fenway Sports Group (FSG), yang juga memiliki klub baseball di negara tersebut, Boston Red Sox. Mereka membelinya pada Oktober 2010 lalu, ketika mereka berada dalam krisis keuangan, bahkan sempat membeli Anfield, yang sebelumnya milik rivalnya Everton. Kini Liverpool telah membalikkan keadaan dan sekarang bebas hutang dan termasuk klub terkaya kedelapan di dunia.

Jurgen Klopp dan pemilik Fenway Sports Group - John W Henry

Bursa transfer Liverpool

Meskipun demikian, Liverpool tak memiliki anggaran belanja untuk membeli pemain dalam jumlah besar kecuali musim ini. Itu pengecualian karena mereka telah menjual pemainnya berupa Philippe Coutinho dengan nilai besar. Tak heran jika sebelumnya Liverpool selalu ‘nanggung’ untuk meraih gelar juara Premier League beberapa tahun kebelakang.

Ketertarikan Sheik Khaled Bin Zayed Al Nahyan

Hal ini sepertinya menggelitik Sheik Khaled Bin Zayed Al Nehyan, salah satu anggota keluarga Emirat yang memerintah di Abu Dhabi. Selain karena tertarik dengan hasil yang dimiliki sepupunya Sheik Mansour, Ia ingin memiliki investasi juga di bidang sepak bola juga. Apalagi setelah ada perubahan yang dilakukan Guardiola di Manchester City, yang cukup menggodanya,

Sheik Khaled Bin Zayed Al Nahyan  ingin mengambil alih Liverpool

Sheik Khaled Bin Zayed Al Nahyan ingin mengambil alih Liverpool

Ia diketahui telah mendekati pemilik Liverpool pada akhir 2017 dan awal 2018 untuk membahas pembelian klub tersebut. Bahkan ia pun rela melakukannya walaupun harus menjadi menjadi pengambilalihan paling mahal dalam sejarah sepakbola.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Midhat Kidwai, direktur pelaksana konglomerat perusahaan Sheik Khaled, telah bertemu dengan Tom Werner, ketua Liverpool di New York. Diketahui bahwa potensi pembelian tersebut ternyata joint venture antara mereka dan pemilik saham minoritas mereka yang berasal dari Cina.

Sayangnya walaupun Kidwai telah bertemu dengan Werner, perjanjian itu tidak mencapai tahap kesepakatan di mana pemegang saham utama Liverpool harus bertemu dulu dengan investor asal Abu Dhabi.

Hasil pertemuan kedua kubu

Namun pada akhirnya diketahui bahwa pemilik Liverpool telah jelas dalam pendirian mereka untuk tidak menjual salah satu aset mereka. Seorang juru bicara klub Liverpool sempat mengatakan,

“FSG telah jelas dan konsisten dalam pendirian mereka bahwa klub tidak untuk dijual. Apa yang telah dikatakan oleh pemilik – lagi-lagi jelas dan konsisten – adalah bahwa ‘di bawah syarat dan ketentuan yang benar, kami akan mempertimbangkan untuk mengambil investor minoritas, jika kemitraan tersebut adalah untuk memajukan kepentingan komersial kami di pasar tertentu dan sejalan dengan perkembangan yang berkelanjutan dan pertumbuhan klub dan tim. ‘”.

Sebelumnya, pada bulan Agustus 2016, klub juga sempat menepis kabar bahwa ada perusahaan investasi di Tiongkok yang sangat tertarik untuk mengambil alih klub lebih dari 1 miliar poundsterling. Dan hal itu memang tidak pernah terjadi.

Sepertinya telah jelas bahwa Liverpool tidak untuk dijual walaupun mereka tetap terbuka untuk investor minoritas. Apalagi mereka telah melihat klubnya yang diasuh oleh Jurgen Klopp mendekati perolehan piala pertamanya sejak 2012 lalu. Dan jika Liverpool mencapai kesuksesan di bawah Klopp, maka pengambilalihan di masa mendatang berpotensi akan jauh lebih mahal. Tak heran jika Liverpool menolak dibeli 37.55 trilyun rupiah.