Advertisement
Liga Inggris

Liverpool Dianggap Mulai Lesu dan Merasa Frustrasi

Liverpool Dianggap Mulai Lesu dan Merasa Frustrasi

 Goldewa.com-port, Phil McNulty menyoroti performa jelek Liverpool pada empat laga terakhir. Phil McNulty menilai The Reds kini terlihat indolen dan mulai merasa frustrasi.

Liverpool melaju kencang pada musim 2019/2020. Hingga pekan ke-27, The Reds belum pernah menelan kekalahan pada pentas Premier League. United hanya sekali gagal menang, ketika imbang lawan Manchester United.

Tetapi, petaka terjadi pada pekan ke-28. Secara mengejutkan, Liverpool kalah menggunakan skor tiga-0 atas Watford. Liverpool kalah telak menurut klub yg sedang berjuang lolos menurut zona degradasi.

Sebelum kalah menurut Watford, Liverpool lebih dulu kalah berdasarkan Atletico Madrid pada Liga Champions. Sempat bangkit dengan menang atas West Ham, Liverpool balik kalah. Watford & Chelsea memberi kekalahan bagi Liverpool.

Liverpool Sedang Menurun

Phil McNulty menyebut Liverpool sudah tetapkan standar yang tinggi sejak awal animo 2019/2020. Hal ini membuat satu hasil tidak baik mampu menjadi noda yg besar bagi tim arahan Jurgen Klopp.

“Tidak diragukan lagi, bagaimanapun pula, Liverpool kini nir berada dalam kondisi terbaiknya,” ulas Phil McNulty pada BBC Sport.

“Kenyataannya, Liverpool nir akan mampu mempertahankan level mereka selama satu isu terkini penuh,” ucap Phil McNulty.

Phil McNulty nir menampik bahwa performa Liverpool tengah menurun. Namun, dia juga nir setuju bila Sadio Mane dan kolega berada pada krisis akbar. Sebab, kekalahan berdasarkan Chelsea wajib dipandang dari sudut yg tidak sinkron.

“Kekalahan itu nir mengejutkan lantaran Jurgen Klopp melakukan rotasi pada Piala FA. Laga pada Stamford Bridge, dan ada pertaruhan besar bagi Frank Lampard & para anak asuhnya,” kata Phil McNulty.

Liverpool Nampak Lesu & Frustrasi

Walau tidak melihat Liverpool berada di titik paling rendah, Phil McNulty permanen memberi nilai buruk buat Liverpool. Dia menilai para pemain Liverpool mulai nampak lelah. Mereka sulit mempertahankan konsistensi performa.

“Liverpool ketika ini terlihat indolen, sebelumnya kata yang sempurna buat Liverpool yakni efisiensi, kekuatan & keterampilan misalnya mesin mereka buat mengalahkan versus,” kata Phil McNulty.

Selain itu, dia jua menyoroti terdapat banyak peristiwa di laga melawan Chelsea. Aksi tidak baik James Milner, jua marahnya Sadio Mane dalam mnt akhir laga. “Ada jua rasa frustrasi yang semakin akbar,” istilah Phil McNulty.