Liga ChampionsLiga Inggris

Lippi: Liga Champions Telah Menuntun Conte Bertahan di Chelsea

Antonio Conte tak mungkin meninggalkan Chelsea disaat seperti ini, meski Inter Milan siap menawarkan kontrak besar. Conte dilahat akan tetap berada di London lantaran ambisinya ingin melihat Chelsea berada di Liga Champions musim depan.

Ungkapan diatas sejatinya keluar dari mulut mantan pelatih timnas Italia dan Juventus, Marcello Lippi. Menurut Lippi, Conte adalah salah satu pelatih terbaik dunia dan sangat ideal dengan Chelsea karena bisa menyatu dengan cepat.

Conte sukses menjadi idola baru Premier League Inggris usai datang ke Chelsea di musim panas mendatang dan hingga kini sosoknya cukup andil memberikan posisi puncak sementara Premier League. Chelsea masih tetap berada di depan dalam mengejar gelar Premier League dengan jarak empat poin dari Tottenham Hotspur.

Conta yang belum genap satu musim mengarsiteki The Blues, sejatinya telah menjadi incaran Inter. Klub asal italia tersebut yang baru saja dikuasai pengusaha asal Tiongkok, Suning Group, dengan bantuan dana segar, dikatakan siap memberikan kontrak pada Conte selama lima tahun senilai 50 juta poundsterling.

Lippi juga menambahkan jika tawaran besar itu tak akan mengubah pikiran Conte untuk bertahan lama di Chelsea. Lippi yakin jika Conte sangat berhasrat ingin kembali membawa Chelsea ke pentas Liga Champions.

“Semua orang membicarakannya karena dia adalah satu satu pelatih terbaik dunia, namun kalian harus tahu jika dia akan bertahan di Chelsea dalam jangka waktu lama. Dia ingin membawa Chelsea ke Liga Champions, untuk itu saya tak yakin dia akan pindah,” ungkap Lippi kepada media.

Dilain sisi, Lippi juga menyinggung perubahan yang dilakukan Inter Milan ketika kepemilikan Massimo Moratti pindah kepemilik barunya dan AC Milan pindah kepemilikan kepada konsorsium Tiongkok. Menurut Lippi, perubahan Milan sangatlah tepat, dengan adanya pemilik baru ini, Lippi berharap kedua tim tersebut bisa kembali bersaing di pentas Eropa.

“Perubahan dua klub Milan bersama Massimo Moratti dan Silvio Berlusconi telah membuktikan betapa cintanya mereka kepada klub. Para klub tak bisa lagi dikelola oleh keluarga, harus melibatkan grup pengusaha dan untuk saat ini mereka adalah orang-orang Arab, Cina dan Rusia,” tutupnya.