Advertisement
Liga Spanyol

Lakukan Perayaan Gol Berbau Provokatif, Pique Bisa Dihukum

Gerard PiquePemain bertahan Barcelona, Gerard Pique ada kemungkinan akan menerima hukuman gara-gara perayaan golnya ke gawang Espanyol. Jika perayaan yang dilakukannya tersebut dinilai provokatif, Pique bisa dijatuhi skorsing.

Pique tampil sebagai penyelamat Barcelona dari kekalahan kala mengunjungi RCDE Stadium dalam pertandingan derby melawan Espanyol di jornada 22 La Liga, Minggu (4 Februari 2018). Pemain berkebangsaan Catalan mencetak gol di menit ke-82 untuk memaksakan hasil imbang 1-1.

Setelah menyarangkan bola ke gawang Los Blanquiblaus tersebut, Pique merayakannya dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya. Mantan pemain Manchester United ini mengarahkan isyaratnya itu ke pendukung tim tuan rumah.

Mengenai perayaannya tersebut, Pique mengaku hanya bereaksi terhadap cemooohan yang diarahkan oleh para pendukung Espanyol kepada dirinya dan keluarganya dalam pertandingan-pertandingan derby sebelumnya.

Presiden La Liga, Javier Tebas juga memberikan komentar mengenai perayaan gol Pique yang membuat para pendukung Espanyol naik pitam itu. Menurut Tebas, Pique bisa saja dijatuhi sanksi oleh komite disiplin apabila perayaannya dinilai provokatif.

Beberapa media olahraga di Spanyol mengklaim bek Barca itu mungkin terancam hukuman skorsing minimal satu pertandingan dan maksimal tiga pertandingan.

“Komite akan menentukan apakah perayaan gol yang dilakukan oleh Gerard Pique itu bisa dihukum, tapi kami akan menyerahkan keputusan kepada mereka,” ungkap Javier Tebas seperti yang dilansir dari Sport.

“Peraturan membuka kemungkinan bahwa gerakan-gerakan tertentu dalam merayakan gol bisa dianggap sebagai isyarat profokatif,” dia melanjutkan.

“Kami sudah mengamati fakta jika Espanyol sudah bermain dengan baik dan terjadinya momen itu, gol Pique, tidak ada satu pun hinaan yang dikirimkan kepada Gerard Pique ataupun keluarganya, sesuatu yang dikhawatirkan oleh komite.”

“Isyarat provokatifnya membuat suporter Espanyol mengeluarkan reaksi dan membalas dengan hinaan yang tidak bisa ditolerir,” demikian kata Javier Tebas mengakhiri pembicaraan.