Berita Sepak BolaLiga Inggris

Jawaban Solskjaer Soal Pemain Zaman Sekarang Berani Lawan Pelatih

Solskjaer mourinho

Solskjaer mourinho

Ole Gunnar Solskjaer menjadi sosok besar di Inggris, karena selalu mendapat perbandingan dengan sosok pelatih Manchester United sebelumnya, Jose Mourinho. Solskjaer sendiri memberikan beberapa penjelasan terkait hal itu dengan mengaku para pemain harus di perlakukan dengan cara yang berbeda.

Mourinho resmi mengakhiri karirnya di Old Trafford pada akhir tahun 2018 kemarin. Momen ini sempat dikeluhkan oleh Mourinho karena sepak bola modern ini, pemain memiliki posisi yang lebih diuntungkan ketimbang pelatih. Pemain tak lagi benar-benar takut atau hormat pada pelatih. Ungkapan ini mengindikasikan terhadap masalah antara Mourinho dengan Pogba.

Solskjaer pun tidak sepakat dengan tanggapan Mourinho, dimana dia melihat sepak bola memang berubah seiring berjalannya waktu. Solskjaer justru memberikan saran kepada Mourinho agar mau beradaptasi dengan gaya permainan sepak bola modern saat ini.

Adaptasi yang harus dilakukan pelatih tidak selalu bersikap tegas, dan harus ada pendekatan yang baik. Hal ini lebih dijelaskan secara rinci oleh Solskjaer seperti dibawah ini:

Zaman Berubah

Solskjaer mengaku mengalami dia masa itu, dimana dia pernah mengalami cara-cara lama, atau cara modern yang dia terapkan saat ini. Pelatih bisa jadi sahabat sekaligus pemimpin yang baik dan hasilnya ruang ganti dan semua pihak berjalan baik.

“Menurut saya, anda harus memperlakukan pemain dengan cara berbeda. Waktu telah berubah, saya sudah cukup tua dengan pemain-pemain yang lebih tua dan pelatih yang lebih tua, jadi saya paham betul tipe-tipe pemain seperti itu dan cara manajemennya,” cetus Solskjaer.

“Akan tetapi saya juga cukup muda untuk memahami pemain modern, dan saya punya anak – 18 tahun – dan saya sendiri sudah bekerja dengan pemain-pemain muda. Ini merupakan zaman yang berbeda.” tutupnya.

Solskjaer tak mau menyebut jika para pemain muda melawan pelatih. Hanya dia menyadari di dunia modern ini, dengan media sosial dan jalur interaksi lainnya, pemain memiliki cara untuk menyampaikan isi hatinya.

“Saya tak ingin mengatakan bahwa mereka menjadi lebih kuat, tapi ini memang berbeda karena adanya media sosial dan lingkungan mereka tumbuh, ini era yang berbeda. Sekarang semuanya bisa lewat Twitter, Facebook, atau apa pun itu dengan cepat. Selama itu tak berbahaya, itu hanya kenyataan yang harus kita jalani,”

“Mereka tidak boleh menghilangkan nilai-nilai tim. Jika pemain ingin membantu tim, mereka layak berada di sini. Jika mereka tak mau membantu tim, mereka tak pantas. Nilai-nilai dan keyakinan itu tidak berubah.” tutup Solskjaer.