Berita Sepak BolaBola DuniaLiga ChampionsLiga Prancis

Jalan PSG Menjadi Elit Eropa Masih Panjang?

Thomas Tuchel memiliki banyak ide untuk membuat PSG lebih baik

Sepertinya jalan PSG menjadi Elit Eropa masih panjang padahal mereka telah menebus dua pemain dengan tebusan tertinggi di dunia di musim lalu dalam bentuk Neymar dan Kylian Mbappe. Hal ini terbukti di pertandingan perdana kompetisi Liga Champions  musim ini, jawara Ligue 1 mengalami kekalahan, saat menghadapi Liverpool yang berada diperingkat keempat klasemen musim lalu.

Paris Saint Germain dan Kompetisi Eropa

Dalam enam tahun terakhir, PSG berhasil menyabet lima gelar Ligue 1, empat piala Coupe de France, lima piala Coupe de la Ligue, enam piala Trophée des Champions, namun sejak berdiri 48 tahun lalu, hingga kini mereka tak mampu merah gelar juara kompetisi elit Eropa, baik Liga Champions maupun liga Eropa. Memang mereka pernah memenangkan gelar International UEFA Cup Winners’ Cup dan UEFA Intertoto Cup namun kompetisi tersebut sudah dihentikan walaupun UEFA Cup Winners’ Cup sekarang menjadi Liga Eropa.

Prestasi pencapaian PSG hingga 2017-18

Prestasi pencapaian PSG hingga 2017-18

Ini berarti mereka juga tak memperoleh kejayaan di kompetisi internasional walaupun mereka telah diambil alih oleh Oryx Qatar Sports Investments (QSi) pada tahun 2011 lalu. Dana besar pun selalu dikucurkan oleh sang pemilik baru, untuk membeli pemain instan demi memperkuat posisi mereka di kompetisi domestik maupun Internasional.

Paris Saint Germain dan Liga Champions 2018-19

Di musim ini mereka akan menghadapi Liverpool, Napoli dan FK Crvena zvezda di grup C Liga Champions 2018-19. Namun saat menjalani pertandingan perdananya di kompetisi tersebut, PSG menelan kekalahan tipis dengan skor 3-2 di penghujung babak kedua. Dan ini sepertinya PSG masih harus berjuang keras di Liga Champions musim ini dan sepertinya pelatih mereka yang baru yaitu Thomas Tuchel sulit mengubahnya.

Perekrutan PSG di musim panas 2018

Perekrutan PSG di musim panas 2018

Mungkin mereka bisa menaklukkan FK Crvena zvezda (dari Serbia) dalam dua pertandingan berikutnya, namun menghadapi Napoli? Tentu mereka harus extra waspada walaupun diawal musim ini tim yang diasuh oleh Carlo Ancelotti mengalalami tak sempurna menjalaninya. Mereka pun harus membalaskan dendam atas kekalahan mereka di putaran pertama terhadap Liverpool.

Paris Saint Germain dan pemainnya

Lini tengah PSG bukanlah standar Liga Champions. Memang  Tuchel telah memulai dengan formasi 4-3-3 saat menghadapi Liverpool dengan Marquinhos dikerahkan sebagai gelandang bertahan darurat, karena absennya Marco Veratti. Bersama Angel di Maria dan Adrien Rabiot, Marquinhos berjuang melawan lineup Liverpool yang lebih baik. Pilihan yang tersedia di tengah untuk Tuchel juga tidak menakut-nakuti pasukan Jurgen Klopp dimana  Lassana Diarra dan pemain muda Cyrille Nkunku adalah satu-satunya pilihan lain yang tersedia.

Javier Pastore, Thiago Motta, dan Giovani Lo Celso tak tersedia di musim ini, dimana Pastore dijual ke Roma, Motta pensiun dan Lo Celso dipinjamkan ke Real betis.. Ini meninggalkan lubang besar di lini tengah PSG dalam hal kualitas. Sayangnya hal ini tidak membuat PSG menutupi hal ini dan mencari pemain ada pemain baru walaupun ada wacana keinginan mereka merekrut Julian Weigl dan N’Golo Kante.

Pemain bertahan PSG juga mengalami hal yang serupa dimana pemain belakang mereka tidaklah memukau. Tuchel sempat mengidentifikasi ini sebagai area bermasalah namun karena halangan pembatasan FFP, klub tidak bisa memperbaikinya. Merekapun membawa Juan Bernat untuk menggantikan Yuri Berchiche ke Atletic Bilbao, namun mantan pemain Bayern Munich itu bukanlah peningkatan dari Layvin Kurzawa. Dia juga secara sembrono memberikan penalti.

Perekrutan tak terencana

QSI memang memiliki dana besar untuk membeli pemain dan mereka tak segan-segan mengeluarkannya demi membeli pemain dengan harga tinggi. Namun banyaknya pemain bintang berharga mahal belum tentu cocok satu sama lain, termasuk ego yang tinggi. Mereka hanya akan mendapatkan pengakuan publik tentang betapa kayanya mereka dan luar biasanya pemain-pemain mereka.

Mungkin berhasil di kompetisi domestik, namun tidak berhasil jika diadu dengan klub di dari negara lain yang memiliki filosofi yang lebih matang dibandingkan dengan membeli pemain bintang. Sebut saja Liverpool dan Manchester City yang membeli karena kebutuhan dengan dana yang rasional.

Perekrutan Neymar dan Mbappe bukanlah hal yang salah, namun keputusan itu terlalu terburu-buru untuk saat ini. Ada baiknya dana 400 juta Euro lebih itu bisa dibagi untuk memperkuat semua lini. Toh sebelum kehadiran Neymar dan Mbappe, mereka juga mampu memenangkan piala di kompetisi domestik.

Tuchel membutuhkan waktu

PSG telah diasuh oleh pelatih berbakat seperti Carlo Ancelotti dan Emery, namun akhirnya mereka tak kuasa memberikan kejayaan di kompetisi Eropa yang diinginkan oleh dewan direksi. Tentunya penunjukkan Tuchel juga masih perlu dipertanyakan seandainya mereka ingin menjadi salah satu klub di elit Eropa. Pasalnya ia belum membuktikan kemampuannya menyabet banyak gelar di klub sebelumnya, bahkan hanya DFB Pokal 2016-17 lalu, walaupun  dia adalah salah satu pelatih muda yang cemerlang di Eropa.

Thomas Tuchel memiliki banyak ide untuk membuat PSG lebih baik

Thomas Tuchel memiliki banyak ide untuk membuat PSG lebih baik

Dia memiliki sistem yang ditetapkan seperti yang dilakukan oleh pelatih top lainnya. Seperti pelatih lain, ia membutuhkan waktu dan alat yang tepat untuk menyampaikan idenya. Setidaknya ia perlu dua jendela transfer lagi untuk merombak pemainnya, meningkatkan performa timnya dan menutpi kelemahan timnya. Dan ini berarti presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, perlu menahan diri dan membiarkan pelatih asal Jerman itu menerapkan ide-idenya.tentunya  tanpa pembatasan FFP musim panas mendatang, hal itu bisa saja terjadi. Namun saat ini Ia harus puas dengan apa yang dihasilkan para pemainnya.

Memang jalan PSG menjadi Elit Eropa masih panjang, namun dengan ide-ide seperti itu diatas maka hal yang telah lama mereka nantikan bisa terwujud dalam waktu dekat. Bagaimana menurut Anda?