Berita Sepak BolaBola DuniaPiala Dunia

Ini Pendapat Maradona Tentang Aksi Pura-Pura Cedera Neymar

Neymar merupakan pemain termahal dalam sejarah sepakbola, salah satu pemain terbaik di dunia, pahlawan negaranya, pahlawan klubnya, ikon pemain sepak bola dunia namun banyak yang menganggapnya ia menambahkan catatan buruk dimana beberapa pakar sebagai pemain yang sangat memalukan. Bagaimana tidak, saat menghadapi pertandingan Meksiko di babak perdelapan final Piala Dunia 2018, ia meluncurkan drama lagi, yang sempat di kritik langsung oleh pelatih Meksiko Juan Carlos Osorio dan juga mantan pemain bintang Argentina, Diego Maradona.

Pertandingan Brasil vs Meksiko

pertandingan antara Brasil vs Meksiko di Piala Dunia 2018

Pertandingan antara Brasil vs Meksiko di Piala Dunia 2018

Memang pada hari Senin kemarin pukul 21.000 WIB, Brasil menghadapi Meksiko di Cosmos Arena dan berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Mereka mengalami kesulitan di babak pertama walaupun banyak menciptakan peluang, namun mereka berhasil mecetak gol tersebut di menit ke 51 oleh Neymar dan di menit ke 88 oleh Roberto Firmino.

Namun aksi positif Neymar diimbangi oleh aksi negatifnya dimana Neymar terkenal dengan keahlian dramanya di lapangan. Ia menampilkan kelebihan lainnya yaitu melakukan diving atau berpura-pura mengalami cedera dengan reaksi secara berlebihan di beberapa titik. Dan puncaknya saat dua puluh menit tesisa sebelum pertandingan terakhir.

Neymar Menggelar Drama

Miguel Layun ia pun segera menghampiri Neymar yang sedang melancarkan aksinya dan mengambil bola yang ada di dekatnya. Namun entah disengaja atau tidak, ia mengijak kaki Neymar. Terlihat tak ada tekanan yang kuat namun dalam sepersekian detik sepertinya Neymar menyadari hal ini dan dengan segera ia menggelepar kesakitan, seolah tulangnya retak dan patah, tak bisa digunakan lagi.

Neymar drama cedera saat pertandingan brazil vs meksiko

Neymar overacting saat pertandingan Brazil vs Meksiko?

Layun pun terlihat tak mengerti apa yang terjadi, namun komentator Fox Sports yaitu Stuart Holden menggambarkannya sebagai “pelanggaran serius.” terutama jika disengaja. Namun pada kenyataannya wasit tak memberikan kartu kuning atau merah, walaupun terlihat kamera atau VAR.

Pendapat Publik Tentang Aksi Drama Neymar

Pelatih Meksiko yaitu Juan Carlos Osorio, berada di antara kritikus paling vokal Neymar setelah peluit akhir dibunyikan. Ia pun mengungkapkan di konferensi persnya dan mengatakan,

“Ini bukan contoh yang bagus untuk sepak bola, untuk dunia sepak bola, dan untuk semua anak-anak bermain sepak bola. Ini seharusnya menjadi olahraga yang menampilkan kemampuan, tekad, permainan pria, bukan karena terlalu banyak melucu.”

Legenda Argentina yaitu Diego Maradona juga sempat angkat bicara tentang aksi Neymar. Ia sendiri merupakan orang yang tahu betul bagaimana rasanya mencuri sorotan dari seluruh bangsanya setelah kejenakaannya selama trunamen ini saat Argentina masih bermain yang menjadi meme.

Ia mengungkapkannya kepada acara TV De La Mano del Diez, yang dikutip oleh Marca, dan mengatakan,  “Neymar harus diberitahu bahwa ‘apakah Anda membuat kami menangis atau Anda membuat kami tertawa,’.

“Ketika pemain Meksiko menginjaknya, saya ingin menangis tetapi melihat dia berlari dengan bola setelah kejadian itu, kemudian saya jadi ingin tertawa.”.

Neymar berdiri tegak dengan kedua kakinya saat memenangkan pertandingan antara Brasil vs Meksiko di Piala Dunia 2018

Neymar berdiri tegak dengan kedua kakinya saat memenangkan pertandingan antara Brasil vs Meksiko di Piala Dunia 2018

Ya, dengan aksi drama menggeleparnya itu, seharusnya ia ditandu atau digantikan oleh pemain lain. Namun kenyataannya ia terus dimainkan dan berlari ditengah lapangan, mencoba mencetak angka lagi.

Tak ada yang menyangkal tentang bakat dan skill Neymar sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola. Namun jika melihat aksi dramanya dilapangan saat Brasil vs Meksiko di perdelapan final, maka, ia sendiri yang akan rugi kedepannya. Apalagi hal ini bukan hanya satu atau dua kali saja bahkan saat bermain di Barcelona atau PSG.