Advertisement
Berita Sepak Bola Liga Inggris

Ibrahimovic Belum Bisa Lepas Dari Bayangan Gaji Besar Di PSG

Zlatan Ibrahimovic telah menghadirkan cerita indah diberbagai liga elite Eropa dan kini sang pemain akan menjalani keras nya Liga Primer Inggris untuk pertama kali bersama Manchester United. Kapten timnas Swedia itu telah resmi menjadi pemain Setan Merah usai tidak memperpanjang kontrak nya dengan Paris Saint Germain.

Ibrahimovic Belum Bisa Lepas Dari Bayangan Gaji Besar Di PSG

Keputusan Ibra sendiri menimbulkan pro kontra, mengingat besaran gaji yang dia terima lebih besar di PSG ketimbang di Manchester. Maka dalam kesempatannya, Ibra mengakui sampai saat ini masih merindukan gaji yang dia terima di musim akhir 2015/16 kemarin.

Bersama Manchester United, Ibra datang dengan status bebas transfer. Pasalnya sang pemain telah mengakhiri masa bakti nya di Paris sesuai dengan masa kontrak yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Semasa bakti Ibra di PSG, dia sudah memenangkan empat trofi Ligue 1 dan mencatat banyak rekor pribadi, termasuk salah satunya menjadi top skorer sepanjang masa klub dan mencetak hat-trick tercepat di Prancis sepanjang sejarah liga itu berdiri.

“Saya belum bisa melepaskan bayang-bayang besaran gaji PSG dan saya merindukan gaji terakhir saya di musim kemarin,” ungkapan Ibra sambil tertawa.

Terlepas dari itu semua, Ibra juga memberikan sedikit masukan untuk mantan klub nya itu agar bisa mendapatkan banyak gelar di masa yang akan datang.

“Filosofi mereka sangat kuat, dengan mendatangkan banyak pemain baru berkualitas, maka akan sangat memungkinkan klub mendapatkan banyak gelar dan Liga Champions masih menjadi target utama mereka. Namun jika gelar Liga Champions akan mudah diraih, maka semua ini terlihat seperti membalikkan kedua telapak tangan.” kata penambah dari Ibra.

“Jelas bukan itu jalannya, kerja keras, sabar dan selalu berusaha tanpa mengenal menyerah adalah salah satu kunci kesuksesan tim. Kita bisa melihat dari klub-klub lain dengan kesabaran dan kecerdikan mereka dalam mengatur tim telah menjadi nilai berharga di akhir,”

“Kini masalah itu bukan lagi urusan saya, itu sudah menjadi masalah mereka sendiri dan semoga saja mereka bisa lebih baik dari sebelumnya.” tutupnya.