Advertisement
Gosip

Gara-gara Mantan Pacar, Nasri Terancam Sanksi Berat

anara atanes

Samir Nasri terancam hukuman larangan bermain empat tahun lamanya akibat kasus Drip Doctor. Pasalnya, WADA menilai, ‘obat’ yang diberikan oleh Drip Doctors kepada Nasri termasuk doping. Apabila sanksi itu benar-benar menimpa Nasri, dirinya akan sial betul. Alasannya kasus Drip Doctor tersebut takkan terkuak apabila sang mantan kekasih, Anara Atanes, tak membajak akun twitternya.

Cukup konyol, namun memang terjadi. Banyak orang masih belum lupa kejadian antara Samir Nasri dan Drip Doctors tahun lalu. Mulanya akun twitter Drip Doctors memention akun Samir Nasri, jika klinik itu membantu gelandang Sevilla ini menjaga kebugarannya dengan treatment khusus. Lantas akun Nasri menjawab twit tadi dengan menyebut, Drip Doctors tak cuma memberi pelayanan biasa, tapi juga ‘plus-plus’.

Akhir-akhir ini disebut oleh GiveMeSport, bukan Nasri yang membalas mention Drip Doctors. Melainkan bekas kekasihnya, Anara Atanes. Bisa jadi Anara memiliki dendam pribadi pada Nasri sehingga membalas dengan cuitan yang amat vulgar. Satu hal yang pasti, gara-gara kalimat tersebut kini Nasri terancam sanksi berat.

Pasalnya, WADA (World Anti-Doping Agency) akan melakukan penyelidikan, layanan apa yang diberikan pada Nasri. Bila sampai treatment itu termasuk doping yang berarti memberi kebugaran ‘ekstra’ kepada sang mantan pemain Arsenal, hukuman larangan tampil bisa menyerang Nasri.

Situs Drip Doctors merilis klien mereka mendapatkan “infus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh”, yang isinya adalah “vitamin C dan vitamin B” dan melibatkan “satu liter hidrasi”. Masalahnya dalam aturan WADA, terapi intravena seperti yang dilakukan Drip Doctors, tidak diperbolehkan dalam dosis lebih dari 50 mililiter per enam jam.

Sevilla sebagai klub peminjam Nasri dari City ikut mendukung penuh kepada si pemain sekaligus menjamin posisinya dalam skuat tidak terganggu selama masa investigasi oleh WADA.

Jubir WADA, Ben Nichols, mengatakan jika Nasri terbukti doping akan dihukum empat tahun lamanya.