Menangkan Treble Internasional, Henderson Masuk Jajaran Kapten Top Dunia

Jordan Henderson Liverpool

Jordan Henderson Liverpoolgoldewa.com – Menyusul jejak Sergio Ramos dan Andres Iniesta, Jordan Henderson menobatkan diri sebagai salah satu dari tujuh kapten di Eropa yang pernah mengantarkan timnya memenangkan gelar treble internasional.

Jordan Henderson baru saja mengantarkan Liverpool jadi juara Piala Dunia Antarklub 2019. Henderson membantu The Reds memenangkan trofi tersebut setelah mengalahkan Monterrey di babak semifinal dan Flamengo di babak final.

Kemenangan ini sendiri sangat bersejarah untuk Liverpool. Ini adalah pertama kalinya tim yang bermarkas di Anfiled Stadium ini meraih trofi tersebut di sepanjang sejarah mereka.

Kemenangan tersebut juga menciptakan sejarah baru. Liverpool jadi satu-satunya tim asal Inggris yang bisa mencatatkan treble internasional di tahun kalender yang sama. Tim asuhan Jurgen Klopp sebelumnya menjadi juara Liga Champions 2018/2019. Setelah itu mereka memenangkan trofi Piala Super Eropa.

Bagi Henderson, kemenangan itu juga mencatatkan sejarah penting. Ia sekarang berstatus sebagai satu-satunya kapten berkebangsaan Inggris yang pernah mengantarkan klubnya memenangkan gelar treble internasional.

Namanya pun berhak masuk ke jajaran elite kapten di Eropa yang pernah meraih prestasi yang sama. Sebelumnya yang pernah memenangkan predikat serupa adalah Sergio Ramos, kapten Real Madrid serta Andres Iniesta, mantan kapten Barcelona.

Tidak mudah untuk bisa mencatatkan prestasi ini. Pemain legendaris seperti Paolo Maldini dari AC Milan dan Javier Zanetti dari Inter Milan sempat hampir melakukannya, namun sayangnya mereka gagal.

Prediksi Sepakbola Mesir VS Tanzania 13 Juni 2019

Prediksi Sepakbola Mesir VS Tanzania 13 Juni 2019
Prediksi Sepakbola Mesir VS Tanzania 13 Juni 2019

Pada hari Kamis, 13 Juni 2019 akan diadakan pertandingan Liga Persahabatan yang akan mempertemukan kedua kesebelasan antara Tim nasional Mesir VS Tim nasional Tanzania yang rencananya akan diselenggarakan di Stadion Borg el-Arab pada pukul 23:00 WIB.

Jika dilihat dari posisi pada papan klasemen, kesebelasan yang akan bertanding nampaknya sama-sama memiliki performa yang cukup bagus. Hal ini juga dapat kita lihat dari hasil head to head kedua kesebelasan dan juga dapat dilihat dari pertandingan yang pernah dilalui oleh para pemain yang sudah pernah diturunkan kelapangan sebelumnya.

Dari lima laga pertandingan paling akhir ke-2 kesebelasan dapat disaksikan bahwa kesebelasan tuan rumah, Tim nasional Mesir sudah berhasil mendapatkan pencapaian performa 3 kali kemenangan, 1 kali imbang sama kuat serta 1 kali kalah dalam lima laga pertandingan terakhir kalinya.

Sementara dari kesebelasan tamu dalam klassemen sementaranya, Tim nasional Tanzania berhasil memperoleh peforma 2 kali kemenangan, 1 kali imbang sama kuat serta 2 kali kalah dalam lima pertandingan terakhir kalinya.

Sepertinya kedua kesebelasan akan menurunkan para pemain kuncinya pada pertandingannya kali ini. Semua itu bertujuan agar kedua kesebelasan memperoleh kemenangan dan dapat melanjutkan ke babak berikutnya.

Head to Head Mesir Vs Tanzania :
05/11/09 Mesir 5 – 1 Tanzania
06/01/11 Mesir 5 – 1 Tanzania
15/06/15 Mesir 3 – 0 Tanzania
04/06/16 Tanzania 0 – 2 Mesir

5 Pertandingan Terakhir Mesir :
13/10/18 Mesir 4 – 1 Eswatini
16/10/18 Eswatini 0 – 2 Mesir
16/11/18 Mesir 3 – 2 Tunisia
23/03/19 Nigeria 1 – 1 Mesir
27/03/19 Nigeria 1 – 0 Mesir

5 Pertandingan Terakhir Tanzania :
08/09/18 Uganda 0 – 0 Tanzania
13/10/18 Tanjung Verde 3 – 0 Tanzania
16/10/18 Tanzania 2 – 0 Tanjung Verde
18/11/18 Lesotho 1 – 0 Tanzania
24/03/19 Tanzania 3 – 0 Uganda

Prediksi Susunan Pemain Mesir Vs Tanzania :
Mesir : Salah Mohsen, Omar Gaber, Mahmoud Alaa, Mahmoud Gennesh, Tarek Hamed, Mohamed Elneny, Trezeguet, Baher El Mohamady, Ahmed Fattoh, Islam Gaber, Mohamed Salah
Tanzania : Manula, Banda, Yondani, Mwantika, Kapombe, Ndemla, Juma, Mkude, Mkami, Samatta, Msuva

Prediksi Skor Mesir Vs Tanzania
3 – 0

Prediksi Sepakbola Georgia VS Gibraltar 7 Juni 2019

Prediksi Sepakbola Georgia VS Gibraltar 7 Juni 2019

Prediksi Sepakbola Georgia VS Gibraltar 7 Juni 2019Lanjutan pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020 akan kembali hadir pada akhir pekan ini. Dimana Tim nasional Georgia akan menjamu lawan mereka, Tim nasional Gibraltar pada Jumat, 7 Juni 2019. Duel dua kesebelasan ini berlangsung di Stadion Dinamo Arena, Tim nasional Georgia pada jam 23:00 WIB.

Bermain di kandang sendiri, Tim nasional Georgia tentu akan melakukan persiapan lebih menjelang menerima kunjungan dari Tim nasional Gibraltar. Dalam pertandingan sebelumnya, Tim nasional Georgia harus menelan kekalahan melawan Republik Irlandia dengan skor akhir 1 – 0.

Pada pertandingan kali ini, Tim nasional Georgia wajib menyiapkan strategi jitu agar dapat meraih kemenangan, dan juga bisa mengamankan 3 poin dalam pertandingan ini agar bisa melancarkan usaha mereka untuk tampil di putaran final Piala Eropa 2020.

Keadaan yang sama juga pasti akan dilakukan oleh tim lawan, Tim nasional Gibraltar. Sebagai tim yang akan bertandang ke kandang Tim nasional Georgia, Tim nasional Gibraltar juga melakukan persiapan lebih demi memperebutkan kemenangan. Dalam pertandingan sebelumnya, Tim nasional Gibraltar juga harus mengalami kekalahan melawan Tim nasional Estonia dengan skor akhir 0 – 1.

Dengan hasil tersebut seharusnya membuat Tim nasional Gibraltar untuk lebih semangat lagi menghadapi Tim nasional Georgia. Untuk pertandingan kali ini semestinya Gibraltar juga telah mempersiapkan strategi terbaiknya untuk meraih kemenangan dalam pertandingan ini supaya dapat mencuri 3 poin di markas Tim nasional Georgia nantinya.

Prediksi Susunan Pemain Georgia Vs Gibraltar :
Georgia : Loria – Kashia – Kverkvelia – Khotcholava – Kakabadze – Kankava – Kvekveskiri – Arveladze – Kiteishvili – Gvilia – Kvilitaia
Gibraltar : Goldwin – Chipolina – Pons – Mascarenhas-Olivero – Chipolina – Walker – Sergeant – Bardon – Barr – Anthony Hernandez – Casciaro

Head to Head Georgia VS Gibraltar :
08/10/15 Georgia 4 – 0 Gibraltar
15/10/14 Gibraltar 0 – 3 Georgia

5 Pertandingan Terakhir Georgia :
17/10/18 Latvia 0 – 3 Georgia
16/11/18 Andorra 1 – 1 Georgia
20/11/18 Georgia 2 – 1 Kazakhstan
23/03/19 Georgia 0 – 2 Swiss
27/03/19 Republik Irlandia 1 – 0 Georgia

5 Pertandingan Terakhir Gibraltar :
17/10/18 Gibraltar 2 – 1 Liechtenstein
17/11/18 Gibraltar 2 – 6 Armenia
20/11/18 FYR Macedonia 4 – 0 Gibraltar
24/03/19 Gibraltar 0 – 1 Republik Irlandia
27/03/19 Gibraltar 0 – 1 Estonia

Prediksi Skor Georgia VS Gibraltar
2 – 0

Prediksi Perancis Vs Bolivia 3 Juni 2019

Prediksi Bola Prancis Vs Bolivia

Prediksi Bola Prancis Vs Bolivia

Prediksi Skor Bola Akurat Prancis Vs Bolivia akan hadir pada hari Senin, 3 Juni 2019 pada pukul 02:00 WIB bertempat di Stadion Beaujoire.

Sebagai juara Piala Dunia 2018 Rusia, Perancis tentunya menjadi tim yang diunggulkan, dan melihat lawan mereka adalah Bolivia, maka skor besar layak menutup pertandingan malam ini sebagaimana level kedua tim jelas jauh berbeda.

Perancis diisi oleh pemain kelas dunia, sedangkan Bolivia bisa dibilang sebagai tim yang baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Dan melawan Perancis jelas akan menjadi pengalaman berharga bagi Bolivia yang saat ini sedang berjuang mempersiapkan diri di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar mendatang.

Terlepas dari itu semua, prediksi maupun statistik yang ada, jelas Perancis menang besar atas Bolivia. Mereka merupakan satu kesatuan yang sudah kompak, sedangkan Bolivia belum diketahui jelas perkembangannya sampai sekarang ini sebagaimana para pemain mereka banyakan berasal dari Liga domestik.

Adapun skor 3-0 dianggap layak menutup pertandingan malam ini, meski Perancis bermain dengan para pemain lapis dua sekalipun, mereka akan tetap menguasai permainan sebagaimana level Bolivia belum mencapai level tuan rumah.

Head to Head Prancis Vs Bolivia:

Belum Pernah Bentrok

5 Laga Terakhir Prancis:

17/10/18 Prancis 2 – 1 Jerman
17/11/18 Belanda 2 – 0 Prancis
21/11/18 Prancis 1 – 0 Uruguay
23/03/19 Moldova 1 – 4 Prancis
26/03/19 Prancis 4 – 0 Islandia

5 Laga Terakhir Bolivia:

16/11/18 UAE 0 – 0 Bolivia
20/11/18 Iraq 0 – 0 Bolivia
04/03/19 Bolivia 2 – 2 Nikaragua
22/03/19 Republik Korea 1 – 0 Bolivia
26/03/19 Jepang 1 – 0 Bolivia

Prediksi Susunan Pemain Prancis Vs Bolivia:

Prancis: Lloris – Kurzawa – Varane – Umtiti – Pavard – Matuidi – Pogba – Kante – Giroud – Griezmann – Mbappe.

Bolivia: Lampe – Haquin – Bejarano – Justiniano – Castro – Jusino – Vargas – Vaca – Fernandez – Alvarez – Ramallo.

Figur Messi Terlalu Besar Untuk Pemain-pemain Muda Argentina

Lionel Messi Argentina

Lionel Messi ArgentinaKehadiran Lionel Messi memang menjadi berkah tersendiri untuk Tim nasional Argentina. Tapi ada masalah lain yang ditemukan oleh sang pelatih, Lionel Scaloni. Scaloni menyebut bahwa bayang-bayang bintang Barcelona tersebut terlalu besar untuk para pemain muda.

Messi seringkali disebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia pada dalam dunia sepakbola modern. Bisa dibuktikan dengan serangkaian gelar yang ia persembahkan kepada Barcelona serta torehan lima gelar Ballon d’Or miliknya.

Sayangnya, penampilan yang serupa tidak terlihat saat dirinya tampil bersama Tim nasional Argentina. Sejak tampil bersama Tim Tango, pria berumur 31 tahun tersebut tak pernah sekalipun menyumbang gelar bergengsi seperti Piala Dunia, atau bahkan Copa America.

Jadi Beban Pemain Muda
Meski begitu, Tim nasional Argentina tetap bergantung kepada sang pemain. Hal itu kemudian memicu sebuah polemik baru, yakni keterbatasan para penggawa muda potensial untuk mengeluarkan potensi terbaiknya level internasional.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Scaloni, yang menggantikan Jorge Sampaoli di tahun 2018 lalu. Menurut Scaloni, kehadiran Lionel Messi di lapangan menjadi sebuah beban untuk para pemain mudanya.

“Bayang-bayang seorang Lionel Mesi yang tertinggal di lapangan mungkin sedikit berlebihan untuk beberapa pemain muda,” ungkap Lionel Scaloni mengenai Lionel Messi kepada TNT Sports.

“Kami selalu bertanya kepadanya. Dalam pertandingan yang ia mainkan untuk Tim nasional, sangat jarang terlihat dirinya memberikan segalanya. Hal terbaik yang bisa kami minta dari semuanya adalah tampil selayaknya di klub masing-masing,” lanjut Lionel Scaloni.

Tetap Bergantung Pada Messi
Messi seringkali dikritik tiap bermain bersama Tim nasional, pasalnya kehadirannya pun tidak memberikan dampak positif dalam hal gelar juara. Namun Scaloni tak bisa menampik fakta bahwa Le Albiceleste membutuhkan kontribusinya.

“Kami harus mengambil keuntungan dari fakta bahwa Leo berada di lapangan bersama kami. Leo adalah pemain terbaik sepanjang masa, namun kami perlu pemain yang bisa membantuh kami juara,” tambahnya.

Tampil di Copa America 2019
Pasca Piala Dunia 2018, Messi sempat menjaga jarak dengan absen dalam pertandingan-pertandingan persahabatan bersama Argentina. Namun akhirnya ia kembali dan dipastikan bakalan turut serta dalam ajang Copa America yang digelar pada musim panas ini.

3 Pemain Yang Harusnya Dipanggil Timnas Prancis

timnas Prancis

timnas PrancisTim nasional Prancis berhasil memenangkan juara Piala Dunia 2018 Rusia silam. Namun, setelah menjadi juara dunia, penampilan mereka justru menurun dan mengalami kesulitan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

Penampilan Les Blues tidak terlalu mengesankan pada ajang UEFA Nation League lalu. Namun, Didier Deschamps masih punya waktu untuk memperbaiki penampilan timnya sebelum tampil dalam kompetisi besar berikutnya.

Deschamps sudah mengumumkan 23 nama yang masuk ke dalam skuad tim nasional Prancis terbaru. Tim Ayam Jantan dipersiapkan untuk pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 menghadapi Moldova dan Islandia.

Kylian Mbappe, Raphael Varane, Hugo Lloris serta Antoine Griezmann sudah dipastikan masuk dalam skuad Deschamps. Sementara itu, Anthony Martial memilih mundur dari skuad karena berkutat dengan cedera.

Namun, ada pemain yang tidak dipanggil Deschamps. Padahal mereka juga layak mendapat panggilan karena penampilannya cukup mengesankan bersama timnya masing-masing. Ini dia tiga nama itu :

Sebastian Heller – Eintracht Frankfurt
Pemain yang tampil impresif bersama klub mereka biasanya dipanggil untuk memperkuat tim nasional. Namun, kesempatan tersebut tidak didapatkan oleh striker Eintracht Frankfurt, Sebastian Heller.

Heller mampu menunjukkan ketajamannya pada musim ini bersama Eintracht Frankfurt. Pemain berusia 24 tahun tersebut sudah mencetak 19 gol dan menyumbangkan 12 assist di Bundesliga Jerman dan Liga Europa musim ini.

Aymeric Laporte – Manchester City
Aymeric Laporte masih belum punya kesempatan untuk melakukan debut seniornya di tim nasional Prancis. Hal itu menimbulkan pertanyaan karena sang pemain sudah tampil mengesankan di Inggris setelah pindah ke Manchester City pada bulan Januari tahun lalu.

Laporte sudah menjadi bagian penting di sektor pertahanan The Citizens yang sedang bersaing memperebutkan gelar Premier League musim ini. Penampilan Laporte semakin meningkat setelah mendapat polesan Josep Guardiola.

Alexandre Lacazette – Arsenal
acazette memang kurang diperhatikan oleh pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps. Padahal, sang pemain sudah tampil cukup mengesankan di level klub bersama Olympique Lyon dan Arsenal.

Lacazette sudah mencetak 14 gol dan menyumbangkan 11 assist dari 38 pertandingan untuk Arsenal musim ini. Namun, Didier Deschamps lebih memilih memanggil Olivier Giroud, Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe untuk mengisi sektor serang.

3 Pemain Yang Harusnya Masuk Skuad Inggris

Gareth Southgate Inggris

Gareth Southgate InggrisTim nasional Inggris telah mengalami peningkatan semenjak ditangani oleh Gareth Southgate. The Three Lions berhasil mengamankan peringkat keempat di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1990.

Selain tampil mengesankan di Piala Dunia, Inggris juga bermain bagus di babak penyisihan grup UEFA Nations League. Kesebelasan yang pernah diperkuat David Beckham ini mengalahkan finalis Piala Dunia 2018, Kroasia.

Sekarang Gareth Southgate sudah punya daftar pemain terbarunya untuk melakoni pertandingan-pertandingan internasional. Namun, ada beberapa kejutan yang dilakukan oleh manajer berkebangsaan Inggris tersebut.

Kieran Trippier masuk dalam daftar skuad walaupun kondisinya belum fit dan serangkaian penampilan yang buruk. Sementara itu, Southgate juga memanggil sejumlah pemain muda, salah satunya adalah Declan Rice.

Namun, ada juga beberapa pemain yang sudah tampil luar biasa musim ini tetapi tidak masuk dalam daftar skuad. Padahal, mereka cukup pantas untuk memperkuat The Three Lions. Berikut ini tiga pemain Inggris yang juga pantas masuk tim nasional seperti dikutip dari Sportsbook.

James Ward-Prowse
James Ward-Prowse sudah menjadi salah satu pemain Southampton terbaik dalam beberapa pekan terakhir. Pemain berusia 24 tahun itu menjadi asalan kesuksesan bertahannya The Saints di Premier League.

James Ward-Prowse sudah mencetak 6 gol dalam 10 pertandingan terakhirnya dan menyebabkan masalah buat tim-tim raksasa Premier League seperti Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Chris Smalling
Chris Smalling seharusnya dipanggil oleh Southgate. Bek Inggris itu sudah menjadi salah satu pemain paling solid untuk Ole Gunnar Solskjaer dan menjadi kunci dalam kebangkitan Manchester United dalam beberapa waktu terakhir.

Smalling bermain selama 90 menit saat mempermalukan Paris Saint-Germain di kandang mereka, Parc des Princes yang akhirnya membuat The Red Devils lolos ke babak 8 besar ajang Liga Champions.

Aaron Wan-Bissaka
Aaron Wan-Bissaka mungkin adalah bek yang paling mendapat sorotan di Premier League musim ini. Penampilannya yang mengesankan secara konsisten untuk Crystal Palace sudah menarik ketertarikan banyak raksasa Inggris seperti Manchester City, Manchester United, dan Chelsea.

Aaron Wan-Bissaka dikenal karena kemampuan bertahannya yang cukup mumpuni setelah rata-rata mencatatkan 4 tekel dan 2,2 intersep dalam satu pertandingan untuk Crystal Palace.

Zidane Tetap Incar Sadio Mane

Zidane Tetap Incar Sadio Mane

Terdengar berita dari Zinedine Zidane bahwa dirinya ada niatan untuk merekrut Sadio Mane. Kabarnya Zidane mengincar pemain tersebut untuk persiapan musim depan.

Real Madrid kembali dipegang oleh Zidane yang sebelumnya sempat melatih, hal tersebut terjadi setelah pemecatan Santiago Solari . Rumor transfer penyerang Liverpool ke Santiago Bernabeu kembali terdengar usai kembalinya Zidane ke Madrid.

Pelatih yang mengantarkan Los Blancos juara Liga Champions tiga kali beruntun tersebut beritanya kembali pada rancangannya yang sebelumnya belum terwujud, yaitu merekrut Mane di timnya pada musim panas yang akan datang. Beritanya sudah lama pemain tersebut terdaftar dalam daftar belanja pemain Madrid.

Terdengar kabar kalau pada bursa transfer musim panas tahun lalu penyerang asal Senegal tersebut nyaris menjadi pemain Madrid. Zidane yang tiba-tiba pergi pada waktu itu membuat semua berakhir.

Proses transfer tersebut kemungkinan diteruskan disusul dengan kembalinya Zidane. Dikatakan kalau Zidane pun memberikan kebebasan transfer pemain tersebut oleh Madrid sendiri.

Bersama Liverpool, Mantan pemain Southampton itu tengah memperlihatkan performa yang baik pada musim ini. 38 laga yang sudah dijalani sudah berhasil membuat dirinya mencatatkan 20 angka, yaitu 17 laga di ajang Premier League dan 3 laga sisnya di ajang Liga Champions.

Catatan angka terakhir Mane tercipta saat Liverpool tundukkan Fulham dengan skor 2 – 1 akhir pekan lalu. Mane dengan Liverpool masih terikat kontrak yang akan mengikat dirinya sampai tahun 2023, bayaran yang diterima oleh Mane adalah 8 juta euro tiap musimnya, atau sama dengan 129 miliar rupiah.

Valencia Akan Pindah Klub

Valencia Akan Pindah Klub

Pada musim berikutnya Antonio Valencia tak lagi membela Manchester United. Hal tersebut sudah dipastikan dan dirinya pun memiliki beberapa pilihan yaitu Arsenal adalah salah satunya.

Valencia sekarang ini tengah menjalani musim akhir dari kontrak yang mengikat dirinya dengan MU. Manajer interim MU Ole Gunnar Solskjaer merasa ragu kalau klub bakal memberikan pemain yang bersangkutan kontrak baru.

Luis Valencia yang merupakan agen sekaligus ayah dari pemain sepakbola yang berusia 33 tahun tersebut mengatakan, akhir musim 2018/2019 ini anaknya tidak lagi bermain bersama MU. Tak cukup sampai disitu, dirinya pun mengatakan kalau beberapa klub seperti Arsenal, West Ham, Inter, dan sebuah klub di Liga China tengah memantau putranya tersebut.

Valencia tentu akan memilih klub yang memberikan dirinya kontrak berdurasi dua tahun, itu adalah syarat minimal kontrak yang biasa ia terima.

“Ia tidak melanjutkan permainanya disini pada akhir musim nanti, ” ucap Luis Valencia.

“Pihak klub tak memberikan dirinya kontrak baru dan ia pun ingin mencari susana baru di klub yang baru nanti. Sama seperti kehidupan, semua akan ada batas akhir. “

“Ada beberapa klub yang sekarang ini tengah berminat dengan dirinya (Arsenal, West Ham, Inter Milan, dan sebuah klub dari China), namun semua bisa berubah di sepakbola. “

“Kontrak dengan durasi dua tahun adalah opsi utamanya, tentu dia akan memilih yang paling baik untuknya. Rasa tentram adn bahagialah yang ia pikirkan, bukan soal uang. “

Pada tahun 2009 Valencia bergabung dengan MU setelah sebelumnya bermain bersama Wigan Athletic. pemain bintang Ekuador tersebut sudah raih dua gelar Premier League dan Piala Liga, satu Piala FA dan Liga Europa dengan catatan bermain 300 kali lebih. Tetapi Valencia ia baru bermain sebanyak delapan kali pada musim ini karena lebih sering beristirahat karena cedera.

3 Pelatih Klub Besar Yang Dilanda Isu Pemecatan

Pelatih Terbaik Dunia

Pelatih Terbaik Dunia

Memutuskan menjadi seorang pelatih pastinya harus siap menghadapi berbagai tekanan baik di dalam maupun di luar lapangan. Satu contoh yang paling terlihat banyaknya tekanan terhadap sang pelatih adalah ketika memutuskan berkarir di dunia sepak bola Eropa.

Merujuk pada situasi sepak bola Eropa, pelatih dituntut untuk bisa memberikan hasil cepat, jika tidak ingin di pecat. Banyak pelatih menjadi kambing hitam atas hasil-hasil buruk yang di derita tim sepak bola, mereka sampai rela di pecat karena tidak memberikan hasil terbaik.

Kini musim Liga dari seluruh Eropa sudah memasuki musim 2018-2019, dimana awal musim Liga dari berbagai belahan negara sudah memperlihatkan betapa sulitnya mencari sebuah kemenangan. Dan muncul beberapa nama pelatih yang saat ini sedang berada dalam tekanan karena dianggap tidak maksimal.

Berikut kami sampaikan 3 sosok pelatih yang berada dalam tekanan, dan tekanan yang lebih menonjol adalah soal keadaan tim yang terus memburuk, dan hal ini menyebabkan munculnya isu pemecatan.

1. Niko Kovac

Pelatih Munchen

Niko Kovac terpilih sebagai pelatih yang dianggap cocok mengarsiteki Bayern Munchen. Keputusan ini terjadi usai dirinya memberikan hasil cemerlang bersama Eintracht Frankfurt. Hasil baik pun terjadi, di awal musim Bayern nampak dominan dengan bertengger di posisi puncak klasemen.

Menariknya disini ketika badai menerpa mereka, dan buktinya penampilan Munchen merosot sangat tajam. Munchen bermain imbang melawan Augsburg dan kalah tiga kali berturut-turut melawan Hertha, FC Monchengladbach. Hasilnya, posisi Munchen digantikan oleh Borussian Dortmund.

Tak berhenti sampai disitu saja, Munchen juga harus menanggung beban karena hanya mampu bermain imbang kontra Ajax dengan skor 1-1 di ajang Liga Champions. Lebih panasnya lagi ketika Kovac diisukan bertengkar dengan James Rodriguez setelah pemain Kolombia itu tidak dimainkan secara reguler.

Munchen bisa dikatakan sebagai tim langganan juara Bundesliga Jerman, namun di musim ini istilah tersebut mulai hilang, terlihat Kovac justru tengah kesulitan saat ini.

2. Jose Mourinho

MU Pecat Mou

Jose Mourinho bisa dibilang sebagai pelatih dengan selalu mendapatkan trophi di setiap musimnya. Menariknya disini ketika musim lalu dirinya absen dalam perburuan gelar bersama Manchester United, kini dengan musim yang berbeda, dirinya bertekad untuk menjadi jawara di Liga Primer.

Bursa transfer datang, namun momen itu menjadi awalan buruk bagi Mourinho. Terlihat sampai saat ini, Manchester United nampak kesulitan menemukan penampilan terbaiknya, dan harus puas terlempar dari posisi empat besar klasemen Premier League Inggris.

Catatan kehilangan poin Manchester United terjadi ketika melawan Brighton, Tottenham, Wolves dan West Ham. Dan lebih parahnya lagi mereka harus tersingkir di awal pembuka ajang Carabao Cup di mana mereka disingkirkan tim Championship Derby County.

Dari hasil-hasil buruk tersebut, patut harus diperhitungkan ketika mereka belum terkalahkan di partai Liga Champions setelah berbagi poin melawan Valencia dan mengalahkan Young Boys. Meski demikian, isu pemecatan Mourinho tidak pernah pudar dan ada spekulasi bahwa United mungkin akan menunjuk Zinedine Zidane.

Banyak yang beranggapan jika Zidane pantas diberikan beban berat Mourinho untuk dilanjutkan dan dibereskan seperti halnya membereskan Real Madrid yang dengan sukses menjadi juara Liga Champions tiga kali beruntun.

3. Julen Lopetegui

Kehebohan Zinedine Zidane di Real Madrid nampaknya sudah mulai pudar, dimana Madrid sudah mendapatkan sosok Julen Lopetegui. Zidane berhasil memenangkan tiga gelar Liga Champion secara beruntun dalam dalam dua setengah tahun di klub, dan hal inilah mengapa beban berat Julen terjadi.

Tak hanya mendapatkan tekanan dalam bayang-bayang prestasi Zidane, akan tetapi Julen harus menerima kenyataan karena harus kehilangan Cristiano Ronaldo. Sampai datang pada waktunya, dimana ujian pertama Julen adalah Atletico Madrid di Piala Super Eropa meski Real Madrid akhirnya kalah 4-2.

Kekalahan itu tidak lantas memberikan tekanan hebat kepada Julen, karena banyak yang menganggap momen itu adalah momen adaptasi sebagai pelatih baru. Adapun hal positif mengalir dalam diri Madrid, dimana mereka sukses memenangkan 13 poin dari 15 dalam lima pertandingan pertama La Liga.

Tak berhenti sampai disitu saja, Madrid juga memulai debutnya di Liga Champions dengan mengalahkan AS Roma. Berjalannya waktu, badai besar pun datang. Madrid harus menerima kenyataan kalah dari Sevilla dengan skor telak 3-0. Lalu berlanjut dengan bermain buruk dalam derby melawan Atletico Madrid.

Seakan tak mau berhenti, hasil buruk kembali terjadi dalam dua pertandingan berikutnya melawan CSKA Moscow di Liga Champions dan Alaves di La Liga. Situasi ini jelas memberikan tekanan besar kepada Julen yang harus bisa membuat timnya bangkit dalam waktu dekat kalau tidak ingin kehilangan jabatannya sebagai orang terdepan Madrid di atas lapangan.