Liga ItaliaSerba Serbi

Catat! Inilah Arti Pendidikan Versi Chiellini

Chiellini Kampus

Chiellini Kampus

Giorgio Chiellini selaku sosok bintang besar yang patut memberikan nilai-nilai positif mencoba untuk berbagai apa yang menurutnya benar. Disini, sang bek Juventus tersebut memahami betul apa arti edukasi bagi kehidupan seseorang.

Adapun maksud dan tujuan pernyataan tersebut tak lantas harapan Chiellini kepada semua pemain sepak bola profesional untuk menyelesaikan kewajiban perkuliahan. Giorgio Chiellini yang memiliki latar belakang sebagai pemain sepak bola berposisi bek memang dikenal sangat handal dalam menghalau laju bola lawan.

Pemain sekelas Gonzalo Higuain, dan Zlatan Ibrahimovic pun berhasil dibuat repot oleh penjagaannya. Sampai sekarang ini, nama Giorgio Chiellini dianggap sebagai sosok penting dalam kebangkitan Juventus.

Kehadirannya di garis pertahanan Juventus telah dibuktikan dengan tujuh gelar Serie A dan empat trofi Coppa Italia, serta dua kali tampil di final Liga Champions. Nilai-nilai tersebut tak lantas menghilangkan pandangan Giorgio Chiellini terhadap pendidikan.

Siapa sangka jika Giorgio Chiellini memiliki dunia yang berbeda dari sepak bola, yakni dunia pendidikan. Di sela-sela waktu sibuknya sebagai pemain, Giorgio Chiellini menyempatkan diri untuk belajar di Universitas Turin.

Semasa kuliahnya, Giorgio Chiellini mengambil jurusan administrasi bisnis. Meski sibuk dengan dunia sepak bola, namun nyata Giorgio Chiellini tetap mampu menyelesaikan perkuliahan.

Tepat pada musim 2017 kemarin, Giorgio Chiellini mendapatkan gelar master dengan status cum laude. Dengan semua ilmu yang di dapat, sang pemain sadar bahwa pentingnya sebuah ilmu. Atas dasar inilah, mengapa dirinya mengajak kepada pemain-pemain lainnya untuk melanjutkan pendidikannya setinggi mungkin.

Kampus Pemain Sepak Bola

“Kami harus bisa meyakinkan banyak orang bagaimana pentingnya pendidikan dan menambah angka pemain dengan gelar universitas. Sebab hidup itu panjang,” cetus Giorgio Chiellini.

“Hidup akan berbeda dan indah ketika karir pemain berakhir. Tetapi anda harus bersiap sebelumnya, atau anda akan beresiko kebingungan dengan hidup di umur 35 tahun. Hanya beberapa pemain yang berhasil mendapatkan pekerjaan di sepak bola,” tutupnya.

Pada kebiasaannya, pemain yang mengakhiri karirnya di dunia sepak bola, pada akhirnya melanjutkan karir barunya di dunia sepak bola lagi sebagai staff atau pun pelatih. Bisa diambil contoh dari beberapa pemain kelas dunia, macam Gennaro Gattuso, Massimiliano Allegri, Pep Guardiola, dan Frank Lampard.