Matic Sebut MU Akan Unjuk Kebolehan di Musim Depan

Nemanja Matic secara resmi sudah menjadi bagian dari Manchester United. Pemain gelandang yang berasal dari Serbia sebut percaya kalau tim barunya dapat berselisih di ajang Premier League dan Liga Champions.

Matic didatangkan oleh MU dari Chelsea pada hari Senin (31/7/2017). Pemain yang berumur 28 tahun tersebut diberi kontrak sampai dengan 3 musim setelah pindah dengan mamakan dana transfer sampai dengan 40 juta pound sterling.

Matic, yang pada musim kemarin telah mengantarkan Chelsea keluar sebagai juara liga, yakin kalau ‘Setan Merah’ akan lebih berselisih pada musim berikutnya. Dia mengatakan kalau Premier League dan Liga Champions adalah incaran MU.

“Saya anggap kalau tim ini akan diperhitungkan karena mereka telah lebih matang, telah langsungkan 1 musim bersama dengan Jose (Mourinho), jadi mengetahui seperti apa yang perlu diperbuat dan saya percaya kalau musim ini kami dapat lakukan banyak hal,” kata Matic.

“Sebagai bagian dari sebuah tim, saya anggap kalau kami dapat lakukan banyak hal. Saya percaya kami bakal berusaha menangkan ajang Premier League juga Liga Champions, Anda tak pernah mengetahui seperti apa yang bakal berlangsung nanti. Terus terasa luar biasa dapat tampil di sana. Semuanya bisa saja terjadi.”

“Semua tim paling oke di Eropa ada di sana. Dan Manchester merupakan salah seorang tim yang paling oke di Eropa. Memang tidak mudah untuk bikin rancangan pada awal musim tetapi kami bakal berusaha untuk menangkan tiap laga,” sambung Matic.

Kehadiran Matic bikin garis tengah MU semakin dipenuhi oleh para pemain bintang. Matic berjanji bakal berikan performanya yang paling oke.

“Tempat tersebut untuk berikan keseimbangan di tim dan bisa saja Anda kuasai jalannya laga. Tampil di tengah lapangan, Anda perlu terus ketahui di mana bola berada. Namun saya terus berikan yang paling oke, malah lebih dari apa yang telah nampak,” imbuh dia.

MU Tundukkan Valerenga 3-0

Manchester United raih hasil oke ketika melawan klub Norwegia, Valerenga, pada pertandingan pramusim. The Red Devils raih hasil oke dengan skor akhir 3-0.

Ketika laga berlangsung pada hari Senin (31/7/2017) dini hari WIB di Ullevaal Stadion, Oslo, MU bermain lebih unggul pada babak pertama. Mereka dapat kuasai jalannya laga paruh pertama dengan mampu memegang kendali bola sampai dengan 58 persen.

Tentang membuat kesempatan, MU dapat ciptakan 13 sepakang yang tepat ke sasaran dengan 3 di antaranya berhasil menjadi cetak angka yang 1 angka terjadi di babak pertama dan 2 sisa nya di babak kedua, Sedangkan Valerenga tidak dapat membuat kesempatan yang sama sekali mengarah ke gawang.

Salah satu kesepatan paling oke untuk Paul Pogba di babak pertama dilesatkan pada menit 14. Bolanya masih membentur tiang gawang.

Cetak angka pertama MU tercipta di menit 44. Marouane Fellaini yang jadi pencetak angkanya. Ia melakukan sambutan umpan silang dari Henrikh Mkhitaryan lewat sisi sayap kanan, yang disundul masuk ke dalam gawang. Tidak lama kemudian babak pertama berakhir, MU ungguli laga dengan skor 1-0 ketika turun minum.

MU ganti 8 pemain di babak kedua. Romelu Lukaku, yang masuk gantikan posisi Marcus Rashford, langsung memperlihatkan kebolehan dirinya untuk membobol gawang lawan. Lukaku manfaatkan sepakan sudut Andreas Pereira untuk membuat keunggulan tim tamu menjadi ganda.

MU kembali tambahkan cetak angka di menit 71. Scott McTominay manfaatkan umpan terobosan dari Anthony Martial untuk memasukkan bola dari jarak dekat.

McTominay hampir tambahkan cetak angka kembali pada menit 77. sepakannya ke gawang yang telah kosong dijaga oleh bek Velerenga.

Pada sisa laga yang tidak ada angka tambahan, MU menangkan laga dengan skor akhir 3-0.

Manchester United tetap terus langsungkan 1 laga lagi di pertandingan pramusim. Mereka bakal berhadapan dengan Sampdoria pada tanggal 2 Agustus yang akan datang.

Susunan Pemain

Valerenga: Kwarasey, Lundstrom (Gleditsch 64), Tollas Nation, Jaager, Juklerod, Lekven (Ibrahim 46), Agyiri, Zahid (Borchgrevink 79), Fredheim Holm, Ejuke, Finne

Man United: Romero (J Pereira 60); Fosu-Mensah, Bailly (Lindelof), Jones (Smalling 46), Blind (Tuanzebe 46); Carrick (Herrera 46), Fellaini (A Pereira 46), Pogba (McTominay 60); Mata (Mitchell 46), Rashford (Martial 46), Mkhitaryan (Lukaku 46)

Zidane Tak Cemas Madrid Kalah Lagi

Real Madrid untuk kali ketiga telah menerima hasil buruk pada tur pramusim mereka di Amerika Serikat. Hal tersebut ternyata tidak bikin sang pelatih Zinedine Zidane merasa cemas.

Menyandang status sebagai juara Spanyol dan Eropa, Madrid hadir ke ‘Negeri Paman Sam’ dengan status sebagai unggulan di turnamen International Champions Cup. Namun lewat hasil yang sudah diraih saat ini malaht kebalikan dari apa yang diinginkan.

Mengantarkan tim paling okenya tanpa membawa Cristiano Ronaldo yang masih tidak bisa ikut bermain karena tengah melangsungkan liburan setelah ajang Piala Konfederasi, Madrid mestinya dapat membawa hasil lebih oke dibanding 3 hasil negatif secara berturut-turut saat melawan Manchester United, Manchester City, dan Barcelona.

Berhadapan dengan MU, Madrid memang pernah bikin hasil harus berakhir imbang 1-1 pada waktu normal sebelum tunduk dengan adu penalti. Kemudian pada pertandingan kedua melawan City, Madrid ditundukkan dengan skor telak 1-4 sebelum raih kekalahan lain dengan skor  2-3 melawan Barcelona pada hari Minggu (30/7/2017) pagi WIB tadi.

3 hasil buruk dan kemasukan 8 angka lewat 3 laga bukan memberi sebuah bayangan kalau Madrid sebagai jawara Eropa. Ini bukanlah sebuah awal yang baik tentu saja bagi Madrid untuk menatap musim baru.

Ditambah pada tanggal 8 Agustus yang akan datang, Madrid telah wajib berhadapan dengan MU dalam untuk perebutkan Piala Super Eropa dan juga Piala Super Spanyol berhadapan dengan Barcelona 5 hari kemudian.

“Ini merupakan pramusim dan saya percaya kalau hasil yang bakal kami raih bukan seperti apa yang di harapkan oleh kami, namun ini tak menjadi sebuah arti apapun,” ucap Zidane.

“Yang paling penting ialah kami sudah bersiap untuk pertandingan pada tanggal 8 Agustus yang akan datang. Saya saksikan ada sebuah hal baik di sana, namun ada juga sejumlah hal yang tidak membuat saya senang. Kami perlu bersabar, bekerja keras, dan bersiap untuk Piala Super Eropa,” lanjut dia.

“Saya tak pikirkan soal hasil buruk tersebut. Memang terus terasa menyakitkan, kami tak suka kekalahan namun ini bukanlah yang paling penting. Kami perlu lebih oke lagi dan bikin sejumlah perubahan,” tutup Zidane.

Madrid bakal akhiri tur pramusim di AS berhadapan dengan MLS All-Star di Chicago, pada tanggal 2 Agustus yang akan datang.

Inter Diminta Jangan Berpuas Diri Setelah Tundukkan Bayern

Inter Milan berhasil menangkan laga atas Bayern Munich dengan skor 2-0 di International Champions Cup 2017. Sang pelatih Luciano Spalletti merasa senang dengan hasil tersebut, namun dirinya tetap ingatkan pada para pemainnya bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

Inter menangkan laga atas Bayern pada hari Kamis (27/7/2017) di National Stadium, Singapura, lewat 2 angka yang diciptakan oleh Eder. Eder membobol gawang jawara Bundesliga musim kemarin tersebut di menit 8 dan 30.

Spalletti akui merasa senang dengan anak asuhnya yang tampil dengan oke. Tetapi, dia meminta agar Nerazzurri tidak langsung berpuas diri dulu.

“Kami tampil oke, kami amat baik dalam menjaga ruang antar garis dan juga melakukan serangan dengan baik,” tutur Spalletti setelah pertandingan.

“Jika kami mencari apa yang kurang, mungkin kami kurang berani kuasai bola pada babak kedua. Inter perlu miliki rasa ingin memainkan bola ketika melawan musuh pada tingkat seperti ini. Hari ini kami berhasil tundukkan Bayern Munich, tetapi masih ada banyak hal yang harus diperbaiki.”

“Untuk dapat bermain dengan oke, Anda perlu keluarkan kualitas di atas lapangan. Berhadapan dengan tim seperti Bayern, Anda perlu semua bagian untuk kerja sama atau bakal jadi amat tidak mudah untuk jalani  perbedaan,” sambung Spalletti.

Berikutnya, Inter bakal berhadapan dengan Chelsea pada hari Sabtu (29/7/2017). Spalletti menganggap kalau hasil oke saat melawan Bayern ini jadi modal yang amat oke.

“Menangkan laga bikin Anda merasa lebih oke, dapat menolong Anda tersenyum. Kalau merasa percaya dengan pekerjaan Anda, hal tersebut bakal menolong Anda untuk jadi lebih baik lagi kemudian,” tegas bekas pelatih AS Roma tersebut.

“Para pemain mengetahui bahwa saya tak bohong, saya sudah temukan segerombolan pemain, yang ada dalam tatapan saya, dapat alami kemajuan dengan pesat,” imbuh dia.

Jaga Tempat di Timnas Inggris, Hart ke West Ham

Joe Hart rasa tidak bakal lagi raih peluang untuk tampil jika terus berada di Manchester City. Untuk bisa pertahankan tempatnya di tim nasional Inggris, Hart pada akhirnya pilih untuk hijrah ke West Ham United.

Untuk 2 musim dengan beruntun, Hart melangsungkan periode peminjaman dirinya. Usai pada musim kemarin dipinjamkan pada Torino, penjaga gawang yang berumur 30 tahun tersebut bakal akhiri musim selanjutnya di West Ham.

Nasib Hart memang derastis berubah total sedari hadirnya sosok Pep Guardiola sebagai sang manajer baru City. Walau telah lewat bertahun-tahun sebagai penjaga gawang nomor satu The Citizens, ia dinilai tidak serasi dengan filosofi permainan yang diterapkan oleh Guardiola. Guardiola lebih suka dengan penjaga gawang seperti Claudio Bravo dan Ederson.

Menyadari kalau dirinya tak lagi raih posisi yang oke di City, Hart pun memilih untuk keluar dari klub. Ia perlukan waktu tampil dengan reguler supaya terus dipanggil ke tim nasional. Sebab Jack Butland, Fraser Forster, dan Tom Heaton kapan saja dapat mengambil tempatnya sebagai penjaga gawang inti The Three Lions.

“Saya sebelumnya telah bilang kalau tidak ada kesempatan untuk saya tampil bersama Inggris tanpa melangsungkan laga bersama dengan sebuah klub. Untuk tampil di timnas Anda wajib tampil di laga bersama sebuah klub, khususnya untuk tim yang memiliki kualitas tinggi seperti Inggris,” ucap Hart.

“Hal tersebut merupakan sebuah bagian dari proses berpikir, namun hal ini merupakan karier yang pendek dan saya cinta dengan sepakbola. Saya tidak miliki kesempatan untuk tampil bersama klub yang sebelumnya, maka tidak ada gunanya tetap berada di tempat ini,” lanjut dia.

“Saya berharap bisa tampil bersama tim yang inginkan sosok saya di timnya, inginkan saya tampil, dan saya ingin membayar atas kepercayaan yang sudah mereka berikan,” imbuh Hart.

Tak Ingin Sebut Siapa, Mourinho Perlu Pemain Gelandang dan Winger

Sang manajer Manchester United Jose Mourinho kembali katakan kalau timnya hanya perlu 2 pemain tambahan lagi di bursa transfer musim panas ini. 2 pemain tersebut ialah seorang pemain gelandang dan seorang winger.

MU sampai saat ini sudah rekrut Victor Lindelof (bek) dan Romelu Lukaku (striker). Belanja The Red Devils masih kalah daripada para tim rival seperti Manchester City (enam pemain baru), Chelsea (empat), atau Liverpool (tiga).

Tetapi, Mourinho tidak merasa risau manuver para tim lain di bursa transfer. Sang manajer yang berasal dari Portugal tersebut hanya saksikan keperluan timnya sendiri dan bagi dirinya MU tinggal perlukan 2 pemain tambahan.

“Saya tidak tahu (keadaan saat ini), sesungguhnya saya tidak tahu. Yang mengurus ialah Ed (Woodward),” ucap Mourinho dalam konferensi pers di Washington, Amerika Serikat.

“Ia telah merekrut Lindelof dan Lukaku, ia tahu kalau saya inginkan 2 pemain lagi, namun ia pun tahu kalau saya miliki keseimbangan, saya tergantung dengan keadaan, pasar, dan kalau klub saya tidak dapat rekrut 2 pemain lagi dan hanya dapat merekrut 1, saya terima itu sebagai konsekuensi bursa transfer saat ini,” sambung dia.

“Hubungan kami baik-baik saja dan saya tinggal menanti berita baik, dan ia tahu berita baiknya ialah merekrut pemain, mungkin hanya (satu) pemain secepat mungkin sebab amat penting untuk berusaha bersama. Tetapi, saya tenang, saya suka dengan para pemain saya, saya suka dengan skuat saya, saya percaya dengan mereka, maka saya tenang dan hal tersebut krusial,” imbuh Mourinho.

Lebih lanjut lagi, Mourinho katakan kalau pemain yang ia harapkan ialah seorang pemain gelandang dan pemain sayap. MU belakangan ini memang sering diberitakan tengah menargetkan Nemanja Matic (Chelsea) dan Ivan Perisic (Inter Milan) untuk mengabulkan permintaan Mourinho itu.

“Saya ingin seorang pemain tengah, yang bakal bikin saya lebih banyak opsi untuk keseimbangan dan tim. Yang lain ialah seorang pemain penyerang, khususnya yang dapat tampil lewat sayap untuk berikan saya lebih banyak opsi dalam melakukan serangan,” ucap dia.

“Namun, saya tidak sembat berbicara tentang para pemain yang menjadi milik tim lain. Saya tidak suka jika ada manajer yang hadir dan bilang kalau ia suka dengan salah seorang pemain yang saya punya. Hal tersebut tak benar. Saya inginkan 2 pemain lagi, namun bisa saja saya hanya raih seorang,” imbuh Mourinho.

Morata Gunakan Nomor Punggung 9

Chelsea sudah umumkan nomor kostum yang bakal Alvaro Morata pakai. Morata bakal pakai jersey bernomor punggung 9, sama dengan yang ia gunakan saat masih bermain untuk Juventus.

Morata secara resmi telah bergabung dengan Chelsea di pekan kemarin usai keluar dari Real Madrid. Pemain penyerang yang berumur 24 tahun tersebut sudah menyetujui kontrak yang berdurasi sampai dengan 5 tahun bersama The Blues.

Morata sebelumnya gunakan jersey bernomor punggung 9 di Juventus, nomor 21 di Madrid, dan nomor 7 di tim nasional Spanyol. Di Chelsea, ia bakal gunakan nomor punggung 9. Nomor itu tidak miliki pengguna sedari terakhir digunakan oleh Radamel Falcao pada musim 2015/2016.

Pada era Premier League, nomor 9 Chelsea sempat digunakan oleh Tony Cascarino, Mark Stein, Gianluca Vialli, Chris Sutton, dan Jimmy Floyd Hasselbaink. Mateja Kezman, Hernan Crespo, Franco Di Santo, dan Fernando Torres pun gunakan nomor itu sepanjang bermukim di Stamford Bridge.

Walau nomor tersebut identik dengan para pemain striker, pemain bek tengah Khalid Boulahrouz dan gelandang Steve Sidwell gunakan nomor tersebut saat masih bermain untuk Chelsea.

“Saat saya masih kecil, saya melihat bersama ayah saya dan (Premier League) amat hebat. Banyak angka yang tercipta, laga-laga yang cepat, dan saya amat berharap bisa ikut tampil di tempat ini,” ucap Morata pada situs resmi Chelsea.

“Saat saya masih kecil, saya menyaksikan pertandingan Didier Drogba, Andriiy Shevchenko, Fernando Torres, dan menilai mungkin di sejumlah tahun saya dapat sampai ke tempat ini, dan saat ini gunakan kostum bernomor punggung 9 Chelsea terasa seperti mimpi. Saya tidak sabar lagi ingin tampil di Stamford Bridge dan di Premier League,” imbuh dia.

Kolarov sebut Lazio Sekarang Musuhnya

Aleksandar Kolarov sempat miliki pengalaman apik ketika masih bermain bersama Lazio. Namun, karena saat ini telah jadi pemain AS Roma, Kolarov juga menilai kalau Lazio adalah musuhnya.

Usai bermain di Inggris salama 7 tahun bersama dengan Manchester City, Kolarov kembali lagi ke Italia. Pemain bek Serbia yang berumur 31 tahun tersebut direkrut oleh Roma dengan mengeluarkan dana transfer sampai dengan nominal 5 juta euro (sekitar 77 miliar rupiah).

“Saat ini saya amat merasa senang karena telah berada di tempat ini. Hari ini merupakan hari pertama saya dan saya ingin semuanya berlangsung dengan baik,” ucap Kolarov pada wawancara bersama dengan Roma TV.

“Saya telah bertemu dengan semua orang, serta sang pelatih (Eusebio) Di Francesco yang kutemui pada pagi ini. Saya telah kenal baik dengan sejumlah pemain, yang lain belum. Namun, saya saat ini miliki waktu untuk mengenal semuanya dengan lebih dekat lagi,” sambung dia.

Bersama Roma, Kolarov bakal menjadi sebuah reuni bersama Edin Dzeko, yang sebelumnya jadi teman 1 timnya di City.

“Saya terus berhubungan dengan Edin usai ia keluar dari City. Saya berbicara dengan dirinya tentang Roma dan ia ceritakan banyak hal oke soal klub ini. Saya merasa senang miliki peluang untuk tampil bersama dengan dirinya lagi,” kata Kolarov.

Kolarov sebelumnya sempat bermain untuk Lazio, musuh 1 kota Roma, pada tahun 2007-2010. Oleh sebab itu, tidak heran kalau ia diberi cemoohan dari beberapa tifosi Lazio ketika sudah resmi bergabung dengan Roma.

“Saya tidak dapat dan tak ingin menyangkal tentang masa lalu saya. Namun, saya saat ini bersama dengan Roma. Dan seperti saya telah berikan semua saat masih bersama di Lazio, saya pun bakal berikan semua dan lebih lagi kepada Roma,” imbuh Kolarov.

“Lazio merupakan pengalaman baik bagi saya, namun mulai hari ini mereka adalah musuh saya di atas lapangan,” imbuh dia.

Peluang Bermain di Madrid Sedikit, Morata Dipercaya Terus Tokcer di Chelsea

Alvaro Morata tidak raih banyak peluang tampil di Real Madrid pada musim kemarin. Namun hal tersebut dipercaya tidak akan mengusik kiprahnya bersama Chelsea nanti.

Transfer Morata dari Madrid ke Chelsea telah menuju kata sepakat dan diprediksi akan secepatnya selesai. Pemain penyerang yang berusia 24 tahun tersebut akan memiliki keinginan untuk dapat membangun lagi masa depannya yang meredup bersama Madrid pada musim kemarin.

Musim kemarin Morata sesungguhnya miliki catatan yang tidak terlalu buruk. Ia dapat ciptakan 20 angka lewat 43 performa di semua kompetisi kompetitif.

Namun lewat jumlah performanya tersebut, sebagian besar cuma di beberapa pertandingan yang kurang signifikan dan waktu untuk tampil juga minim. Di ajang Liga Spanyol contohnya, Morata cuma bisa membobol 5 tim di 10 besar dan cuma 1 tim 5 besar yaitu Villarreal.

Sosoknya di Los Blancos memang minim untuk bermain. Waktu untuknya tampil cuma 1.872 menit atau rata-rata cuma tampil 43,5 menit tiap pertandingan. Kecilnya perluang untuk tampil tersebut juga yang dipercaya menjadi alasan kuat Morata kembali keluar dari Madrid.

Usai 3 musim kemarin berpetualang ke Italia bersama Juventus, sekarnag kali ini Morata akan berusaha dengan peruntungan di Inggris bersama Chelsea. Terlepas dari problemnya pada musim kemarin, lulusan akademi Madrid ini dipercaya akan berhasil bersama The Blues.

Ditambah dengan Morata telah mengenal Antonio Conte, manajer Chelsea sekarang ini yang sebelumnya bekerja sama dengannya di Juventus.

“Saya telah mengenal dirinya sedari dia berumur 16 tahun sebab ia dulu berada di tim nasional di Spanyol. Chelsea datangkan seorang pemain yang amat luar biasa dengan kemampuan yang besar,” imbuh bekas asisten pelatih Madrid Aitor Karanka.

“Ia terus berusaha maju sebab ia ingin belajar setiap hari. Pengalaman yang ia miliki bersama Juventus 2 tahun kemarin tersebut amat krusial baginya.”

“Betul kalau pada musim kemarin ia tidak banyak raih peluang tampil, namun tiap pemain di Real Madrid itu krusial dalam soal pengalaman, maka ia bakal jadi pemain oke,” kata dia.

City Lirik Danilo

Manchester City tengah berupaya untuk rekrut 3 atau 4 pemain lagi sebelum akhiri bursa transfer musim panas ini. Salah seorang pemain yang tengah mereka incar ialah pemain bek Real Madrid, Danilo.

Usai rekrut Bernardo Silva (gelandang) dan Ederson (penjaga gawang), City memang berkonsentrasi ke perekrutan beberapa pemain anyar untuk di tempatkan di bagian full-back. Mereka perlu paling tidak 3 pemain baru di tempat itu untuk gantikan posisi Pablo Zabaleta, Bacary Sagna, dan Gael Clichy yang sudah dilepas.

Sampai saat ini City baru rekrut 1 pemain full-back, yaitu Kyle Walker yang didatangkan dari Tottenham Hotspur. Danilo berpeluang untuk menyusul ke Etihad Stadium usai pemain bek yang berasal dari Brasil tersebut dikabarkan telah sampai pada kata sepakat dengan The Citizens.

Dalam berjalannya konferensi pers jelang pertandingan International Champions Cup berhadapan dengan Manchester United di Houston, Amerika Serikat, manajer City Pep Guardiola tidak menolak kalau dirinya ada minat untuk merekrut Danilo.

“Kami punya banyak pilihan untuk para pemain, namun hasil akhir (untuk Danilo) masih belum selesai maka hingga masa tersebut selesai saya tidak dapat bilang apapun untuk menghormati klub lain. Namun, ia merupakan pilihan yang kami miliki,” ucap Guardiola.

“Kami tak sedang berbicara pada banyak pemain, namun 3 atau 4 pemain bakal hadir dan bergabung dengan kami. Bukan cuma untuk musim berikutnya, namun untuk 3, 4, 5 tahun ke depan sebab mereka semua merupakan pemain yang masih muda,” kata dia.

Danilo dapat tampil di posisi bek kanan atau bek kiri. Madrid beritanya bersiap untuk lepas si pemain yang berumur 26 tahun tersebut di harga sekitar 30-35 juta euro.

Pemain lain yang dihubungkan dengan City ialah pemain bek kiri AS Monaco, Benjamin Mendy. Berhubungan dengan hal ini, Guardiola pun masih belum ingin berbicara banyak.

“Sama halnya tentang Danilo, kami miliki beberapa incaran dan kita saksikan saja apa yang bakal berlangsung. Ia merupakan pemain Monaco, maka saya perlu berupaya untuk diam,” imbuh dia.