Soal Belotti, Madrid Sudah Negoisasi Dengan Torino

Real Madrid dikabarkan sudah menjalani komunikasi tertutup dengan klub besar Serie A Italia, Torino. Dalam pertemuan tersebut, dipercaya jika EL Real telah mengutarakan niat nya untuk mendapatkan tanda tangan Andrea Belotti di musim panas mendatang.

Nama Belotti menjadi yang paling bersinar di kompetisi Serie A musim ini. Bagaimana tidak, penyerang berusia 23 tahun itu telah menjadi yang tersubur dari daftar pemain kelahiran Italia. Lantas sangat wajar jika klub besar Eropa begitu tertarik ingin mendapatkan jasa nya.

Kabar lebih dalam menjelaskan jika niat Madrid hanya satu, dimana Belotti akan dijadikan pengganti posisi Karim Benzema yang dikabarkan sudah tidak merasa nyaman lagi di Santiogo Bernabeu dan diprediksi akan hengkang bursa transfer musim panas mendatang.

Baik pertemua kedua tim berlangsung sangat rahasia dimana usut punya usut hal itu mungkin saja terjadi, mengingat yang melakukan negoisasi langsung adalah dua presiden klub secara langsung. Madrid di wakili oleh Florentino Perez sementara Torino diwakili oleh Ubano Cairo.

Keduanya dipercaya sudah sepakat dalam transfer Belotti yang akan terjadi di musim depan. Kubu Torino sendiri sebelumnya bersikeras tidak ingin melepas Belotti. Dan sudah menolak tegas tawaran yang datang dari Arsenal, makin jelas ketika pihak Torino sudah memperpanjang kontrak Belotti sampai dengan 2021 mendatang.

Dan pada akhir nya Belotti bisa dilepas dari Torino jika ada yang mau membayar 100 juta euro. Baik Madrid maupun tim lain macam Juventus, Inter Milan dan Paris Saint Germain diyakini akan berpikir ulang bila mereka harus membayar pelepasan klausul Belotti dari Turin.

Legenda Chelsea Anjurkan Terry Angkat Kaki Dari London

Marcel Desailly mencoba untuk berbagi pendapat perihal status John Terry di Chelsea. Dalam pandangan mantan pemain The Blues tersebut, Terry sudah seharusnya meninggalkan London demi menyelamatkan penghujung karir nya. Pada dasarnya Terry sudah memasuki usia 30 tahun lebih, dimana usia tersebut sudah sangat rentan untuk bermain di Liga Primer Inggris.

Bisa dilihat dengan jelas ketika Antonio Conte tidak pernah memberikan kesempatan untuk menjadi pemain starter Chelsea di pentas Premier League untuk Terry, dimana sang pemain lebih banyak menonton pertandingan dari bangku cadangan. Adapun Desailly yang melihat situasi ini angkat bicara, bagaimana pengalaman dia sama seperti Terry dengan dikelilingi oleh pemain bagus. Lantas sang mantan pemain Chelsea tersebut memutuskan untuk angkat kaki dari Stamford Bridge.

“Meninggalkan Chelsea karena saya melihat banyak pemain muda yang lebih cepat dari saya, lebih baik ketimbang saya dan saya pikir ini waktu yang tepat untuk saya pergi serta memberikan kepada pemain muda untuk bersinar dan kini hal serupa terjadi padanya,” ungkap Desailly.

“Saya pikir dia bisa mengatasi situasi ini, saya melihat posisi nya sebagai kapten, dia lebih mementingkan tim, karena dia pikir pemain lain lebih cocok dengan taktik pelatih. Namun dia masih di sana, masih fokus,”

“Disana saya melihat sosok nya seperti seorang yang selalu mengingatkan kepada pemain lain dengan berkata ‘Oh, apa yang kamu lakukan?’ jadi hal-hal kecil semacam ini yang kini diurusi Terry. Saya senang karena ini adalah fase berbeda untuk dia. Saya melihat jika dia pemimpin pilihan pertama namun juga pemimpin untuk pilihan kedua. Dia ada di sana untuk menjadi penyemangat dan sebagai panutan, untuk itu sekarang ini adalah cara baru untuk melakukan pendekat yang berbeda,”

“Untuk beberapa tahun ke depan memang sangat bagus untuk dia berada disana, dimana keberadaan nya bisa memberikan tekanan kepada Kurt Zouma atau Gary Cahill. Ketika Anda punya John Terry di bangku cadangan, saya bisa katakan bahwa ketika Anda dipercaya tampil, Anda pastinya ingin bermain bagus karena Anda tahu bahwa Terry bisa menggantikanmu kapan saja.” tutupnya.

Kontrak Terry di Chelsea kini tinggal menyisahkan sampai bulan Juni mendatang, sampai sekarang belum ada kepastian apakah The Blues akan mempertahankan Terry atau mungkin melepasnya?.

Hubungan Bacca Dengan Montella Sudah Membaik?

Carlos Bacca jelaskan bagaimana hubungan diri nya dengan dengan Vincenzo Montella sudah membaik pasca perpecahan kedua nya ketika Bacca nampak tidak suka dengan penarikan keluar kontra Sampdoria kemarin. Kini Bacca mengakui jika dia sudah meminta maaf kepada Montella.

Bacca sendiri terlihat kesal usai digantikan dengan Gianluca Lapadula di sisa 18 menit pertandingan, sebagaimana Milan saat itu dalam ketertinggalan 1-0. Kekesalan Bacca bukanlah yang pertama, dimana dia sempat terlibat kontak fisik dengan Montella ketika sang pemain digantikan dalam laga melawan Pescara pada Oktober tahun lalu dan total sudah 15 kali ditarik keluar dari 18 starter di semua kompetisi musim ini.

Dalam hal ini, Bacca mengaku bahwa sikapnya adalah sebagai bentuk rasa cinta kepada Milan dan menyadari jika sikap nya ini sangat buruk serta berjanji tidak akan mengulangi aksi nya tersebut.

“Ini terjadi tanpa ada rencana, saya marah karena Milan ketika itu tertinggal 1-0. Saya ingin bertahan di lapangan dan membantu tim. Itu keputusan dia dan saya memiliki adrenalin pertandingan,” ungkap Bacca kepada media.

“Saya pikir saya salah dengan marah kepada nya, kini masalah sudah membaik. Saya bilang kepada pelatih telah membuat kesalahan, saya bicara dengan rekan setim untuk meminta maaf dan akan membayar makan malam untuk tim,”

“Saya melakukan hal ini karena kami tim, saya pun sudah melakukan pembicaraan kepada dia. Tidak ada masalah dengan sang pelatih. Saya harus menghormati keputusannya dan terus bekerja keras untuk mengangkat tim lebih tinggi.” tutupnya.

Terlepas dari sikap buruk nya, Bacca juga mengajak kepada pendukung Milan untuk terus menyuarakan semangat kepada tim agar bisa bangkit dari rentetan buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Kini Milan sedang bersiap untuk menghadapi Bologna dalam partai tunda di bulan Desember 2016 lalu.

Jese Masih Pikir-Pikir Untuk Kembali Ke PSG

Jese Rodriguez mengakui jika sudah tidak ada lagi tempat untuk Paris Saint Germain dihatinya, hal ini terkait dengan pendangan orang yang menyebut jika Jese akan kembali lagi ke Paris usai masa peminjaman nya ke Las Palmas berakhir di musim depan.

Lebih lanjut penyerang yang gagal mendapat tempat di skuat inti PSG ini mengklaim baru akan memikirkan kembali masa depan nya usai semua masa peminjaman nya selesai. Dan Jese berkata: “Saya tak diberi kesempatan untuk bermain. Saya tak bermain di bawah arahan bos Unai Emery,” jawab Jese atas banyak pertanyaan.

“Kontrak saya dengan PSG masih menyisahkan banyak waktu dan saya harus kembali ke sana. Tapi jelas bahwa saya tak ingin melakukan hal tersebut. Unai lebih percaya pada pemain lain, sudah punya 11 pemain andalannya dan tak akan berubah untuk itu,”

“Saya harus tetap dekat dengan keluarga, teman-teman, saya adalah orang yang memegang janji dan saya katakan pada presiden Las Palmas apabila saya pergi dari PSG, maka Las Palmas adalah tujuan saya,”

“waktu yang tepat telah datang ke sini, saya butuh bermain banyak. Saya pikir segalanya sudah berjalan dengan baik. Sambutan? Sulit dilupakan, saya tidak datang ke sini untuk bersantai, namun saya kesini untuk membela seragam yang telah saya pakai sekarang.” tutupnya.

Jese datang ke Ligue 1 Prancis usai direkrut dari Real Madrid pada musim panas kemarin. Pilihan Jese terbilang cepat perihal status yang diterima oleh sang pemain di EL Real tidak terlalu baik, mengingat nama nya kalah bersaing dengan Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Karim Benzema dan Isco. Lantas pilihan terdekat dan paling besar datang dari PSG.

Namun sangat disayangkan, pilihan nya ke Paris dianggap salah jalur. Terbukti nama nya gagal membuktikan diri dihadapan Unai Emry selaku dari pelatih baru PSG yang menggantikan Laurent Blanc. Alhasil Las Palmas datang dan terpilih sebagai klub yang tepat untuk Jese. Dengan kata lain, Jese belum mau kembali jika masih ada nama Unai.

Pep Masukan Yaya Di Fase Knock Out Liga Champions

Kabar menarik baru saja terjadi ketika Manchester City terlihat memasukan nama Yaya Toure dalam babak knock out Liga Champions 2016/17 yang akan resmi digelar pada pertengahan bulan Februari mendatang. Dan kabar ini memastikan jika hubungan antara Yaya dengan Pep Guardiola baik-baik saja.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Manchester City melalui babak fase grup kemarin tanpa ada nama Yaya. Dan Pep sendiri mengakui jika Yaya belum pantas masuk ke dalam skuat inti tim nya dan kini semua itu berbanding terbalik dengan ada nya nama Yaya dalam 21 nama skuat Manchester City.

Yaya sendiri baru saja membuat malam indah dengan mencetak satu gol ke gawang West Ham United dalam kemenangan besar 4-0 di London Stadium pada Kamis dini hari, dengan rekrutan anyar Gabriel Jesus juga bersinar berkat sumbangan satu gol dan satu assist-nya.

Disisi lain, Manchester City harus mengorbankan satu nama pemain penting macam Ilkay Gundogan yang tengah dalam masa pemulihan cedera lutut ligamen. Dan pemikiran matang ini sejatinya keluar dari Pep yang melihat sosok Yaya dibutuhkan dalam lini tengah tim nya.

Adapun nama lain macam Kelechi Iheanacho juga dicoret namanya namun dia masih bisa bermain untuk City di Liga Champions mengingat usianya tidak melebih batas yang ditetapkan. Dan bahan informasi yang patut diketahui adalah seorang pemain muda bisa otomatis tampil di kompetisi terakbar Eropa itu jika mereka lahir tepat, atau setelah 1 Januari 1995 dan sudah bermain bagi klubnya selama dua tahun sejak ulang tahunnya yang ke-15.

Di babak 16 besar Liga Champions nanti, Manchester City akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu dalam laga melawan AS Monaco pada tanggal 22 Februari 2017 mendatang.

Garcia Ingin Lihat Gerrard Di Kursi Pelatih Liverpool

Dukungan terus mengalir kepada sosok legenda hidup Steven Gerrard untuk menjadi the next pelatih Liverpool di masa depan dan dukungan terbaru datang dari sosok mantan pemain Liverpool era 90an, Luis Garcia.

Garrard sendiri baru saja memutuskan gantung sepatu dari dunia sepakbola di akhir musim kemarin usai menjalani karir bersama LA Galaxy dan baru saja diri nya memutuskan untuk menerima tawaran sebagai pelatih di akademi sepakbola Liverpool.

Gerrard yang besar bersama Liverpool ini mengakui sangat tertarik untuk menjajal menjadi seorang manajer sepakbola profesional di masa depan. Gerrard akan menangani pemain muda The Reds dan Garcia mendukung mantan rekan setimnya itu untuk menggantikan Jurgen Klopp sebagai pelatih utama di masa depan.

Melihat situasi dan perkembangan yang ada, maka Garcia meyakini jika Gerrard sangat pentas duduk dikursi pelatih utama Liverpool karena telah mengenal dekat bagaimana karakter dari tim tersebut. Bukan itu saja, sosok nya sangat dihormati oleh publik Inggris termasuk dari Liverpool sendiri dan hal itu akan memberikan dampak positif dalam keberlangsungan Liverpool dalam tempo yang sangat lama.

“Memiliki Gerrard di Liverpool adalah sebuah hal yang baik untuk tim, karena dia memiliki karakter kuat untuk menjadi yang terbaik dan Liverpool sudah merasakan hal itu,” ungkap Garcia kepada media.

“Saya yakin semua orang di klub amat bahagia untuk memilikinya di sini dan saya tidak bisa tidak membayangkan mengapa dia tidak menjadi manajer suatu saat nanti. Dia akan mendapat jalan baik dengan menjadi pelatih tim muda dan Kita lihat dalam beberapa tahun mendatang, pertama sebagai asisten manajer dan kemudian manajer. Dan sudah banyak yang terjadi dan kita akan lihat bagaimana karir Gerrard berlanjut.” tutupnya.

Kante Kagumi Karakter Drogba!

Didier Drogba menjadi inspirasi nyata bagi gelandang baru Chelsea, N’Golo Kante usai menjalani karir sebagai pemain amatir. Dalam keterangan singkat nya, Kante melihat sosok Drogba sebagai pemacu semangat nya agar bisa menembus level tertinggi seperti Premier League Inggris meski harus berjuang dari level amatir.

Drogba datang ke Chelsea dari Marseille ketika berusia 25 tahun usai menjalani karir amatir di klub Guingamp dan Le Mans. Dan sama hal nya dengan Kante, dimana diri nya tidak mengikuti pendidikan di akademi klub Prancis dan memainkan sepakbola amatir, sebelum memperkuat tim seperti Boulogne dan Caen, hingga akhirnya membawa Leicester City juara liga di 2015/16.

“Saya muncul dari pemain amatir, banyak pemain profesional yang bermunculan seperti saya, bisa saya lihat ketika sosok Didier Drogba dan Adil Rami terlahir sebagai pemain bintang yang terlahir dari sepakbola amatir, saya menjadikan kedua sosok ini sebagai motor penggerak semangat saya sampai sekarang. Itu sumber kekuatan saya, yang menunjukkan itu bisa dilakukan,” ungkap Kante.

“Penyesalan adalah sebuah proses pembelajaran dan saya tidak pernah menyesal apa yang sudah saya lakukan. Dan itu membantu saya untuk melihat sepakbola profesional dengan cara yang berbeda. Mungkin itu bisa berbeda, saya bisa meninggalkan keluarga saya lebih cepat.” tutupnya.

Usai bersinar bersama Leicester, Kante akhir nya memilih untuk bergabung bersama Chelsea dengan nilai transfer yang cukup besar. Namun nilai transfer itu sangat sebanding dengan kontribusi sang pemain dalam skuat arahan Antonio Conte, terbukti sampai di pekan ke-23 ini Chelsea masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan sembilan poin dari Tottenham Hotspur yang berada di posisi runner up.

The Blues sendiri baru saja bermain imbang 1-1 dengan Liverpool di Anfield, selanjutnya mereka akan menjalani kembali partai big match kontra Arsenal akhir pekan ini di Stamford Bridge.

Hasil Imbang Tak Ada Dalam Sejarah Juve Di Serie A?

Jawara Italia, Juventus dilihat sebagai tim yang tak kenal hasil imbang dari dua musim terakhir ini. Dan hal ini terus berlanjut sampai musim 2016/17, dimana Juventus tercatat sebagai tim yang paling produktif di pentas Serie A Italia.

Juventus baru saja memukul tuan rumah Sassuolo 2-0 di giornata 22 akhir pekan kemarin. Dengan hasil ini, berarti pasukan Massimiliano Allegri tak sekalipun bermain imbang dalam 33 pertandingan terakhirnya dan catatan ini telah memperpanjang sejarah kemunculan Serie A.

Dalam catatan yang ada, Juventus terakhir kali bermain imbang adalah ketika tandang ke markas Bologna pada giornata 26 Serie A musim 2015/16 kemarin. Dalam laga 19 Februari 2016 tersebut, Juventus meraih hasil seri 0-0. Setelah imbang di kandang Bologna, Juventus menang 2-0 menjamu Inter Milan di giornata berikutnya.

Dan sejak itulah, sampai ketika berhadapan dengan Sassuolo tadi malam, Juventus tak sekalipun meraih hasil imbang dalam 33 laga beruntun di Serie A. Selama periode tersebut, Juventus menang 28 dan kalah 5 kali. Namun dari catatan itu, Juventus masih berada nyaman di puncak klasemen sementara Serie A 2016/17.

Dan lengkap nya data itu bisa dituangkan ketika empat dari lima kekalahan itu didapatkan Juventus musim ini ketika kalah 1-2 vs Inter, 0-1 vs AC Milan, 1-3 vs Genoa dan 1-2 vs Fiorentina. Satu kekalahan lainnya adalah 1-2 vs Hellas Verona di giornata 37 musim lalu.

Dengan catatan itu, bisa dilihat jika Juventus tidak tergoyahkan dalam lima musim terakhir dan dari lima musim tersebut, Bianconeri mampu keluar sebagai juara musim sebanyak lima kali beruntun dan raihan domestik lain nya berhasil mereka genapkan selama satu musim.

Rashford Bantah Kabar Hijrah Ke Sevilla

Marcus Rashford baru saja membantah jika diri nya akan segera meninggalkan Manchester United dan berangkat menuju La Liga Spanyol dengan bergabung bersama Sevilla selama satu musim penuh.

Namun menurut sang pemain, diri nya lebih baik berada di Old Trafford dan sudah menantikan lama untuk dilatih oleh Jose Mourinho. Berdasarkan pandangan nya, Rashford menilai Jose adalah salah satu pelatih terbaik dan sudah lama dia ingin bertemu langsung dengan sang mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid tersebut.

“Isu itu tidak lah benar, saya masih berstatus sebagai pemain Manchester dan itu tidak akan berubah di musim ini,” tepis Rashford perihal kabar burung yang menyebut jika diri nya akan berseragam Sevilla.

“Mourinho adalah manajer istimewa yang dikenal di seluruh dunia karena kemampuannya. Keputusannya untuk datang ke klub membuat banyak pemain dan fans semakin percaya diri. Saya kira Mourinho adalah sosok yang ideal untuk United dan saya,”

“Jose memberitahu saya untuk tetap tenang dan bermain seperti biasa yang saya lakukan di atas lapangan. Hal yang sama yang dia katakan pada semua pemain yang coba untuk menunjukkan penampilan terbaik mereka sekarang.” tutupnya.

Setan Merah sendiri baru saja memastikan diri melangkah ke babak selanjutnya usai kalah 2-1 dari Hull City di pentas Piala Liga, namun kekalahan itu menjadi agregat 4-3 untuk kemenangan Rashford cs.

Dan sebagai bahan penambah jika Manchester baru saja melapas pemain kunci bernama Memphis Depay ke Olympique Lyon bulan Januari 2017. Dan kerpergian Memphis telah membuka jalan untuk Rashford sebagai pemain penting Setan Merah dan itu telah dia buktikan ketika mengantarkan Manchester United menang besar 4-0 atas Wigan Athletic dalam lanjutan Piala FA dini hari tadi.

Inilah Sikap Peduli Coutinho Untuk Chapecoense

Philippe Coutinho muncul sebagai salah satu pemain kelahiran Brasil yang ikut memberikan donasi kepada klub asal Brasil, Chapecoense. Dan seperti yang diketahui bersama bahwa klub itu mendapatkan musibah pada akhir November lalu.

Dimana pesawat yang ditumpangi tim tersebut mengalami kecelakaan dan menewaskan 71 dari 77 penumpangnya. Dan sebagian besar penumpang dari pesawat nahas itu adalah pemain berserta staff kepelatihan dari Chapecoense.

Kejadian itu lantas menarik perhatian dari jutaan pecinta sepakbola dunia termasuk dari pemain Brasil sebagaimana klub itu berasal dari liga Tim Samba. Mereka lantas berbondong-bondong memberikan bantuan apapun yang mereka bisa kepada klub tersebut.

Dan nama Coutinho muncul sebagai salah satu pemain dermawan yang rela memberikan apa yang dia miliki saat ini. Seperti dilaporkan oleh Liverpool Echo, Coutinho ikut memberikan donasi pada klub tersebut. Caranya dengan membeli tiket untuk pertandingan persahabatan yang digelar timnas Brasil melawan Kolombia. Laga itu sendiri sebagai bentuk penghormatan terhadap semua pemain Chapecoense yang meninggal dalam tragedi tersebut.

Countinho, 24 tahun tidak berhenti sampai disitu saja. Dimana sang pemain terus menyuarakan semangat bagi semua kalangan untuk ikut bergabung dengan peduli kepada Chapecoense dan ajakan itu Coutinho sampaikan dalam unggahan di instagram pribadinya.

“Saya ingin mengajak semua orang untuk berpartisipasi dalam aksi yang indah ini, bersama-sama kita lebih kuat. Dan tidak ada sikap yang lebih mulia dengan membantu satu sama lain.” demikian tulisan Countinho di Instagram.

Adapun pertandingan besar antara Brasil Kolombia itu sendiri sudah digelar pada 25 Januari 2017. Dana yang terkumpul dari pertandingan itu akan disalurkan kepada keluarga pemain dari Chapecoense yang meninggal maupun yang terluka.

Meski demikian, Coutinho sendiri jelas tak bisa ikut menonton laga tersebut. Sebab dia harus bermain melawan Southampton di leg kedua semifinal EFL Cup di Anfield. Dan hasil akhir nya tidak sejalan dengan harapan sang pemain, dimana The Reds harus mengakui keunggulan Southampton dengan skor 2-0.