Advertisement
Bursa Pemain Liga Inggris

Aneh Tapi Nyata, Gegara Ketiduran Van der Vaart Hijrah ke Spurs

Aneh Tapi Nyata, Gegara Ketiduran Van der Vaart Hijrah ke Spurs

Tak lama muncul, kini sosok pemain kawakan Rafael Van der Vaart terlihat kembali dengan mencoba berbagai kisah perihal pengalamannya sebagai pemain profesional. Satu kisah yang dibagi sang pemain adalah kepindahan dari Real Madrid menuju ke Tottenham Hotspur.

Menurut pengakuan Van der Vaart, keputusan itu tidak dipikir lama-lama. Lantas kesepakatan terjadi pada menit-menit akhir jelang penutupan bursa transfer dan Van der Vaart mengaku jika keputusan itu adalah sebuah keputusan terbaik.

Ketika menjabat sebagai pemain Real Madrid, sosok Van der Vaart menjadi keburukan bagi timnya yang dianggap sudah menua oleh Jose Mourinho. Tak pandang bulu, Mourinho sampai berbicara langsung dengan Van der Vaart dengan menjelaskan sang pemain akan sulit mendapatkan tempat utama.

Baca Juga : Tersingkir Karena Juve, Spurs Hanya Kurang Beruntung

Pembicaraan itu tak lepas dari keputusan Mourinho mendatangkan Mesut Ozil dari Wender Bremen. Berada pada posisi yang sama, jelas membuat Van der Vaart tak berpikir lama dan menerima pinangan Spurs bermain di Premier League Inggris.

“Keputusan itu benar-benar terjadi pada menit akhir. Jose Mourinho sudah jujur doal peluang bermain saya, dia mengatakan sudah membeli Mesut Ozil untuk bermain di posisi saya,” terang Van der Vaart.

“Mourinho juga memberikan saya kesempatan untuk menetap, namun tidak memberikan jaminan untuk bisa menjadi skuat utama. Saat itu pun saya sudah memutuskan untuk tetap tinggal,”

Namun semua berubah dengan begitu cepat, sempat memutuskan bertahan. Melalui agen Van der Vaart, memberikan konfirmasi kepada sang pemain untuk memberitahukan ada ketertarikan dari Spurs. Dan disaat itu pula Van der Vaart tidak memiliki waktu berpikir.

“Agen mengontek saya dengan mengatakan Spurs tertarik. Saya bertanya padanya apakah saya dapat berpikir dahulu? Lalu dia bilang saya punya waktu dua jam, jadi saya memutuskan untuk tidur siang,” lanjut Van der Vaart.

“Tak lama saya terbangun karena terkejut bunyi telepon, dan ternyata 20 menit lagi bursa transfer akan ditutup! Lalu tanpa berpikir saya berkata, ‘ya, mari kita lakukan’,” Van der Vaart mengakhiri.