Berita Sepak BolaBola DuniaBursa PemainLiga InggrisSerba Serbi

4 Perubahan Yang Dilakukan Guardiola Di Manchester City

Taktik Pep GUardiola saat mengasuh Manchester City tahun 2017

Pep Guaridola telah membawa perubahan besar di kubu Manchester City sejak ia mengasuh klub di musim panas 2016 lalu, menggantikan Manuel Pellegrini. Dengan penambahan pemain baru di musim keduanya, ia berhasil memboyong piala Premier League dan memecahkan 11 rekor baru, termasuk mencetak gol terbanyak di sepanjang sejarah di kompetisi tersebut. Dan tercatat ada setidaknya empat perubahan besar yang dilakukan oleh Pep Guardiola di Manchester City.

1. Meningkatkan para pemainnya

Musim perdana Guardiola di Etihad stadium tidak begitu memukau karena

Kemampuan Raheem Sterling yang meningkat setelah diasuh oleh Pep Guardiola

Raheem Sterling Saat menghadapi kiper West Ham ssatu lawan satu

ia mewarisi pemain dengan usia rata-rata 30,5 tahun, rata-rata tertua di liga. Walaupun masih ada pemain berbakat di dalam tim, namun kurangnya gaya bermain yang jelas menambah kesengsaraan mereka saat diasuh oleh Pellegrini di dua musim terakhir.

Guardiola pun akhirnya memaksimalkan kemampuan pemainnya, sebut saja Raheem Sterling, David Silva, Yaya Toure, Nicolas Otamendi dan Fabian Delph, diluar pemain baru yang ditebus dengan harga mahal. Dan kini mereka semua mampu menjadi pemain yang terbaik dibidangnya. Sterling menunjukkan mengapa harga 50 juta poundsterling di bandrol Liverpool, Otamendi menjadi salah satu pemain bertahan terbaik di liga, Silva menemukan kembali keajaiban yang lama hilang. Bahkan Delph yang menjadi bek kiri tambahan (karena cedera Benjamin Mendy) dan melakukannya dengan sangat baik sehingga dia membuat skuad Piala Dunia Inggris.

2. Tegas melepaskan pemain yang kurang sesuai

Seperti yang diungkapkan sebelumnya Guardiola mencoba bekerja dengan apa yang dia miliki di musim pertamanya sambil menambahkan sedikit kualitas. Dia mencoba Aleksander Kolarov sebagai bek tengah, memberikan waktu bermain kepada Fernando. Ia juga mencoba memanfaatkan Jesus Navas lebih baik sebagai bek kanan namun para pemain ini tidak bisa memenuhi apa yang dia dan tim butuhkan.

Ia pun menunjukkan kekejaman yang sama seperti saat ia menjadi manajer Barcelona, Guardiola memulai musim ke-2 di klub dengan melepaskan beberapa pemainnya seperti Willy Caballero, Bacary Sagna, Kolarov, Gael Clichy, Navas, Fernando.

Dan hasilnya dalam satu jendela transfer, ia mengurangi usia rata-rata tim (28,4 musim sebelumnya) dan menambahkan pemain muda berkualitas (usia rata-rata 26,8) kesisinya. Walaupun membutuhkan uang belanja pemain yang besar-besaran namun ia mampu membuat City lebih cepat, lebih bugar, lebih cerdas dan mengeksekusi instruksi pelatih dengan lebih baik. Bahkan meraih gelar juara Premier League.

Transfer Pemain Manchester City 2017-18

Transfer Pemain Manchester City 2017-18 dibawah asuhan Pep Guardiola

3. Mendapat transfer pemain dengan benar

Hal terbaik sejak dia berada di Manchester adalah pekerjaan transfer di bawah pengawasannya. Berbeda dengan kekacauan di Old Trafford, semua pemain telah dibeli dengan rencana spesifik dalam pikiran. Di musim pertamanya, John Stones, Nolito, Claudio Bravo, Ilkay Gundogan, Leroy Sane, dan Gabriel Jesus (pada bulan Januari) diboyong seharga 192 juta poundsterling untuk memperbaiki kebutuhan khusus racikannya; Bravo dibawa sebagai sweeper-keeper, Gundogan untuk permainannya yang kreatif, Jesus bisa melengkapi Aguero dan sebagainya.

Nolito dan Bravo terbukti menjadi kekecewaan saat mengejar gelar juara di musim perdana Guardiola. Karena itulah ia merekrut Ederson, Kyle Walker, Mendy, Danilo, Bernardo Silva dan Aymeric Laporte (Januari kemarin) untuk 285 juta poundsterling dan para pemain ini telah membantu mereka ke level sekarang.

Musim ini, mereka hanya menambahkan Riyad Mahrez sebesar 60 juta poundsterling untuk merotasi sterling. Sepertinya campuran pemain berpengalaman dan semangat muda yang kuat dari tim, City masih akan terus bertahan diposisi atas untuk jangka panjang.

4. Bermain dengan gaya yang jelas

Hal ini mungkin hal yang terpenting yang dilakukan Guardiola sejak ia tiba di Etihad. Memang para pemain membutuhkan struktur terorganisir di mana mereka dapat melakukan pada tingkat yang paling optimal. Ia pun  membawa filosofinya untuk menunggangi tim dengan penekanannya pada passing yang cepat, kecerdasan, dan kontrol bola.

 

Taktik Pep GUardiola saat mengasuh Manchester City tahun 2017

Taktik Pep Guardiola saat mengasuh Manchester City tahun 2017

Experimen yang dilakukannya beberapa diantaranya juga membuahkan hasil seperti permainan yang menekanan bola pada kiper yang gagal dilakukan oleh Claudio Bravo, berhasil saat Ederson datang di musim keduanya. Eksperimen pada mantan bek Everton John Stones juga salah satunya dimana sebelumnya ia di kritik keras karena seringnya kesalahan di lini belakang yang menyebabkan banyak gol di musim 2016/2017. Namun Guardiola berhasil mendorong pemain Inggris tersebut untuk melanjutkan apa yang sedang dilakukannya dan perubahan terlihat di musim lalu.

Kini setiap pemain City mengerti dengan jelas apa yang diinginkan pelatih dan peran mereka dalam pengaturan tim. Bahkan seorang striker Sergio Aguero juga harus menyesuaikan gaya permainannya agar lebih cocok dan terbukti ia menerima upahnya dengan serangkaian jumlah gol di musim lalu.

Demikianlah empat perubahan besar yang dilakukan oleh Pep Guardiola di Manchester City saat ini. Mungkin hal ini bisa ditiru oleh rekan sesama pelatih lainnya yang berjuang di Premier League. Namun berapa lama ia akan berada di City untuk membantu mereka? Mungkinkah ia akan mengalami masa kejatuhan dalam waktu dekat? Akan menarik untuk melihat karirnya di masa depan.