Berita Sepak BolaLiga Inggris

3 Alasan Ancelotti Akan Gagal Tangani Arsenal

Carlo Ancelottigoldewa.comArsenal saat ini masih berburu manajer baru. Mereka sedang mencari sosok yang sesuai untuk menjadi pengganti Unai Emery yang dipecat akhir November silam.

Tim asal London Utara itu sudah dikaitkan dengan sejumlah manajer-manajer papan atas. Salah nama yang masuk bursa adalah Carlo Ancelotti. Ancelotti saat ini memang tengah menganggur. Juru taktik asal Italia itu belum lama ini dipecat Napoli.

Arsenal saat ini sedang ditangani oleh manajer sementara, Freddie Ljungberg. Namun, performa The Gunners di bawah pria asal Swiss itu belum membaik. Kedatangan Ancelotti diharapkan mampu mendongkrak performa Arsenal. Sebab, Ancelotti berhasil meraih tiga trofi juara saat menukangi Chelsea pada periode 2009-2011.

Namun, ada baiknya jika Arsenal tidak terburu-buru memutuskan Ancelotti sebagai manajer. Sebab, ada beberapa pertimbangan yang bisa membuatnya gagal di Arsenal. Berikut ini tiga alasan Carlo Ancelotti tidak cocok untuk Arsenal

  • Arsenal Tidak Punya Pondasi Kuat
    Arsenal tentunya membutuhkan pondasi yang kuat agar bisa bersaing dengan tim papan atas lainnya. Arsene Wenger hengkang dari Arsenal tidak dalam kondisi yang bagus. The Gunners hanya mampu berkutat di Liga Eurooa selama dua tahun berturut-turut di tahun-tahun terakhir Wenger.
  • Tak Ada Pemain Kelas Dunia
    Karier Ancelotti dipenuhi dengan mengelola pemain top, dan dia mendapat predikat sebagai salah satu manajer paling sukses dalam dunia sepakbola. Namun, dia sepertinya tidak akan memperoleh dukungan yang sama seperti di klub-klub sebelumnya saat menangani Arsenal. Ancelotti menurunkan beberapa levelnya untuk melatih Arsenal. Arsenal saat ini sudah tidak bisa bersaing dan perlu perombakan besar-besaran.
  • Arsenal Butuh Manajer Muda dan Inovatif
    Kinerja Unai Emery di Arsenal mengecewakan, terutama dalam hal berakhirnya. Manajer Spanyol itu didepak setelah rentetatn hasil yang buruk dan Freddie Ljungberg ditunjuk sebagai pelatih sementara. Walau Emery bisa dibilang masih muda, dia tidak mampu mencari solusi untuk masalah di Arsenal. Sifat keras kepalanya karena tidak mau mengubah pendekatan defensifnya agar sesuai dengan setiap pertandingan akhirnya membuatnya dipecat.