Serba Serbi

Tiga Pesepakbola Yang Mudah Terprovokasi

patrice evraSeorang aktor lapangan hijau tentusaja mendapat tekanan dalam sebuah laga. Baik dari segi teknis permainan, hingga perlakuan suporter di dalam stadion.

Kita para penonton juga selalu menemukan kejadian pemain yang tak bisa mengatasi tekanan tersebut. Ditambah lagi bila ada provokator dengan sengaja menyebabkan si pemain tak kuasa membendung rasa marahnya.

Beberapa waktu lalu bek sayap Marseille, Patrice Evra merasa terprovokasi menjelang laga kontra Vitoria de Guimaraes dalam lanjutan Liga Europa, Kamis (2/11/2017) atau Jumat dinihari WIB. Evra sampai melancarkan tenadangan ke kepala penonton timnya sendiri lantaran tidak tahan dicemooh selama sesi pemanasan.

Dna berikut ini kami sudah merangkum tiga pemain yang mudah terprovokasi di dalam stadion, siapa saja mereka?

1. Patrice Evra

Patrick Evra menyebabkan Marseille harus menderita dua kerugian sekaligus. Pada pertandingan keempat fase grup Liga Europa, Kamis (2/11) ia mendapat kartu merah sebelum laga digelar. Komisi disiplin UEFA baru memberikan sanksi akibat perilaku buruk Evra pada 10 November mendatang. Untuk sementara mantan penggawa Manchester United baru diskors satu laga.

2. Eden Hazard

Chelsea terpaksa tampil dengan 10 pemain dalam laga empat besar Piala Liga Inggris menghadapi Swansea City pada Januari 2013 lalu. Penyebabnya ialah winger Eden Hazard dikartu merah usai menendang seorang ball boy atau pemungut bola dalam laga itu. Wasit ketika itu Chris Foy mengacungkan kartu merah 10 menit jelang waktu normal berakhir karena si pemain dinilai melakukan tindakan kekerasan.

3. Eric Cantona

Dan terakhir tentu saja legenda Manchester United (MU) Eric Cantona memang terkenal sebagai pemain yang mudah terpancing emosinya. Hal itu sering dimanfaatkan tim lawan menyulut emosi Cantona supaya dia dikartumerah. Pada tahun 1994 lalu persepakbolaan Inggris dibuat kaget oleh sepakan kung fu Cantona.

Menghadapi Crystal Palace di Selhust Park, ia lebih dulu dikartu merah akibat menendang bek Palace, Richard Shaw. Ketika sedang berjalan keluar arena, seorang suporter lawan membuat Cantona marah dan disini insiden tendangan kungfu terjadi.