Liga Italia

Pramusim Buruk Dan Gonta-ganti Pelatih Jadi Alasan Penampilan Inter Naik Turun Musim Ini

Inter MilanPergantian pelatih secara mendadak dan sesi pramusim yang buruk diyakini sebagai alasan utama inkosistensi performa Inter Milan di musim ini serta gagal bersaing di jalur Scudetto. Itu yang diungkapkan oleh bek Inter Milan yang tengah dipinjamkan ke Hull City, Andrea Ranocchia

Inter Milan sebenarnya menjalani sesi pramusim dengan Roberto Mancini sebagai pelatihnya. Namun sesi pramusim yang buruk serta ketegangan dengan para petinggi klub membuat Mancini diberhentikan dari posisinya.

Saat itu, La Beneamata memang tampil hancur-hancuran di sesi pramusim saat dikalahkan oleh CSKA Sofia kemudian menjadi bulan-bulanan Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, dan puncaknya adalah dibantai 1 – 6 oleh Tottenham Hotspur.

Frank De Boer kemudian datang untuk menggantikan Mancini. Namun, karena kurang pengalaman melatih di luar Belanda ditambah dengan kendala bahasa akhirnya membuatnya diberhentikan oleh Nerrazurri hanya empat bulan setelah ditunjuk.

Selama berada di bawah asuhan De Boer, performa Inter Milan juga belum menunjukkan perbaikan, bahkan mereka terlempat dari posisi 10 besar dan tampil buruk di kompetisi Eropa.

“Berat bagi kami semua saat mereka mengganti pelatih di bulan Agustus. Untuk klub, pelatih, dan juga suporter, kedatangan Frank De Boer itu merupakan kejutan karena dia bahkan tidak bisa bahasa Italia. Kami tidak tampil baik di sesi pramusim,” ungkap Ranocchia

“Tidak mudah tentunya untuk pelatih baru untuk datang dengan situasi seperti ini dan mengeluarkan ide-idenya.”

Setelah pemecatan De Boer, Inter Milan ditangani pelatih ketiganya musim ini yakni Stefano Pioli. Walaupun gagal di Liga Europa dan Coppa Italia, penampilan La Beneamata di bawah Pioli dikatakan mulai membaik dan masih berpeluang finis tiga besar.

“Lalu bagaimana dengan Stefano Pioli? Dia memberikan ide soal bagaimana cara tim bermain, mentalitas, dan aturan yang harus ditaaati oleh semua orang. Dia tidak banyak merubah susunan tim, hanya menempatkan pemain yang tengah tampil oke dalam tim utama. Hasilnya: pemain bisa tampil oke bersamanya.”