Berita Sepak Bola Liga Internasional

Mourinho Tak Sabar Bertemu Madrid di Piala Super Eropa

Jose Mourinho menjadi pelatih pertama yang sukses mengantarkan Manchester United juara Liga Europa usai mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam dalam partai final yang digelar di Stadion Friends Arena, Swedia.

Dilain sisi, Real Madrid sekaligus mantan klub yang pernah ditunggangi Mourinho ini baru saja membuat sejarah baru dengan sukses menjadi juara Liga Champions dua kali beruntun. Bisa diartikan bahwa Setan Merah akan berjumpa EL Real dalam ajang Piala Super Eropa.

Menanggapi yang akan terjadi, Mourinho sadar bahwa kelas Liga Europa dengan Liga Champions bagai langit dan bumi. Dengan begitu, Mourinho mengaku sangat terhormat dan sudah tak sabar untuk bertarung dengan tim Raja Eropa macam Real Madrid.

“Tim dengan bermodalkan juara Liga Europa harus merasa terhormat ketika mereka bertemu dengan tim jawara Eropa. Tim yang menjadi juara Eropa adalah yang memenangkan Liga Champions. Real Madrid yang menjadi juara Liga Champions adalah tim terbaik Eropa saat ini,” ungkap Mourinho.

Perjalanan Manchester United di Liga Europa sangat dimaklumi Mourinho, dia menyadari jika timnya berjalan sangat lambat. Karena itu, ia sudah tak sabar memimpin persiapan Manchester United untuk musim depan.

“Perjalana kami memang kurang bagus, diliga domestik maupun Eropa. Tapi kami menyadari bahwa tim-tim terbaik bersaing di Liga Champions. Saya rasa Liga Champions adalah hal baru bagi banyak pemain saya. Persiapan pramusim kami akan menarik,” tutupnya.

Yang menjadi pertanyaan disini adalah ketika sosok pelatih Madrid, Zinedine Zidane yang terlihat tak terlalu mengapresiasi Piala Super Eropa. Ini terbukti ketika Real Madrid berjumpa dengan Sevilla dimusim lalu, dimana sang pelatih lebih memilih untuk menurunkan pemain lapis kedua.

Nampak jelas jika nama-nama beken Madrid macam Luka Modric, Toni Kross, Gareth Bale, Keylor Navas, Karim Benzema, James Rodriguez dan Cristiano Ronaldo yang turun dalam laga tersebut. Diketahui jika Zidane menyebut Piala Super Eropa sebagai trofi mini.