Berita Sepak Bola Liga Inggris

‘Mourinho Jadi Sosok Buruk Dalam Keseruan Sepakbola’

Mantan pelatih Chelsea, Real Madrid dan Inter Milan, Jose Mourinho memang dikenal sebagai pelatih yang sering menggunakan taktik bermain bertahan total. Dan di benua Eropa, Jose tidak sendirian, dimana ada nama lain macam Diego Simeone bersama Atletico Madrid yang hampir mirip dengan gaya taktik Jose.

Dan benar ada nya jika taktik tersebut sukses mengantarkan tim nya meraih banyak gelar bergengsi, namun tak sebagian orang melihat raihan itu adalah kesuksesan terbesar karena dianggap oleh mereka sebagai perusak keseruan sepakbola serta membuat sepakbola menjadi membosankan.

Hatem Ben Arfa pun menyetujui tanggapan tersebut, dimana gelandang Paris Saint Germain itu menilai cara melatih Jose terkesan membosankan karena cenderung menekan pemain untuk baik dalam bertahan. Adapun Jose sukses mengantarkan Chelsea juara musim 2015/16, namun catatan baik itu tetap mendapat banyak kritik dari berbagai kalangan yang menyebut Chelsea bermain bagai parkir bus.

Dilain sisi, ada nama Simeone yang sukses mengantarkan Atletico Madrid juara La Liga musim 2013/14. Keberhasilan sang pelatih membuat tim nya kuat dalam bertahan telah merepotkan Real Madrid dan Barcelona.

Meski dua sosok pelatih itu menjadi yang terhebat dari sekian banyak pelatih, namun dalam pandangan Ben Arfa mereka tidak memberikan hiburan dari arti sepakbola. Lebih dalam sang pemain menyebut jika gelar juara tak ada artinya jika sepakbola tak memberi hiburan dengan alasan bahwa sepakbola memiliki arti memberikan hiburan atau senyuman kepada setiap orang yang menonton.

“Sejumlah pelatih baru terus bermunculan, ketika mereka masuk ke dunia ini maka mereka mencoba untuk menciptakan sesuatu yang baru dan keberhasilan itu mereka jadikan sebagai panutan hingga sekarang. Tapi ini bukan arti dari sepakbola, termasuk cara melatih Mourinho dan Simeone,” ungkap Ben Arfa.

“Apa yang mereka pertontonkan kalah kelas dengan Johan Cruyff dan kebebasannya. Adanya mereka membuat tak ada lagi yang menyenangkan dalam sepakbola. Tak akan ada lagi tontonan yang menghibur, pada titik bahwa sepakbola membuat saya tak begitu tertarik,”

“Dengan apa yang terjadi sekarang, saya tidak begitu lagi senang melihat pertandingan. Dan apa yang terjadi di Ligue 1 telah membunuh saya.” tandasnya.

Ben Arfa sendiri saat ini berada di Paris Saint Germain usai didatangkan dari Nice dengans status bebas transfer. Hingga sekarang, pemain berusia 30 tahun tersebut sudah mengoleksi dua gol dan delapan assist dari 31 pertandingan di semua ajang. Namun di Paris, nasib Ben Arfa tidak terlalu jelas karena sampai saat ini sang pemain sering kali bermain dari bangku cadangan.