Klasik

Manajer-manajer Terhebat Yang Pernah Dimiliki Liverpool

kenny dalglishLiverpool merupakan salah satu klub terbesar di Inggris. Klub yang identik dengan warna merah ini merupakan klub dengan perolehan trofi terbanyak kedua setelah Manchester United. Liverpool berada di punjak kejayaan saat ditangani oleh manajer Bill Shankly. Pelatih ini kemudian dinobatkan sebagai salah satu legenda Liverpool.

Bill Shankly sangat dihormati atas keberhasilannya mengantarkan Liverpool kembali ke divisi satu setelah sebelumnya berada di divisi dua selama 8 musim. Untuk menghormati jasanya, dibuatlah patung Bill Shankly di pintu masuk Anfield.

Pemain-pemain yang paling dikenal di masa kepemimpinan Bill Shankly antara lain adalah Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 penampilan), dan Ian Rush (346 gol).

Bill Shankly
Bill Shankly
Setelah merebut juara Piala FA yang pertama pada tahun 1965 dan Liga Inggris pada musim 1965/1966, Bill Shankly berhasil mempersembahkan gelar juara liga dan Piala UEFA pada musim kompetisi 1972/1973. Musim berikutnya Bill Shankly sukses mengantarkan The Reds menjuarai Piala FA setelah membantai Newcastle United 3-0. Tidak ada yang menyangka bahwa gelar Piala FA itu merupakan persembahan terakhir dari seorang Bill Shankly. Karena setelah Bill Shankly memutuskan pensiun secara tiba-tiba.

Pemain dan para suporter Liverpool berusaha untuk membujuknya untuk tetap tinggal, bahkan para pekerja di Liverpool mengancam akan melakukan mogok kerja. Tetapi Bill Shankly tetap tidak bergeming dan menyerahkan kursi kepelatihan kepada asisten-nya, Bob Paisley. Bill Shankly akhirnya resmi pensiun pada tahun 1974.

Bob Paisley
Bob Paisley
Kesuksesan Liverpool bersama Bill Shankly berhasil diteruskan oleh Bob Paisley yang kala itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool dari tahun 1974 hingga 1983. Bob Paisley hanya absen gelar hanya di musim pertamanya menangani The Reds.

Selama 9 tahun Bob Paisley menangani Liverpool, dia mempersembahkan 21 trofi di seluruh ajang kompetitif,  termasuk 3 Piala Champions, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut.

Dengan semua gelar tersebut, wajar saja jika Bob Paisley dinobatkan sebagai salah satu manajer tersukses di Liga Inggris. Bukan hanya gelar yang dipersembahkan Bob Paisley untuk Liverpool, namun pria asal Inggris ini juga berhasil dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool.

Joe Fagan
Joe Fagan
Bob Paisley resmi meninggalkan jabatan sebagai manajer Liverpool pada tahun 1983 dan digantikan oleh sang asisten, Joe Fagan. Di musim debutnya di Anfield, Joe Fagan langsung mempersembahkan treble untuk Liverpool yaitu juara Liga Inggris, juara Piala Liga dan juara Piala Champions. Prestasi ini membuat Liverpool berstatus sebagai klub Inggris pertama yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi.

Sayangnya, kejayaan era Joe Fagan harus ternoda oleh insiden di Stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum laga final Piala Champion antara Liverpool melawan Juventus ini memakan korban jiwa sebanyak 39 orang yang sebagian besar merupakan pendukung Juventus.

Insiden ini menyebabkan seluruh klub Inggris tidak diperbolehkan tampil di kompetisi Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool tidak diperbolehkan tampil di seluruh kompetisi Eropa selama 10 tahun namun akhirnya hanya berlangsung selama 6 tahun. Selain itu, 14 fans Liverpool menjadi terdakwa atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel.

Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish[17] yang ditunjuk sebagai manajer-pemain. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.

Kenny Dalglish
Kenny Dalglish
Di era Kenny Dalglish, Liverpool berhasil memenangkan 3 trofi Premier League dan 2 trofi Piala FA, termasuk double winners (Liga Inggris dan juara Piala FA) pada musim kompetisi 1985/1986. Seandainya tidak sedang menjalani sanksi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu.

Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish juga ikut ternoda karena adanya insiden Hillsborough. Di laga semi-final Piala FA melawan Nottingham Forest pada tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan para suporter Liverpool yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion.

Insiden ini mengakibatkan 94 suporter Liverpool tewas di tempat kejadian, 1 suporter Liverpool meninggal dunia 4 hari pasca kejadian setelah dirawat di rumah sakit, serta 1 orang suporter Liverpool lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun.

Setelah insiden ini, Kenny Dalglish mengaku selalu trauma dengan kejadian ini. Buntut dari hal itu adalah, pada tanggal 22 Februari 1990 dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi manajer Liverpool.

Pengumuman itu dirasa sangat mengejutkan karena saat itu The Reds sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Kenny Dalglish lalu dinobatkan sebagai salah satu legenda terhebat Liverpool karena sangat keberhasilannya sebagai pemain sekaligus manajer.