Liga Spanyol

Luis Enrique Tak Rasakan Kesedihan Di Laga Terakhir

Luis EnriqueLuis Enrique akhirnya menjalani pertandingan terakhirnya sebagai pelatih Barcelona. Enrique mengaku jika dia sama sekali tidak merasakan kesedihan setelah laga terakhirnya bersama Blaugrana.

Barcelona keluar sebagai juara Copa del Rey setelah mengalahkan Deportivo Alaves 3 – 1 di Vicente Calderon, Minggu (28 Mei 2017) dinihari WIB. Copa del Rey jadi trofi terakhir sekaligus yang kesembilan sejak Enrique menangani tim raksasa Catalan sejak 2014/2015.

Enrique tidak akan melanjutkan pekerjaannya menangani Barca pada musim depan. Pria yang dulu juga sempat memperkuat Los Cules sebagai pemain ini sudah memutuskan mundur di akhir musim ini pada awal Maret lalu. Pada laga perpisahannya dengan Barca, kenapa Enrique tidak merasakan kesedihan?

“Saya tidak merasa adanya kesedihan, yang saya rasakan hanyalah perasaan bahagia sepenuhnya. Saya yang memutuskan bahwa yang terbaik adalah berhenti sekarang. Ini adalah saat yang tepat bagi saya dan juga bagi para pemain,” kata Luis Enrique seperti yang dilansir dari ESPN.

“Dikarenakan tekanan yang harus Anda hadapi dalam pekerjaan ini, musim ini kami mengalami banyak penurunan, jadi kepergian saya tidak perlu disayangkan, malah justru sebaliknya,” sambung Luis Enrique.

“Jika seseorang mengatakan kepada saya bahwa saya akan memengkan sembilan piala dari 13, saya pasti bahagia. Saya telah mendapatkan 100 persen dari tim dan saya telah memberi mereka 100 persen juga. Saya kira tidak ada yang bisa menjatuhkan saya untuk hal itu,” kata Enrique.

Selama tiga musim menangani tim utama Barcelona, Luis Enrique punya catatan yang cukup mengesankan dengan persentase kemenangan 76,2 persen. Itu dia dapatkan dengan 138 kemenangan, 22 hasil imbang, serta 21 kekalahan dalam 181 kali penampilan.

Enrique mengantarkan Lionel Messi dan kawan-kawan meraih dua gelar La Liga, tiga Copa del Rey, satu Piala Super Spanyol, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub. Dia mempersembahkan treble pada musim pertamanya di Barca.