Berita Sepak Bola Liga Inggris

Klopp Ingin Tutup Karir di Liverpool

Jurgen Klopp tak bisa pungkiri jika Liverpool adalah klub terbaik dunia, lantas mantan pelatih Borussia Dortmund itu memiliki impian untuk bisa mengakhiri karir kepelatihannya di klub tersebut. Bisa diartikan jika Klopp merupakan pelatih yang lebih senang bertahan lama di satu klub ketimbang harus berpindah-pindah klub dalam waktu singkat.

Dalam catatan karirnya, Klopp sempat merumput sebagai pelatih Mainz selama tujuh tahun. Selanjutnya dia bergabung dengan Borussia Dortmund pada tahun 2008.

Bersama Dortmund, Klopp juga melatih dalam tempo waktu yang cukup lama. Terbukti Klopp pernah menyabet dua gelar Bundesliga dalam durasi melatih selama tujuh musim. Usai mendapatkan apa yang dia inginkan, Klopp lantas pergi meninggalkan Bundesliga pada musim 2014/15.

Klopp sendiri sempat mengakui jika dirinya lebih suka bertahan lama di satu klub dengan memiliki proyek jangka panjang. Dan hal itulah yang membuatnya lebih tertantang sebagaimana dia suka bertahan lama di satu klub.

Klopp, 49 tahun menyadari usianya sudah tak muda lagi sebagai sosok pelatih klub besar dan untuk itulah banyak yang mengklaim jika Klopp akan menutup karirnya di Liverpool.

“10 klub berbeda itu tak mungkin, karena akhir karir saya tidak mungkin bisa mencapai hal tersebut. Lain daripada itu, lebih mudah bagi saya untuk berkomitmen dengan apa yang saya lakukan karena selalu ada proyek jangka panjang,” demikian ucapan Klopp di media.

Di musim keduanya bersama Liverpool, Klopp belum juga menghasilkan gelar. Namanya hampir saja tercatat sebagai pelatih yang mengantarkan gelar juara Liga Europa dan Piala Liga dimusim debutnya bersama The Reds, namun semua itu gagal dia persembahkan karena sedikit ketidak beruntungan.

Klopp sendiri mendapat durasi kontrak di Liverpool hingga 2022. Dalam impiannya, Klopp ingin mendapatkan satu gelar sebelum masa jabatannya berakhir.

“Andai bisa sampai dipunghujung kontrak, maka ada kesempatan bagi saya untuk mendapatkan sesuatu. Saya pastinya tak nyaman jika tak memenangkan apa-apa. Ketika saya tiba disini, semua orang mengharapkan klub kesayangannya mendapatkan gelar.” tutupnya.