Liga Italia Piala Dunia

Kiper Muda Lazio Ini Tak Kuasa Menahan Air Mata Melihat Buffon Terluka

Thomas Strakosha adalah satu dari sekian banyak pemain sepakbola yang ikut merasakan kesedihan yang dirasa oleh legenda kiper Italia, Gianluigi Buffon usai mendapati kenyataan bahwa Gli Azzurri gagal pentas di Piala Dunia 2018 Rusia mendatang.

Strakosha yang merupakan kiper muda Lazio ini adalah kiper yang mengidolakan Buffon. Dirinya sampai ikut meneteskan air mata ketika melihat idolanya tersebut harus menerima kenyataan bahwa diakhir penutup karirnya dikancah internasional tidak pentas di Piala Dunia.

Sudah menjadi berita duka ketika Italia gagal tampil ke Piala Dunia lantaran kalah agregat 1-0 dari Swedia di babak playoff. Kalah 0-1 di leg pertama, Italia hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat bermain dileg kedua yang digelar di San Siro, Milan.

Momen ini semakin terasa sakit ketika banyak pemain senior macam Buffon, Andrea Barzaglie dan Giorgio Chiellini memutuskan pensiun dari timnas Italia. Adapun gagalnya Italia ke Piala Dunia kali ini adalah yang pertama sejak mereka ikut serta pada musim 1958 lalu.

Thomas Strakosha Kiper Muda Lazio

“Ayah saya yang bernama Foto Strakosha adalah pahlawan saya, tapi idola saya selalu Buffon dan sangat menyakitkan ketika dia terlihat sedih karena seluruh fans ingin melihat Italia lolos,” buka Strakosha.

“Mengerikan ketika dia bersedih, itu membuat saya juga merasakan kesedihan, bersama dengan semua orang Italia. Dia sangat layak mendapat lebih dipentas internasional.” tutup Strakosha.

Strakosha menambahkan jika Lazio sudah kembali berlatih dan dua pemain yang ikut bermain melawan Swedia macam Ciro Immobile dan Marco Parolo pun sudah ikut bergabung dalam program latihan persiapan pertandingan akhir pekan Serie A Italia.

“Hari sudah berganti dan saya melihat mereka begitu sedih. Saya tak terbiasa melihat mereka seperti itu, saya belum pernah melihat mereka begitu dilema,”

“Terasa sangat berat karena Italia tidak pernah absen sejak 60 tahun. Mereka telah memberikan semuanya, saya menyaksikan pertandingannya dan saya pikir mereka hanya sedikit kurang beruntung.” Strakosha mengakhiri.