Berita Sepak Bola Klasik

Kemenangan Argentina Di Piala Dunia 1978 Karena Bantuan Jorge Videla?

ArgentinaPertandingan semi-final pada Piala Dunia 2014 lalu mempertemukan dua tim favorit juara, tim nasional Argentina dan Belanda. Argentina sukses melangkah ke semi-final usai jadi pemimpin klasemen grup F, kemudian mengalahkan Swiss dan Belgia di babak eliminasi. Sementara Belanda ada di posisi teratas grup B, kemudian mengalahkan Meksiko dan Kostarika sebelum berada di empat besar.

Sebelum itu, Argentina dan Belanda tercatat telah bertemu sebanyak 8 kali sepanjang sejarah. Dari delapan pertemuan itu, Belanda berhasil memenangkan 4 pertandingan diantaranya, sementara Argentina baru sekali mengalahkan Belanda.

Satu-satunya kemenangan yang diraih Tim Tango atas atas De Oranje itu terjadi pada final Piala Dunia 1978. Namun kemenangan ini dipenuhi dengan berbagai kontroversi. Dimulai dari tuduhan penggunaan doping oleh para pemain Belanda, sampai yang paling santer adalah intervensi diktator Argentina, Jendral Jorge Videla, untuk memuluskan langkah Argentina menjuarai Piala Dunia di kandang mereka sendiri.

Peran Videla pada kompetisi Piala Dunia 1978 memang sangat besar. Itu terlihat kala pada fase grup kedua, di mana Brasil yang jadi pemimpin klasemen grup merasa sangat optimis bisa melenggang ke babak final setelah menang 3 – 1 atas Polandia.

Ditambah lagi pesaingnya, kesebelasan Argentina akan berhadapan dengan kesebelasan Peru yang tampil cukup baik sepanjang turnamen pada pertandingan terakhirnya. Argentina harus menang minimal 4 – 0 jika ingin keluar sebagai juara grup.

Jorge VidelaTidak diduga, kesebelasan Argentina menggilas timnas Peru dengan skor sangat telak, 6 – 0. Hal inilah yang kemudian memunculkan tuduhan adanya intervensi berupa suap dan ancaman.

Ada gosip menyebutkan bahwa saat jeda babak pertama, ketika skor masih 2 – 0, Videla dan rekannya, Henry Kissinger masuk ke ruang ganti tim Peru. Kabarnya kiper Peru yang merupakan pemain kelahiran Argentina, Ramon Quiroga, melakukan ‘kongkalikong’ dengan Videla.

Begitu pula dengan laga final antara Argentina dan Belanda. Belanda dituduh menggunakan doping serta menerima ancaman sebelum final berlangsung. Walaupun semua akhirnya tidak terbukti, tapi tetap saja Belanda yang dihuni banyak pemain bertalenta ini harus kalah dan rela melihat Argentina mengangkat trofi Piala Dunia.

Selain itu, bintang tim nasional Belanda kala itu, Johan Cruyff secara mengejutkan pensiun sebelum Piala Dunia 1978 digelar. Ada kabar yang menyebut jika Cruyff dan keluarga, telah mendapat ancaman, sebelumnya. Dengan apa yang terjadi pada laga Peru dan Argentina, Videla dan kroninya diduga memiliki keterlibatan atas kasus yang menimpa Cruyff.

Jendral Jorge Rafael Videla memang dikenal sebagai pemimpin yang otoriter. Ia pernah memicu teror di Argentina pada era 70an, dengan ikut terlibat dalam ‘dirty war’ melawan subversi (gerakan separatis). Sedikitnya ada 9.000 korban meninggal oleh pasukan bersenjata di bawah komandonya sebagai presiden junta militer yang merebut kekuasaan pada Maret 1976.