Berita Sepak Bola Liga Inggris

Kemampuan Lebih dari Salah Perlu Diberikan untuk Liverpool

Luis Garcia menilai kalau Mohammed Salah miliki semuanya untuk bisa berhasil bersama Liverpool. Tetapi, pemain striker yang berasal dari Mesir tersebut perlu bisa menunjukkan kebolehannya yang lebih bersama klub barunya tersebut.

Salah sekarnag ini adalah pemain paling mahal yang Liverpool rekrut dari AS Roma dengan mencapai nominal 39 juta poundsterling atau sama dengan 659 miliar rupiah. Jumlah tersebut juga kalahkan perekrutan Andy Carroll, yang pada awal 2011 di nominal 35 juta poundsterling.

Liverpool adalah klub Premier League kedua yang pernah Salah bela. Sebelumnya, pemain yang berumur 25 tahun tersebut telah merasakan liga puncak di Inggris tersebut dengan Chelsea.

Tetapi, sepanjang dirinya bermain untuk The Blues ia jarang jarang sekali mendapat peluang untuk tampil dan hanya catatkan 2 angka lewat19 performa di tiap ajang, yang selanjutnya bikin ia bermain di Serie A.

Sepanjang tampil di Serie A, Salah bermain dengan apik. Ia catatkan 35 angka lewat 81 performa dengan Fiorentina dan Roma. Catatan tersebutlah yang bikin Juergen Klopp tertarik untuk merekrut Salah.

“Ia punya semuanya untuk berhasil bersama Liverpool. Namun, hal yang tak mudah. Liverpool miliki para pemain oke dalam tim,” imbuh Garcia, yang sekarang ini bekerja menjadi pundit di Optus sepanjang Piala Konfederasi.

“Tampil bersama Liverpool terus rasakan banyak tekanan. Pendukung di semua penjuru dunia menyaksikan Anda. Anda perlu tunjukkan performa lebih baik. Namun saya pikir ia punya semuaya untuk itu. Saya anggap tim perlukan seorang seperti dirinya,” lanjut dia.

Sesuai klausul, penjualan Salah dapat bertambah jadi 43,9 poundsterling kalau pemain yang bersangkutan berhasil di Liverpool dan klub raih titel juara. Tetapi, Garcia menolak untuk berikan komentar soal nominal jual Salah, ia lebih soroti kecepatan menyesuaikan diri dari si pemain dengan taktik Klopp.

“Ini bukan soal nominalnya. Ini soal seperti apa ia bakal sesuaikan diri dengan tim, dengan filosofi klub dan tampil di bawah arahan (Jurgen) Klopp,” sambung Garcia.

“Ia merupakan seorang manajer yang beda, terus ingin yang paling oke pada tiap laga dan pakai pemain (terbaik) selama berlangsungnya laga. Ini memang sulit. Hal ini bergantung pada dirinya. Namun tentunya, kalau Anda antarkan seorang dengan latar belakang seperti Salah, Anda mengetahui mereka terus tambahkan energy untuk tim,” kata dia.