Berita Sepak Bola Liga Champions UEFA

Juventus Memang Hebat, namun Madrid Lebih Favorit

Real Madrid menjadi favorit untuk raih titel juara Liga Champions pada musim ini. Walau Juventus tim memang tim yang kuat, Los Blancos dianggap akan bisa menghadapi hal tertsebut.

Juve dan Madrid bakal berhadapan pada babak final Liga Champions. Final pada tingkat paling atas ajang antarklub Eropa tersebut bakal berlangsung di Cardiff, Wales, pada tanggal 3 Juni yang akan datang.

Kedua tim telah bermain hebat sampai saat ini. Juve tundukkan Barcelona dan AS Monaco, sementara Madrid menyisihkan Bayern Munich dan Atletico Madrid pada tahap knockout.

Laga antara Madrid dan Juve ini dapat dikatakan menjadi duel tim yang kuat bertahan melawan tipe menyerang. Juve yang baru kemasukan angka 3 kali, bakal berhadapan dengan Madrid yang telah catatkan 32 cetak angka.

Bekas pelatih timnas Prancis, Raymond Domenech, dirinya yakin kalau Madrid miliki peluang besar untuk keluar sebagai pemenang pada laga tersebut. Tak hanya sebagai juara bertahan, kualitas yang dimiliki para pemain yang dianggap lebih oke daripada ‘Si Nyonya Besar’.

“Bagi saya, Real Madrid tentu menjadi favorit ketika berhadapan dengan Juventus. Mereka miliki para pemain yang lebih oke dan sukses raih hasil oke pada musim kemarin,” ucap Domenech.

“Juve merupakan sebuah tim yang amat solid, namun saya anggap Madrid dapat melewatinya dan menang,” lanjut dia.

Tidak hanya kualitas pemain, Domenech pun optimis kalau Madrid menjadi juara sebab adanya Zidane. Bekas pemainnya di Tim nasional Prancis tersebut dianggap menjadi seorang pelatih yang pas untuk Los Merengues.

“Zidane dulunya merupakan seorang pemain yang luar biasa dan jarang bicara ketika berada di lapangan, namun ia terus menjadi pemimpin di mana saja ia berada tanpa perlu melambai atau berteriak sekalipun,” sambung Domenech.

“Ketika ia bilang sesuatu, temannya bakal lakukan itu. Saat ini ia mengenal para pemain dan klub Real Madrid dengan dekat. Tak mudah memegang sosok pelatih untuk mereka, namun ia lahir untuk itu,” kata Domenech yang pernah geram dengan kejadian yang melibatkan Zidane pada babak final Piala Dunia 2006 silam.