Berita Sepak Bola Gosip Liga Jerman

Janggalnya Pelatih Sekelas Carlo Ancelotti Gagal Mengasuh Bayern Munich

Carlo Ancelotti Bayern Munich, Carlo Ancelotti, Bayern Munich, Carlo Ancelotti Bayern Munich sacked, Carlo Ancelotti Bayern Munich dipecat, Bundesliga, Liga Jerman
Carlo Ancelotti Bayern Munich

Setelah hampir 15 bulan menjalani karir sebagai kepala pelatih di Bayern Muncih, Carlo Ancelotti resmi dipecat oleh direksi klub. James Walker-Roberts yang merupakan salah satu pakar di Sky sport melihat mengapa hal itu tidak berhasil bagi Ancelotti di Jerman, khususnya Bayern. Dan menurutnya, hal tersebut akan ada konsekuensi, yang ia lihat bukanlah Bayern yang sebenarnya.

Di awal musim kompetisi yang baru, Bayern cukup lamban menapakkan kakinya, dimana mereka telah mencicipi sebuah kekalahan dan sekali bermain imbang. Namun kekalahan 3-0 menghadi Paris Saint-Germain pada pagi dini hari tadi pukul 01.45 WIB adalah puncak dari naik turunnya performa jawara liga Jerman musim lalu.

Dengan hasi di Paris, CEO Bayern yaitu Karl-Heinz Rummenigge, langsung segera menghentikan kerja sama yang dibangun dari musim panas tahun lalu. Ia pun dengan menjelaskan mengapa klub tersebut “berpisah” dengan Ancelotti dan mengatakan, “Penampilan tim kami sejak awal musim belum memenuhi harapan kami, kami harus segera melakukan tindakan.”

Ini adalah pertama kalinya Ancelotti dipecat setelah mengasuh klub dalam satu musim, namun tanda untuk mengarah kesana mulai ada.. Arjen Robben, yang memulai di bangku cadangan di Paris, menolak untuk mengatakan apakah pemain tersebut berada di belakang Ancelotti, namun memberi lebih banyak dengan hanya mengatakan: “Saya tidak akan menjawab pertanyaan ini.” Koran Jerman Bild menyebutnya “malam paling gelap Ancelotti” sementara mantan kapten Bayern Lothar Matthaus mengatakan “tim tidak memiliki ritme dan tidak harmonis”.

Ancelotti meninggalkan Bayern setelah hampir 15 bulan bertugas, dan menghasilkan sebuah gelar Bundesliga yang dimenangkan oleh selisih 15 poin, serta dua Piala Super Jerman. Namun mengapa berakhir begitu cepat setelah dimulainya musim kampanye 2017/18?

Ada petunjuk di pra-musim bahwa semuanya tidak baik dimana mereka menghasilkan pertunjukan yang paling memprihatinkan. Mereka dikalahkan AC Milan dan Inter Milan di Asia dan kemudian Napoli dan Liverpool di stadion mereka sendiri dalam kompetisi Piala Audi.  Bayern terlihat lamban, dan kadang-kadang seolah-olah mereka tanpa rencana permainan.

“Semuanya telah terkendali,” meyakinkan Ancelotti setelah Bayern meraih kemenangan tendangan penalti atas Borussia Dortmund di Piala Super Jerman. Tapi kendalanya masih tetap ada.

Dan mereka tampil pahit lagi dalam kekalahan 2-0 dari Hoffenheim awal bulan ini, padahal Bayern memiliki 72 persen kepemilikan, namun tampaknya mereka kekurangan ide, gagal menciptakan banyak peluang bagus dan akhirnya bermain bola panjang yang penuh harapan ke dalam kotak menjelang babak kedua berakhir.

Pemilihan tim Ancelotti untuk pertemuan itu juga membingungkan. Hoffenheim telah mengambil empat poin dari Bayern pada 2016/17, namun, dengan satu bola di kandang melawan Liga Champions melawan Anderlecht yang bisa dibilang klub temudah grup mereka,  Ancelotti memutuskan untuk memulai dengan Robben dan Franck Ribery dari bangku cadangan dan memlih Niklas Sule.

Sepertinya penilaian Ancelotti kurang tepat dalam menurunkan pemain, padahal Ia telah menjadi pelatih di beberapa klub papan atas Eropa dan semuanya menghasilkan Piala. Namun sepertinya ia menyadari ada yang ganjil dan ia mengungkapkan komentarnya beberapa minggu kemudian setelah Bayern menyia-nyiakan gol dua gol untuk bermain imbang 2-2 di kandang sendiri bersama Wolfsburg. Ia mengatakan, “Kami tidak bermain seperti yang kami inginkan,” kata orang Italia itu. “Kami lamban, tanpa intensitas dan tidak cukup kompak.” Masalah yang sama terjadi lagi di Paris, saat Bayern menelan gol dari oleh Dani Alves, Edinson Cavani dan Neymar.