Liga Inggris

Jamie Vardy Mulai Tajam Lagi

jamie vardyKebangkitan Leicester City di bawah arahan Craig Shakespeare tak luput dari gemilangnya performa Jamie Vardy. Ia kembalu subur usai kepergian Claudio Ranieri.

Penyerang berusia 30 tahun itu menyumbang sebiji goll dalam kemenangan 2-0 Leicester City atas Sunderland di King Power Stadium, Rabu (5/4/2017) dini hari WIB. Gol yang cukup krusial mengingat laju The Foxes menjadi tak terbendung sejauh ini.

Tiga poin tambahan membuat The Foxes merangkak ke urutan 11 dengan perolehan nilai 36. Dengan tersisa delapan partai lagi, maka peluang The Foxes merangkak ke 10 besar masih terbuka.

Semejak kendali pelatih berganti dari Claudio Ranieri ke Shakespeare, Leicester belum tersentuh kekalahan di enam pertandingan. Lima di Premier League dan sekali di Liga Champions yang memastikan mereka lolos dari 16 besar.

Dari seluruh kemenangan tersebut, Vardy punya kontribusi penting. Lima gol dan dua assist ia bukukan ke jala lawan. Bahkan apabila dihitung dengan penampilannya bersama tim nasional Inggris, penyerang yang mengawali karier di non-liga itu telaha mengoleksi enam gol.

Tren tersebut layaknya oase usai sempat melalui momen-momen berat. Pasalnya, Vardy pernah melewati dua periode panjang tanpa bikin gol.

Yang pertama sejak kalah dari Liverpool 1-4 pada 10 September 2016, Vardy melewatkan 14 pertandingan tanpa gol. Puasanya berakhir ketika memperkuat Timnas Inggris melawan Spanyol 15 November 2016 dimana ia membuat satu gol.

Performa Vardy anjlok lagi. Dirinya kembali absen mencetak gol dalam empat laga berikutnya, sebelum bikin tiga gol saat menundukkan Manchester City 4-2, 10 Desember 2016.

Usai membuat tiga gol, Vardy terpaksa tak menyaksikan namanya di papan skor selama sembilan partai ke depan. Hal tersebut baru tuntas ketika timnya digasak Sevilla pada leg pertama 16 besar Liga Champions, sekaligus jadi partai terakhir Ranieri.

Penampilan gemilang Vardy telah kembali. Pertanyaannya, bisakah dia menjaga itu supaya tak lagi menjalani tren puasa gol ketiganya?