Piala Eropa

Inilah Sosok Pria Yang Berhasil Menahan Laurent Blanc Untuk Gantung Sepatu

Masuk dalam era baru di dunia sepakbola sekarang ini, nama pelatih besar macam Laurent Blanc sudah masuk dalam pengakuan dunia. Merintis karir kepelatihan bersama Bordeaux, Blanc pada akhirnya mulai mencapai level tinggi usai terpilih menjadi pelatih utama timnas Prancis di musim 2010/13 dan menjadi pelatih tim besar Paris Saint Germain sejak tahun 2013 hingga sekarang ini berhasil menjadi juara bertahan Ligue 1 tanpa tergoyahkan.

Inilah Sosok Pria Yang Berhasil Menahan Laurent Blanc Untuk Gantung Sepatu

Adapun karir sepakbola Blanc sebagai pemain tidak berbeda jauh dengan kesuksesan dia sebagai pelatih. Pasalnya Blanc sempat mendapatkan predikat sebagai pemain bertahan terbaik asal Prancis. Terbukti Blanc sempat bermain dengan klub elite Eropa macam Napoli, Montpellier, Barcelona, Inter Milan sebelum pada masa nya sang pemain memutuskan untuk pensiun di Manchester United pada tahun 2003 lalu.

Di level internasional bersama timnas Prancis, reputasi Blanc juga tidak kalah mentereng. Tercatat Blanc sudah mengumpulkan 97 pertandingan bersama Prancis dan sukses mengantarkan tim Ayam Jantan itu meraih gelar juara Piala Dunia 1998 dan Piala Euro 2000. Masa keemasannya ini terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, namun karir sepakbola dia di usia muda sebenarnya sudah menjadi salah satu pemain yang baik di kancah sepakbola.

Yang menarik nya adalah ketika Blanc berencana untuk gantung sepatu di usia yang masih sangat muda dari sepakbola profesional. Kejadian ini terjadi pada tahun 1993, lebih tepat setelah pargelaran kualifikasi Piala Dunia 1994. Sebagai tim unggulan dalam turnamen tersebut, Prancis harus bisa menerima nya dengan lapang dada atas ketidak benaran bahwa mereka tidak lolos dalam putaran final Piala Dunia 1994 setelah hanya mampu finish di urutan ketiga klasemen akhir di fase grup.

Kegagalan ini lantas membuat publik serta media sering berhujat kritikan tajam yang mengarah ke kubu Prancis. Dengan demikia, tekanan tersebut memaksa pelatih Gerrard Houllier untuk meninggalkan posisi bangku pelatih dan digantikan oleh Aime Jaquet.

Misi utama Jaquet adalah yang paling berat dengan mencoba untuk mengembalikan mental dari skuat Prancis yang baru saja menerima hujatan keras dari publik Prancis. Termasuk dari Laurent Blanc yang sempat memutuskan untuk gantung sepatu di usia muda dari timnas Prancis yang merasa tidak tahan dengan tekanan dari warga nya sendiri.

Jaquet sendiri membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun untuk bisa membawa kembali Blanc masuk dalam skuat Prancis. Sebelum akhir nya Blanc mau kembali menerima menjadi skuat The Blues pada kualifikasi Euro 1996. Hingga usaha keras dari Jaquet berbuah manis dengan kehadiran Blanc di lini belakang, Prancis mampu menjadi juara Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.