Berita Sepak Bola Liga Jerman

Heynckes : Kemenangan Hadapi PSG, Buat Bayern Menajdi Favorit Kembali Di Liga Champions

Jupp Heynckes, Bayern Munich Vs PSG, Liga Champions 2017
Jupp Heynckes Bayern Munich Vs PSG

Jupp Heynckes meyakini kemenangan Bayern Munich menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions belum lama ini, telah membuktikan kembali bahwa jawara liga Jerman tersebut masih menjadi favorit untuk memenangkan kompetisi tertinggi di Eropa musim ini.

Memang pertengahan pekan lalu, mereka berhasil membalas kekalahan mereka dengan skor 3-1 terhadap raksasa Liga Prancis. Pasalnya dipertemuan sebelumnya mereka ditaklukan dikandang lawan dengan skor 3-0, saat masih diasuh oleh Carlo Ancelotti, yang membuat pelatih Italia tersebut diberhentikan dari jabatan sehari kemudian.

Kekalahan tersebut memicu anggapan bahwa Bayern kalah jauh dengan performa PSG yang dilengkapi persenjatai dengan dua pemain dengan transfer termahal didunia, dan akan sulit meraih kemenangan di Liga Champions.

Meskipun Heynckes menyutujui pendapat bahwa tim lawannya sangat fantastis, namun dia merasa pembalasan terhadap PSG telah membuktikan bahwa timnya masih pantas berada dalam kategori satu level.

Berbicara kepada wartawan sebelum kunjungan menghadapi Eintracht Frankfurt hari ini, Heynckes mengatakan, “Pasti ada klub lain yang menjadi favorit, tapi seperti yang telah kami buktikan, kami termasuk dalam lingkaran favorit yang telah diperluas.”.

“Saya ingin mencapainya dengan permainan, dan saya juga berpikir positif bahwa satu atau dua pemain masih ingin bermain untuk membuatnya menjadi 4-1 atau 5-1. Saya selalu yakin semuanya akan berjalan baik, tapi saya tidak berpikiran terlalu jauh. “.

Meskipun demikian ia juga tak ingin berlarut-larut dalam keberhasilannya saat itu. “Itu adalah hal yang positif melawan PSG, tapi saya tidak akan membiarkan diri saya terlalu dipuji dan mengabaikan kelemahan yang tidak dieksploitasi. “.

“Kami harus memperbaiki lebih jauh lagi. Beberapa pemain yang cedera masih harus mencapai performa optimal mereka. Saat ini, saya masih belum puas karena masih ada ruang untuk perbaikan dan kami belum mencapai puncaknya. “, jelas pelatih berusia 72 tahun.

Heynckes juga berbicara tentang pentingnya waktu sehubungan dengan perkembangan pemain muda, termasuk pelatih muda.

“Saya menjadi pelatih Bundesliga pada usia 43,” katanya. “Saya harus belajar banyak. Beri kesempatan pada pelatih muda itu. Rencana yang jelas penting, Anda memberi struktur tim.”.

“Ada pelatih yang (berkualitas) baik di Jerman. Anda harus memberi pelatih muda itu waktu, meski mereka tidak sering mendapatkannya. “, jelasnya. “Juga, pemain butuh waktu untuk berkembang. Bastian Schweinsteiger dan Philipp Lahm bukan permain berkelas dunia pada usia 21 tahun. ”

“Kingsley Coman telah berada di sini selama tiga tahun sekarang, Corentin Tolisso sejak musim panas, dan Schweinsteiger bermain di sayap kiri sejak awal.”, tambahnya,