Berita Sepak Bola Liga Italia

Francesco Totti Akan Pensiun pada Akhir Musim

Masa karier pemain Francesco Totti bakal segera mengenai batas akhir. Ikon pada skuat AS Roma tersebut bakal mengakhiri masa kariernya di akhir tahun 2016/17.

Putusan Totti untuk akhiri karier disampaikan oleh Monchi selaku Direktur Sepak Bola AS Roma.

Akan tetapi, Totti tidak bakal sepenuhnya meninggalkan i Giallorossi. Penyerang gaek berumur 40 tahun tersebut akan menerima jabatan selaku direktur klub.

“Saya sudah tahu bahwasannya Francesco Totti memiliki kesepakatan pada klub. Tahun ini merupakan tahun yang terakhir untuk dirinya sebelum menjabat sebagai direktur,” ucap Monchi dikabarkan lewat salah satu media.

“Francesco Totti Merupakan AS Roma dan saya mau dirinya kerap dekat dengan saya. Saya bakal amat bahagia walau hanya dapat belajar 1% dari dirinya,” ujar mantan penja gawang Sevilla tersebut.

Tidak bisa dimungkiri bahwasannya Totti merupan salah satu sosok legenda AS Roma. Hal itu tidak terlepas dari kontribusinya yang sangat lama bagi klub kebanggaan ibu kota Italia tersebut.

Dengan jumlah sebanyak 783 laga telah dijalani Totti bersama dengan skuat Roma sedari karier pertama di tahun 1992 silam. Prestasi terbaiknya ialah memperoleh title Liga Italia pada tahun 2000/2001.

Bersama dengan AS Roma juga, Totti mengukuhkan dirinya selaku sebagai pencetak gol terbanyak selama masa ke-2 Liga Italia dengan raihan 250 gol. Dirinya hanya kalah dari Silvio Piola atas raihan 274 gol.

 

Mancini Tak Begitu Menyukai Teknologi Video Assistant Referee

 

Roberto Mancini kelihatannya tidak begitu setuju dengan pemaikaian teknologi VAR untuk membantu hakim lapangan dalam mengambil putusan. Dirinya juga tidak senang dengan Serie A memakainya mulai pada musim depan.

Sebagaimana yang sudah tahu, VAR (Video Assistant Referee) memang dianggap sebagai jalan keluar dari kemungkinan kesalahan yang banyak pada putusan wasit. Teknologi tersebut dipakai untuk membantu sang wasit wasit untuk mengambil keputusan.

Teknologi Video Assistant Referee tersebut pun sudah sempat dites dalam beberapa lag, termasuk salah1 nya pada pertandingan persabahatan antara Prancis kontra Spanyol pada beberapa waktu yang lalu. Dan Serie A (untuk musim depan) bakal memperkenalkan teknologi Video Assistant Referee dalam pertandingan.

“Saya senang dengan old-style. Mungkin stop bermain untuk mengetahui apakah tersebut offside, namun ketika itu pelanggaran, anda bakal mendapati sepuluh perbedaan opini pada peristiwa yang sama yang ditayangkan di TV setiap malam, maka gima anda selanjutnya membuat keputusan itu?” ucapnya.

“Mereka berupaya untuk memperkenalkan begitu banyak sebuah hal yang baru demi menjadikannya lebih luar biasa dan mempunyai lebih sedikit kesalahan, namun sepak bola kerap tejadi dengan banyaknya kesalahan. dihari terakhir, semua yang orang hanya mau tahu pada hasil akhirnya,” timpanya.